Hati-Hati! Banyak Dari Kita Terserang Psikosomatis Secara Tidak Sadar!

[ISIGOOD.COM] Pernahkah kamu merasa sakit namun ketika periksa ke dokter, dokter tidak menemukan ada yang salah dengan kesehatanmu? Misalnya, perutmu sangat mules dan berkali kali buang air besar. Namun sang Dokter mengatakan tidak ada yang salah dengan organ pencernaanmu. Contoh lain, kamu merasa sekujur kulitmu sangat gatal namun tidak ada sedikitpun masalah dengan kulitmu. Jika kamu pernah mengalami hal yang serupa dengan ini, mungkin kamu tersering Psikosomatis!

Apa itu Psikosomatis?

Psikosomatis berasal dari kata psycho (jiwa) dan soma (tubuh, jasad). Dari asal katanya saja, sudah dapat dilihat bahwa psikosomatis berkaitan erat dengan jiwa dan jasad. Secara ilmiah, psikosomatis adalah penyakit fisik yang diakibatkan oleh permasalahan kejiwaan. Pendek kata, psikosomatik merupakan  penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif atau masalah emosi. Hal ini terjadi karena memang fikiran memiliki pengaruh yang sangat dekat dengan gejala fisik. Fikiran yang dimaksud antara lain berasal dari pikiran negatif atau perasaan negatif seperti rasa berdosa, stress, depresi, kecewa, cemas atau perasalaan emosi yang lainnya.

Gejala yang ditimbulkan dapat bermacam-macam. Misalnya ketika emosi sedang tidak baik kita akan merasa sakit kepala, mudah pingsan, banyak berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pada lambung, diare, mudah gatal-gatal dan sebagainya.  Psikosomatis dapat terjadi secara cepat setelah tertimpa hal buruk seperti bencana alam atau korban tindakan kriminal. Namun psikosomatis juga dapat terjadi karena permasalahan yang telah tertumpuk lama seperti permasalahan keluarga, permasalahan pekerjaan dan lain-lain.

Apa yang Menyebabkan Orang Menderita Psikosomatis

Penyesalan yang mendalam adalah salah satu faktor penyebab psikosomatis (images.crossfitai.com)

Menurut David Cheek M. D., dan Leslie Lecron dalam bukunya berjudul Clinical Hypnotherapy, ada 7 penyebab orang mengalami Psikosomatis. Yaitu :

  1. Konflik Internal atau masalah-masalah yang bersumber dari konflik diri. Seperti rasa iri, dengki, terlalu sensitif, atau mudah tersinggung
  2. Kemakan Omongan Sendiri : Menurut pakar ini, orang yang sering berbohong mengatakan sakit padahal sedang sehat, dapat benar-benar sakit. Seperti kata pepatah “mulutmu harimau mu”.
  3. Mencari Keuntungan : Ini berkaitan dengan motivasi untuk “menyakitkan diri”. Misalnya seseorang merasa akan mendapatkan perhatian dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya dengan cara menjadi orang sakit. Jika ini yang dipikirkan, bisa-bisa kita akan benar-benar sakit.
  4. Pengalaman Masa Lalu : psikosomatis juga bisa terjadi karena pengalaman masa lalu yang bersifat traumatik dan sangat berbekas sehingga memunculkan emosi negatif kepada diri seseorang. Trauma semacam ini juga dapat memunculkan penyakit jasmani.
  5. Rasa Empati yang Mendalam: Penyakit juga dapat muncul dari rasa empati kita terhadap seseorang yang begitu kita cintai atau kita hormati. Misal, jika seorang ibu melihat anaknya sakit kemudian ibu akan juga merasa sakit. Atau seorang suami yang mendadak sakit setelah melihat istri sakit dan lain sebagainya.
  6. Perasaan bersalah : pikiran bawah sadar membuat seseorang sakit ketika punya perasaan bersalah akibat melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai hidup yang dipegang.
  7. Pengaruh Label : Misalnya ketika orang tua selalu menasihati anaknnya “Jangan kehujanan nanti flu!” atau “Jangan minum es nanti batuk!”. Larangan-larangan semacam ini jika benar-benar masuk ke alam bawah sadar sang Anak bisa menimbulkan sakit yang sesungguhnya.

Lalu, Bagaimana Cara Penyembuhannya?

Penderita psikosomatis biasanya merasa kecewa lantaran tidak mendapatkan penjelasan secara medis tentang penyakit yang dirasakan. Hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengambil inisiatif untuk berpindah-pindah dokter. Namun ketika hal itu dilakukan, hasilnya akan cenderung sama. Karena sang Pasien jarang yang mengutarakan konflik dan problemnya kepada dokter.

Tapi sebenarnya, penyakit psikosomatis bermula dari masalah kejiwaan. Sehingga yang dibutuhkan utama bukanlah obat-obatan klinis. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi psikosomatis adalah dengan menjalani treatment hipnoterapi. Dengan metode hipnoterapi, kita akan diarahkan untuk mensugesti diri kita dengan hal-hal positif. Hypnotheraphy akan membantu kita untuk melupakan kesedihan dan kekecewaan masa lalu sehingga tidak menjadi bibit penyakit.

Tapi yang jauh lebih penting, psikosomatis akan bisa sembuh dengan ibadah dan pola hidup yang baik. Tidak hanya dengan obat-obatan, karena psikosomatis tidak hanya soal sakit jasmaniah. Dengan ibadah yang baik, seseorang akan memperkuat mental dan psikisnya , dan mendapat ketenangan. Ibadah adalah amalan yang diniatkan untuk berbakti kepada Yang Maha Kuasa. Serta harus dilengkapi dengan olah raga, pola makan dan tidur yang baik serta penyaluran hobi agar bahagia.

Pikiran yang tenang dan positif menjauhkan diri dari ancaman psikosomatis (blog.skinauthority.com)

Gooders, setiap apa yang kita pikirkan akan berdampak kepada kondisi fisik kita. Maka dari itu, jangan sampai pikiran dan emosi kita selalu dipenuhi penyakit hati atau hal-hal yang negatif. Ingat, pikiran kita adalah cerminan diri kita yang sesungguhnya. Berpikir positif juga akan memancarkan aura positif dan akan menyehatkan jiwa dan raga!

 

Diolah dari : bppsdmk.depkes.go.id, dokterserhat.com, dream.co.id

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan