[ISIGOOD.COM] Jika kita masih berpikir bahwa tujuan akhir dari masa perkuliahan adalah mendapatkan ijazah dan mengenakan toga, maka kita telah tersesat dalam cara berpikir yang salah. Nyatanya, wisuda bukanlah apa-apa. Wisuda bukan tujuan. Ada hal yang lebih besar dan lebih problematik yang harus kita hadapi setelah ini.

Wajar sih, jika nanti kita merayakan momentum kelulusan dengan makan-makan, karaoke, jalan-jalan atau sekedar berfoto ria. Tapi mau sampai kapan kita tercebur dalam euforia itu? Kita harus bangun dan sadar bahwa oke, kita sudah lulus, lalu?

Maka dari itu, untuk yang masih kuliah, kita harus meluruskan mindset sejak awal bahwa wisuda bukanlah segalanya. Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan dan itu jauh lebih penting dari sekadar lulus cepat dengan IPK setinggi pohon cemara.

Pikirkan, kemana setelah lulus?

Kemana kaki akan melangkah setelah lulus kuliah? (cdn2.hubspot.net)

Sudahkah kita berpikir, akan kemana kita setelah lulus? Apakah akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, atau masuk ke dunia industri? Semua pilihan tidak ada yang tidak memerlukan effort.

Misalnya kita ingin melanjutkan studi, maka kita harus lihat potensi dalam diri sendiri. Kita juga harus melakukan self assesment apakah kita mampu secara pikiran dan tenaga atau tidak. Jangan sampai kita sekolah lagi hanya karena tidak ingin terlihat nganggur. Karena percuma jika kita lanjut S2 tapi kita tidak punya tujuan yang jelas untuk apa gelar S2 itu kita pakai nanti. Apalagi kalau hanya untuk gaya-gayaan tanpa melihat kemampuan diri.

Kemudian jika kita memilih untuk masuk ke dunia industri, kita juga harus tahu kemana kaki akan melangkah. Perusahaan seperti apa yang bisa menerima dan cocok untuk kita. Jangan sampai CV kita tercecer di setiap lowongan pekerjaan yang ada di depan mata tanpa pertimbangan yang matang. Itu menandakan bahwa kita tidak punya visi dan goal yang jelas. Atau jika kita ingin berwirausaha,  jenis usaha apa yang akan kita tekuni. Pikirkan itu matang-matang sebelum lulus. Jangan sampai kita lulus dengan gamang karena tidak punya proyeksi yang jelas terkait kehidupan yang akan kita jalani pascalulus.

Kompetensi = Knowledge + Skill + Attitude. Sudah punya?

Bekali diri dengan knowledge, skill dan attitude (teresachinn.co.uk)

Apapun jalan yang kita pilih, akan membutuhkan orang-orang yang punya kompetensi. Apa itu kompetensi? Kompetensi adalah komulasi dari pengetahuan, keterampilan dan etika. Kompetensi berkaitan dengan pengetahuan yang kita miliki. Jangan sampai kita lulus tanpa ada pengetahuan yang kita kuasai, atau minimal kita mengerti. Kemudian skill atau keterampilan. Apakah kita punya keterampilan khusus? Misalnya keterampilan software atau aplikasi komputer tertentu, leadership, atau keterampilan yang lain. Yang jelas, kita harus punya keterampilan. Terakhir, etika. Etika adalah hal yang sangat penting. Walaupun tidak ada sekolahnya, tapi bisa dipelajari. Kesuksesan akan jauh lebih bisa didekati oleh orang yang punya 3 hal itu : pengetahuan, keterampilan dan etika. Semoga kita punya ya.

                                                                       

Seberapa cantik kamu menjual dirimu dalam CV?

Sudah mempersiapkan CV sebaik mungkin? (www.cork-griffiths.co.uk)

Jangan lupa, CV adalah profil diri kita yang bisa kita jual untuk mencari pekerjaan apapun. Banyak hal penting yang harus ada di CV. Yaitu informasi umum tentang diri sendiri, riwayat pendidikan, riwayat organisasi, prestasi dan riwayat pekerjaan. Jadi, apakah CV mu sudah cukup menjual? Jangan sampai CV kita gak menarik dan akhirnya tidak laku untuk ditawarkan di perusahaan bonafit. Banyak lho yang akhirnya mengeluh dan menyesal karena selama ini dia tidak ikut organisasi apapun di kampus. Tidak juga ikut kompetisi, kursus atau kegiatan penting lainnya. Akhirnya ia merasa bingung untuk menuliskan apa di CV. Kan gak banget kalau CV kita kosong. Maka, kita harus pastikan betul bahwa kita akan lulus dengan CV yang outstanding dan powerful.

 

Nyatanya persaingan tidak semudah yang kita bayangkan!

Memenangkan persaingan tak semudah yang dibayangkan (johndoe.net)

Bener, persaingan kerja pasca lulus itu tidak semudah yang kita bayangkan sebelumnya. Memang sih ada beberapa orang yang sangat hoki karena bisa langsung kerja setelah wisuda. Tapi kasus seperti itu tidak banyak. Coba aja lihat, setiap kali ada acara career expo, pasti ribuan job seeker datang dan berdesak-desakan untuk mengikuti rekrutmen. Ini menandakan bahwa persaingan itu sangat ketat! Apalagi akhir tahun ini akan ada MEA. Tau kan MEA? Itu lho, Masyarakat Ekonomi Asean. Nah loh, nanti kaita gak hanya bertarung dengan jobseeker se-Indonesia, tapi se-Asia Tenggara. Hm, saingan sama temen kampus aja susah dan belum tentu menang apalagi saingan se-Asia Tenggara ya. Makanya, sejak kuliah, kita harus punya sesuatu! Setidaknya, sekali lagi, kita harus punya knowledge, skill dan attitude.  Jika kita hanya lulus bermodalkan toga, ijazah dan IPK tinggi, kita hanya akan tergilas oleh gilanya persaingan kerja. Bener nih bener.

Jadi untuk yang masih mahasiswa, ikuti saran-saran berikut

Jadilah mahasiswa yang aktif dan berprestasi (gudlakid.com)

Akhirnya, untuk teman-temanku mahasiswa baru, mahasiswa gak baru-baru amat dan mahasiswa tingkat akhir, yuk ubah mindset kita. Percayalah, wisuda bukan segalanya. Ada yang jauh lebih penting yaitu pemantapan diri dengan bekal ilmu, keterampilan dan etika untuk menyambut kehidupan pascalulus dengan lebih mantap. Mumpung masih kuliah, kamu harus pastikan bahwa kamu tidak hanya kuliah, mengerjakan tugas lalu pulang. Akan sangat bagus jika kamu mengisi waktu dengan mengikuti organisasi,  pelatihan  leadership,  seminar, exchange atau kompetisi tertentu. Oh ya, Jangan lupa belajar bahasa asing. Karena ternyata kemampuan bahasa asing seseorang itu sangat diperhitungkan. Selain Bahasa Inggris ya kalau bisa, karena Bahasa Inggris harus udah jadi kemampuan wajib. Terakhir, bertemanlah dengan teman-teman yang positif agar kamu tidak terpengaruh ke pergaulan-pergaulan yang merugikan.

Selamat menjalani aktivitas sebagai mahasiswa 😀

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan