Kamu Bosan dan Stres dengan Pekerjaanmu? Cintai Pekerjaanmu dengan 4 Kiat Ini!

[ISIGOOD.COM] Berdasarkan waktu normal, kamu akan bekerja selama tidak kurang dari 5-6 hari kerja. Dan untuk seharinya, kamu bekerja tak kurang dari delapan jam dalam sehari. Sudah pasti, ada kalanya kamu terasa penat, bosan dan stres dengan kegiatanmu yang selama itu terasa terus menerus serasa menguras tenaga dan pikiranmu.

Rasa-rasanya kamu pun seolah pekerjaanmu yang awalnya terasa sangat menyenangkan berubah begitu saja. Semua yang kamu rasakan hanya menimbulkan rasa depresi yang berkelanjutan dan tidak adanya lagi kebahagiaan. Lalu, apa sih yang seharusnya kamu lakukan agar dirimu kembali mencintai pekerjaanmu?

Satu catatan penting, jika kamu memutuskan berhenti apa kamu sanggup dan langsung memiliki pekerjaan pengganti? Jika tidak, maka satu hal utama yang patut kamu pikirkan adalah meminimalisir stres. Sebab, stres itu sendiri dapat mengurangi perfoma kerjamu.

Dr Hendrie Weisinger, rekan penulis buku How To Performa Under Pressure: The Science of Doing Your Best When It Matters Most mengatakan, ada kiat-kiat menangani hal ini sehingga kamu bisa kembali mencintai pekerjaan yang semua kamu banggakan itu. Apa saja kiatnya? Simak ya Gooders!

Kamu harus menciptakan “me time”

Sebelum kamu memulai hari dengan pekerjaanmu yang membuat jantung berdebar, tegang atau meeting dengan klien yang membuatmu stres, kamu perlu memikirkan hal bahagia di luar pekerjaan. Misalnya, kamu disarankan untuk membayangkan momen liburan kamu, romantisme dengan pasangan atau saat menyenangkan dengan keluarga.

Kamu bisa membuka kembali kenangan manis itu dengan beragam foto saat kamu bahagia. Menurut Weisinger, berdasarkan studi, melihat foto bahagia terbukti membuat kamu lebih tegar dan bersemangat.

Perlu melakukan kebiasaan yang menambah rasa percaya dirimu

Ini mungkin bisa dikatakan sedikit konyol atau tidak penting. Namun, kegiatan ini ternyata sangat membantu semangatmu selama kamu melakukan pekerjaan. Kamu perlu berdiri di depan kaca bak superhero. Tidak perlu lama, cukup 1-2 menit saja.

Kamu bisa mengepalkan tanganmu, busungkan dada dan tengadahkan kepala. Atur juga nafasmu dalam-dalam agar detak jantung stabil. Sebab, menurut Weisinger, berdiri dengan pose superhero ini cukup efektif dalam memproduksikan testosterone yang menebarkan rasa percaya diri. Pose ini juga ampuh untuk menurunkan hormon kortisol yang merupakan hormon stres.

Kamu hanya perlu menyimpan rencana kerjamu dalam hati

Terkadang, memang ada baiknya kamu berbagi atau sharing masalah dengan orang lain semisal sahabat ataupun keluarga. Namun ternyata itu tidak melulu positif. Kamu bahkan bisa membuat dirimu semakin tidak mencintai pekerjaanmu.

Dengan bercerita kesana kesini, otomatis akan membuat semakin banyak orang yang tahu. Misalnya mengenai promosi jabatan, proyek atau hal lain. Itu akan membuatmu terlalu fokus pada ekspektasimu saja. Alhasil jika kamu gagal maka kamu akan mengecewakan banyak orang. Dan itu akan semakin membuatmu tertekan.

Kamu harus menyadari bahwa kamu adalah seorang yang beruntung

Kamu itu beruntung, maka kamu harus mencintai hobi dan pekerjaanmu itu! (mindjet.com)

Jika pekerjaanmu adalah hobimu sendiri, maka kamu adalah orang yang beruntung. Tak sedikit orang yang bekerja bukan karena keinginan hatinya, tak sedikit orang yang bekerja karena terpaksa.

Jika kamu sudah bekerja sesuai dengan hobi dan minat kamu maka kurang beruntung apalagi sebuah bayaran untuk sebuah hobi. Jadi, jagalah agar pekerjaanmu selalu menjadi hobi yang kamu cintai.

Sebab, jika rasa cinta itu telah hilang maka kamu hanya akan seperti zombi hidup yang tidak memiliki tujuan yang jelas. Bahkan hanya untuk menyalurkan hobinya. Jadi, kamu memang perlu kiat untuk meminimalisir stres dan rasa tertekanmu dengan kembali mencintai pekerjaanmu.

Nah, pastinya untuk kamu yang sudah mulai cinta pada pekerjaan yang meluntur. Ini recomended banget! Selamat mencoba. Happy working!

Kompas.com dan berbagai sumber

Ini Dia 4 Cara Tepat Memilih Karir yang Tepat Untukmu!

[ISIGOOD.COM] Sudah semestinya, seseorang berpikir dan mempertimbangkan baik-baik akan karir yang dipilihnya. Tidak seharusnya, hal yang akan kita tekuni itu dipilih dan dilakukan hanya dengan main-main semata. Sebab, sekali saja kamu terjebak dalam karir yang ternyata tidak menyenangkan buatmu, kamu bisa terperangkap dalam waktu yang tidak sebentar.

Karir yang tepat tentunya diinginkan oleh semua orang. Tepat dalam hal ini adalah pas dan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Semuanya pas pada tempatnya dan tidak membuat kita menyesal setelah memilih karir itu. Itu artinya karir tersebut cukup tepat dan cocok untukmu.

Ada banyak hal yang membuat seseorang menentukan karirnya. Kadang, kita melibatkan banyak orang dalam pertimbangan karir dan pekerjaan yang kita pilih. Sebab, resiko sepenuhnya memang harus kita tanggung. Namun, tak jarang pula kita bimbang dan bingung dengan pekerjaan yang akan kita pilih. Pastinya, kamu nggak mau kan menyesal atas pilihanmu? Ini dia beberapa hal yang penting kamu perhatikan untuk memilih karir yang tepat untukmu! Simak!

Kamu harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu

Ini akibatnya jika kamu memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Masih kandidat saja kamu sudah tidak sesuai. (careeraddict.com)

Siapa sih yang ingin bekerja dengan tidak sepenuh hati? Apapun yang tidak dikerjakan sesuai dengan minat sudah dipastikan tidak maksimal hasilnya. Begitu pula dengan pekerjaan yang kamu pilih. Jangan sampai kamu memilih pekerjaan yang sama sekali tidak kamu minati. Sebab, sedari awalpun kamu akan merasakan sesuatu yang tidak pas, tidak nyaman dan tentunya tidak kamu sukai. Sebaliknya, kamu akan lebih mengerjakan sesuatu dengan senang dan sepenuh hati jika berawal dari minat dan kesukaanmu.

Kemampuan juga tidak kalah penting untuk menjadi bahan pertimbangan. Perusahaan manapun berkeinginan menerima seorang pekerja yang mampu mengerjakan tugasnya dengan baik. Untuk itu, kemampuan tentunya juga menjadi tolak ukur yang penting dalam menentukan pilihan kerjamu. Jika tidak memiliki kemampuan ini dan tidak yakin bisa mempelajarinya, maka kamu juga akan selalu yakin tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik.

Kamu harus mengetahui dan mempertimbangkan suasana dan waktu kerja

Suasana yang pas dan waktu yang sesuai akan menjadi pilihan tepat pekerjaan untukmu. (millennialmagazine.com)

Suasana dan situasi kerja merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah karir atau pekerjaan. Hal ini juga bahkan dapat mempengaruhi kualitas kerja. Bukan hanya kualitas kerja saja yang akan berpengaruh. Tentunya, kamu pun memiliki kehidupan lain selain kerja. Kamu harus benar-benar menyesuaikan situasi ini. Untuk itu, sebelum memilih atau bahkan menerima sebuah pekerjaan kamu harus mengetahui dan mempertimbangkan suasana dan waktu kerjamu.

Perhatikan dan hitung baik-baik gaji yang akan kamu peroleh sebelum memilih pekerjaan

Perhatikan gaji yang ditawarkan. Cukup nggak? (inddist.com)

Gaji memang bukan segalanya untuk menjadi pertimbanganmu dalam memilih sebuah pekerjaan. Namun, ternyata ini juga merupakan salah satu hal yang menjadi penting. Sebab, pastinya siapapun menginginkan gaji yang menarik yang cukup untuk seluruh kebutuhan sehari-hari. Jika perlu bisa disisihkan untuk keperluan masa depan.

Nah, untuk itu, perkirakanlah apakah tawaran gaji di pekerjaan yang akan kamu pilih itu sesuai dengan keinginanmu. Kamu pastinya tidak ingin menyesal di kemudian hari setelah menyadari bahwa gaji yang kamu terima memang tidak cukup. Namun, hal ini bukan berarti menjadikanmu tidak mengambil kesempatan apapun. Apalagi, kamu masih fresh graduate. Kamu tidak boleh melulu memikirkan gaji.

Kamu harus mengetahui stabilitas pekerjaan itu sebelum menentukan pilihan karir

Kamu tidak mau kan suatu saat dipecat hanya karena stabilitas perusahaan terganggu? (work.chron.com)

Salah satu aspek lain yang tidak kalah penting dalam memilih pekerjaan di masa depan adalah stabilitas pekerjaan. Meskipun ada tawaran pekerjaan dengan gaji yang menjanjikan, jangan sampai kamu terkecoh. Belum tentu kan pekerjaan dalam industri itu mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua sektor pekerjaan dan bisnis akan terus-terusan berjaya. Untuk itu, kamu harus pintar-pintar mempelajari pasar tenaga kerja yang baik dan pilihlah pekerjaan yang kemungkinan besar mampu bertahan lama. Pekerjaan itu juga harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Untuk itu, pilih pekerjaan yang terbaik untukmu.

Nah, itu dia guys beberapa hal yang penting banget kamu perhatikan sebelum menentukan karir ataupun pekerjaan. Pilihlah baik-baik. Semoga bermanfaat dan semoga sukses!

Ini Dia Kiat Jitu Saat Kamu Mengikuti Job Fair!

[ISIGOOD.COM] Langsung melamar ke perusahaan idaman kerap kali dilakukan oleh fresh graduate dan job seeker lainnya. Itu biasanya dilakukan saat adanya proses pembukaan rekrutmen karyawan baru. Bisa juga langsung kirim surat lamaran dan CV secara manual, bisa juga via email. Biasanya kita akan mengetahuinya dari surat kabar, koran ataupun sistem pencarian online.

Namun, ada salah satu tempat yang paling sering disambangi para job seeker dan fresh graduate. Tempat tersebut adalah job fair. Biasanya, diadakan di suatu gedung ataupun tempat yang berisi beberapa atau bahkan puluhan perusahaan yang tengah mencari kandidat karyawan bagi mereka. Minimal ada beberapa kesempatanmu untuk bekerja di salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam job fair itu.

Tapi tak sedikit setelah sekian job fair kamu mengikutinya, dengan setelan baju lengkap dengan sabar mengantri dan rela berjubelan, tidak jarang seolah sia-sia. Berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ternyata tidak ada panggilan interview atas follow up lamaranmu saat job fair. Nah, ini dia beberapa kiat jitu sukses saat mengikuti job fair. Apa saja? Simak!

Persiapkan dokumen penting

Siapkan dokumen penting jauh-jauh hari. (cosmopolitan.co.id)

Panitia penyelenggara job fair biasanya mencantumkan nama-nama perusahaan yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Gunakan informasi ini untuk melakukan riset pada perusahaan-perusahaan yang menurut kamu potensial. Intinya, kamu harus mengetahui detail beberapa perusahaan yang kamu anggap potensial.

Informasi ini akan memberikan kesempatan bagi kamu untuk fokus pada skill dan pengalaman kamu yang memang sesuai. Ini juga memberikan kamu batasan saat menjawab pertanyaan ketika harus mengikuti wawancara tanpa persiapan apapun. Perusahaan sangat tahu bagaimana cara melakukan screening interview saat job fair dan persiapan kamu akan bermanfaat untuk mengantisipasi hal ini.

Seringkali, penyelenggara Job Fair biasanya juga mencantumkan rincian dan deskripsi pekerjaan di bawah daftar perusahaan yang berpartisipasi. Sebaiknya kamu membuat catatan terkait dengan rincian tersebut untuk membantu proses perekrutan kamu selanjutnya.

Persiapkan resume dan cover letter dengan versi yang berbeda-beda

Persiapkan baik-baik. jangan sampai begini. (vemale.com)

Janet Albert, pendiri Executive Search Regional Director untuk Bridgespan mengungkapkan bahwa cover letter (surat pengantar lamaran kerja) sebaiknya ditulis dengan rapi, singkat dan bebas dari kesalahan kecil. Format resume yang digunakan harus yang simpel dan dapat membuat perusahaan memahami resume kamu secara cepat dan berkata, “Saya mengerti dengan jelas informasi tentang orang ini.”

Dia juga menekankan pentingnya menulis banyak versi dari cover letter dan resume kamu sebelum berpartisipasi dalam Job Fair karena akan ada banyak perusahaan dari industri yang beragam pada event tersebut. Buat resume dan cover letter yang dapat menunjukkan skill dan pengalaman yang relevan terhadap posisi yang akan kamu lamar.

Janet menambahkan untuk membawa beberapa versi resume dan cover letter sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan lowongan yang beragam. Mempersiapkan softcopy-nya juga merupakan ide yang baik saat perusahaan meminta kamu untuk melamar secara online. Datang dengan persiapan yang baik adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan kesan positif terhadap perusahaan yang potensial selama Job Fair berlangsung.

Kamu juga bisa membuat alternatif lain dengan cara memperbanyak jumlah salinan resume dan cover letter yang akan kamu bawa ke Job Fair. Jika kamu juga membawa softcopy pun juga akan sangat membantu. Terdapat beberapa perusahaan yang telah berbasis digital, sehingga mungkin mereka akan meminta kamu untuk menyimpan file resume dan cover letter kamu di laptop mereka. Selain itu, jasa printing biasanya hadir di setiap Job Fair, maka lebih baik kamu persiapkan softcopy dokumen kamu.

Latihan menjawab pertanyaan wawancara

Ingat-ingat dan latihan wawancara kerja. (youthmanual.com)

Yakinlah bahwa selalu ada kemungkinan kamu akan diwawancarai secara on the spot. Jadi, alangkah baiknya kamu menyiapkan diri. Kamu harus berlatih menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja. Cari tahu lebih dulu setiap pertanyaan yang mungkin muncul sehingga kamu siap selama proses tersebut.

Para pencari kerja biasanya mengenakan pakaian yang bernuansa kasual saat menghadiri Job Fair karena lebih nyaman saat digunakan untuk berjalan ke sana ke mari. Tapi ini dapat menjadi hal yang memalukan ketika kamu mendadak diundang untuk mengikuti wawancara. Lebih baik kamu bersiap walaupun dengan outfit yang kasual, namun kamu harus terlihat “smart” untuk berjaga-jaga ketika hal ini terjadi. Ingat bahwa kamu sedang berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan, jadi penampilan kamu harus lebih baik dari yang lain.

Nah, itu dia guys yang bisa kamu lakukan untuk sukses dalam setiap job fair yang kamu ikuti. Selamat mencoba. Ingat, jangan pernah menyerah sebelum mendapatkan apa yang kamu inginkan. Semangat!

Sumber: jobsdb.com

Yang Harus Kamu Lakukan Saat Pertama Kali Masuk Kerja Di Lingkungan yang Benar-benar Baru Bagimu

[ISIGOOD.COM]  Mencari pekerjaan memang susah, semua orang tahu. Harus menyingkirkan ratusan bahkan mungkin ribuan jobseeker lain untuk memenangkan sebuah posisi pekerjaan. Maka dari itu, kamu pasti senang tidak terkira ketika akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan itu. Kamu mulai membayangkan hal-hal indah dalam pekerjaanmu. Saking semangatnya, kamu mungkin tidak sabar untuk menantikan hari pertama masuk kerja.

Tapi persoalannya, banyak orang yang kaget ketika dia mulai masuk kerja. Jika sebelumnya bayangan hari pertama masuk kerja adalah hal yang sangat menyenangkan, kenyataannya tidak demikian. Justru, banyak bahkan hampir semua orang merasa, hari awal masuk kerja adalah saat yang paling tidak nyaman. Malah mungkin kamu akan langsung merasa ingin quit saja dari pekerjaan ini. Padahal sebelumnya, kamu sudah sangat menanti-nantikan hari pertamamu bekerja disana.

Sebenarnya, ini adalah hal yang lumrah dan dirasakan oleh hampir semua orang yang masuk ke lingkungan kerja baru. Mereka, yang saat ini kamu lihat telah begitu paham dengan pekerjaannya, pun juga merasakan hal yang sama dulu di awal dia masuk kerja. Tapi mereka berhasil beradaptasi sampai akhirnya bisa expert begini. Nah, ini kuncinya! Adaptasi.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sangat asing ini?

 

Siapkan mental sebaik-baiknya. Karena mungkin banyak hal tidak menyenangkan terjadi

Tantangan kerja (life-in-saudiarabia.com)

Kamu harus siapkan mental dengan baik. Karena kamu akan masuk ke lingkungan yang baru, bersama orang-orang yang baru juga. Mereka mungkin terlihat sudah sangat akrab satu sama lain. Sedangkan kamu hanyalah orang asing. Kamu akan merasa orang-orang bersikap sangat cuek terhadapmu, mereka ngobrolin sesuatu yang kamu tidak paham sama sekali dan terlihat asik sendiri.

Karena kamu adalah orang baru, kamu juga mungkin belum paham soal aturan tertulis ataupun tidak tertulis di sana. Misalnya soal cara berpakaian. Jadi, kamu siap-siap saja kalau kamu mendapatkan teguran. Jangan terlalu baper saat ditegur, soalnya itu hal biasa!S

 

Jangan kebanyakan tingkah, jangan sok asik

Sebagai orang baru, wajar jika kamu ingin terkesan ramah. Kamu ingin cepat-cepat punya teman. Tapi akan jadi aneh kalau kamu bersikap sok asik. Kebanyakan gaya, kebanyakan tingkah. Karena itu hanya akan membuatmu jadi orang yang tidak menyenangkan. Kalem aja! Banyak mengamati, banyak mendengarkan. Baru kamu bisa paham bagaimana harus mengambil sikap.

 

Berikan atensi untuk orang di sekitarmu

Berikan atensi sekitar (drdianehamilton.com)

Berikan kesan ramahmu. Jika tidak boleh terlalu banyak bicara, kamu bisa beramah tamah dengan memberikan atensi yang cukup untuk orang lain. Perhatikan orang yang sedang berbicara, berikan kontak mata yang ramah, tertawalah ketika ada yang lucu, senyumlah ketika orang menatap ke arahmu. Berikan jawaban yang baik ketika orang bertanya kepadamu.

 

Perhatikan budaya kerja di sana berikut karakter orang-orang di dalamnya

Sebagai orang baru, kamu harus mengamati benar bagaimana budaya kerja di sana. Bagaimana karakter orang-orang di dalamnya. Ini penting supaya kamu lebih bisa membawa diri. Bisa menjaga sikap. Jangan sampai sikapmu ini nabrak-nabrak budaya kerja yang ada di sana.

 

Belajar memahami pekerjaanmu

Saat pertama masuk, kamu mungkin merasa bingung, tidak paham apa-apa, gak ngerti harus ngerjain apa. Tapi gak masalah, itu hal wajar. Mereka yang saat ini sudah mahir, dulu juga mengalami kebingungan seperti yang kamu rasakan saat ini. Jadi tenang aja. Pintar-pintarlah mengamati,  ini hanya soal waktu. Nanti, kamu pasti akan paham dengan sendirinya.

 

Berpikir untuk mundur? Ingat susahnya kamu mendapatkan pekerjaan ini

Seminggu, dua minggu, kamu mungkin masih juga belum nyaman dengan lingkungan kerjamu yang baru. Ada kalanya kamu pulang kerja dengan muka murung, bahkan nangis sesenggukan. Sampai kamu berpikir untuk mundur saja dari pekerjaan itu. Tapi tunggu! Kamu yakin persoalan selesai setelah kamu mengundurkan diri?

Kamu hanya akan dicap sebagai seseorang bermental tempe. Toh, nanti di lingkungan kerjamu yang lain, kamu pun akan mengalami hal serupa. Jadi sudahlah, hadapi dan taklukkan pekerjaanmu ini!

 

Kalau mereka bisa, kenapa kamu tidak?

Sekali lagi, mereka yang saat ini kamu lihat sudah sangat terampil melakoni pekerjaannya, dulu juga merasakan ketidaknyamanan seperti kamu sekarang ini. Jadi, sudahlah, anggap ini sebagai fase wajar yang memang dihadapi oleh semua orang. Kamu hanya sedang harus bersabar, banyak belajar dan banyak mendengar. Kalau mereka saja bisa, kenapa kamu tidak!

Apapun Pekerjaanmu, Kerjakan Semaksimal Mungkin!

[ISIGOOD.COM] Awal meniti karir di dunia kerja tentunya menjadi tantangan baru. Bisa jadi, segala sesuatu akan terasa baru. Berbeda dengan dunia kampus. Dulu, minimal kita hanya perlu mempertanggungjawabkan hasil belajar kita pada diri dan orang tua. Masuk di dunia kerja, tanggung jawab itu bukan hanya bagimu. Namun, kita berhubungan, berkomunikasi serta bertanggungjawab pada orang lain.

Nah, dalam dunia kerja ini kamu baru akan memasuki dunia yang sebenarnya. Selain tuntutan kerja, saat bekerja kamu juga akan menjumpai banyak masalah dan rintangan. Misalnya atasan yang galak atau rese’, partner kerja yang nggak asyik atau lingkungan kantor yang ngebosenin. Apa saja sih langkah yang harus kamu ambil? Bahkan mungkin ada juga kamu yang pernah merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang sudah kamu lamar.

Biasanya, pekerjaan yang dirasa tidak cocok itu berasal dari kurangnya perencanaan masa depan. Belum lagi faktor lain yakni terlalu panik dengan cap pengangguran atau tuntutan orang tua. Disaat itu, kamupun melamar kerjaan apapun asalkan tak menganggur. Alhasil, kamu merasa tidak cocok dan “terjebak” dalam pekerjaan yang kamu lamar sendiri. Betul bukan? Lalu, kalau kamu mengalami ini, apa saja sih yang harus kamu lakukan? Hati-hati dalam mengambil sikap. Sebab, ternyata jika salah dalam bertingkah, justru bisa merusak jenjang karir kamu loh!

Apapun pekerjaanmu, kerjakalah secara maksimal!

Apapun Pekerjaanmu, Kerjakan Secara Maksimal! (returnofkings.com)

Jika kamu telah mendapat pekerjaan yang berniat kamu tekuni, maka jangan pernah mengerjakannya dengan setengah setengah. Jika telah menjadi tugasmu, kerjakan secara maksimal. Kalau perlu, tunjukkan seluruh kemampuan dan potensimu dalam bekerja. Buktikan bahwa kamu memang memiliki nilai plus yang bisa jadi daya tawarmu dengan orang lain. Dari sana, atasan atau bahkan pemimpin perusahaanmu akan mengetahui bahwa mereka memiliki aset berharga yang tidak boleh mereka lepas. Berbeda dengan pekerja yang tidak memiliki nilai plus, tidak akan dianggap terlalu bernilai. Ingat, dunia kerja adalah persaingan yang nyata. So, lets compete!

Merasa tidak cocok, bermalas-malasan sama sekali bukan pilihan yang baik

Buat kamu yang tadi merasa “terjebak” dalam pekerjaan yang menurutmu tidak cocok, malas bekerja bukan tindakan yang tepat. Bahkan, bekerja sekedarnya saja juga tidak cukup. Buktikan kalau kamu berharga. Mengapa? Sebab, segala sesuatunya itu berhubungan. Bukan tidak mungkin, antar instansi menjalin sebuah relasi. Sifat malas dan ogah-ogahan kamu akan menjadi catatan buruk dalam riwayat dunia karir kamu.

Alih-alih pengen segera ganti pekerjaan, justru jadi boomerang buat kelanjutan masa depan kamu. Jadi, bagaimanapun posisi kamu lakukan pekerjaan kamu secara maksimal. Tentunya kamu memperoleh pekerjaan dengan baik. Jadi kalau toh akhirnya kamu mengambil keputusan untuk melepasnya juga harus dengan cara yang baik. Sebab, hal itu akan menjadi salah satu penunjang karir kamu kedepannya.

Problem eksternal, solusinya dari diri kamu sendiri

Solusinya Berasal Dari Dirimu Sendiri. Jadi, Raihlah Kesuksesanmu! (cepamagz.com)

Atasan yang galak, nggak pengertian atau rese’ akan terselesaikan dengan cara bagaimana kita menyikapinya. Bisa jadi, dia hanya ingin kamu lebih disiplin dalam bekerja. Tentunya dia juga ingin terus mendongkrak kualitas kinerja seluruh bawahannya. Jadi, jangan ambil kesimpulan bahwa kalau dia galak atau rese’ bukan berarti dia sentimen sama kamu. Apalagi, jika kerjamu sudah maksimal. Be positive thinking guys.
Kalau pun ada atasan yang benar- benar sentimen sama kamu walaupun kinerjamu sudah oke, serahkan saja pada Tuhan. Doakan agar Tuhan segera melunakkan hatinya. Selalu bawa tindakan dan pikiran positif dalam setiap jenjang karirmu. Pastinya suatu saat kamu akan meraih seluruh anganmu. Good luck for you!

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan