Target Nikah Secepatnya? Lakukan 4 Strategi Untuk Siasati Dana yang Minim!

[ISIGOOD.COM] Siapa yang tahun ini memiliki resolusi yakni untuk menikah? Jika memang menikah sudah menjadi bayanganmu dan menjadi salah satu resolusi dalam waktu secepat mungkin, maka kamu pasti mendadak mumet dengan hal ini.

Memang menikah menjadi salah satu momen dalam hidup yang pastinya tidak semudah yang dibayangkan. Biaya yang tidak sedikit seringkali membuat kepalamu berdenyut-denyut.

Mulai dari pakaian pengantin, makanan yang disajikan, undangan pernikahan, konsep pernikahan hingga segala tetek bengek lainnya. Ingin sepertinya menunda saja pernikahan demi mendapatkan dana yang mungkin cukup. Namun, tentunya kamu akan kembali berselisih paham dengan pasangan atau bahkan menjadi mengingkari resolusi sendiri. Hehehe

Padahal sebenarnya kamu bisa tetap melangsungkan pernikahan sesuai dengan targetmu. Ya, tahun ini! Ada beragam cara atepat yang bisa kamu tempuh untuk tetap melaksanakan pernikahanmu. Tentunya cara ini tidak mudah untuk dilakukan, namun bukan mustahil dilakukan. Apa saja sih strategi yang bisa kita terapkan? Simak ini ladies and gentleman!

Mulai sisihkan gaji minimal 20-30 persen perbulannya

Kamu bisa melakukan investasi yang bisa membantu minimnya dana kalian. (projectlifemastery.com)

Kamu bisa menyisihkan gajimu minimal 20 hingga 30 persen untuk mencari peluang investasi ataupun usaha. Oya, ini tentunya jika kamu atau pasanganmu telah memiliki gaji yang lebih dari kebutuhan setiap bulan. Jika belum, kamu harus mulai memikirkan masa depan dengan gaji yang lebih untuk kehidupan yang lebih sejahtera.

Jika bisa, maka dengan uang tabungan yang dialokasikan untuk usaha tentunya kamu akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Namun, ingat investasi dan melakukan usaha bisa kamu lakukan sebagai pekerjaan sambilan. Kamu bisa meminta tolong pada keluarga/ temanmu yang sanggup mengelolanya.

Darisana kamu bisa mengambil peluang lebih untuk investasi. Kamu juga bisa mencoba mencari bentuk investasi lain seperti membeli emas ataupun mata uang asing. Namun untuk mengambil langkah ini kamu harus mengambil langkah yang ekstra hati-hati. Jangan sampai kamu mempercayakan investasimu pada sesuatu yang belum terpercaya. Jika perlu, mintalah pendapat orang tua dan orang yang mengerti jenis investasi yang akan kamu coba.

Tahan kencan malam Minggu atau perayaan anniversary/ultah secara berlebihan

Ini memang terkesan sepele. Namun jika dipikir dan dihitung-hitung kembali kegiatan ini sangat mempengaruhi pengeluaran dan pemasukan keuangan kamu serta pasanganmu. Bagaimana tidak, setiap kali jalan-jalan di malam Minggu (malming) kamu harus menghabiskan dana untuk transportasi jalan-jalan beserta bensin.

Belum lagi makanan atau jajan yang harus dibeli. Kira-kira apa yang kamu berdua makan itu pastinya akan menghabiskan dana dibandingkan dengan hari-hari biasanya kan? Selain event malming, perayaan hari jadi (anniversary) ataupun ulang tahun pasanganmu dengan terlalu menghabiskan uang.

Nah, untuk itu kamu hanya perlu sedikit menahan keinginanmu membeli ini itu hanya untuk sekedar memeriahkan malming, anniversary atau ultah pasangan. Kamu bisa mencoba malming dengan menghabiskan waktu bersama yang hemat, misalnya masak bersama.

Kamu juga hanya perlu membuat kesan perayaan anniversary atau ultahnya dengan ide kreatif yang berkesan namun tetap sesuai budget. So, kamu tidak menghabiskan banyak dana untuk ini.

Aturlah baik-baik pengeluaran dan pemasukan

kamu harus mengatur baik-baik pengeluaran dan pemasukan. (debttolife.com)

Sebenarnya ini sudah seharusnya dilakukan oleh siapapun sejak dini. Mengatur pengeluaran dan pemasukan harus juga kamu lakukan apalagi menjelang hari bahagia kalian. Tentunya penghematan harus dilakukan. Jangan membeli barang-barang yang terlampau mahal hingga menguras dompet dan tabunganmu. Jika perlu, kamu bisa membuat buku pemasukan-pengeluaran yang bisa kalian pantau secara bersama-sama.

Pikirkan konsep kreatif pernikahan

Nah, ini dia hal yang tidak kalah penting untuk mulai kamu pikirkan. Kamu harus memikirkan konsep pernikahan yang kreatif dengan sesuatu yang sederhana namun menawan. Kamu dan pasanganmu harus mulai memikirkan bagaimana sesuatu yang sederhana dan simpel bisa membuat acara sekali seumur hidupmu itu takkan terlupakan dan tak lekang oleh waktu. Konsep ini bisa kamu gali dari teman-teman maupun dari sharing ide dengan pasangan beserta keluarga besar kalian berdua.

Misalnya saja undangan pernikahan yang hanya disampaikan melalui email jika tidak memungkinkan secara langsung/ dicetak. Jika perlu, kamu bisa membuat undangan online yang disebar di media sosial secara privat ataupun bisa diakses banyak temanmu. Berkaitan dengan hidangan, kamu bisa mengganti camilan yang terkesan terlalu mahal dengan konsep jajanan pasar atau jajanan tradisional daerah kalian.

Tentunya hal itu lebih membuat para tamu undangan tertarik dan terpukau dengan ide kalian. Untuk tempat, kamu bisa mencoba pernikahan dengan setting taman yang rindang dengan penuh bunga-bunga.

Tentunya harus dikondisikan dengan situasi pernikahan dan tamu undangan, misalnya agar tamu tetap nyaman, contohnya tetap tidak becek karena hujan ataupun kepanasan saat hari terik. Hal ini akan jauh lebih memukau daripada mengikuti hal yang sudah biasa.

Nah, itu dia guys 4 strategi yang bisa kamu lakukan jika kamu mau menikah secepatnya. Kerjakan mulai saat ini jika kamu mau benar-benar menikah secepatnya. Bagaimana tertarik? Selamat mencoba dan semoga sukses!

berbagai sumber

Dekorasi Kamar Pengantin Ini Bisa Jadi Referensi Supaya Malam Pernikahanmu Semakin Romantis!

[ISIGOOD.COM] Hai kawan! Sudah punya calon belum? Sebenernya artikel ini ditujukan untuk kalian yang punya pacar sih. Gak Cuma punya pacar, tapi punya pacar dan sudah siap untuk melaju ke jenjang yang lebih serius. Apa itu? Yap, pernikahan. Tapi kalau kamu masih gak punya pasangan sampai sekarang, alias jomblo, gak papa. Gak usah ngenes. Yuk nyicil dulu untuk merancang masa depan yang indah dengan belahan jiwa kita kelak. Misalnya dengan merancang dekorasi kamar pengantin di malam pengantin kita nanti. Loh!

Nah, soal kamar pengantin, isigood punya beberapa usul nih, siapa tahu menginspirasi kamu.

1. Kamar pengantin serba putih. Simpel tidak banyak dekorasi. 

(Sumber: www.weddingaja.com)

 

2. Sprei warna merah dengan sedikit kelambu dari bunga-bunga

(Sumber: pakistaniladies.com)

 

3. Yang ini menambah efek manis dengan taburan bungan kuning berbentuk “love”

(Sumber: 1.bp.blogspot.com)

 

4. Pakai kelambu pink biar romantis dan gak diganggu nyamuk

(Sumber: www.weddingaja.com)

 

5. Kamar dengan warna dominan ungu boleh juga nih! Pengantin wanita mana yang gak klepek-klepek

(Sumber: girlsmagpk.com)

 

6. Walaupun tanpa taburan bunga, sprei putih tetap menunjukkan efek romantis dan elegan

(www.dailyarchdesign.com)

 

7. Ala etnik-etnik gimana gitu. Spreinya pink lagi! Kayaknya bakal susah bangun pagi nih 

(Sumber : www.weddingaja.com)

 

8. Tampak bersih dan romantis. Ditambah beberapa taburan mawar merah di atasnya. Pinter banget deh si Pengantin cowoknya kalau mau ngrayu

(www.grandseasons.com)

 

9. Kamar pengantin dengan kelambu akan terasa lebih privat anti gangguan

(Sumber: lh4.ggpht.com)

 

10. Kelambu tipis dengan taburan bunga warna kuning di atas kasur. Hm, romantis!

(Sumber: bedroomdesigncatalog.com)

 

11. Tanpa bunga, sprei merah bergambar mawar juga menjadi alternatif yang menarik

(Sumber: s-media-cache-ak0.pinimg.com)

 

Nah itu dia contoh-contoh dekorasi kamar pengantin yang kami tawarin. Jadi, model mana yang paling kamu suka? Semoga gambar ini bisa jadi referensi kamu yang sudah mulai merancang pernikahan. Untuk kami yang masih belum punya gandengan, semoga gambar ini makin bikin kamu semangat ya untuk cari pasangan!

Tentang Menikah: Kita Mungkin Tidak Siap, Tapi Jangan Sampai Tidak Bersiap-siap

[ISIGOOD.COM] Jodoh itu seperti maut, tidak ada yang tahu kapan dia akan datang. Bisa jadi hari ini, bisa jadi esok atau entah kapan. Banyak yang merasa yakin bahwa dia telah menemukan jodoh ketika dia telah memiliki tambatan hati untuk sekian lama. Kebersamaan dan keintiman yang terjadi membuat seseorang terkadang terlalu yakin “Oke, kita berjodoh dan kita pasti menikah” Padahal jodoh atau tidak kita dengan seseorang hanya Tuhan yang tahu. Iya, hanya Dia yang tahu, siapa dan kapan jodoh itu datang bahkan sebelum kita memahami apa itu jodoh. Bisa jadi yang saat ini punya kekasih besok akan putus dan menyendiri. Sementara yang saat ini sendiri, besok akan bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan menjadi tambatan hati.

Langsung saja. Karena jodoh adalah misteri Ilahi maka kita harus mempersiapkan diri. Boleh tidak siap, tapi tidak boleh tidak bersiap-siap. Sehingga, sewaktu-waktu kita dipertemukan oleh jodoh yang sebenarnya, kita telah menjadi orang yang benar-benar siap dan pantas untuknya.

Menikah tidak hanya soal seguling berdua, tapi tentang bagaimana membina rumah tangga seutuhnya. Maka bekali diri dengan banyak ilmu sebelum dia datang meminangmu

Bekali diri dengan ilmu sebelum berumahtangga (i.huffpost.com)

Bekali diri dengan ilmu sebelum berumahtangga. Tanpa ilmu rumah tangga akan terasa melelahkan (i.huffpost.com)

Menikah tidak cukup hanya dengan didasari oleh dorongan dan ketertarikan seksual. Menikah adalah gerbang yang membawa kita menuju kehidupan yang sebenarnya. Bertemu dengan banyak masalah yang lebih rumit dan belum pernah kita alami sebelumnya. Kalau kita tidak siap, pasti berantakan. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit ribut, terus ngambek pulang ke rumah orang tua.

Hal tersebut tentu tidak terjadi jika kita membekali diri dengan ilmu. Kita perlu membaca, berdiskusi, aktif bertanya tentang hal-hal yang terjadi setelah menikah. Kita perlu tahu tentang hak dan kewajiban masing-masing. Apa hak dan kewajiban suami terhadap istri, apa hak dan kewajiban istri terhadap suami. Karena beda. Untuk laki-laki, mungkin sebelum menikah kalian bisa menjalani hidup dengan enteng dan tanpa beban. Tapi setelah menikah, kalian bertanggungjawab atas kelangsungan hidup anak orang yang sekarang jadi istri kalian, dan anak kalian sendiri. Sepiring nasi dan telor ceplok di meja tidak bisa kamu makan jika kalian pergi bekerja. Mau mengandalkan istri? Ilmu mengatakan bahwa mencari nafkah adalah tugas suami. Kalaupun istri bekerja, hakikatnya dia hanya membantu, bukan menjadi aktor utama.

Sedangkan untuk perempuan, ilmu akan membantu kita untuk paham bagaimana posisi dan sikap yang seharusnya kita di dalam rumah tangga. Jika dulu kita adalah anak tersayang mama papa yang tidak dibebani untuk mengerjakan pekerjaan rumah, apa-apa selalu dimenangkan dan dituruti. Setelah jadi istri kita harus mengubah sikap. Harus tahu bahwa kita ini memiliki seorang suami, yang harus dilayani, harus dipatuhi dan dimanjakan. Ada seseorang yang tanpa izinnya, kita bahkan tidak boleh melangkahkan kaki dari rumah. Ada seseorang yang ketika dia “menginginkan” kita, kita harus mengutamakannya. Nah, yang begini-begini hanya akan kita pahami jika kita serius membekali diri dengan ilmu.

Setelah menikah, tidak ada lagi “aku” dan “kamu” atau “milikku” dan “milikmu”. Semuanya menjadi “kita”. Siapkah mental kita menghadapinya?

Siapkan mental menjadi istri, suami dan orang tua (www.hostfamiliesltd.com)

Saya juga belum meikah, oleh karenanya saya tidak berani terlalu percaya diri dengan mengatakan bahwa, menjadi istri harus begini, menjadi suami harus begitu. Tapi terus terang, sya mulai tertarik untuk mengamati dan berdiskusi tentang ini. Sejauh ini saya mulai paham bahwa menjadi suami dan istri itu tidak mudah. Saya pernah ada pada kondisi dimana saya sangat ingin menikah. Mungkin, keinginan saya ini didorong oleh bayangan dan lamunan saya tentang pernikahan yang indah-indah saja. Tapi ternyata saya salah.

Belakangan saya mulai sadar bahwa rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang dijalankan oleh dua orang bermental dewasa. Bukan mental bocah lagi. Sebelum menikah, kita dan pasangan kita ibarat berada di dua kapal yang berbeda. Namun setelah menikah, kita akan meninggalkan kapal masing-masing dan membuat kapal baru dengan suami sebagai nahkodanya. Tentu itu tidak mudah jika sudah masuk ke realita. Menyatukan dua kapal menjadi satu, yang sebelumnya memiliki karakter dan watak masing-masing. Sekarang harus menyesuaikan dengan karakter pasangan. Tidak hanya pasangan, tapi penyesuaian terhadap orang-orang di kapal dimana dia berasal.

Bekal mental juga sangat diperlukan ketika kita kelak memiliki buah hati. Sudah siap? Suami harus bertanggungjawab tidak hanya terhadap istri, tapi juga anak-anaknya. Bagaimana pendidikan anaknya, kesehatannya, kecukupan gizinya dan lain sebagainya. Wanita pun demikian. Sudah siapkah mental kita untuk menjadi seorang ibu? Bukan menakut-nakuti. Tapi ibulah yang paling bertanggungjawab untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Jika mental kita sendiri belum tertata, belum siap menjadi istri dan ibu, bagaimana kita memimpikan rumah tangga yang bahagia?

Tidak cukup dengan cinta. Kita pun butuh kecukupan materi. Sudahkah mempersiapkan diri?

Bagaimanapun, pasangan butuh dibahagiakan dengan kecukupan materi (mawarjuli.files.wordpress.com)

Bagaimanapun, pasangan butuh dibahagiakan dengan kecukupan materi (mawarjuli.files.wordpress.com)

Ini soal persepsi sih ya, pasti ada yang memiliki persepsi berbeda dengan saya. Tidak masalah. Tapi bagi saya pribadi, menikah itu tidak cukup dengan modal cinta. Cinta itu soal perasaan. Perasaan yang sulit dibuktikan dan ditunjukkan jika perut keroncongan. Seperti itu kira-kira.

Perut kita butuh makan, tubuh kita butuh perlindungan, batin kita butuh hiburan. Sayangnya, semua itu akan bisa kita rasakan jika kita sudah siap secara material. Pertanyaannya adalah, sejauh apa kita bisa disebut siap secara materi? Tenang, saya bukan orang yang materialistis, saya hanya orang yang realistis. Saya juga setuju bahwa kemapanan itu harus dibangun berdua. Sehingga tidak fair jika kita memasang tolok ukur untuk menikah jika sudah punya rumah dan mobil. Mau sampai kapan? Tapi setidaknya, kita bisa mengukur kemampuan diri kita saat ini. Apakah setelah menikah, kita memiliki penghasilan untuk menghidupi pasangan, berapa penghasilan kita, apakah dengan penghasilan itu sudah cukup? Ya, tidak masalah jika kita mulai mencoba main kalkulasi. Itu yang akan membuat kita semakin mantap untuk melangkah. Karena akan jadi lucu jika sudah menikah, tapi masih merepotkan orang tua.

Ada yang tidak setuju? Sebentar, saya juga orang yang percaya kok, bahwa setelah kita menikah, pintu rezeki akan semakin terbuka sehingga bisa datang dari mana saja. Tapi bagi saya, penting bagi kita untuk lebih menggamblangkan keyakinan tersebut ke dalam langkah nyata. Artinya, kita bisa menjawab ketika calon mertua bertanya “kerja apa mas?”  Sehingga, ada gambaran yang jelas tentang jalan-jalan yang akan kita datangi untuk mendatangi rezeki. Karena ingat, rezeki itu tidak hanya datang, tapi perlu dijemput.

 

Garis besar dari narasi di atas, ada tiga hal yang harus disiapkan sekarang: ilmu, mental dan material. Jadi, sudahkah kita mempersiapkannya? Ini adalah coretan kecil dari saya, seorang wanita yang belum menikah dan belum berpengalaman. Semoga bermanfaat

12 Perbedaan Antara “Bocah Tua” yang Kamu Kencani dan Pria Dewasa yang Pantas Mendampingi Hidupmu

[ISIGOOD.COM] Ladies, ketika kamu pacaran atau memiliki hubungan spesial dengan seorang laki-laki, bisa saja dengan mudah kamu bilang dia cowok yang oke. Cowok yang perfect, ganteng, keren, dewasa, idaman, dan terus sebagainya. Perasaaan seperti itu sangat bisa dipahami. Namanya juga sedang jatuh cinta, mana mungkin kamu tidak memuja sang pujaan hati?

Namun, harap juga berhati-hati. Kalau sudah bicara tentang hubungan serius, kamu harus paham bahwa ada perbedaan yang cukup jelas antara “bocah berumur tua” yang hanya bakal jadi pacarmu, dan “pria dewasa” yang siap menjadi pendamping hidupmu. Tentu kamu tidak mau menikah dengan seorang pria bermental “pacaran” bukan?

Badan kelihatan sudah tua, tapi kok gayanya masih kayak bocah ya? (linzhouweb.com)

Memang sih, yang namanya manusia bisa berubah. Kekasihmu yang tadinya masih hanya bocah berumur tua, bisa saja mengubah dirinya menjadi seorang pria dewasa, seiring dengan waktu berjalan. Di sisi lain, sebenarnya tidak masalah juga kamu punya hubungan dengan laki-laki bermental bocah, jika kamu memang enjoy untuk pacar-pacaran buat sementara waktu (namanya juga anak muda).

Namun, semuanya harus berubah jika negara api menyerang, eh maksudnya, semua harus berubah jika kamu memang serius untuk menlanjutkan hubunganmu ke tahap yang lebih dewasa.

Jika sebelumnya isigood pernah membahas tentang 14 perbedaan antara gadis yang kamu kencani dan wanita yang akan kamu nikahi. Inilah 12 perbedaan antara bocah yang kamu kencani dan pria dewasa yang pantas menjadi pendamping hidupmu:

Siapa yang akan kamu nikahi? Bocah tua atau pria dewasa? (premieresuites.com)

Siapa yang akan kamu nikahi? Bocah tua atau pria dewasa? (premieresuites.com)

1. Bocah yang kamu kencani akan sering mengajakmu nongkrong, main, dan jalan-jalan. Tidak buruk juga sih, tapi ajakannya tersebut tidak mengandung komitmen maupun kejelasan sikap. Maksudnya, ia bisa saja mengajak perempuan lain nongkrong, main, dan jalan-jalan kapanpun dia mau.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu dengan tegas mengajakmu makan malam romantis, atau mengulurkan tangannya padamu untuk mengajakmu menyanyi di panggung saat prom nite, atau memintamu mendampinginya saat wisuda. Hal-hal yang memiliki makna tegas bahwa ia menginginkanmu sebagai pendampingnya.

2. Bocah yang kamu kencani akan ngobrol denganmu tentang hal-hal basa-basi. Ia mungkin akan bicara tentang kenangannya semasa kuliah atau SMA, atau ngomongin kelucuan teman-temannya, atau gimana. Pokoknya remeh-temeh deh!

Okelah kalau ia bicara begitu hanya sebagai awalan untuk membuka perbincangan, lha kalau berjam-jam cuma ngomongin hal remeh-temeh, cewek bosen juga dong!

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu bisa membawa perbincangan kalian ke level yang lebih dalam. Setelah membuatmu tertawa dengan humor-humor standar, ia akan mulai mencari apa hobi dan kesukaanmu, serta kemudian membandingkan dengan hobi dan kesukaannya, untuk kemudian ia temukan persamaannya.

Ia pun akan menggali sedalam-dalamnya hal-hal yang kalian sukai bersama. Dengan cerdas, ia akan menemukan topik menarik tentang buku, film, tokoh, maupun karya seni yang kamu sukai. Lalu lebih dalam lagi, ia juga mulai bicara secara dalam dan romantis tentang filosofi hidup, tentang bagaimana ia memaknai hidup, tentang cita-cita dan ambisinya, serta hal-hal penting lainnya. Perbincangan kalian pun jadi lebih berisi dan berkualitas.

3. Bocah yang kamu kencani, ketika menghadapi dirimu yang sedang bad mood dan mendengar kata-katamu yang bikin telinga panas, akan balas menyerangmu dengan emosional. Ia akan mencaci-maki kamu dan mengungkit-ungkit kesalahanmu di masa lalu.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu paham betul bagaimana sikapmu saat sedang emosional. Ia pun mengajakmu untuk duduk dan bicara baik-baik. Kendati ia baru pulang kerja dan lelah seharian, ia masih mampu untuk meredam emosinya yang kamu pancing.

4. Bocah yang kamu kencani, bisa saja dengan kasar memakimu dan memanggilmu dengan panggilan yang sangat tidak pantas.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu, dia bisa marah padamu, dia bisa kecewa padamu, tapi demi apapun, dia tidak akan memanggilmu dengan sebutan apapun yang merendahkan kehormatanmu.

5. Bocah yang kamu kencani, sangat mementingkan penampilanmu (yap, bukan penampilannya sendiri). Bagus sih, tapi terkadang, ia bisa jadi menyebalkan. Ia akan mengejekmu saat kamu berpenampilan agak kusut, dan dia tidak akan berhenti sebelum kamu memoles dirimu menjadi sesuai standarnya. Padahal sebenarnya penampilan dia juga tidak bagus-bagus amat.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu paham bahwa penampilanmu akan sangat tergantung pada suasana hati maupun sikon kegiatanmu hari itu. Bisa saja kamu berpenampilan kusut hari ini, karena tadi pagi, kamu telat bangun dan tidak sempat dandan. Kemudian di tempat kerja kamu terpaksa lembur.

Ia akan memahami itu.

Kecuali jika kusutnya penampilanmu itu berulang terus selama berhari-hari dan mulai mengganggu, ia akan mulai menegurmu. Itu pun akan ia bicarakan baik-baik.

6. Bocah yang kamu kencani mengucapkan “maaf” hanya untuk menyenangkan hatimu. Hanya untuk membuatmu merasa seolah dia yang salah, padahal sih sebenarnya ia juga tidak begitu mengakui kesalahannya.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu mengucapkan “maaf” karena ia tahu bahwa ia memang salah. Ia akan dengan tanpa gengsi mengemis maaf darimu, karena dirimu lebih berharga daripada sekedar “harga dirinya,” toh ia tahu bahwa ia memang salah.

Seorang pria dewasa yang kamu nikahi, akan memberikanmu sebuah hubungan suami-istri yang dewasa pula bukan? (mydearvalentine.com)

7. Bocah yang kamu kencani akan mengharapkan kamu bisa masak, bisa rapih-rapih kamar, bisa nyuci, dan hal-hal lainnya yang bisanya dilakukan oleh ibunya untuknya. Karena sudah terbiasa “dilayani” oleh perempuan (entah ibunya atau pembantunya) dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga, ia akan sangat berharap kamu juga bisa melayaninya dalam hal itu.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu sama sekali tidak melihat bahwa kamu perlu melayani dia seperti pembantu. Ia juga tidak merasa bahwa pekerjaan rumah tangga adalah sepenuhnya “pekerjaan perempuan.” Karena nyatanya, ia sebagai laki-laki juga merasa perlu untuk bisa mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan lain sebagainya jika memang dibutuhkan. Kendati nantinya kamu berperan penting dalam urusan rumah tangga, toh nyatanya priamu tetap bisa mengurus dirinya sendiri tanpa kamu perlu jadi “ibunya.”

8. Bocah yang kamu kencani kadang menjauhkan diri dari teman-temanmu, karena ia hanya ingin bersamamu.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu selalu penasaran dengan teman-temanmu. Ia pun tanpa ragu minta bertemu dengan mereka, dan dengan sendirinya ia akrab dengan teman-temanmu dan membuatmu makin nyaman.

9. Bocah yang kamu kencani agak ragu untuk bertemu orang tuamu. Kamu pun ragu untuk mempertemukannya dengan orang tuamu. Entahlah. Rasanya sangat meragukan.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu tanpa ragu meminta untuk bertemu dengan orang tuamu dan membuat mereka terpesona akan sikap dan kepribadiannya.

10. Bocah yang kamu kencani tidak selalu menyimak kata-katamu. Kebanyakan ia hanya mengangguk dan meng-iyakan, agar kamu senang. Atau pura-pura mendukung opinimu hanya agar kamu puas.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu selalu menyimak apapun yang ingin kamu katakan. Ia selalu ingin tahu apa saja pikiran-pikiranmu dan apa saja yang kamu alami hari ini. Jika ia tidak setuju denganmu, ia akan bilang dengan tegas, dan tidak akan mengalah hanya demi menyenangkanmu.

11. Bocah yang kamu kencani tidak akan langsung berinisiatif membayar tagihan makan kalian berdua. Ia pun terima-terima saja jika kamu menawarinya untuk bayar patungan.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu dengan sigap membayar tagihan makan malam kalian sebelum kamu bisa mencegahnya. Ia pun tidak peduli ketika kamu bilang berkali-kali bahwa kamu ingin sekali-kali mentraktir dia juga atau minimal kamu ingin membayar makananmu sendiri.

12. Bocah yang kamu kencani, kamu bisa merasakan sendiri bahwa ia tidak memberimu keamanan dan kepastian. Kamu tidak benar-benar yakin ia serius atau tidak, atau apakah ia siap secara emosional, spiritual, maupun material jika memang kalian ingin melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius.

Pria yang akan menjadi pendamping hidupmu akan memberimu keamanan dan kepastian, tanpa perlu ia katakan, kamu bisa merasakannya. Kamu yakin betul ia mencintaimu karena ia telah melihat keburukan paling buruk dari dirimu, dan tetap tinggal di sisimu.

Seorang pria dewasa memberimu perlindungan dan kenyamanan. Kamu bisa merasakan itu. (ltkcdn.net)

Seorang pria dewasa itu mapan secara emosional, spiritual, dan material. Ia dewasa dan telah membuang ego pribadinya bertahun-tahun yang lalu. Ia paham betul bahwa tidak mungkin hidup dengan tubuh berumur 25 tahun tapi mental masih kerdil di bawah usia 17 tahun. Maka itu, sudah sejak lama ia berkomitmen menjadi pria sejati seutuhnya, tentu saja demi kamu juga.

Baginya, pernikahan hanya soal kapan kamu siap saja.

 

Artikel ini disadur dari Lifehack.org, artikel asli klik di sini

Kawan, Kuliah Bukan Halangan untuk Merasakan Bahagianya Pernikahan

[ISIGOOD.COM] Menikah adalah suatu fase yang mampu mengubah banyak hal dalam kehidupan seseorang. Oleh karenanya, keputusan untuk menikah diambil dengan berbagai pertimbangan yang matang. Seseorang harus memikirkan dampak baik dan buruknya sebelum memutuskan untuk menikah. Tentu, selain karena menikah dianggap sebagai suatu ‘keharusan’ bagi masyarakat di Indonesia, menikah juga merupakan hal yang banyak diidamkan setiap orang.

Sebagian orang berprinsip, keputusan menikah diambil setelah dia merasa siap dalam segi fisik, psikis, maupun finansial. Itu sebabnya, kebanyakan orang menikah ketika dia sudah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan yang mapan. Selain itu, faktor umur juga berpengaruh terhadap kematangan psikologis seseorang menghadapi kehidupan barunya.

Akan tetapi, sebagian orang ternyata ada yang memutuskan menikah ketika usianya masih sangat muda. Ada orang-orang yang memutuskan untuk menikah, bahkan ketika masih duduk di bangku kuliah. Nah loh, kira-kira, apa sih untungnya menikah ketika masih kuliah? Mengapa ada orang-orang yang memutuskan menikah ketika masih kuliah?

Menikah sebagai proses mendewasakan diri

kamu mungkin akan lebih dewasa daripada teman-temanmu (source: www.huffingtonpost.com)

Menikah ketika masih berstatus sebagai mahasiswa memberikan tantangan tersendiri bagi seseorang. Selain urusan kampus yang menumpuk, kamu juga akan dihadapkan pada masalah-masalah rumah tangga.

Menikah berbeda dengan pacaran! Contoh simpelnya, ketika sedang ribut dengan pasangan, kamu nggak bisa lagi  ‘menghilang’ seperti saat-saat dulu kamu pacaran. Kamu harus menemui wajahnya tiap hari sebelum tidur dan ketika bangun. Belum lagi urusan-urusan kecil seperti menyiapkan keperluan dapur, memasak, dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Ibaratnya, bila teman seusiamu memiliki satu beban di kampus, kamu harus menghadapi dua beban sekaligus, di kampus dan di rumah. Tapi, hal itu tentu memberikan efek bagus buat pendewasaanmu. Dengan menikah di usia yang sangat muda, kamu mengalami satu tingkat kedewasaan yang lebih cepat daripada teman-temanmu. Kamu harus berbangga karena kamu pasti lebih bagus dalam hal mengendalikan emosi, manajemen waktu, dan juga skill-skill lain yang baru dibangun teman-temanmu di perkuliahan.

Ada seseorang yang bersedia ‘hidup’ untukmu

Ada sebuah konsep unik di Psikologi tentang kepemilikan, yaitu “milikku” ternyata bukan hanya “sesuatu yang kumiliki”, tetapi juga “sesuatu yang tidak kumiliki, tetapi berada dalam otoritasku”. Keduanya sama-sama disebut sebagai kepemilikan, tetapi jelas keduanya berbeda. Nah, apa yang membedakan dua jenis kepemilikan ini?

Dalam konteks hubungan, kedua konsep kepemilikan ini sama-sama mengacu pada dua orang yang menjalin ikatan dan memiliki rasa serta aturan di dalamnya. Seseorang berhak mengatur atau setidaknya memberikan batasan-batasan pada pasangannya akan suatu hal.

Tetapi kepemilikan dalam konsep yang pertama menegaskan bahwa “sesuatu yang kumiliki” berarti juga “bagian dari hidupku”. Berbeda dengan “sesuatu yang tidak kumiliki, tetapi berada dalam otoritasku”. Iya, memang dia memiliki otoritas untuk mengatur dan sebagainya, tetapi tidak ada “ikatan” yang menyatakan kepemilikan secara legal, baik di mata hukum, norma sosial, maupun agama.

Ribet ya?

Hm simpelnya, dua jenis kepemilikan ini sama halnya dengan perbedaan “memiliki” dalam ikatan bernama pernikahan dengan sesuatu-yang-dianggap-ikatan bernama pacaran. Ketika kamu pacaran, iya sih, seolah-olah kalian adalah sepasang kekasih yang masing-masing harus menjaga diri, saling memiliki, dan hal-hal yang selayaknya dimiliki oleh pasangan. Tetapi, kalian harus sadar bahwa sebenarnya itu semua semu.

dengan menikah, kalian berkomitmen untuk menyatukan kehidupan (source: lovepaperhearts.wordpress.com)

Kalian tidak benar-benar saling memiliki. Kalian hanya punya otoritas pada diri kalian terhadap pasangan kalian, tetapi tidak saling menganggap satu sama lain adalah bagian dari hidupnya. Ketika kamu pacaran, tentu kamu tidak berpikir apakah kira-kira hari ini pasanganmu sudah bisa makan atau belum? Atau apakah hari ini pasanganmu bisa melewatkan kuliahnya dengan baik tanpa terbebani pekerjaan di rumah?

Berbeda ketika sudah menikah. Dengan menikah, kalian akan sah menyatakan kepemilikan. Kalian tidak hanya memiliki otoritas atas pasangan kalian masing-masing, tetapi lebih dari itu, kalian juga menjadi bagian dari kehidupan pasangannya.

Seseorang yang sudah menikah berarti memutuskan untuk bersatu. Apa yang menjadi masalahmu juga menjadi masalah bagi pasanganmu. Begitupun sebaliknya. Apa yang menjadi kebahagiaanmu juga berarti kebahagiaan bagi pasanganmu. Simpelnya, ketika sudah menikah, ada seseorang yang bersedia “hidup” hanya untuk memastikan kamu “tetap hidup”.

Ketika kamu mendapat banyak masalah di perkuliahan, kamu tidak akan sendiri. Ada seseorang yang menjadi “bagian dari hidupmu”. Ia akan selalu ada di sampingmu, mendukungmu seperti mendukung dirinya sendiri, sehingga secara tidak langsung, beban yang ada di hidupmu akan berkurang. Setidaknya, ada satu orang yang pasti selalu bisa kamu ajak untuk berbagi.

Menikah bukan ketika sudah dewasa, menikah adalah ketika siap

Bicara soal pernikahan memang tidak akan ada habisnya. Pun ketika memperdebatkan soal berapa umur yang sesuai untuk menikah. Prinsipnya, menikah nanti atau sekarang, tua atau muda, itu hanya soal kesiapan. Jika dari kalian sendiri sudah merasa siap dan yakin, mengapa harus menunggu-nunggu?