Kamu Bosan dan Stres dengan Pekerjaanmu? Cintai Pekerjaanmu dengan 4 Kiat Ini!

[ISIGOOD.COM] Berdasarkan waktu normal, kamu akan bekerja selama tidak kurang dari 5-6 hari kerja. Dan untuk seharinya, kamu bekerja tak kurang dari delapan jam dalam sehari. Sudah pasti, ada kalanya kamu terasa penat, bosan dan stres dengan kegiatanmu yang selama itu terasa terus menerus serasa menguras tenaga dan pikiranmu.

Rasa-rasanya kamu pun seolah pekerjaanmu yang awalnya terasa sangat menyenangkan berubah begitu saja. Semua yang kamu rasakan hanya menimbulkan rasa depresi yang berkelanjutan dan tidak adanya lagi kebahagiaan. Lalu, apa sih yang seharusnya kamu lakukan agar dirimu kembali mencintai pekerjaanmu?

Satu catatan penting, jika kamu memutuskan berhenti apa kamu sanggup dan langsung memiliki pekerjaan pengganti? Jika tidak, maka satu hal utama yang patut kamu pikirkan adalah meminimalisir stres. Sebab, stres itu sendiri dapat mengurangi perfoma kerjamu.

Dr Hendrie Weisinger, rekan penulis buku How To Performa Under Pressure: The Science of Doing Your Best When It Matters Most mengatakan, ada kiat-kiat menangani hal ini sehingga kamu bisa kembali mencintai pekerjaan yang semua kamu banggakan itu. Apa saja kiatnya? Simak ya Gooders!

Kamu harus menciptakan “me time”

Sebelum kamu memulai hari dengan pekerjaanmu yang membuat jantung berdebar, tegang atau meeting dengan klien yang membuatmu stres, kamu perlu memikirkan hal bahagia di luar pekerjaan. Misalnya, kamu disarankan untuk membayangkan momen liburan kamu, romantisme dengan pasangan atau saat menyenangkan dengan keluarga.

Kamu bisa membuka kembali kenangan manis itu dengan beragam foto saat kamu bahagia. Menurut Weisinger, berdasarkan studi, melihat foto bahagia terbukti membuat kamu lebih tegar dan bersemangat.

Perlu melakukan kebiasaan yang menambah rasa percaya dirimu

Ini mungkin bisa dikatakan sedikit konyol atau tidak penting. Namun, kegiatan ini ternyata sangat membantu semangatmu selama kamu melakukan pekerjaan. Kamu perlu berdiri di depan kaca bak superhero. Tidak perlu lama, cukup 1-2 menit saja.

Kamu bisa mengepalkan tanganmu, busungkan dada dan tengadahkan kepala. Atur juga nafasmu dalam-dalam agar detak jantung stabil. Sebab, menurut Weisinger, berdiri dengan pose superhero ini cukup efektif dalam memproduksikan testosterone yang menebarkan rasa percaya diri. Pose ini juga ampuh untuk menurunkan hormon kortisol yang merupakan hormon stres.

Kamu hanya perlu menyimpan rencana kerjamu dalam hati

Terkadang, memang ada baiknya kamu berbagi atau sharing masalah dengan orang lain semisal sahabat ataupun keluarga. Namun ternyata itu tidak melulu positif. Kamu bahkan bisa membuat dirimu semakin tidak mencintai pekerjaanmu.

Dengan bercerita kesana kesini, otomatis akan membuat semakin banyak orang yang tahu. Misalnya mengenai promosi jabatan, proyek atau hal lain. Itu akan membuatmu terlalu fokus pada ekspektasimu saja. Alhasil jika kamu gagal maka kamu akan mengecewakan banyak orang. Dan itu akan semakin membuatmu tertekan.

Kamu harus menyadari bahwa kamu adalah seorang yang beruntung

Kamu itu beruntung, maka kamu harus mencintai hobi dan pekerjaanmu itu! (mindjet.com)

Jika pekerjaanmu adalah hobimu sendiri, maka kamu adalah orang yang beruntung. Tak sedikit orang yang bekerja bukan karena keinginan hatinya, tak sedikit orang yang bekerja karena terpaksa.

Jika kamu sudah bekerja sesuai dengan hobi dan minat kamu maka kurang beruntung apalagi sebuah bayaran untuk sebuah hobi. Jadi, jagalah agar pekerjaanmu selalu menjadi hobi yang kamu cintai.

Sebab, jika rasa cinta itu telah hilang maka kamu hanya akan seperti zombi hidup yang tidak memiliki tujuan yang jelas. Bahkan hanya untuk menyalurkan hobinya. Jadi, kamu memang perlu kiat untuk meminimalisir stres dan rasa tertekanmu dengan kembali mencintai pekerjaanmu.

Nah, pastinya untuk kamu yang sudah mulai cinta pada pekerjaan yang meluntur. Ini recomended banget! Selamat mencoba. Happy working!

Kompas.com dan berbagai sumber

Stres? Ini Nih, 7 Cara Bikin Badan dan Pikiran Fresh Kembali

[ISIGOOD.COM] Siapapun berpotensi untuk stres. Rutinitas kerja atau kuliah tak jarang membuat seseorang stres. Begitu juga dengan masalah yang datang silih berganti sebagai suatu yang pasti akan datang pada kehidupan manusia. Tak terkecuali bagi Gooders semua kan? Pekerjaan menumpuk, tugas menumpuk, jenuh dan bosan dengan rutinitas. Belum lagi masalah lain dengan keluarga, teman ataupun lingkungan yang menambah keruh pikiran. Padatnya kesibukan dan masalah yang bejibun tak urung membuat kamu semua merasa ingin lari saja.

Stres harus diobati loh kawan. Sebab, tentunya, Gooders nggak pengen kan stres justru membuat semua pekerjaan dan tugas buyar? Bahkan, jika parah stres yang menumpuk akan menambah beban hidup kita masing-masing. Tak jarang stres karena beratnya masalah mengakibatkan seseorang disorientasi. Terparah, saat silap orang bahkan ada yang merasa harus mengakhiri hidup? Aduh, jangan sampai itu terjadi. Lalu, bagaimana sih mengatasi tingkat stres yang sedang tinggi-tingginya? Simak guys.

Yoga

Yoga salah satu olahraga yang bisa bikin tenang loh (biutifa.com)

Yoga sudah dikenal menjadi aktivitas yang baik untuk menghilangkanstres. Kamu bisa melakukannya sebelum tidur atau ketika Kamu tengah merasa jenuh dan penat.
Manfaat yoga sudah banyak diketahui. Selain bersifat fisik, misalnya mengurangi nyeri kronik atau membuat tidur lebih nyenyak, rutin berlatih yoga juga bisa memperbaiki mood dan mengurangi stres.

Sekelompok peneliti menemukan kaitan antara yoga dan penanganan stres. Dalam laporan yang diunggah pada 2012 di Medical Hypotheses, yoga disebut dapat menurunkan stres karena gerakan-gerakannya bisa memperbaiki ketidakseimbangan sistem saraf.

Massage/Pijat

Bagi perempuan aktif, pola gaya hidup masa kini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi stres. Salah satunya adalah tren massage atau pemijatan tubuh.

Lakukan pemijatan tubuh (body massage), karena kegiatan ini baik untuk relaksasi dan membuat normal kembali tekanan darah. Setelah pemijatan, Kamu akan mengalami perbaikan kualitas tidur yang tentu saja bisa memulihkan badan yang letih.

Interaksi dengan rekan atau teman

Asyiknya bersosialisasi (dw.com)

Gretchen Rubin, penulis buku The Happiness Project, mengatakan bahwa melakukan sesuatu yang baik akan mengurangi frustrasi di lingkungan kerja. Sebut saja, Kamu membantu rekan kerja dengan mengirimkan e-mail informasi yang bermanfaat. Selain menolong sesama, interaksi dengan sekitar juga dapat membantu menyegarkan kembali pikiran Kamu.

Mendengarkan musik

enjoy (trickntrick.com)

Penelitian pada 2008 yang dilakukan University of Maryland School of Medicine mengungkapkan, mendengarkan musik favorit selama 30 menit mampu melepaskan zat endorphin untuk mengurangi stres dan menghilangkan rasa sakit. Hal ini juga semakin bermanfaat baik sebab tubuh menjadi selaras dengan suara musik yang didengarkan.

Mendengarkan musik juga dapat membantu memperbaiki sistem imun dan keadaan mental yang mengurangi stres. Secara umum, dampak mendengarkan musik adalah berkurangnya ketegangan otot, detak jantung melambat, dan energi pun meningkat seensuai dengan irama.

Manfaatkan media hiburan

Di era serba teknologi canggih seperti sekarang, Kamu juga bisa memanfaatkan hiburan menggunakan gadget. Kamu bisa bermain game ataupun berselancar di media sosial untuk sekadar mengecek informasi terkini.

Peranti teknologi yang canggih semacam itu juga memungkinkan kamu bekerja di luar kantor. Kelengkapan aplikasi seperti Microsoft Office membuat Kamu bisa menjadikannya alat kerja sembari minum kopi di luar kantor atau tempat favorit lain.

Tempat-tempat eksotis khusus rekreasi bisa menjadi obat stres. Liburan tersebut jelas akan membuat dirimu semakin rileks. Tentunya sesuaikan dengan budgetmu agar tidak tambah stres usai liburan.

Tersenyum dan Tertawa

Apapun yang terjadi, tersenyumlah. (acidcow.com)

Tersenyum dan tertawa adalah salah satu kegiatan yang mujarab menghilangkan stres. Tersenyum dan tertawa juga bisa menjadikan hidupnya yang semula berat lebih ringan dan menyenangkan. Tertawa bahkan juga dapat menurunkan kadar tekanan darah serta membantu meningkatkan aliran darah dari seluruh tubuh.

Menikmati coklat dan aroma terapi

Hmmm (clickcamel.com)

Kamu juga bisa bersantai sambil menikmati coklat. Berdasarkan hasil penelitian, seduhan coklat panas atau coklat batang bisa bisa menenangkan dan membuat rileks seseorang.

Selain coklat, banyak orang yang telah menggunakan aroma terapi sebagai salah satu cara mengurangi stres. Berdasarkan berbagai sumber, terbukti bahwa aroma terapi yang berasal dari bunga dan tumbuhan segar bisa memberikan efek rileks atau tenang bagi diri seseorang. Jadi, tinggal pilih saja aroma terapi yang baunya kamu sukai. Apalagi ada beberapa tumbuhan yang memiliki fungsi tersendiri yang positif bagi tubuh kamu.

Jika kamu sedang dilanda stres, segera lakukan tips diatas. Yakin, kusutnya mukamu karena stres akan berubah sumringah setelah melakukan 7 hal diatas. Bukan hanya kembali bahagia, kamu akan kembali bersemangat dalam bekerja dan belajar. So, let’s try.

3 Cara Ini Bisa Mengatasi Rasa Lapar Kamu yang Berlebih

[ISIGOOD.COM] Tahukah kamu? bahwa rasa lapar yang melanda kita terus menerus disebabkan oleh dua hormon yang disebut dengan leptin dan ghrelin. Kedua hormon ini mengirimkan sinyal lapar pada tubuh, dan kadar kedua hormon yang berlebih, dapat menyebabkan sinyal tersebut diabaikan oleh tubuh.

Inilah yang menyebabkan kita terus merasa lapar meskipun kita baru saja selesai makan berat. Untuk mengantisipasi kelebihan hormon tersebut, berikut merupakan tiga cara mudah yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar kedua hormon tersebut.

Menjaga diri dari stres

Teruslah berpikir positif (stresscontrol.com)

Menurut penelitian yang dilakukan di UT Southwestern, stres dapat menyebabkan tingkat ghrelin meningkat. Berdasarkan hal ini, semakin tinggi tingkat stres yang kita alami, semakin tinggi kemungkinan kita untuk merasa lapar lebih sering. Dr. Jeffery Zigman, seorang pakar yang melakukan penelitian tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan stres kronis menyebabkan tingkat ghrelin meningkat.

Mereka yang mengalami kondisi ini mengatasi kecemasan dan depresi dengan meningkat asupan makanan berat dan akhirnya berakibat pada peningkatan berat badan. Jadi, menghindarkan diri dari stres adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kadar ghrelin dalam tubuh.

Diet protein

Makanan yang bergizi seimbang menunjang aktivitas harianmu (popsugar.com)

Makanan yang bergizi seimbang menunjang aktivitas harianmu (popsugar.com)

Berdasarkan pada Breaking Muscle, menghindari konsumsi berlebih pada karohidrat dan mengonsumsi makanan yang tinggi protein dapat menjaga kadar leptin dalam tubuh. Selain itu asupan tinggi pada karbohidrat dapat menyebabkan lonjakan insulin yang dapat meningkatkan produksi leptin.

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kadar leptin dalam tubuh dapat dijaga dengan menghindari makanan karbohidrat ataupun makanan manis. Tujuan utamanya adalah menjaga agar kita tidak merasa lapar terlalu berlebihan dan secara tidak langsung berefek pada berat badan kita.

Tidur yang cukup

Tidur yang cukup menjadi kunci utama bagi pertumbuhan tubuh (sleepwellmedical.com)

Berdasarkan hasil penelitian yang terbitkan dalam PLoS Medicine, tidur adalah kunci untuk menjaga berat badan yang seimbang. Studi tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengurangi kadar leptin dan meningkatkan kadar ghrelin.

Perbedaan kadar leptin dan ghrelin dalam tubuh ternyata mampu memicu nafsu makan berlebih. Dengan begitu, tidur dalam hal ini memainkan peran penting untuk membantu kita mendapatkan berat badan yang seimbang dan tentu saja membantu kita mengatur keseimbangan kadar hormon rasa lapar dalam tubuh.

Mengatasi nafsu makan yang berlebih memang salah satunya dapat dilakukan melalui pengaturan kadar leptin dan ghrelin. Tetapi, satu hal penting yang harus kita ingat bahwa hormon rasa lapar bukan satu-satunya yang memengaruhi berat badan. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjaga berat badan dengan cara yang sama.

Sumber: merdeka.com

Hati-hati! Resiko Penyakit Jantung Bisa Meningkat Gara-gara Suara Blender dan Mesin Cuci

[ISIGOOD.COM] Kehidupan di luar rumah diyakini menggiring kita terjebak dalam perasaan stres. Misalnya, kemacetan lalu lintas dan bisingnya lalu lalang kendaraan, belum lagi suara deru mesin dari pabrik atau pembangunan gedung. Namun pada kenyataannya, bukan hanya di luar ruangan, rumah yang kita tinggali sehari-hari pun berpotensi menimbulkan stres akibat polusi suara.

Penyebabnya tak lain datang dari peralatan elektronik di dalam rumah sendiri. Mulai dari blender, mixer sampai mesin cuci, rumah di zaman modern ini dipenuhi dengan peralatan rumah tangga yang menimbulkan suara-suara mengganggu.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan kalau suara-suara yang datang dari penggunaan alat rumah tangga elektronik bisa membuat penghuninya sakit. Ada satu dari lima orang yang dilaporkan mengalami tingkat stres yang lebih tinggi akibat hal tersebut.

Polusi suara bisa meningkatkan resiko jantung (polutan.info)

Beberapa peralatan rumah tangga yang suara bisingnya paling mengganggu justru merupakan yang paling penting digunakan untuk mengurus rumah. Beberapa di antaranya mesin cuci, penyedot debu dan penyaring udara.

Tim isigood.com memaparkan fakta mengenai berisiknya peralatan-peralatan elektronik rumah tangga, mengutip dari informasi yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) dan berbagai sumber lainnya.

Menurut WHO, 40 persen populasi di Eropa terpapar suara berisik dengan level di atas 55dB. Artinya, rumah sama bisingnya dengan kantor yang sibuk.

Rata-rata mesin cuci mengeluarkan level suara hingga 70dB, kulkas 50dB dan pengolah makanan seperti mixer atau blender mencapai 90dB. WHO mengatakan tingkat suara berisik ini bisa mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah bahkan menaikkan risiko penyakit jantung.

Menurut survei yang dilakukan John Lewis, retailer produk rumah tangga terhadap 2000 orang dewasa di Inggris, 39 persen orang menghindari memakai alat berteknologi tinggi pada waktu-waktu tertentu karena suara berisik yang ditimbulkannya. Sementara itu hampir sepertiga orang kesulitan meredam atau mengurangi suara berisik dan setengah responden menganggap bunyi yang dihasilkan dari mesin jadi faktor penting saat memilih alat rumah tangga yang baik.

Suara dari produk rumah tangga berteknologi tidak hanya mengganggu kenyamanan. Seperempat orang yang disurvei juga mengaku suara-suara tersebut membuat mereka sulit berkonsentrasi.

“Kita tidak selalu sepenuhnya sadar seberapa besar suara memengaruhi kehidupan sehari-hari, dan kita biasanya baru sadar perbedaannya saat suara mengganggu itu dihilangkan, ujar Poppy Elliott, managing director yayasan amal dan NGO Quiet Mark, seperti dikutip dari Daily Mail.

Poppy menyarankan agar mengurangi suara-suara yang kurang penting dari penggunaan perangkat dan gadget di sekitar rumah. Tindakan kecil ini bisa membantu menjaga kesehatan baik secara jasmani maupun rohani.

 

Dikutip dari sumber World Health Organization (WHO) dan www.detik.com

Hasil Riset: Seseorang yang Suka Menari Cenderung Lebih Cerdas, Lebih Bahagia, dan Terhindar dari Stres!

[ISIGOOD.COM] Musik memang ajaib. Musik dapat mengubah seseorang. Musik dapat mengendalikan emosi seseorang. Musik dapat mengatur ritme pernafasan menjadi cepat atau lambat. Ritme ini kemudian dapat memunculkan gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh kita. Gerakan tubuh yang mengikuti ritme musik ini kemudian lebih lazim disebut tarian.

Tapi percayakah kamu, menari bukan sekedar hobi. Bukan sekedar passion. Menari adalah gaya hidup. Gaya hidup yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Menari bukan hanya memberikan efek kesenangan bagi yang melakukannya. Menari membuat saraf motorik menjadi selaras. Karena menari adalah gerakan yang mensinkronkan antara kepala, otot, dan perasaan. Maka tidak heran jika menari dapat membuat seseorang berkeringat seperti melakukan olahraga tertentu.

Baru-baru ini ada penelitian yang membuktikan bahwa orang yang suka menari cenderung jarang stres dan memiliki kecerdasan lebih.

Bahagia saat berdansa (www.vicdance.com)

Penelitian ini dilakukan oleh Prevention, kelompok peneliti dari Swedia. Mereka melibatkan 112 remaja wanita untuk diteliti. Remaja-remaja wanita yang dipilih sebagai objek ini adalah mereka yang sering mengeluh sakit punggung, sakit leher, sering cemas dan sering merasa stres.

Dalam risetnya, separuh dari objek tersebut diberi perlakuan khusus. Mereka diikutsertakan dalam kelas menari setiap minggu sedangkan separuh yang lainnya tidak diikutkan dalam kelas menari. Hasilnya ternyata sangat positif bagi mereka yang mengikuti kelas menari. Mereka memiliki kesehatan mental yang lebih baik, lebih semangat belajar dan lebih ceria.

Diutarakan dalam press release oleh penulis Anna Dubert, bahwa menari dapat membuat seseorang lebih semangat dan lebih berkualitas dalam menjalani hidup. Kemudian disebutkan pula bahwa tidak ada kata terlambat untuk menari. Menari tidak harus dilakukan dengan meniru gerakan-gerakan sulit. Menari cukup dilakukan dengan menggerakkan tubuh mengikuti irama musik tertentu dengan tepat dan semangat.

Kalau kamu masih tidak percaya, ada pula penelitian yang dilakukan oleh University of London

Kelas menari yang menyenangkan (localclasses.com)

Peneliti ini juga melibatkan beberapa orang yang menderita cemas berlebihan. Para penderita tersebut kemudian dibagi untuk mengikuti beberapa terapi atau kegiatan. Ada yang mengikuti kegiatan olah raga, kursus matematika, kursus musik dan kelas menari. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kelas menari adalah terapi yang paling memberikan hasil signifikan untuk menghilangkan stres.

Lalu, benarkah menari dapat mengasah kecerdasan?

Menari dengan bahagia (themodernjedi.files.wordpress.com)

Selain menghilangkan stres, menari juga disebut dapat menstimulasi penajaman kemampuan kognitif seseorang. Alasannya, menari adalah kegiatan yang mengharuskan otak untuk melakukan beberapa aktivitas di waktu yang sama. Ketika menari, otak harus menyeimbangkan antara emosi, rasio, kinestetik dan musik. Inilah yang membuat otak berfungsi dengan lebih baik.

Nah, sudah tahu kan pentingnya menari. Kamu bisa kan menari? Yuk sekarang kita goyangkan badan, ikuti irama dan goncangkan dunia! Dapatkan dampak positif menari terhadap mind, body dan soul kita. 🙂

Sumber : elitedaily.com

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan