10 Cara Cerdas Mengambil Hati Si Bos

[ISIGOOD.COM] Semua orang ingin sukses dalam karirnya. Untuk pemula, tentunya kamu akan mulai menjadi salah satu pegawai atau karyawan. Bagi seorang karyawan, salah satu faktor utama yang mempengaruhi karir seseorang adalah penilaian atasan. Bukan hanya untuk karyawan pemula. Tentunya bagimu yang telah lama bekerja pastinya menginginkan promosi kenaikan jabatan ataupun bonus yang menggiurkan.
Bisa dibilang, keduanya berbanding lurus. Semakin bagus penilaian si bos, maka semakin cepat dan baik peningkatan karir kita. Sebaliknya, jika interaksi kita dengan si bos buruk, jangan harap karir dan pekerjaanmu baik-baik saja! Untuk itu, dibawah ini, ada 15 cara cerdas untuk menggaet hati atasan. Setelah melakukannya, pastinya si bos melirik padamu. Apa saja caranya?

1. Berpenampilan sesuai dengan lingkungan dan aturan

perhatikan penampilanmu! (rumahyatim.info)

Penampilan adalah hal pertama yang paling terlihat. Cara berpakaian juga mencerminkan kepribadian seseorang. Bahkan, berdasarkan penelitian para ahli, kemajuan karir ditunjang dari cara berpakaian seseorang. Untuk itu, berpenampilanlah sesuai dengan situasi dan lingkungan. Kerapihan, kebersihan dan kesopanan adalah hal utama. Namun tentunya tetap menjaga agar diri tetap menarik dan eye catching untuk dilihat.

2. Bersikap Tenang dalam Segala Kondisi

Seorang pimpinan tidak akan pernah menyukai bawahannya yang terburu-buru, labil dan ceroboh. Sikap yang tenang dengan pikiran jernih dan meyakinkan sangat diharapkan. Itu berlaku untuk semua kondisi, termasuk ketika suatu masalah terjadi. Apapun kondisinya kamu tetap harus bersikap tenang.

3. Gesit, Energik dan Tidak Lemot

bersikap gesit, energik dan tangkas dalam melakukan pekerjaan (gemintang.com)

Tenang bukan berarti lambat. Atasanmu tidak akan pernah menyukai seseorang dengan kinerja yang lamban. Dia menginginkan pribadi yang gesit, energik, cepat tanggap dan tangkas dalam melakukan pekerjaan.

4. Lakukan pekerjaanmu dengan maksimal

Tugasmu di kantor adalah bekerja. Untuk itu, selesaikan pekerjaanmu dengan benar dan maksimal. Jika tidak, maka bosmu tidak akan pernah percaya dengan kinerjamu.

5. Disiplin Waktu

Kamu harus disiplin waktu (startupbisnis.com)

Seorang yang ingin meraih hati bosnya akan selalu disiplin. Jam karet tidak akan membuat bosmu menghargai kinerjamu. Jika perlu, kamu harus berangkat lebih awal ke kantor. Siapkan apa yang bisa memperlancar pekerjaanmu setiap harinya.

6. Utamakan Kepentingan Bos

Di kantor, atasan adalah prioritas. Kepentingan dia lebih penting daripada kepentingan pribadi kamu. Misal saat menerima telpon, bosmu memanggil. Maka segeralah pending telepon tersebut dan datanglah pada bosmu. dia akan merasa dihargai dan tentunya hatinya perlahan akan terpaut dengan respect mu.

7. Siap dengan segala planning cadangan

Apapun yang kamu rencanakan harus terjadwal. Jika tidak memungkinkan terlaksana, maka kamu harus membuat rencana cadangan. Artinya, siapkan plan A, B, C atau bahkan D. So, target kerja kelar, si bos pun senang.

8. Kuasailah Pengetahuan Umum

Harus cerdas bro.. (merdeka.com)

Apapun jurusanmu saat kuliah dulu, kamu harus memahami pengetahuan umum. Kamu harus pintar dan cerdas. buatlah atasanmu terkesima dengan pengetahuanmu. Buatlah bosmu selalu asyik dan nyambung saat berinteraksi dengan kamu.  Misalnya selalu update dengan isu-isu terkini. Misalnya terkait dengan politik, kenegaraan, ekonomi, pendidikan, olahraga atau bahkan life style.

9. Selalu ramah, ceria dan komunikatif

Jadilah pribadi yang menyenangkan (blogspot.com)

Kamu harus menguasai tata cara berkomunikasi dengan baik. Kamu juga harus menguasai seni berbicara di depan orang lain, misalnya presentasi. Tidak cukup berkomunikasi, kepribadian yang menyenangkan snagat penting. Hal itu jelas saja mempengaruhi penilaian seorang bos pada karyawannya. Jangankan si bos, siapapun akan menyukai seseorang dengan kepribadian yang menyenangkan.

10. Kenali Kepribadian dan tipe atasanmu

Mana kepribadian bosmu? (viva.co.id)

Ini cara yang paling ampuh dan utama menggaet hati atasan. Kenalilah kepribadian dan tipe bos. Misalnya hal yang dibenci dan disukainya, khususnya berkaitan dengan pekerjaan. Jika perlu, kamu bahkan perlu mengetahui hobi dan makanan favoritnya.

Itu tuh, 10 cara cerdas dan ampuh dalam mengambil hati si bos. Pastinya, kamu tertarik untuk mencoba cara-cara diatas. Tunggu saja, hati si bos akan luluh! So, selamat mencoba. Happy Working guys.

Apakah Gaji Satu-satunya Pertimbangan dalam Mencari Pekerjaan?

[ISIGOOD.COM] Tidak ada yang menyangkal bahwa gaji adalah komponen utama dalam sebuah pekerjaan. Tanpa gaji yang layak, seseorang pekerja tidak mungkin semangat menjalankan pekerjaannya. Itulah sebabnya mengapa banyak pekerja yang berontak ketika sang Bos memberikan gaji di bawah standar hidup yang dibutuhkan. Begitu pula para job seeker, banyak yang menempatkan tawaran gaji sebagai pertimbangan utama untuk menerima atau tidak sebuah pekerjaan.

Namun pertanyaannya kemudian, apakah benar bahwa gaji adalah hal paling penting dalam pekerjaan? Apakah yang kita cari dalam sebuah pekerjaan hanya soal gaji? Sebenarnya, bagi saya pribadi, ada hal lain yang harus kita jadikan pertimbangan dan tidak kalah penting dari menghitung gaji yang ditawarkan.

Pertimbangkan lokasi kerjanya

Jangan sampai pekerjaan menjauhkan kita dengan orang-orang tercinta (4.bp.blogspot.com)

Coba cari tahu, apakah kamu akan sesuai dengan suasana di sana apalagi jika nilai dan budayanya sangat berbeda dengan budayamu. Bagaimana dengan cost living disana, apakah lokasi kerja nanti tidak menjauhkanmu dari orang-orang yang menyayangimu?

Kesempatan berkembang

Adakah kesempatankah untuk kamu berkembang? (i.huffpost.com)

Penting untuk dipertimbangkan apakah sebuah pekerjaan akan bisa mengembangkan talent yang kamu miliki atau sebaliknya. Jangan sampai kamu menjalani pekerjaan yang mengerdilkan talentamu. Nanti kamu akan tertekan, merasa tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaan itu. Tidak ada kecintaan untuk pekerjaan yang kamu jalani.

Kultur di perusahaan

Jangan sampai kamu tidak betah bekerja karena kulturnya tidak sesuai (www.histerius.com)

Kita perlu mempelajari terlebih dahulu kultur di perusahaan tersebut apakah sesuai dengan kepribadian kita atau tidak. Karena setinggi apapun gaji yang ditawarkan, jika kulturnya tidak sesuai dengan kita, hanya akan membuat kita tidak betah bekerja disana. Maka kita harus tahu betul bagaimana cara kerja dan iklim kerja di perusahaan tersebut.

Waktu libur dan istirahat

Jangan sampai kehilangan waktu untuk bahagia (addicted2success.com)

Esensi hidup itu untuk bahagia. Lantas untuk apa kita banyak harta tapi justru kebahagiaan kita terampas. Tidak ada waktu libur dan waktu istirahat bersama keluarga. Jadi, yuk, selain mempertimbangkan gaji, pertimbangkan pula fleksibilitas kerjanya. Gak mau juga kan kalau akhirnya kita jatuh sakit karena terlalu lelah bekerja tanpa istirahat.

Apakah pekerjaan itu akan membuatmu menjadi sosok antagonis?

Jangan jadi jahat karena tuntutan pekerjaan (www.aktual.com)

Jangan sampai kamu memilih pekerjaan yang membuatmu jadi orang jahat. Artinya, ada resiko besar bahwa kamu akan melanggar hukum norma dan agama, berada di kumpulan penjahat dan melawan hati nurani masyarakat. Tinggalkan saja pekerjaan seperti itu daripada kamu terisolasi dari pergaulan karena dimusuhi semua orang.

Jangan ambil pekerjaan yang beresiko terhadap kesehatan

Pertimbangkan kesehatan sebelum menerima pekerjaan (blogs.cdc.gov)

Carilah pekerjaan yang aman buat kesehatan. Sukur-sukur jika perusahaan memberikan asuransi kesehatan kepada seluruh karyawan. Jangan sampai kita terjebak pada sebuah perusahaan yang menganggap karyawannya sebagai robot atau mesin yang bisa ditekan untuk bekerja keras tanpa batas. Maka cobalah pikirkan kembali. Kamu yang lebih tahu tentang kondisi badan dan kondisi kesehatanmu. Jika kamu merasa tubuhmu mampu untuk menopang pekerjaan itu, ya silakan diambil. Tapi jika kamu sudah tahu dari awal bahwa pekerjaan itu terlalu berat untuk kesehatanmu, mungkin kamu perlu mundur saja.

Begitulah kawan, bahwa gaji bukan satu-satunya bahan pertimbangan kita untuk memilih pekerjaan. Benar bawa zaman sekarang tidak mudah mencari pekerjaan. Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah pencari tenaga kerja jauh lebih besar dibanding lowongan pekerjaan yang tersedia. Namun bukan berarti kita tidak boleh membuat pertimbangan tertentu. Bagi saya, lima hal di atas tetap perlu untuk dipertimbangkan di setiap langkah kita dalam menjalani sebuah pekerjaan. Salam sukses!

7 Tanda yang Kamu Rasakan Ketika Telah Memiliki Pekerjaan yang Tepat

[ISIGOOD.COM] Banyak yang mengatakan bahwa berangkat kerja adalah hal yang sangat menjemukan dan melelahkan. Terlebih lagi jika itu adalah hari pertama kerja setelah liburan akhir pekan. Rasanya pasti malas luar biasa. Walaupun setelah tiba di lokasi kerja, semangat tiba-tiba bisa muncul kembali mengikuti ritme kesibukan, namun melangkahkan kaki di pagi hari untuk menuju ke tempat kerja adalah saat yang menyebalkan.

Tapi tidak semua orang merasakan hal yang sama. Ada sekelompok orang memiliki gairah bekerja yang amat tinggi. Selalu merasa semangat untuk bangun pagi, mempersiapkan keperluan kerja dan melangkahkan kaki dengan mantap menuju tempat kerja. Apakah kamu adalah bagian dari kelompok ini?

Jika iya, artinya kamu telah memilki pekerjaan yang tepat. Pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan karaktermu. Lalu apa saja tanda-tanda yang bisa kita gunakan untuk menentukan bahwa kita telah memiliki pekerjaan yang tepat?

Uang bukan satu-satunya alasan kamu bertahan

Jangan sampai motivasi kerjamu hanya karena uang tanpa ada kecintaan terhadap pekerjaan tersebut (rackcdn.com)

Kamu merasa pekerjaanmu ini adalah sesuatu yang berharga sehingga uang bukanlah satu-satunya hal yang menjadi motivasi kerjamu. Kamu tidak gelisah karena selalu menghitung hari untuk menunggu tanggal gajian tiba. Sebaliknya, kamu menikmati hari-hari selama di kantor. Menyatu dengan rutinitas kerja.

Ada kebanggaan ketika berbicara kepada orang lain tentang pekerjaanmu

Apakah kamu bangga menceritakan tentang pekerjaanmu ke orang lain? (www.bee-inc.com)

Kamu tidak akan menghindar ketika orang lain bertanya tentang pekerjaanmu. Tidak ada malu sedikitpun bagimu untuk menceritakan hal-hal terkait pekerjaan, kantor dan orang-orang di kantormu. Kamu justru bangga dan merasa yakin bahwa pekerjaanmu ini adalah tepat untukmu dan layak diceritakan dengan mimik sumringah.

Kamu termotivasi setiap kali bangun dari tidur

Enjoy dengan pekerjaan yang dijalani (careerminer.infomine.com)

Apa yang kamu rasakan setelah mematikan alarm di pagi hari? Jika kamu bergegas untuk beranjak dari kamar dan sangat termotivasi untuk berangkat kerja, artinya kamu menikmati pekerjaanmu. Kamu memilih pekerjaan yang tepat.

Kamu tidak resah setiap akhir peka berakhir

Kerja lagi setelah berakhir pekan? Siapa takut! www.designwagen.com)

Semua orang merasa bahwa Senin adalah hari yang sangat menyesakkan. Kembali beraktivitas setelah berakhir pekan. Tapi untuk orang yang mencintai pekerjaannya, tidak ada beda antara hari Minggu dengan Jumat. Begitu pula dengan Minggu sore. Tidak ada masalah karena esok dia mengerjakan sesuatu yang dia cintai.

Kamu menikmati pergaulan dengan rekan di kantor

Berhubungan baik dengan teman kerja (themoneyguy.co.uk)

Kamu merasa nyaman ketika bergaul dengan teman-teman di kantor. Bahkan kamu merasa ingin melanjutkan hubungan kerja ke hubungan pertemanan pada umumnya seperti makan bersama atau olahraga bersama. Itu menandakan bahwa suasana kantor membuatmu nyaman berikut orang-orang di dalamnya.

Kamu tidak banyak melihat jam tangan dan menghitung mundur waktu pulang saat bekerja

Menikmati waktu kerja di kantor adalah tanda cinta terhadap pekerjaan (s.orzzzz.com)

Tanda yang paling nyata dari seseorang yang tidak enjoy dengan pekerjaannya adalah merasa tersiksa berlama-lama di kantor. Dia akan sering melihat jam dan sangat menantikan waktu pulang. Dia tidak menikmati sama sekali waktu-waktunya selama di kantor. Jika kamu tidak pernah merasakan hal ini, artinya kamu telah memiliki pekerjaan yang tepat.

Kamu tidak memahami cerita temanmu yang mengeluhkan pekerjaannya

Bekerja membuatmu bahagia (info.acoustiblok.com)

Kamu mungkin seringkali mendengar curhatan temanmu yang mengeluhkan pekerjaannya. Entah itu soal bosnya yang menyebalkan, teman sekantornya yang tidak enak atau gajinya yang sangat kurang sehingga membuatnya sangat tidak betah di kantor. Mungkin kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi kamu akan merasa berontak setiap kali mendengar cerita itu. Merasakan hal yang bertolak belakang dari apa yang diceritakan teman. Kamu kurang bisa memahaminya karena kamu tidak merasakan hal itu di tempat kerja.

Nah sahabat, itulah tanda-tanda yang dirasakan oleh seseorang yang memiliki pekerjaan yang tepat. Memang sih, tidak ada pekerjaan yang tanpa masalah. Tidak ada pekerjaan yang selalu berjalan mulus. Namun, jika kamu lebih sering merasakan hal-hal di atas daripada masalah-masalah yang mengganggu, itu artinya kamu telah memiliki pekerjaan tepat. Jadi, apakah kamu telah merasakan tanda-tanda di atas?

Wisuda Sudah Di Depan Mata, Lalu Apa Langkahmu Selanjutnya?

[ISIGOOD.COM] Sebentar lagi, wisuda akan digelar. Sabar ya jika kamu belum masuk kloter kali ini dan selamat juga buat kamu yang sudah mendapatkan toga. Lalu, selamat datang di dunia kerja.

Setelah toga dikenakan, ijazah sudah di tangan. Akhirnya perjalanan kuliah selama bertahun-tahun dapat diselesaikan. Bahagia pastinya. Namun jangan terus terlena pada kemeriahan wisuda yang hanya berlangsung satu hari. Hari berikutnya, kamu harus menentukan langkah.

Rencanakan karirmu begitu lulus, bahkan sebelum lulus. Perencanaan karir sangat penting mengingat kamu akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja. Langkah pertama yang kamu ambil sekarang sangat berpengaruh untuk langkahmu ke depan. Jadi, jangan sampai salah pilih pekerjaan. Lalu, apa saja yang perlu kamu lakukan jelang kelulusan yang sudah di depan mata?

Mari simak sejumlah tips berikut ini ya!

1. Tentukan tujuanmu

Tanyakan kepada dirimu sendiri, apa yang ingin kamu capai? Apa yang ada dalam bayanganmu tentang masa depanmu nanti? Sesuaikah harapanmu dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Pekerjaan  yang kamu tekuni ibarat batu pijakan menuju harapanmu. Pastikan Anda menyukai pekerjaan tersebut dan dapat menjalaninya dengan baik.

2. Jangan mudah terpengaruh

Yakin dengan dirimu sendiri (gonektar.com)

Jangan buru-buru tertarik pada tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. Bisa jadi pekerjaan tersebut tidak cocok untuk kamu. Kamulah yang menentukan pekerjaan apa yang paling sesuai bagi dirimu. Jangan menerima pekerjaan hanya karena ikut-ikutan teman. Tanyakan pada hatimu apa yang kamu inginkan. Pekerjaan kadang bukan hanya soal uang tapi juga kenyamanan hari-harimu selama menjalaminya.

3. Definisikan suksesmu sendiri

Setiap orang memiliki ukuran keberhasilan masing-masing. Begitu juga denganmu, tentukan arti suksesmu sendiri. Sukses tak semata dinilai dari tingginya pendapatan. Karir yang dititi dengan ditekuni juga dapat menghadirkan kepuasan dan membantu kamu menemukan jati diri.

4. Restu orang tua

Restu orang tua (lellita.net)

Setelah membuat perencanaan karir dan tujuan yang ingin dicapai, jangan ragu konsultasikan dengan orang tua, kakak, atau saudara yang lebih tua. Mereka dapat membantumu memberi pandangan yang lebih luas karena mereka telah melalui masa kerja sebelumnya. Restu mereka juga ibarat jalan lenggang menuju kesuksesan. Toh, apa pun yang kamu usahakan juga untuk mereka kan?

 

5. Jika semua usaha sudah ditempuh, terakhir, jangan lupa bersabar

Buatlah target atas pencarian pekerjaan yang telah kamu lakukan. Setelah itu, sabarlah menanti panggilan kerja. Bila tak kunjung dipanggil, sembari terus mencari pekerjaan, isi waktu luangmu dengan kegiatan positif.

15 Tips untuk Membuat Kesan Pertama Terbaik Saat Wawancara Kerja

[ISIGOOD.COM] Bagian paling penting dalam sesi wawancara kerja adalah bagian awal. Sesi ini memungkinkanmu membuat kesan pertama yang luar biasa baik –atau justru luar biasa buruk. Seorang bos bisa tahu dalam waktu 30 detik awal, apakah si pelamar kerja punya kesempatan dipekerjakan atau ditolak mentah-mentah.

Nah, bagi kamu yang sedang melamar kerja, penting untuk kamu ketahui bagaimana cara mebuat kesan pertama yang baik saat proses wawancara. Berikut adalah 15 tips yang dapat kamu aplikasikan:

Persiapkan dirimu dengan banyak berlatih sebelum interview (twntys.com)

1. Berlatih. Berlatih mungkin tak dapat 100% menyempurnakan performamu saat wawancara kerja. Namun, berlatih sangat membantumu untuk terlihat lebih meyakinkan dan lebih terkontrol. Kalau kamu sudah percaya diri dengan latihan wawancara, kamu akan lebih santai dan dapat membuat kesan pertama yang positif.

2. Gunakan pakaian yang rapi. Bayangkan ketika kamu muncul dalam sesi interview dengan pakaian yang lusuh dan tak pantas. Pastinya, pewawancara akan segera keki melihat penampilanmu. Karenanya, sehari sebelum wawancara, persiapkanlah pakaian yang rapi dan pantas dikenakan saat wawancara kerja.

3. Jangan datang tanpa tahu apa-apa. Gunakanlah waktumu jauh-jauh hari sebelum interview untuk melakukan riset kecil soal perusahaan tempatmu melamar kerja. Hal ini penting karena biasanya, pertanyaan seputar perusahaan yang bersangkutan bisa jadi ganjalan saat kamu tak tahu informasi apapun soalnya.

Banyak-banyaklah mencari informasi soal perusahaan dan posisi yang akan kamu lamar (abuhasan.co.uk)

4. Gali informasi lebih dalam dari karyawan lama. Selain mencari informasi tentang perusahaan dari sumber sekunder, akan lebih baik kamu mencari tahu langsung dari orang yang bekerja di perusahaan itu.

5. Cermati lagi informasi mengenai posisi yang kamu lamar. Untuk tahu sebanyak banyaknya soal posisi yang kamu lamar akan membuatmu terlihat lebih meyakinkan saat proses wawancara. Jangan lupa untuk menilik kembali surat lamaran kerja dan CVmu, supaya kamu bisa dengan jelas menyatakan tawaran kerja yang dapat kamu lakukan saat menduduki posisi yag kamu lamar.

6. Cari informasi soal penginterviewmu di Facebook atau LinkedIn. Hal ini penting supaya kamu sedari awal bisa mereka-reka, seperti apasih orang yang akan menginterviewmu. Apakah mereka orang yang serius mentok atau gemar bercanda. Yang terpenting adalah kamu jadi tahu pengalaman kerja mereka dan mengasosiasikan hal itu dengan pengalaman kerjamu sendiri.

Perhatikan penampilanmu dan berusahalah untuk tetap rileks (editsuits.com)

7. Tipis-tipislah menggunakan parfum. Aroma parfum yang luar biasa menyengat tak baik karena dapat menimbulkan kesan negatif saat interview. Sebisa mungkin, gunakanlah parfum sewajarnya saja.

8. Hindari tangan yang berkeringat. Tak ada orang yang mau menjabat tangan orang lain yang basah. Sebelum sesi wawancaramu dimulai, pergilah ke toilet, cuci tangan dan keringkan dengan benar. Atau, bawalah sapu tangan jikalau kamu merasa ribet untuk pergi ke toilet.

9. Atur pernafasan. Proses wawancara kerja bisa menjadi hal yang menekan dan membuat stress. Maka dari itu, sebelum memulai wawancara, aturlah pernafasanmu sampai kamu dapat lebih rileks saat wawancara dimulai.

Ingat untuk senyum (lingvaroom.ru)

10. Berjabat tangan dengan baik. Ketika kamu memasuki ruang wawancara, pewawancara pasti akan menyodorkan tangannya padamu. Jangan terlihat gugup dan jabatlah tangannya sembari tersenyum dan mengucapkan salam.

11. Senyum. Berikan senyum terbaikmu di awal proses wawancara. Senyum dapat memberikan atmosfer yang positif dan bersahabat. Orang dengan atmosfer positif tentunya lebih mudah dipercaya orang lain.

12. Tunjukan bahwa kamu antusias mengikuti wawancara kerja. Tunjukan pada si pewawancara bahwa kamu memang orang yang antusias terhadap posisi yang ditawarkan dan memiliki hasrat terhadap hal yang kamu lakukan saat menduduki jabatan tersebut.

Bicarah dengan gaya bertutur dan buktikan bahwa kamu memang orang yang tepat (globaltraining.edu.au)

13. Buktikan bahwa kamu memang orang yang tepat. Setelah kamu menunjukan antusiasmu terhadap pekerjaan yang akan kamu lamar, sokonglah hal itu dengan fakta. Tunjukan kepada pewawancara pengalaman apa saja yang kamu punya yang sesuai dan mendukung jabatan yang kamu lamar.

14. Jangan panik. Meski kamu sudah melakukan segala persiapan dengan matang, kamu punya kemungkinan untuk dikejutkan dengan pertanyaan yang tidak kamu duga. Persiapkan dirimu untuk kemungkinan yang buruk sekalipun. Tetap fokus dan jangan terlihat panik.

15. Bicaralah dengan gaya bercerita. Jangan bicara seperti kamu sedang membaca daftar riwayat hidupmu. Bicaralah dengan mengalir, sebagaimana kamu tengah bercerita soal pengalaman kerja dan pencapaianmu. Hal ini penting untuk membangun nuansa yang nyaman, dan membuktikan bahwa kamu adalah orang yang cerdas tetapi tetap terkontrol.

 

Disadur dari jobsarch.about.com

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan