Apakah Menggelapkan Kulit Berbahaya?

[ISIGOOD.COM] Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, Jum’at (18/19) mengumumkan pelarangan penggunaan sunbed atau alat penggelap kulit menggunakan sinar ultraviolet sintetik, bagi remaja di bawah 18 tahun. Selain itu, mereka juga mengimbau para produsen sunbed dan pelaku usaha tanning salon, untuk memasang peraturan yang jelas.

Pengguna sunbed diwajibkan mengisi formulir yang menyatakan mereka mengetahui dan mengerti tentang risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan sunbed dan alat penggelap kulit lainnya. Mereka juga diwajibkan untuk melaporkan kondisi kesehatan, enam bulan setelahnya.

sunbed atau alat penggelap kulit (guysndollshair.co.uk)

Imbauan tersebut muncul menyusul tingginya kasus gawat darurat yang melibatkan cedera akibat alat penggelapan kulit. Setidaknya, setiap tahun, FDA menerima laporan 3000 kasus cedera akibat sunbed.

Sebelumnya, pada 2013, FDA telah melarang penggunaan sunbed bagi remaja di bawah 18 tahun. Namun, pelarangan itu kemudian dicabut.

Kini, pelarangan itu digalakkan kembali, karena berkaitan dengan rekomendasi International Agency for Research on Cancer, bagian dari World Health Organization (WHO).

“Yang kami lakukan adalah melindungi kaum muda dari bahaya dan risiko kanker kulit, juga bahaya kesehatan lainnya,” kata Komisioner FDA Stephen Ostroff, seperti dilansir Fox News. “Mereka yang terpapar risiko paling tinggi adalah remaja berusia di bawah 18 tahun.”

Di AS, penggelapan kulit adalah bagian dari ritual kecantikan bagi banyak remaja. Setidaknya 1,6 juta remaja menggelapkan kulit mereka, setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, menurut data American Academy of Dermatology, 35 persen wanita dewasa di AS, 59 persen mahasiswa dan 17 persen remaja, setidaknya pernah mencoba menggelapkan kulit menggunakan sunbed. Padahal, mereka yang menggelapkan kulit lewat sinar ultraviolet sintetik, berisiko 59 persen lebih tinggi terkena kanker kulit.

Bagi wanita kulit putih, memiliki kulit sewarna zaitun atau sedikit kecoklatan dianggap seksi. Itulah sebabnya, mereka kerap melakukan teknik penggelapan kulit dengan cara praktis: sunbed.

Faktanya, melanoma, jenis kanker kulit paling ganas, kini prevalensinya meningkat di wanita kalangan usia 15-29 tahun, dibanding pria dengan usia yang sama.

Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga : Seperti Inilah Kecantikan Princess Disney Jika Benar-Benar Ada Di Dunia Nyata!

Ternyata Dari Segi Dermatologis, Tidak Semua Orang Butuh Pelembab Kulit

[ISIGOOD.COM] Mengoleskan pelembab mungkin sudah menjadi rutinitas sebelum memulai aktivitas di luar rumah. Pelembab dipercaya dapat menjaga kelembapan kulit sepanjang hari meski terkena terpaan matahari sekalipun.

Tapi, tahukah Anda bahwa pelembab malah bisa menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan bahkan terlihat lebih tua?

Data dari perusahaan perawatan kulit, La Roche-Posat, menyebutkan sebanyak 70 persen perempuan dewasa mengeluh memiliki kulit yang kering dan sensitif. Tidak sedikit juga yang mengalami bintik hitam pada kulitnya.

Para dermatologis mengatakan hal itu bukanlah kebetulan belaka. Dermatologis kosmetik dokter Rachael Eckel mengatakan pelembab menyebabkan sel kulit mati, kering, berjerawat, pori-pori membesar dan membuat kulit menjadi sensitif.

dr. Rachael Eckel (youtube.com)

Sejatinya, menurut Eckel, hanya 15 persen orang yang benar-benar membutuhkan pelembab.

Ke-15 persen orang itu adalah mereka yang mempunyai kulit kering karena sifat genetik.

Eckel menjelaskan mereka cenderung punya pori-pori yang terlihat dan mempunyai kulit tubuh yang kering dengan kondisi seperti eksim.

“Dan sisanya, memiliki kulit yang normal yang sebenarnya tidak membutuhkan pelembab,” kata Eckel dikutip dari Daily Mail.

Pelembab biasanya mengandung campuran air dan zat yang dapat melembutkan, seperti mineral dan minyak dari tumbuhan. Kandungan ini menghentikan air menguap atau berevaporasi dari kulit.

Pelembab biasanya mengandung campuran air dan zat yang dapat melembutkan (cantiknyakulitsehat.com)

Ada juga humectant yang akan membawa air dari lapisan bawah kulit ke permukaan. Bahan tersebut membuat kulit lebih lembab dan mencegah gatal serta menjaganya agar tetap kenyal.

Dokter Eckel menjelaskan, yang membuat kulit bersinar dan terasa lembab adalah air.

Air disimpan pada lapisan kulit yang paling bawah, di tempat yang strukturnya seperti busa bernama glycosaminoglycans (GAGs).

Air tersebut dikunci di bawah lapisan kulit. Sementara itu, lapisan kulit paling atas seperti tembok bata, dengan lemak dan protein sebagai lapisannya, menjaga semua tetap pada tempatnya dan sel terdehidrasi.

“Lapisan kulit teratas juga memproduksi pelembab alami (NMFs) yang sangat penting yang disebut asam amino, urea, dan asam laktat, yang menjaga kulit kenyal, menjaga dari sinar UV, serta mengatur pengelupasan kulit secara alami,” kata dokter Eckel.

Jika permukaan kulit dilapisi oleh pelembab, ia akan mengirim sinyal kepada sel-sel untuk menghentikan produksi pelembab alami dan menganggu lapisan kulit penyimpan air.

Akhirnya lapisan epidermis mengerut dan menipis, dan garis-garis pada kulit pun mulai muncul.

Eckel juga menambahkan, pelembab akan menjaga sel kulit mati tetap berada di atas permukaan kulit. Dan sumbatan minyak pada pori-pori akhirnya menyebabkan jerawat dan rosacea, sebuah kondisi yang menyebabkan noda pada kulit, kulit yang tidak rata, dan warna merah pada kulit.

Pelembab yang mengandung banyak minyak juga dapat menyebabkan hilangnya oksigen pada kulit, sebuah kondisi yang disukai bakteri penyebab jerawat.

Kondisi ini juga yang membuat bakteri baik yang menjaga kesehatan kulit mati. Jadi, cermatlah sebelum memakai ya

Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga : Minuman Alami Pelangsing Badan

5 Manfaat Mandi yang Wajib Kamu Ketahui

[ISIGOOD.COM] Kegiatan membersihkan badan adalah hal wajib dilakukan setelah beraktivitas seharian penuh. Hal ini dikarenakan banyaknya polusi dan partikel bebas yang bertebaran dan menempel di tubuh, sehingga rutinitas mandi dipandang sangat utama dalam menjaga kesehatan. Mandi ternyata tidak hanya berfungsi menjadi rutinitas membersihkan diri saja. Penelitian membuktikan bahwa mandi juga bermanfaat untuk membuat tubuh lebih santai.

Penelitian dari jurnal Complementary Therapies in Medicine menemukan bahwa berendam dalam air hangat setiap hari selama 8 minggu lebih efektif meredakan kecemasan dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan.

Lebih dari itu, mandi juga mempunyai manfaat lainnya bagi tubuh, termasuk untuk mencegah beberapa penyakit. Dikutip dari Prevention, berikut beberapa manfaat mandi yang bisa Anda dapatkan:

Mengobati Psoriasis

(healthyohealthy.com)

(healthyohealthy.com)

Mandi air hangat dengan beberapa sendok makan minyak zaitun atau minyak kelapa dapat menyembuhkan kulit gatal dan bersisik yang disebabkan oleh psoriasis.

“Minyak bertindak sebagai pelembab, membantu menghilangkan sisik dan membuat kulit Anda tahan terhadap infeksi,” jelas Abby Jacobson, anggota dewan medis dari Yayasan Psoriasis Nasional.

Namun, jangan terlalu lama berendam. Waktu berendam tidak boleh dari 10 menit untuk menghindari kulit kering, meski berendamnya dalam air yang bercampur minyak.

Gunakan kain lembut untuk mengusap tubuh, dan jangan menggosoknya dengan bahan-bahan yang kasar karena akan membuat kulit lebih meradang. Setelah berendam, gunakan krim pelembab untuk menjaga kelembapan kulit.

Mengakali kulit kering di musim dingin

(allnaturebeauty.com)

(allnaturebeauty.com)

Musim dingin biasanya membuat kulit menjadi lebih kering. Untuk menghindarinya, masukkan gandum utuh ke dalam kaus kaki kering. Tutup ujung kaos kaki dengan karet gelang.

Kemudian masukkan kaos kaki tersebut ke bak berisi air hangat. Berendamlah selama 15-20 menit. Senyawa avenanthramides dalam gandum itu ternyata tidak hanya bisa menyembuhkan kulit yang meradang atau gatal, tapi juga bisa mencegah kulit kering.

Membuat tidur lebih nyenyak

(menhealthy.co.uk)

(menhealthy.co.uk)

Mandi air hangat sebelum tidur bisa membuat tidur lebih nyenyak. Air hangat meningkatkan suhu tubuh dan selimut yang dingin menurunkannya secara bertahap. Saat itu tubuh melepaskan hormon melatonin yang membuat tubuh mengantuk.

Meningkatkan kerja otak

(tnooz.com)

(tnooz.com)

Menurut jurnal Alternative and Complementary Therapies, menambahkan minyak esensial pada air mandi Anda berfungsi untuk mempertajam memori, dan mengurangi stres.

Menangkal pilek

(forbes.com)

(forbes.com)

Mandi air hangat dapat mengobati saluran hidung yang tersumbat dan menghilangkan nyeri tubuh. Mandi air hangat juga dapat melepaskan hormon endorfin di otak yang dapat menghilangkan rasa sakit pada tubuh.

Pada akhirnya mandi tidak hanya menjadi persoalan kebiasaan membersihkan tubuh saja. Namun juga menjadi salah satu penangkal dari berbagai gangguan kesehatan.

Sumber: cnnindonesia.com