Masa remaja adalah periode antara masa anak-anak dan masa dewasa, pada masa ini sering juga disebut dengan masa transisi atau peralihan dari masa anak-nak ke masa dewasa. Masa remaja ditandai oleh perubahan secara fisik dan emosional (psikis) yang biasa dikenal dengan istilah pubertas.

Menurut The Centre of Disease Control terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS (Penyakit Menular Seksual) dilaporkan pertahun. Remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah umur yang berisiko paling tinggi tertular PMS. Sebanyak 3 juta kasus PMS setiap tahunnya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Selain itu, menurut PKBI tahun 2005, sebanyak 33,79% remaja mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD). Pada penelitian lain didapatkan, dari 2,4 juta aborsi 21% (700-800) dilakukan oleh remaja (BKKBN-LDFEUI, 2000). Sedangkan PMS pada remaja 4,81%, HIV/AIDS 50% terjadi pada usia 15-29 tahun (Jabar,2001). Angka ini dapat diturunkan apabila remaja diberikan edukasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi.

Fenomena kesehatan reproduksi pada remaja tersebut melatarbelakangi kami untuk menyelenggarakan Seminar Nasional Kebidanan dengan tema Reproduction Health for Golden Generation. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengaruh tentang seksualitas terhadap kesehatan reproduksi remaja, sehingga mereka mampu mengelola dorongan seksual yang terjadi pada dirinya, serta memberikan edukasi kepada orang-orang yang berada di sekitar remaja. Selain itu, acara ini juga mengupas peran bidan dalam proses parenting pada remaja. Seminar Nasional Kebidanan ini adalah salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Kebidanan SV UGM 2015/2016.

Pada Seminar Nasional ini hadir pembicara dari berbagai latar belakang yang akan menyajikan beberapa materi. Pembicara pertama dari perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan menyampaikan perihal fenomena kesehatan reproduksi di Indonesia. Kedua, hadir Ewang Sewoko, S.Psi.,M.A dari BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan menyampaikan materi tentang seksualitas remaja dalam perspektif psikologi. Selanjutnya adalah Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Bupati Kulon Progo yang akan membawakan materi pengaruh penyimpangan seksual terhadap kesehatan reproduksi. Terakhir, hadir Laurensia Lawintono, M.Sc selaku PP IBI Bidang Advokasi Hubungan Internasional yang akan memaparkan peran serta bidan menciptakan generasi remaja emas.

Acaranya ini akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2015 pukul 07.00 WIB, bertempat di Ruang Seminar lantai 5 Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada, Jalan Kabupaten (Ring Road), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Adapun cara pendaftaran Seminar Nasional Kebidanan ini adalah dengan mendaftar melalui SMS/WA dengan format Nama Lengkap_Asal Instansi_No.Handphone kirim ke 087739666003 (Sonia) atau ke 087733533343 (Herlinda). Selanjutnya, peserta membayar biaya pendaftaran ke No. Rekening BNI a.n Herlinda Amalia L 0290586272.

Saat acara seminar diwajibkan untuk semua peserta membawa bukti pembayaran. Biaya pendaftaran untuk mahasiswa dari berbagai jurusan sebesar Rp. 125,000 sedangkan untuk masyarakat umum sebesar Rp 175,000 dan apabila peserta membeli tiket seminar pada hari H maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10,000.

IMG-20150603-WA0000

Adapun fasilitas yang diberikan kepada peserta berupa sertifikat 2 SKP IBI, seminar kit, dan makan siang juga snack. Dalam acara ini juga akan diadakan pembagian doorprize dan penampilan hasil karya dari mahasiswa DIV Kebidanan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Untuk informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui Facebook Seminar Himabid UGM dan Twitter @semnas_ugm.

Pegiat timeline. Bisa ditemui dalam akun @ervinalutfi di Twitter dan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *