Lembaga Social Trust Fund UIN Jakarta Selenggarakan Seminar Nasional Penguatan Entrepreneur Muda dan UMKM

[ISIGOOD.COM] Lesunya perekonomian global yang terjadi belakangan ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal II 2015 ekonomi Indonesia tumbuh hanya sebesar 4,67% atau melambat dari realisasi kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,72%. Menghindari terjadinya krisis yang berkelanjutan, Indonesia perlu melakukan upaya strategis dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Belajar dari pengalaman krisis 1998, ekonomi Indonesia cukup tertolong oleh adanya UMKM dan LKM. Karenanya, keberadaaan UMKM dan LKM perlu diperkuat dengan meningkatkan kapasitas serta menciptakan tunas-tunas baru wirausaha.

Sementara ini, jumlah wirausaha Indonesia belum signifikan dibanding rasio penduduk. Padahal sebagai syarat disebut negara maju, jumlah wirausaha harus mencapai 2% dari jumlah penduduk. Untuk mencapai itu, Indonesia harus menambah sekitar 4 juta wirausaha baru dimana saat ini tercatat hanya 570.339 orang atau 0,24% dari 237,64 juta penduduk.

Demikian ke semua itu, perlu dilengkapi dengan perlindungan sosial. Mengingat yang bekerja pada sektor UMKM umumnya merupakan pekerja informal yang belum mendapatkan jaminan perlindungan sosial. Padahal dari segi jumlah, penyerapan UMKM terhadap tenaga kerja sebesar 97,2% dari jumlah keseluruhan.

Karenanya kegiatan Bungkesmas Sharing and Learning Meeting akan mengangkat isu-isu tersebut dengan tema “Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional : Penguatan Entrepreneur Muda, KUMKM, Lembaga Keuangan Mikro dan asuransi Mikro” di Universitas Negeri Makassar, Senin 16 November 2015.

Turut hadir sebagai pembicara : Prof. Dr. H. Aris Munandar M.Pd (Rektor Universitas Negeri Makassar), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Keynote Speech), Indra Cahya Uno (pengusaha muda) Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Kementerian Koperasi dan UMKM), Agus Dermawan Wintarto Martowardojo (Bank Indonesia), dan Dr. Amelia Fauzia (Direktur STF UIN Jakarta).

Seminar ini dimasksudkan sebagai sarana untuk membahas dan memetakan masalah yang dihadapi UMKM dan LKM, termasuk bagaimana strategi pengembangan dan kesiapan UMKM dan LKM dalam menghadapi perekonomian global.

Contact Person

Dewi Maryam (08122 80 14174)

Media Social & Communication Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Wujudkan Peran Masyarakat dalam Menciptakan Generasi Emas”

Masa remaja adalah periode antara masa anak-anak dan masa dewasa, pada masa ini sering juga disebut dengan masa transisi atau peralihan dari masa anak-nak ke masa dewasa. Masa remaja ditandai oleh perubahan secara fisik dan emosional (psikis) yang biasa dikenal dengan istilah pubertas.

Menurut The Centre of Disease Control terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS (Penyakit Menular Seksual) dilaporkan pertahun. Remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah umur yang berisiko paling tinggi tertular PMS. Sebanyak 3 juta kasus PMS setiap tahunnya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Selain itu, menurut PKBI tahun 2005, sebanyak 33,79% remaja mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD). Pada penelitian lain didapatkan, dari 2,4 juta aborsi 21% (700-800) dilakukan oleh remaja (BKKBN-LDFEUI, 2000). Sedangkan PMS pada remaja 4,81%, HIV/AIDS 50% terjadi pada usia 15-29 tahun (Jabar,2001). Angka ini dapat diturunkan apabila remaja diberikan edukasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi.

Fenomena kesehatan reproduksi pada remaja tersebut melatarbelakangi kami untuk menyelenggarakan Seminar Nasional Kebidanan dengan tema Reproduction Health for Golden Generation. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengaruh tentang seksualitas terhadap kesehatan reproduksi remaja, sehingga mereka mampu mengelola dorongan seksual yang terjadi pada dirinya, serta memberikan edukasi kepada orang-orang yang berada di sekitar remaja. Selain itu, acara ini juga mengupas peran bidan dalam proses parenting pada remaja. Seminar Nasional Kebidanan ini adalah salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Kebidanan SV UGM 2015/2016.

Pada Seminar Nasional ini hadir pembicara dari berbagai latar belakang yang akan menyajikan beberapa materi. Pembicara pertama dari perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan menyampaikan perihal fenomena kesehatan reproduksi di Indonesia. Kedua, hadir Ewang Sewoko, S.Psi.,M.A dari BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan menyampaikan materi tentang seksualitas remaja dalam perspektif psikologi. Selanjutnya adalah Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Bupati Kulon Progo yang akan membawakan materi pengaruh penyimpangan seksual terhadap kesehatan reproduksi. Terakhir, hadir Laurensia Lawintono, M.Sc selaku PP IBI Bidang Advokasi Hubungan Internasional yang akan memaparkan peran serta bidan menciptakan generasi remaja emas.

Acaranya ini akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2015 pukul 07.00 WIB, bertempat di Ruang Seminar lantai 5 Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada, Jalan Kabupaten (Ring Road), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Adapun cara pendaftaran Seminar Nasional Kebidanan ini adalah dengan mendaftar melalui SMS/WA dengan format Nama Lengkap_Asal Instansi_No.Handphone kirim ke 087739666003 (Sonia) atau ke 087733533343 (Herlinda). Selanjutnya, peserta membayar biaya pendaftaran ke No. Rekening BNI a.n Herlinda Amalia L 0290586272.

Saat acara seminar diwajibkan untuk semua peserta membawa bukti pembayaran. Biaya pendaftaran untuk mahasiswa dari berbagai jurusan sebesar Rp. 125,000 sedangkan untuk masyarakat umum sebesar Rp 175,000 dan apabila peserta membeli tiket seminar pada hari H maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10,000.

IMG-20150603-WA0000

Adapun fasilitas yang diberikan kepada peserta berupa sertifikat 2 SKP IBI, seminar kit, dan makan siang juga snack. Dalam acara ini juga akan diadakan pembagian doorprize dan penampilan hasil karya dari mahasiswa DIV Kebidanan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Untuk informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui Facebook Seminar Himabid UGM dan Twitter @semnas_ugm.

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan