Ternyata Reaksi Wajah Pengaruhi Karirmu!

[ISIGOOD.COM] Kamu memang harus berhati-hati dalam bersikap jika ingin karirmu terus cemerlang. Salah satunya adalah bagaimana cara berekspresi dan menunjukkan reaksi pada wajah kita. Sebab, faktanya perkembangan karir seseorang sangat dipengaruhi oleh ekspresi wajah kita saat berada di tempat kerja. Ekspresi wajah juga merupakan hal pertama yang paling bisa ditangkap dan dilihat orang lain.

Seperti yang dikatakan Dr Alan Fridlund, profesor University of California, Santa Barbara mengatakan bahwa persepsi yang kuat berasal dari ekspresi wajah. Dia mengatakan bahwa ekspresi wajah melambangkan perasaan seseorang, mempengaruhi interaksi sosial yang terjadi.

Bukan hanya itu, beberapa ekspresi wajahmu di kantor pastinya juga akan melekat bagi semua orang di kantor. Reaksi wajahmu terhadap sesuatu itu juga dapat menentukan interaksi dan sosialisasimu di kantor. Padahal, tentunya kamu harus benar-benar menjadi interaksi dan sosialisasi dengan rekan kerja di kantor sebagai salah satu kenyamanan dalam karir.

Nah, untuk itu kamu harus mengetahui saat-saat dimana seseorang dapat membaca ekspresi wajahmu. Kamu harus mengetahui ekspres wajah yang sangat tampak agar mampu mengendalikannya. Setelah mengetahuinya, kamu harus mencoba membuat situasi ini bisa kamu kendalikan. Apa saja itu? Ini dia 3 saat reaksi wajah yang bisa mempengaruhi karirmu!

Menyapa seseorang yang tidak kamu sukai di kantor

jangan kelihatan jika membenci rekan kerja, akan berpengaruh pada karirmu! (osce.org)

Dr Fridlund mengatakan reaksi umum yang ditunjukan pada seseorang yang tidak kita sukai, biasanya terlihat lewat wajah yang ditekuk atau cemberut. Hal ini dapat membuat orang yang bicara bersama kamu menyadari bahwa kamu memang tidak menyukai orang tersebut. Kamu harus benar berhati-hati sebab tanpa disadari dapat mempengaruhi hubungan pekerjaan. Tersenyum sedikit (senyum tipis) jauh lebih baik ketimbang memperlihatkan wajah yang ditekuk tersebut atau bahkan mencibir padanya.

Tenggat waktu pekerjaan

Jangan begini, mencobalah untuk tetap tersenyum. (dimitri.co.uk)

Ketika pekerjaan menumpuk dan tenggat waktu semakin pendek, wajah kencang atau kaku adalah ekspresi paling normal yang ditunjukkan. Psikolog James Rusell, PhD dari University of British Columbia mengatakan bahwa ekspresi wajah dapat memberitahu orang lain tentang karakter kamu keseluruhan. Suasana hati seseorang apakah sedang positif atau negatif juga akan terlihat dari ekspresinya. Ada baiknya saat pekerjaan menumpuk dan deadline semakin maju, pertimbangkan untuk reaksi ekspresi wajah agar terhindar dari tanggapan negatif.

Saat menerima pujian

Cukup tersenyum secara natural saat dipuji. (sheknows.com)

Senyum juga dapat menjadi pedang bermata dua. Khususnya saat menerima pujian. Senyum yang terlalu lama, memperlihatkan semua gigi, dan dibuat-buat, menunjukan bahwa kamu berlebihan atau sombong saat menerima pujian di tempat kerja. Cobalah untuk mengucapkan terima kasih seperlunya, mengganguk sopan, dan tersenyum natural. Itu akan membuat dirimu lebih terkesan baik.

Nah, jadi, hati-hati ya dalam berekspresi. Sebab, ini sangat berpengaruh pada karirmu!

Sumber : kompas.com

Ini Dia 3 Kunci Hadapi Interview Kerja dengan Cemerlang!

[ISIGOOD.COM] Tahapan wawancara dalam sebuah perekrutan pekerja/pegawai memang selalu mendebarkan. Terkadang, bisa jadi karena sikap atau tindakan yang sedikit saja dinilai kurang tepat, maka kita tidak diijinkan untuk lebih lanjut mengikuti tahap seleksi. Bahkan, mungkin sam sekali tidak melirik kita. Seolah mereka sama sekali tidak tertarik memanfaatkan potensi kita.

Bukan hanya itu, terkadang dalam interview kerja tak selamanya berjajalan lancar. Banyak hal yang membuat perekrut menolak kita. Atau kamu tidak merasa selalu gugup dan salah tingkah saat interview? Alhasil, kita merasa gagal dan tidak lancar dalam wawanara kerja.

Nah, ternyata ada beberapa cara yang harus kita lakukan buat menghadapi interview kerja. Tentunya dengan kiat-kiat berikut para job seeker seperti kamu akan lebih termotivasi dan mampu paham situasi di tempat kerja. Apa saja hal itu? Ini dia kunci menghadapi intervie kerja!

Ungkapkan prestasimu di waktu yang tepat

Kamu bisa menunjukkan prestasimu saat ditanya atau dipersilakan mengungkapkan tentang dirimu. (independent.co.uk)

Tak jarang dalam wawancara kerja kamu akan ditanya perihal kesuksesan atau keberhasilanmu. Bisa juga pertanyaan mengenai pencapaian terbesarmu dalam hidup. Itu pertanyaan yang sangat mungkin akan muncul.

Nah untuk dapat melalui pertanyaan ini dengan lancar, kamu mungkin perlu memikirkan ataupun menuliskan aspek pengalaman kerja mu sebelumnya. Tentunya tidak ada salahnya mengungkapkan apa saja prestasimu saat wawancara kerja. Sebutkan saja prestasimu disaat ditanyakan atau pada waktu yang tepat. Misalnya saat ditanyai keistimewaan diri/deskripsi diri.

Tentunya perekrut akan sangat kagum dengan dirimu. Otomatis, sesi wawancara itu terasa semakin membuatmu percaya diri. Apalagi, jika kamu merupakan kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja. Dan ingat, dalam mengungkapkan prestasi seharusnya kamu memilih diksi dan bahasa tutur yang baik. Terpenting, lihatlah situasi dan waktu yang tepat.

Tunjukkan kualifikasimu sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan

Tidak perlu grogi dan gugup, kamu cukup menunjukkan bahwa kualifikasimu sesuai! (masetv.com)

Salah satu kunci terpenting dalam wawancara kerja adalah menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang tepat. Kamu sebagai calon karyawan yang baik diharuskan menunjukkan bahwa kualifikasimu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kamu juga perlu menimbang dan memilih kekuatan diri yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan.

Jika perlu, kamu perlu menunjukkan kepada perusahaan bahwa tidak ada kandidat yang lebih tepat selain kamu. Tunjukkan bahwa kamu adalah aset berharga yang perlu diperoleh oleh perusahaan. Terutama dengan kualifikasi yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar.

Jika sudah punya pengalaman kerja, gambarkanlah keahlianmu!

Ya, tunjukkan jika memang kamu ahli! (kinja.img.com)

Jika kamu telah memiliki pengalaman kerja, maka hal itu akan menambah poin plus untukmu. Kamu harus bersiap-siap untuk menggambarkan penerapan kerja yang sudah pernah kamu lakukan. Misalnya menerapkan prinsip Challenge-Action-Result atau Situation-Task-Ation-Result. Jadi, sampaikanlah pencapaianmu bahwa kamu telah memecahkan suatu masalah pelik dalam pekerjaan.

Kamu bisa berpatokan ke beberapa pertanyaan seperti : masalah apa yang sudah kamu pecahkan, proses perbaikan apa yang sudah dilewati, resiko yang telah diambil ataupun keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan tindakanmu. Ingat, 3 hal diatas harus disampaikan sebaik mungkin tanpa terkesan sombong. Sebab, percaya diri dan sombong adalah hal yang jauh berbeda.

Nah, itu dia 3 kunci cemerlang dalam sebuah wawancara kerja. Kamu harus benar-benar serius dalam mengikuti interview kerja. Sebab, itu salah satu kunci untuk gemilangnya karirmu. Nah, pasti mau coba kan? Semangat dan semoga sukses!

Mau Sukses Karir? Jangan Lakukan 4 Hal Ini!

[ISIGOOD.COM] Setiap orang ingin sukses dalam karirnya. Siapapun pastinya ingin mendapatkan kehidupan yang layak, gaji yang cukup dan hidup yang mapan. Pastinya dia juga sangat menginginkan bisnis yang menguntungkan, posisi dan jabatan yang membuat kita puas. Kehidupan yang cemerlang tentunya sudah pasti menjadi impian banyak orang.

Namun, kesuksesan dan kehidupan yang kita inginkan tentunya tidak begitu saja kita dapatkan. Kesuksesan pastinya akan melalui banyak rintangan yang harus kita hadapi. Kesuksesan juga bukan ditentukan oleh orang lain, sebab hanya dengan tangan kitalah yang bisa menentukan kesuksesan kita masing-masing. Seseorang yang tanpa usaha, pastinya sudah dipastikan tidak akan pernah mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya.

Jadi, setiap nasib dan kesuksesan harus kita perjuangkan dengan tangan sendiri. Namun, tidak sedikit pula orang yang gagal dan selalu gagal dalam karir maupun hidupnya. Mengapa? Beberapa hal melatarbelakangi mengapa orang tersebut selalu tidak sukses. Apa saja hal itu, simak ya! Dan ingat, jangan lakukan 4 hal ini!

Rendah diri dan selalu meremehkan diri sendiri

Buat apa kamu rendah diri. Ayo, kamu itu bisa! Yakinlah, (wisegeek.com)

Rendah hati dan tidak sombong berbeda dengan rendah diri. Rendah diri artinya dia merasa bahwa dirinya selalu tidak mampu, rendah dan tidak memiliki kemampuan. Nah, orang seperti ini tidak akan pernah sukses dalam karirnya. Sebab, dia sendiri pun pastinya tidak memiliki keyakinan akan kemampuannya.

Bagaimana seseorang mau percaya bahwa dia bisa jika dirinya sendiri tidak yakin dengan kemampuannya. Jangan pernah melakukan hal ini jika ingin menjadi orang sukses. Sebab rendah diri hanya akan membuatmu lemah. Kamu harus percaya diri dan terus yakin akan kemampuanmu bahwa kamu bisa. Dan lagi, semuanya harus dilakukan sambil terus meningkatkan potensi diri.

Takut dengan kegagalan yang akan terjadi

Kalau belum dicoba, jangan terus-terusan takut gagal! (thefix.com)

Belum terjadi, namun kamu masih terus takut untuk gagal. Orang yang takut dengan kegagalan sudah dipastikan juga akan takut untuk mencoba segala sesuatu yang baru. Padahal, tanpa mencoba kita tidak akan pernah tahu kita akan sukses atau tidak. Kamu itu bukan peramal. Kamu pun tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Apalagi, yakinlah bahwa kesuksesan harus diawali dengan mencoba dan mengawali sesuatu. Tanpa hal itu, kamu hanya akan terus-terusan hidup dalam ketakutan akan kegagalan yang sama sekali tidak berguna.

Takut bersaing dengan orang lain

Kalau terus-terusan takut, kamu mau kapan suksesnya? (licdn.com)

Siapa yang takut bersaing dengan orang lain juga tidak akan pernah sukses dalam hal apapun. Apa kalau kamu tahu seseorang itu lebih dari kamu lalu kamu langsung mundur? Mengapa takut bersaing? Itu karena kamu tidak percaya diri. Kamu yang takut bersaing dengan orang lain tidak seharusnya dilakukan. Sebab, dunia ini penuh dengan persaingan. Mana mungkin seseorang sukses tanpa persaingan, padahal hidup ini sejatinya memang penuh dengan persaingan. Persaingan dalam hal apapun adalah suatu keniscayaan. Jadi, jangan pernah takut bersaing dan teruslah mencoba untuk jadi yang sebaik mungkin.

Suka berkhayal tanpa usaha

Suka berkhayal terus tanpa usaha? jangan harap jadi orang sukses!

Memiliki impian berbeda dengan berkhayal. Orang yang berkhayal memiliki angan-angan yang sangat tinggi namun kosong. Artinya dia hanya berkeinginan saja tanpa melakukan usaha untuk meraih apa yang diinginkannya. Orang yang berkhayal hanya ingin enaknya saja. Jika dia dihadapkan pada kenyataan yang lebih berat atau berat untuknya, pasti dia hanya menyerah. Hal ini harus benar-benar kamu hindari jika kamu ingin sukses, tanam impianmu kuat-kuat. Namun ingat, kamu harus mengusahakan apa yang menjadi keinginanmu itu dengan semaksimal mungkin.

Nah, itu dia teman hal-hal yang benar-benar kamu hindari jika ingin sukses dalam karir. Oya, satu lagi kesuksesan tidak akan pernah kamu dapat tanpa kamu lakukan olehmu sendiri. Oke. Jadi, semangat dan semoga sukses!

Ingat, Sosialisasi dengan Rekan Kerja itu Penting!

[ISIGOOD.COM] Siapa bilang dalam bekerja hanya membutuhkan kemampuan fisik ataupun analisis semata?! Ada satu lagi yang nggak kalah penting buat kamu-kamu semuanya yang baru saja memulai karir. Ada kemampuan yang bahkan penting banget buat kamu. Yakni kemampuan dalam bersosialisasi dengan orang lain/ rekan kerja.

Ternyata, kemampuan bersosialisasi dengan orang lain sangat krusial. Bahkan, hal ini dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan. Seorang pemimpin bisnis terkemuka, Antony Jenkins, chief executive dari Barclays Bank prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini yang sulit bersosialisasi. Bahkan, menurutnya banyak anak muda yang tidak tahu cara bersosialisasi paling mendasar dalam dunia kerja.

Padahal, menurutnya sosialisasi dalam dunia kerja merupakan salah satu kunci kesuksesan tim dalam sebuah perusahaan. Bahkan, Jenkins mengajak kepada para orang tua dan guru untuk mengajarkan kemampuan dalam bersosialisasi. Ada beberapa poin mengapa sosialisasi merupakan hal yang sangat penting dalam dunia kerja. Apa saja hal itu? Simak!

Sosialisasi adalah kemampuan utama yang dibutuhkan di dunia kerja

Sosialisasi itu sangat penting! (tashify.com)

Tidak mungkin suatu perusahaan dikerjakan orang sendirian. Dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan secara langsung ataupun tidak langsung akan berhubungan dengan orang lain. Jadi, kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja memang bukan hanya kemampuan analitis ataupun finansial semata. Kemampuan itu adalah berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Seseorang minimal harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain. Sebab, sejatinya hidup ini bukan untuk sendiri. Sejatinya kita adalah makhluk sosial.

Cara berinteraksi, body language dan cara berbicara dengan orang lain itu penting

Bersosialisasi itu penting guys. (jenningswire.com)

Bukan tidak mungkin seseorang tersinggung karena tindakan orang lain, termasuk rekan kerja kita. Bukan tidak mungkin karena salah dalam bergaul, kita mengeluarkan tindakan yang dapat menyinggung atau menyakiti hati orang lain. Alhasil, bisa saja kita dibenci. Atau selain sesama rekan, bisa juga bermasalah dengan si bos hanya karena tidak bisa bersosialisasi. Begitu juga bahasa tubuh.

Jenkins menyarankan, seseorang dalam dunia kerja harus memperhatikan cara bersosialisasi mulai tingkat dasar. Misalnya seperti cara bersalaman dan berjabat tangan dengan orang lain. Tatapan mata, menghormati orang lain dengan bahasa tubuh dengan memundurkan pundak saat berjabat tangan. Ataupun menatap wajah dan mata seseorang ketika berbicara yang merupakan tanda kepedulian. Untuk itulah, kita harus menguasai cara berinteraksi dan berbicara dengan orang lain. Jika tidak mau salah dalam cara berinteraksi.

Jangan terlalu larut dan sibuk dengan media sosial

Duh, kamu itu hidup di dunia nyata, bukan dunia maya! (scoopwhoop.com)

Siapa sih generasi muda jaman sekarang yang tidak punya akun media sosial? Pasti hampir tidak ada. Jenkins menyarankan, bagi generasi muda untuk tidak terlalu larut dalam media sosial. Menurutnya, meski media sosial adalah bentuk komunikasi yang efektif bukan berarti kita melupakan bahwa kita hidup di dunia nyata.

Dunia nyata adalah kehidupan kita sebenarnya. Jadi, jangan pernah melupakan bagaimana kehidupan nyata kita. Misalnya, berbicara dengan menatap wajah seseorang, melempar senyuman saat disapa atau bercanda saat waktu luang.

Bersosialisasi dapat menanamkan kepercayaan diri yang mengarah pada kesuksesan

Mau kan jadi orang sukses? (dolce.com)

Tidak disangka bahwa bersosialisasi itu dapat menanamkan dan memupuk kepercayaan diri seseorang loh. Dengan kepercayaan diri, seseorang akan dapat dengan aktif bersosialisasi dan berhasil bergaul dalam kehidupan. Nah, dunia kerja juga sangat membutuhkan kerjasama. Kerjasama yang baik tentunya dapat memperoleh keberhasilan dan kesuksesan. Dari sosialisasi yang baik, itu menjadi salah satu poin penting utama kehidupan.

Nah, itu dia nih guys. Betapa pentingnya sosialisasi dalam dunia kerja. So, jangan remehkan pentingnya sosialisasi. Jika mau berhasil, maka jangan ragu mulai saat ini bersosialisasilah baiik-baik.

sumber : kompas.com

Jangan Iri Dengan Karir Orang Lain, Jadikan Motivasi!

[ISIGOOD] Melihat teman, saudara atau orang lain tampak begitu bahagia dengan pekerjaannya terkadang membuat rasa iri muncul. Apalagi, keberadaan media sosial membuat menjadikan sarana untuk “sharing” itu justru membuat hati kita terbakar. Melalui beragam akunnya, dia memposting gambar ataupun status tentang kegiatannya yang tampak sangat “bahagia”. Bahkan, tak jarang menurut kita postingannya tidak penting dan terlalu berlebihan.

Dengan beragam status dan postingan itu mereka ingin menunjukkan betapa mereka tampak menikmati hidup. Seperti tanpa beban, telah memperoleh pekerjaan idaman dan seringkali bepergian ke luar negeri untuk dinas kerja. Hal itu membuat rasa mual, muak dan iri dalam hati kita. Meski di sisi lain kita juga ikut berbahagia atas kebahagiaan mereka.

Untuk kamu yang pernah atau bahkan sering merasa kesal dan jengkel dengan kesuksesan orang lain, itu bukanlah hal yang positif. Namun, rasa kecemburuan dan iri tersebut tidak sepenuhnya buruk. Sebab, hal itu sangat manusiawi. Apalagi, jika kamu merasa telah benar-benar maksimal menjalani hidup dan usaha namun mendapatkan hasil yang berbeda. Memang, di dunia ini kerapkali hanya melihat hasil tanpa melihat proses.

Nah, untuk itu kamu perlu memperhatikan hal-hal penting dibawah ini. Jika kamu sudah memahaminya dan melakukannya, maka rasa irimu akan bisa bertransformasi. Rasa itu akan berubah menjadi semangat yang luar biasa. Apa saja hal itu? Simak guys!

Bisa jadi, kebahagiaan mereka hanya tampak di luar saja

Bisa jadi, kebahagiaannya yang terlihat hanya di luar saja. (wordpress.com)

Seperti yang disampaikan oleh Dr Arthur Cassidy dari British Psychology Society. Dia mengatakan bahwa melihat kehidupan seseorang dari tampak luar, sama halnya seperti memandang akuarium yang tampak indah dari luar kaca. Namun, jika dilihat lebih saksama tampak keruh dan kurang kondusif.

Begitu juga dengan kehidupan seseorang. Bisa saja segala kebaikan dan kesukesan orang lain ini hanya sebagian kecil dari rangkaian sisi positif dalam kehidupannya. Jadi, tidak seluruh kehidupannya sama indah seperti kariernya. Mungkin saja ada sisi lain kehidupannya yang juga buruk.

Jangan membiarkan rasa iri mendominasi hati

Jangan biarkan rasa iri menguasaimu! (tektonministries.org)

Rasa iri yang berlebihan akan menutup hati kamu. Sebab, hal itu justru akan membuang-buang waktu dan energi. Pastinya perlu meluangkan waktu lebih kan hanya untuk sekedar kepo kegiatan salah satu temenmu di media sosial. Kamu juga akan rugi sendiri jika rasa iri tersebut menutup kebahagiaan dalam hidupmu. Sebab, jika iri mendominasi maka kehidupanmu tak akan lagi mengasyikkan.

Bukan hanya itu, selain menghabiskan waktu dan energi rasa isi akan semakin menyurutkan semangat hidupmu. Dia juga akan membuat rasa percaya dirimu semakin habis dan menerbitkan rasa pesimisme yang berkepanjangan. Selain itu, rasa iri pastinya lama-lama akan merenggut rasa bahagia dalam hidupmu.

Ubahlah rasa iri menjadi motivasi

Ubahlah rasa iri menjadi motivasi bagi perbaikan diri dan rencana karirmu! (careeraddict.com)

Daripada energi dan waktumu terbuang sia-sia, maka lebih baik kamu memperbaiki kinerja dan rencana masa depanmu. Jadi, mulai saat ini juha mulailah untuk melatih membangun perasaan positif dan mengapresiasi kesuksesan diri sendiri, meski kecil sekali pun. Itu akan membuat hidupmu terasa lebih bahagia dan bermakna.

Nah, sembari terus melangkah, arahkanlah fokus mu pada potensi diri sendiri. Atur strategi untuk seutuhnya merealisasikan cita-cita tanpa harus merasa iri dengan pencapaian orang lain. Jika sudah demikian, maka rasa irimu tersebut perlahan akan memudar dan bertansformasi menjadi motivasi. Jadikanlah rasa iri sebagai tantangan untuk meraih cita-cita dan masa depan.

Sumber : kompas.com

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan