Ternyata Dari Segi Dermatologis, Tidak Semua Orang Butuh Pelembab Kulit

[ISIGOOD.COM] Mengoleskan pelembab mungkin sudah menjadi rutinitas sebelum memulai aktivitas di luar rumah. Pelembab dipercaya dapat menjaga kelembapan kulit sepanjang hari meski terkena terpaan matahari sekalipun.

Tapi, tahukah Anda bahwa pelembab malah bisa menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan bahkan terlihat lebih tua?

Data dari perusahaan perawatan kulit, La Roche-Posat, menyebutkan sebanyak 70 persen perempuan dewasa mengeluh memiliki kulit yang kering dan sensitif. Tidak sedikit juga yang mengalami bintik hitam pada kulitnya.

Para dermatologis mengatakan hal itu bukanlah kebetulan belaka. Dermatologis kosmetik dokter Rachael Eckel mengatakan pelembab menyebabkan sel kulit mati, kering, berjerawat, pori-pori membesar dan membuat kulit menjadi sensitif.

dr. Rachael Eckel (youtube.com)

Sejatinya, menurut Eckel, hanya 15 persen orang yang benar-benar membutuhkan pelembab.

Ke-15 persen orang itu adalah mereka yang mempunyai kulit kering karena sifat genetik.

Eckel menjelaskan mereka cenderung punya pori-pori yang terlihat dan mempunyai kulit tubuh yang kering dengan kondisi seperti eksim.

“Dan sisanya, memiliki kulit yang normal yang sebenarnya tidak membutuhkan pelembab,” kata Eckel dikutip dari Daily Mail.

Pelembab biasanya mengandung campuran air dan zat yang dapat melembutkan, seperti mineral dan minyak dari tumbuhan. Kandungan ini menghentikan air menguap atau berevaporasi dari kulit.

Pelembab biasanya mengandung campuran air dan zat yang dapat melembutkan (cantiknyakulitsehat.com)

Ada juga humectant yang akan membawa air dari lapisan bawah kulit ke permukaan. Bahan tersebut membuat kulit lebih lembab dan mencegah gatal serta menjaganya agar tetap kenyal.

Dokter Eckel menjelaskan, yang membuat kulit bersinar dan terasa lembab adalah air.

Air disimpan pada lapisan kulit yang paling bawah, di tempat yang strukturnya seperti busa bernama glycosaminoglycans (GAGs).

Air tersebut dikunci di bawah lapisan kulit. Sementara itu, lapisan kulit paling atas seperti tembok bata, dengan lemak dan protein sebagai lapisannya, menjaga semua tetap pada tempatnya dan sel terdehidrasi.

“Lapisan kulit teratas juga memproduksi pelembab alami (NMFs) yang sangat penting yang disebut asam amino, urea, dan asam laktat, yang menjaga kulit kenyal, menjaga dari sinar UV, serta mengatur pengelupasan kulit secara alami,” kata dokter Eckel.

Jika permukaan kulit dilapisi oleh pelembab, ia akan mengirim sinyal kepada sel-sel untuk menghentikan produksi pelembab alami dan menganggu lapisan kulit penyimpan air.

Akhirnya lapisan epidermis mengerut dan menipis, dan garis-garis pada kulit pun mulai muncul.

Eckel juga menambahkan, pelembab akan menjaga sel kulit mati tetap berada di atas permukaan kulit. Dan sumbatan minyak pada pori-pori akhirnya menyebabkan jerawat dan rosacea, sebuah kondisi yang menyebabkan noda pada kulit, kulit yang tidak rata, dan warna merah pada kulit.

Pelembab yang mengandung banyak minyak juga dapat menyebabkan hilangnya oksigen pada kulit, sebuah kondisi yang disukai bakteri penyebab jerawat.

Kondisi ini juga yang membuat bakteri baik yang menjaga kesehatan kulit mati. Jadi, cermatlah sebelum memakai ya

Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga : Minuman Alami Pelangsing Badan

3 Penyebab Rambut Memutih di Usia Muda, dan Inilah Tips Pencegahannya

Orang bilang, kemunculan uban atau rambut putih di kepala adalah salah satu tanda usia mulai tua. Stigma ‘orang tua’ inilah yang membuatkan banyak orang ketar-ketir terhadap kehadiran rambut putih di kepalanya. Meskipun ada pula orang yang mengidentikkannya dengan kedewasaan dan sikap bijaksana, tetap saja mayoritas orang memilih mempertahankan rambut hitamnya atau warna aslinya. Apalagi bila helai-helai uban itu datang di usia muda maka itu berarti ada yang tidak berjalan normal di dalam tubuh.

Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya anda jika suatu hari anda menyisir rambut dan bercermin lalu tiba-tiba melihat beberapa helai uban di kepala anda. Jangankan anda yang masih muda, orang-orang yang lanjut usia juga akan mengalami apa yang disebut gelisah dan perasaan tidak nyaman apabila sedikit demi sedikit kepala ditumbuhi rambut putih beruban.

Mengapa uban bisa tumbuh terlalu cepat padahal usia masih sangat muda, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi uban yang kian hari kian banyak itu?

Uban yang muncul terlalu cepat bisa terjadi pada pria dan wanita. Meskipun pada kenyataannya, pria terlihat lebih sering mengalaminya, tapi banyak juga wanita muda yang memiliki rambut beruban. Dan seperti yang kita ketahui, kebanyakan wanita mampu menutupi ubannya dengan berbagai cara sehingga helai-helai putih di kepala tidak akan terlihat jelas. Sedangkan pria cenderung lebih cuek dan terkesan ‘pasrah’ menerima ‘nasib’nya.

Struktur jaringan rambut secara biologi

Struktur jaringan rambut secara biologi

Rambut yang beruban bisa berarti banyak hal, mulai dari sebagai tanda proses penuaan, tubuh yang menerima tekanan terlalu besar, kurang gizi, kemungkinan ada penyakit berat yang diderita, sampai karena faktor keturunan. Semuanya bisa menyebabkan rambut memutih meskipun belum waktunya.

 

Penyebab Uban Muncul Terlalu Cepat

Masih ingat dengan film Pendekar Rajawali yang perankan Andy lau? sejak berpisah dengan wanita yang dicintainya, Yoko menjadi stres dan rambutnya yang hitam panjang berubah memutih di usianya yang relatif masih muda. Stres memang salah satu faktor penyebab ubanan sebelum waktunya. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab rambut menjadi putih dan ubanan meskipun usia masih muda.

 

I. STRES

Hati-hati dengan stres, meskipun anda merasa sehat tetapi tubuh anda tanpa disadari akan menerima tekanan akibat pikiran yang sedang stres. Menurut Dr. Wirda, spesialis kulit dan kelamin dari RS Mitra Keluarga di Jakarta, stres menyebabkan macetnya produksi melanin yang merupakan pigmen alami pewarna rambut. Melanin ini dihasilkan oleh sel melanosit, dan rambut berubah warna menjadi putih karena melanosit dalam tubuh tidak memproduksi melanin dalam jumlah yang cukup.

Macetnya produksi melanin karena stres biasanya sifatnya sementara saja, setelah faktor penyebab stres hilang atau masalah sudah terkendali maka maka produksi melanin kembali normal dan rambut hitam kembali muncul di kepala. “Karena itu cara terbaik mengatasi rambut uban tumbuh adalah dengan mengatur keseimbangan kerja dan istirahat, dengan demikian stres bisa diatasi dengan baik,” ujar dr. Wirda sebagaimana dikutip dari tabloid Senior.

Mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12 juga dapat menghambat dan mengatasi pertumbuhan uban di kepala. Menurut Diana Bihova, dari Medical Centre Universitas New York, stres yang berlebihan bisa menguras cadangan vitamin B12. Terkurasnya vitamin B12 akan mempercepat tumbuhnya uban di kepala. Selain itu, perbanyak tertawa dan lepaskan stres anda dengan selalu berpikir positif, cara ini diketahui dapat menghambat dan mengatasi uban pada rambut.

 

II. GIZI BURUK

Faktor lain penyebab uban muncul sebelum waktunya adalah gizi yang buruk. Terkadang asupan makanan harian yang dikonsumsi tidak seimbang menyebabkan tubuh kekurangan gizi dan mempengaruhi kesehatan rambut. Tidak hanya itu, gizi yang buruk juga akan mengganggu kondisi kesehatan tubuh secara umum. Pada anak-anak yang menderita gizi buruk umumnya memiliki rambut yang kemerahan, kusut dan tampak tidak sehat.

Meskipun terkadang makanan sudah mengandung gizi yang baik tapi menjadi tidak bermanfaat jika ada gangguan pencernaan misalnya luka pada lambung yang akan membuang gizi dan mengganggu metabolisme tubuh. Dampaknya secara tidak langsung berimbas pada kesehatan rambut.

 

III. FAKTOR GEN

Selain kedua faktor di atas, salah satu faktor lain yang mempengaruhi uban muncul dengan cepat padahal usia masih muda adalah faktor gen. Catatan tubuh tentang rambut putih tersimpan dalam kromosom yang diwariskan dari orang tua ke anak. Ini artinya apabila orang tua memiliki masalah rambut beruban pada saat masih muda maka kemungkinan besar masalah tersebut juga akan di turunkan pada anak atau cucunya kelak.

Ada banyak hal yang mempengaruhi kualitas rambut dan menyebabkan munculnya uban di kepala meskipun usia masih muda, beberapa penyakit berat juga cenderung membuat rambut beruban pada remaja. Selain itu adanya gangguan metabolisme, masalah pada ketahanan tubuh, gangguan fungsi ginjal, ada kelainan hormon dan paparan sinar X juga berkontribusi menambah jumlah uban di kepala.

Uban tidak lagi monopoli orang-orang tua, perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak anak muda yang juga mengalami uban di kepalanya. Karena itu mulai sekarang kita sebaiknya menghindari faktor-faktor yang dapat memicu tumbuhnya uban terlalu cepat agar kita tidak mewarisinya ke anak cucu kita kelak.

Uban terjadi akibat rambut berhenti menghasilkan pigmen yang memberikan warna pada rambut. Folikel rambut mengandung sel pigmen yang memproduksi melanin. Ketika melanin berhenti diproduksi, rambut akan kehilangan warnanya. Sampai saat ini penyebab uban pada usia muda belum diketahui secara pasti.

Faktor genetik dianggap sebagai faktor tersering terjadinya uban pada usia muda. Seseorang yang memiliki orang tua atau kakek nenek yang mulai beruban di usia muda, kemungkinan akan mulai beruban lebih dini. Ras dan etnik juga memegang peranan. Umumnya orang Asia mulai beruban di usia akhir 30an, dan seseorang dikatakan beruban pada usia muda, jika terjadi sebelum usia 25 tahun.

 

Perawatan rambut

Perawatan rambut

Faktor lainnya yeng berperan adalah merokok dan stres. Kekurangan nutrisi yang dapat mempengaruhi produksi melanin, misalnya protein, vitamin B12, zat besi, dan tembaga dapat menjadi penyebab uban pada usia muda. Begitupun gangguan saluran cerna yang dapat menghambat penyerapan nutrisi. Anemia, penyakit kelenjar tiroid, kurangnya kadar hormon adrenokortikotopik, alfa MSH dan beta endorfin dapat berperan dalam terjadinya uban pada usia muda. Beberapa obat oral misalnya klorokuin, dan obat oles misalnya resorsin diduga dapat menjadi pencetus uban pada usia muda.

Sejauh ini memang belum ada pengobatan yang cukup memuaskan untuk mengobati uban pada usia muda. Namun penggunaan cat rambut dapat menjadi pertimbangan untuk menutupi rambut beruban. Pada umumnya rambut uban memiliki sifat lebih kering dan kasar. Pada saat keramas gunakan sampo yang lembut, dan bila perlu gunakan kondisioner.

Keramaslah dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Pada rambut kering keramas setiap hari dapat menyebabkan rambut semakin kering dan kusam, bahkan dapat terjadi iritasi kulit kepala yang menyebabkan gatal. Gunakan air biasa yang tidak terlalu panas untuk keramas dan membilas rambut. Hindari pemakaian produk- produk kimiawi berlebih dan penggunaan perawatan rambut dengan suhu panas. Untuk pemeriksaan lebih lanjut silahkan datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.

 

Disadur dan dikembangkan dari sumber seksualitas.net dan detik.com