Budi Anduk, Buatlah Surga Tertawa! “Oke coy?”

[ISIGOOD.COM] Senin sore kemarin, rasanya ingin sekali menonton televisi. Padahal biasanya enggak sekali menyetel televisi di jam-jam prime time, malas dengan acara-acara ABG yang kurang masuk akal itu. Akhirnya aku pilih sebuah stasiun televisi yang menyajikan hiburan komedi. Di sana, bukannya aku tertawa namun justru terkaget dengan berita yang disampaikan oleh pemain di stasiun TV tersebut. Budi Anduk meninggal dunia, begitu katanya.

Budi Anduk, seorang komedian tanah air yang tenar lewat aktingnya di program acara Tawa Sutra ANTV itu menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin, 11 Januari 2016 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. Pukul 14.45 Waktu Indonesia Barat menjadi waktu yang Tuhan pilihkan untuk mengambilnya. Yang mengejutkan, komedian ini meninggal akibat kanker paru-paru stadium 4. Padahal selama ini belum pernah mendengar atau tau pemberitaan tentang Budi Anduk yang mengidap penyakit berat.

(forum.liputan6.com)

Tetiba pikiran ini melayang, mengingat akting Budi Anduk di televisi kala itu. Ia sering mendapatkan job untuk menjadi tokoh yang tersiksa, teraniaya, dan terbully. Entah Arie Untung, Peppy, atau Alm. Ade Namnung semua pasti membulinya. Bukannya menjadikan penonton menjadi kasian, namun justru tertawa dengan banyolan-banyolannya yang khas. Polos, nerima, tanpa perlawanan, dan punya gaya tertawa yang unik. Itulah gaya Budi Anduk menghibur penontonnya. Satu lagi, Budi Anduk sempat mentenarkan kata “Oke Coy” yang akhirnya digunakan oleh rekan-rekannya bahkan Tawa Sutra pun sempat menjadi Tawa Sutra “Cooy”.

Dari Artis Figuran Hingga Bintang Iklan

(radarpena.com)

Budi Anduk terlahir di Jakarta, 8 Februari 1968 dengan nama asli Budi Prihatin. Pada tahun 1997, keluarga Budi memutuskan untuk pindah ke Bekasi. Namun Budi tetap memilih tinggal di Mampang. Budi pun menjalani hidupnya dengan kepahitan. Tak jarang, Budi Anduk malah terpaksa menumpang makan di rumah saudara atau teman, bahkan kadang makan, kadang tidak. Tak hanya soal makan, urusan tidur pun ia sering berpindah-pindah tempat. Mulai dari sekolah,  rumah teman, bahkan emperan toko.

Merasa kehidupan semakin memaksanya untuk tetap survive, budi Anduk meberanikan diri menemui Parto Patrio untuk meminta pekerjaan. Budi Anduk mengawali karirnya di dunia layar kaca dengan menjadi kru di acara Ngelaba (Trio Patrio) pada tahun 2000. Kala itu, Budi Anduk mendapat bayaran 50 ribu per hari. Karena Budi Anduk kenal dengan Parto Patrio (tetangga kala kecil), parto pun mengajaknnya menjadi artis figuran. Dari sinilah, Budi Anduk belajar untuk berani tampil di depan kamera. Meskipun kala itu nama Budi Anduk belum dikenal oleh masyarakat.

Kemudian, Budi Anduk diajak bergabung di tim kreatif bentukan Kiwil untuk acara Lesehan. Namun dikarenakan gaji sebagai tim tidaklah sebesar menjadi pemain, desakan ekonomi yang dirasakan Budi Anduk pun membuatnya hengkang dari tim itu. Beruntung, Parto Patrio pun mendukung pilihan Budi Anduk tersebut. Karir berikutnya yang ia jalani adalah menjadi pemain di situasi komedi Klinik. Jauh sebelum ia bermain di Tawa Sutra ANTV. Barulah di tahun 2007 ia bergabung di Tawa Sutra ANTV bersama Arie Untung, Peppy, Aldi Taher, Sabrina, dan Ade Namnung. Tawa Sutra inilah yang kemudian melejitkan nama Budi Anduk di kancah hiburan tanah air. Hingga ia tampil di dua film layar lebar yang bertajuk Tiren: Mati Kemaren dan Tulalit.

Budi juga kerap muncul di layar televisi dalam Opera Van Java di Trans7 pada 2014 dan Bro & Bray di Trans TV pada 2015 hingga saat ini. Tak hanya dikenal sebagai komedian, Budi Anduk juga kerap tampil membintangi sejumlah iklan di televisi. Budi pernah membintangi iklan Minyak Kayu Putih Cap Gajah dan So Nice. Iklan sosis So Nice, Budi Anduk tampil bersama bersama Aldi Taher dan Pepi. Saat membintangi iklan Pelumas Evalube, Budi ditemani Arie Untung. Bersama Peppy, Arie Untung dan Aldi Taher, Budi Anduk pernah menjadi bintang iklan Kopi Kuku Bima Ener-G. Yang terakhir, Budi menjadi bintang Pilus Garuda Rasa Rumput Laut.

Merahasiakan Penyakitnya Sedari Tawa Sutra

(youtube)

Jodoh dan kematian adalah takdir Tuhan yang orang tidak dapat membukanya. Termasuk manusia. Siapa yang bisa memvonis umur seseroang sampai kapan. Bahkan kapan dia meninggal? Sungguh Tuhan Maha Segalanya. Termasuk menganugerahkan penyakit Kanker Paru-Paru kepada seorang Budi Anduk.

Budi Anduk sengaja berpesan kepada keluarganya untuk merahasiakan penyakitnya ini. Hingga masyarakat umum baru mengetahuinya setelah dia berpulang kepada penciptanya. Budi Anduk tidak ingin media meributkan masalah kesehatannya ini. Lebaran tahun kemarin, saat ia terbaring sakit di Rumah Sakit di Cirebon, ia sudah di vonis memiliki tumor paru-paru stadium satu.

Siapa mengira seorang komedian yang tampil berani di layar kaca ini memiliki ketakutan untuk memasuki rumah sakit dan bertemu dengan dokter. Ia takut dirawat, takut di kemoterapi. Ketakutan Budi berimbas pada sikapnya yang enggan dibawa ke rumah sakit. Padahal almarhum sering merasa ngilu dan terjadi pembengkakan di bagian tubuh. Bahkan keluarga sudah berusaha keras agar Budi mau dirawat di rumah sakit.

Saat dia merasakan ada pembengkakan di bagian-bagian tubuhnya, barulah ia mau dibawa ke rumah sakit. Saat memasuki rumah sakit, penyakitnya sudah memasuki stadium 4. Akhirnya, tepat pukul 14.45 tanggal 11 Januari 2015, Budi Anduk menghembuskan nafas terakhirnya.

Kini, tak bisa lagi kita lihat banyolannya di layar kaca. Selamat jalan, Coy. Buatlah seisi surga tertawa dengan candaanmu.

Baca juga :Inilah Tips Supaya Hidupmu Menjadi Lebih Tenang

11 Gambar Keren yang Mengingatkan Kita untuk Lebih Mencintai Bumi!

[ISIGOOD.COM] Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa kondisi bumi semakin menyedihkan. Lihat saja, kasus penebangan hutan, sampah berserakan, pemburuan hewan langka, cuaca dan iklim yang melenceng dari perkiraan, suhu bumi yang tidak menentu, dan lain sebagainya. Menanggapi hal ini, banyak cara dilakukan orang untuk menunjukkan keprihatinannya terhadap masalah alam. Misalnya saja dengan melakukan aksi sosialisasi atau kampanye untuk mengajak orang agar lebih menjaga kelestarian alam.

Tentang sosialisasi dan kempanye, medianya pun beragam. Ada yang memilih melakukan seruan dengan cara teatrikal, musikal, aksi massal di jalan, membuat tulisan dan lain sebagainya. Salah satu cara yang unik adalah melalui gambar atau visual. Kenapa unik? Karena banyak yang bilang bahwa sebuah gambar, dapat mewakili ratusan kata.

Lalu seperti apa ya,  gambar-gambar keren yang bisa mengingatkan orang untuk lebih mencintai lingkungan?

Apa yang kita lempar, apa yang kita buang atau apapun yang kita lakukan, akan kembali ke diri kita sendiri

1

Andai saja sampah punya tangan dan kaki. Mungkin dia akan memungut dirinya sendiri. Karena sampah pun tahu, dimana tempat dia seharusnya

2

Sulit membuat orang mengurangi penggunaan kantong plastik. Mungkin desain kantong plastik seperti ini bisa mengingatkan orang bahwa kantong plastik yang dia gunakan bisa jadi sumber kerusakan

3

Hei pemburu liar! Coba bayangkan, jika hewan yang kamu buru itu adalah putri kecilmu. Masih tega memburu?

4

Mungkin, anak cucuk kita kelak tidak bisa lagi melihat gajah

5

Setiap jam, spesies Orang Utan di bumi ini ditemukan mati. Maka inilah ilustrasi yang menggambarkan Orang Utan di menit terakhir sebelum mereka hilang di muka bumi

6

Sepeti sebuah es krim yang dibiarkan terkena panas. Bumi kita mulai mencair!

7

Semakin banyak penggunaan kertas, semakin cepat pula kita menghabisi bumi. Seperti tissu toilet ini, setiap kita mengambil helaian tisu, saat itu pula kita sedikit-demi sedikit mengurangi kehijauan bumi.

9

Andai saja hewan langka seperti mesin mobil. Bisa direparasi. Tentu tidak akan punah.

10

Rusaknya hutan sebagai paru-paru dunia, adalah rusaknya paru-paru kita sebagai manusia

11

Setiap menit, 15 km2 hutan lenyap dari muka bumi. Kalau ada Tarzan, dia akan kaget karena tiba-tiba hutan tempat tinggalnya hilang dengan begitu cepatnya.

12

Sumber gambar : brightside.me

Baca juga : Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Kehidupan Sosial

Masalah Datang Bertubi-tubi? Ingat Bahwa Hidup Harus Terus Berlanjut!

[ISIGOOD.COM] Pernah nggak guys kamu menghadapi beberapa persoalan sekaligus. Contohnya, pada keadaan itu kamu sedang dilanda persoalan ekonomi yang cukup pelik. Misalnya, kamu sedang dalam keadaan benar-benar bokek. Eh, kamupun tengah menghadapi kekecewaan hati. Seperti pasanganmu yang mengkhianati dan menyakitimu. Hatimu pun pecah berkeping-keping.

Di saat itu juga, kamu sedang kecewa dengan tugas-tugas akademikmu yang seolah tak juga kelar meski berusaha kamu selesaikan. Jika saat itu terjadi, maka seolah ritme kehidupanmu terganggu. Bahkan, jika ada lebih dari satu yang bersamaan tentunya kamu merasakan hal yang terasa jauh lebih buruk. Pasti saat itu kamu merasakan bahwa dunia terasa amat sangat memuakkan. Bahkan, mungkin itu terasa seperti dunia berhenti berputar.

Pikiran butek, penat hatipun sangat kalut dan galau. Jika sudah demikian, apa sih yang harus kamu lakukan? Mungkin kamu hanya pasrah dan seolah tak berdaya menghadapi semua masalah yang datang. Namun, terkadang saat kita merasa kuat ternyata ada saja halangan datang untuk membuatmu seolah kembali pasrah atau menyerah. Jika ada permasalahan yang datang bertubi-tubi, apa yang harus kamu lakukan?

Jangan pernah merasa semuanya telah berakhir

Yakinlah, dunia tidak akan berakhir. Masih banyak harapan (exploringpsyche.com)

Guys, adanya permasalahan adalah keniscayaan. Untuk itu, saat kamu menerima masalah atau bahkan dikeroyok oleh berbagai macam masalah keduniaan maka kamu harus tabah. Hal yang harus kamu garisbawahi adalah bahwa jangan pernah merasa bahwa semuanya telah berakhir. Akan selalu ada mentari yang terbit usai badai. Kamu juga harus yakin, bahwa setiap persoalan maka pasti akan ada jalan. Sedih itu pasti, namun bertahan itu adalah suatu keharusan.

Kamu pasti bisa mengatasinya, sebab masalah yang datang adalah ujian bagimu

Semua ini hanya ujian, kamu harus kuat! (globe-views.com)

Tentunya kamu pun tahu bahwa salah satu ujian bagi seseorang di dunia adalah permasalahan. Kehidupan itu memang sesuatu yang mau tidak mau dan pasti ada saja permasalahannya. Nah, mengenai hal itu kamu benar-benar harus yakin bahwa masalah yang terus-terusan datang itu hanyalah ujian kehidupan. Kamu harus paham, bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan masalah dan beban yang melampaui kemampuanmu.

Sesekali kamu perlu berbagi beban dengan orang yang kamu sayangi

sesekali kamu butuh curhat dan sharing. (omgstory.net)

Sahabat, keluarga ataupun teman bisa kamu pilih sebagai orang yang bisa kamu ajak untuk berbagi beban. Orang kamu sayang dan kamu sayangi pasti akan senantiasa memberikan dukungan padamu. Kamu pernah mendengar, bahwa berbagi dalam beban juga dapat mengurangi rasa penat dan frustasimu.

Tak sedikit orang yang memilih menyimpan dan memendam perasaan kecewa dan frustasinya tanpa berbagi. Ujung-ujungnya, dia depresi. Kemungkinan, dia tak mampu lagi menahan beban yang dia rasakan. Yakinlah, dengan berbagi minimal akan ada orang yang akan merengkuhmu, ada orang yang dapat kamu jadikan sandaran. Oya, namun kamu harus selalu ingat bahwa tak semuanya harus kamu bagi. Ceritakan apa yang perlu kamu ceritakan. Namun kamu harus tetap menyimpan tentang hal-hal yang hanya cukup kamu ketahui saja.

Carilah cara untuk keluar dan menyelesaikan masalah yang membelitmu

Semua masalah pasti ada jalan. (wordpress.com)

Kamu harus berani. Jika kamu ingin membuat perubahan dalam hidupmu, maka kamu menatap tegak ke depan. Jangan sampai beragam masalah justru membuatmu cupet atau patah harapan. Jika tengah dilanda masalah, jangan kamu berusaha untuk lari dari kenyataan. Sebab, saat lari kamu bukan akan menyelesaikan masalah. Namun, kemungkinan kamu malah akan menumpuk persoalanmu, yang mungkin saja akan bertambah lebih buruk.

Apapun yang terjadi, hidupmu harus berlanjut

Bersemangatlah, jangan lupa untuk mencoba terus tersenyum. (devianart.net)

Kehidupan adalah suatu anugerah dari Tuhan yang harus dan patut kamu syukuri bagaimanapun keadaannya. Untuk itu, kamu perlu benar-benar mensyukurinya. Caranya adalah menghargai diri sendiri dan menghargai kehidupan kita.

Apapun masalah yang kamu alami, tidak ada salahnya kalau kamu bangkit kembali. Bahkan, akan salah jika kamu tak kembali bangkit. Memang tidak mudah, namun yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi, hidupmu harus terus berlanjut.

Tuh guys, kamu harus terus bersemangat dan jangan pernah menyerah dengan kehidupan. Yakinlah, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Untuk itu, hidupmu harus terus berlanjut!

Baca juga : Saat Merasa Salah Dalam Memilih Keputusan. Penyesalanpun Datang. Lalu Harus Apa?

Hati-hati, Orang Lain Menilai Kepribadianmu Lewat 6 Hal Kecil yang Tidak Kamu Sadari Ini

[ISIGOOD.COM] Tanpa kita sadari, ketika kita bertemu dengan seseorang untuk pertama kali, orang tersebut sedang menebak-nebak seperti apa karakter kita. Itulah mengapa kita acapkali kita tidak langsung akrab dengan orang baru. Karena kita sama-sama mengamati  dan menerka, apakah dia adalah orang yang cukup baik atau tidak.

Itu juga yang terjadi saat kita melakukan wawancara. Pernahkah terlintas, bagaimana mungkin seorang pewawancara dapat langsung menentukan siapa yang layak dan siapa yang tidak padahal tidak benar-benar tahu bagaimana karakter orang yang diwawancarai? Ya, mereka memiliki cara tersendiri untuk melihat karakter orang lain meskipun tidak saling mengenal. Lantas seperti apa?

Dilansir dari laman lifehack.org, ada beberapa hal yang digunakan orang untuk menilai karakter kita secara cepat.

 

Tulisan tangan kita

Tulisan seseorang berhubungan dengan karakter yang dimiliki (jendelacito.info)

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bentuk dan ukuran tulisan seseorang berhubungan dengan karakter yang dimiliki. Contohnya, seperti yang disampaikan oleh peneliti dari National Pen Company, orang yang tulisan tangannya kecil biasanya bersifat pemalu, sedangkan orang yang mudah bergaul biasanya menulis dengan ukuran lebih besar.

Warna kesukaan

Apa warna kesukaanmu ? (pixabay.com)

Apa warna kesukaanmu. Karena warna yang kamu sukai, warna pakaianmu, dan warna yang sering kamu pilih menunjukkan seperti apa karaktermu. Seperti artikel sebelumnya, telah disebutkan bahwa biru adalah The color of compassion and dreams,  hitam adalah The  color of mystery, putih The color of purity and spirituality dan seterusnya

Kebiasaan menggigit kuku

kebiasaan menggigit kuku dapat membuat orang memberikan penilaian kurang baik terhadapmu (diasweethealthy.com)

Mungkin secara tidak kamu sadari, kamu hobi sekali menggigiti kuku. Tapi kamu  mungkin harus berhenti dari kebiasaan ini. Karena kebiasaanmu ini dapat membuat orang memberikan penilaian kurang baik terhadapmu. Menggigit kuku menandakan bahwa kamu adalah orang yang mudah panik, tidak kuat dan gampang cemas .

Sepatu yang kamu kenakan

kita bisa menilai kepribadian seseorang dari sepatu yang dia kenakan (mediamahasiswa.com)

Menurut sejumlah psikolog, kita bisa menilai kepribadian seseorang dari sepatu yang dia kenakan. Seperti kata Omri Gillath dari University of Kansas, gaya sepatu dan warna sepatu orang dapat dipakai untuk menebak karakter orang, termasuk tingkat kekayaan, gender sampai usia orang. Cara ini bahkan dikatakan punya kebenaran hampir 90%.

Sorot matamu

Mata adalah cerminan dari soul dalam dirimu (cdn.klimg.com)

Mata adalah cerminan dari soul dalam dirimu. Mata dapat berkata banyak tentang apa yang kita pikirkan dan apa  yang kita rasakan. Sehingga, banyak orang terlihat bersahabat dan terbuka hanya dengan mengamati sorot mata. Sehingga terkadang senyuman kita yang lebar belum tentu membuat orang berkesan jika mata kita tidak menunjukkan keramahan

Jabat tanganmu

Orang yang percaya diri tidak ragu untuk mengajak orang berjabat tangan terlebih dulu (vivanews.com)

Konon, orang yang jabatan tangannya lemah menunjukkan orang yang tidak cukup percaya diri. Begitu pula orang yang ragu-ragu ketika mengajak orang lain bersalaman. Orang yang percaya diri dan powerful akan tidak ragu untuk mengajak orang berjabat tangan terlebih dulu. Kemudian menjabat dengan mantap.

Sumber : www.lifehack.org

Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Kehidupan Sosial

Manusia adalah makhluk sosial. Seberapapun tertutupnya orang tersebut, ia pasti tetap membutuhkan peran dari orang lain. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan orang lain. Meski ia telah terbiasa hidup mandiri, tak dapat dipungkiri bahwa ia pasti akan tetap membutuhkan peran orang lain di dalam hidupnya. Seberapa pintarpun seseorang, pasti ada beberapa hal yang tidak dikuasainya. Itulah sebabnya mengapa manusia di dunia ini pasti saling membutuhkan.

Dalam kehidupan sosial, ada aturan-aturan tidak tertulis yang—seharusnya—diketahui oleh orang-orang yang ingin sukses dalam kehidupan sosialnya. Berikut ini adalah hal-hal yang harus kita hindari dalam kehidupan sosial.

1. Menilai terlalu cepat

Kita tak bisa mengerti bagaimana orang lain sebelum kita pernah memosisikan diri di posisinya (emilysquotes.com)

Biasanya, orang baru dalam suatu lingkungan akan mendapatkan perhatian dari orang-orang lama dalam lingkungan tersebut. Orang-orang lama biasanya penasaran terhadap orang baru yang muncul ke dalam lingkungannya. Tidak jarang, ketika seseorang penasaran, ia berusaha mencari tahu tentang orang baru tersebut—entah bagaimana caranya. Dalam hal ini, biasanya seseorang “terlalu cepat menilai”. Ada semacam perkiraan “Kayaknya dia sok pinter deh”, “Kayaknya dia sok cantik deh”, “Kayaknya dia sombong deh”. Pemikiran seperti itulah yang harus kita hindari. Mengapa kita bisa sedemikian cepatnya menilai seseorang yang bahkan baru kita kenal dalam hitungan bulan—bahkan hari? Kenal setahun-dua tahun saja tidak menjamin kita bisa benar-benar mengenal seseorang, apalagi hanya dalam hitungan bulan.

2. Terkecoh dengan media sosial

Jangan gampang terkecoh dengan media sosial milik orang lain (marketingland.com)

Zaman sekarang siapa sih yang tidak punya akun media sosial? Hampir setiap orang punya. Cara paling mudah untuk “ngepoin” orang ya dari media sosialnya. Dari mana lagi? Kalau tanya ke temannya, takutnya nanti ketahuan kepo. Ya nggak? Nah, hal yang harus kita ingat selalu adalah media sosial tidak selalu mencerminkan penggunanya seratus persen. Coba kita pikir, apakah mungkin seseorang mengumbar segala hal yang ada dalam hidupnya ke akun media sosialnya? Sepertinya tidak. Kalaupun iya, paling hanya beberapa. Seseorang cenderung memilah-milah apa yang ingin dia sampaikan ke khalayak di akun media sosialnya. Orang seringkali menilai orang lain hanya dari dunia maya—ini terlalu dangkal.

3. Manis di depan, pait di belakang (?)

Di depan manis, di belakang pait? (i.ytimg.com)

Nah, ini dia. Berapa banyak orang yang bersikap manis di depan tapi di belakang menertawakan atau bahkan menghujat? Mungkin ada pernyataan bahwa “Kita harus sopan terhadap siapapun, bahkan terhadap orang yang kita tidak suka”. Iya, pendapat itu benar, dengan catatan: “Kita juga harus sopan di belakang—tidak hanya di depan”. Percuma beramah-tamah dan bersopan-ria di depan tetapi di belakang menertawakan atau bahkan menghujat. Kalau memang tidak suka, ya sudah, cukup kamu dan Tuhan yang tahu. Orang-orang yang lain tidak perlu kamu pengaruhi untuk tidak suka juga. Membicarakan aib teman sendiri di depan teman-teman yang lain itu tindakan yang cukup kejam lho. Tidak ada manusia yang sempurna. Kamu sendiri apakah mau diperlakukan seperti itu—diperlakukan manis di depan tetapi di belakang kamu dihujat?

4. Berbuat pamrih

Selama ini ikhlas nggak? (www.wikihow.com)

Berapa banyak orang yang berbuat baik bukan karena memang benar-benar ingin berbuat baik tetapi hanya ingin “dianggap baik”?. Bedakan antara “ingin berbuat baik” dan “ingin dianggap baik”. Ingin berbuat baik berarti tulus dari hati memang kamu ingin berbuat baik terhadap orang lain. Ingin dianggap baik berarti kamu berbuat baik bukan karena ketulusan dari dalam hatimu, melainkan adanya keinginan untuk dianggap baik oleh orang lain. Yuk, kita renungkan kembali, apakah selama ini kita berbuat baik karena benar-benar ingin berbuat baik atau hanya karena ingin dianggap baik?

5. Iri melihat teman sendiri berhasil

Iri melihat teman sendiri berhasil? (cdn3.drprem.com)

Melihat ada teman yang berhasil kok malah iri? Harusnya ikut seneng dong. Adanya teman yang berhasil seharusnya jadi motivasi untuk diri sendiri. Mungkin ada banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya iri. Ciri-ciri iri paling sederhana adalah kamu selalu mengkritik temanmu yang berhasil. Mengapa harus begitu? Mengapa tidak terima melihat kebahagiaan orang lain? Jangan sampai kita merasa diri kita paling hebat sampai-sampai tidak terima kalau melihat ada orang lain yang lebih berhasil daripada kita.

 

Itulah hal-hal yang harus kita hindari dalam kehidupan sosial. Semoga bisa menjadi bahan cerminan untuk kita semua 🙂