Tertarik dengan Dunia Koperasi? Yuk Ikuti Cooperative Fair UI

Cooperative Fair (COFA) adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Acara ini dibawahi langsung oleh Badan Otonom Economic Student Cooperative (ESCO). COFA hadir untuk memberikan edukasi serta menginspirasi para masyarakat umum khususnya para pemuda/i bangsa untuk dapat bersama-sama  memajukan dunia perkoperasian di Indonesia dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi koperasi dalam mengatasi masalah perekonomian rakyat yaitu kemiskinan.

Saat ini COFA telah memasuki usia 10 tahun. Pada tahun ini, ESCO selaku Koperasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Deputi Koperasi Nasional. 10th COFA sendiri memiliki rangkaian  acara berupa Cooperative Competition, Cooperative Visit, Cooperative Night, Seminar dan Talkshow, serta “Merayakan Kebersamaan” oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah deputi Koperasi Nasional . Cooperative Competition sendiri merupakan kompetisi yang terbagi dua yaitu Cooperative Plan untuk mahasiswa/i seluruh Indonesia dan Cooperative Quiz untuk siswa/i SMA/sederajat seluruh Indonesia. Cooperative Visit dan Cooperative Night merupakan rangkaian acara yang wajib diikuti oleh 5 tim Cooperative Plan terbaik dan 9 tim Cooperative Quiz SMA terbaik. Seminar dan Talkshow merupakan acara pembahasan mendalam mengenai koperasi dan kemiskinan yang terbuka untuk peserta umum.

10th COFA bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Deputi Koperasi Nasional memberikan hadiah utama Cooperative Trip ke Singapura untuk juara pertama Cooperative Plan dan Cooperative Quiz serta uang. Tujuan utama dari Cooperative  Trip tersebut adalah mengetahui bagaimana suatu koperasi dapat dijalankan dengan baik dan benar melalui pembelajaran dari salah satu koperasi terbesar di Singapura. Tim-tim terbaik dari Cooperative Plan dan Cooperative Quiz juga akan mendapatkan hadiah berupa uang.

Print

Cooperative Competition akan diselenggarakan di dua tempat yaitu Hotel Harris Tebet, Jakarta, untuk rangkaian Cooperative Plan dan Cooperative Quiz pada tanggal 7, 8, dan 10 Februari 2016 dan Auditorium Soerja Atmadja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, untuk acara seminar dan talkshow yang juga terbuka untuk umum pada tanggal 9 Februari 2016. Peserta lomba Cooperative Plan (mahasiswa) dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000 dan Cooperative Quiz (SMA) dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp120.000. Untuk info lebih lanjut mengenai kompetisi dalam 10th Cooperative Fair dapat mengunjungi www.esco-febui.com/halaman/cofa-10th , atau melalui Official  Line  Account  10th   Cooperative  Fair  (@rwg1667s)  dan  Official  Twitter  Account 10th

Bagaimana gooders? tertarik untuk mengikuti? Selamat Mencoba!

[Beasiswa] Mau Melanjutan Studi Ke Mana Setelah Lulus SMA? Beasiswa di Lima Universitas Favorit Bisa Menjadi Pilihanmu!

[ISIGOOD.COM] OSC atau Online Scholarship Competition merupakan kompetisi berbasis online untuk memperebutkan 50 beasiswa S-1 di 5 Universitas swasta favorit di Jakarta tanpa biaya sepeserpun.

Event online pertama di Indonesia ini diselenggarakan oleh metrotvnews.com untuk mempermudah proses seleksi dan memperluas kesempatan bagi kamu yang berada di luar Jakarta untuk bisa menjalankan seluruh proses seleksi tanpa harus datang langsung ke ibukota.

Kualifikasi

  • Peserta adalah Warga Negara Indonesia
  • Peserta WAJIB mengupload berkas diri :
    • Foto diri terbaru, maksimal 100kb
    • Lembar terakhir buku raport kelas 2 / 11
    • Sertifikat / penghargaan akan prestasi non akademik (Jika ada)
  • Peserta WAJIB mengisi data diri pada Microsite yang tersedia
  • Peserta WAJIB memiliki KTP / Kartu Pelajar / Kartu Identitas diri
  • Peserta WAJIB memiliki, Akun Social Media, Email, dan No Telp/HP
  • Peserta adalah siswa SMA/SMK/Sederajat yang duduk di Kelas 3 / 12 di tahun ajaran 2015-2016
  • Peserta adalah siswa yang akan lulus pada tahun 2016 atau yang lulus di tahun 2015 namun belum kuliah
  • Peserta WAJIB memiliki prestasi dibidang Akademik
  • Peserta HARUS dapat menunjukan bukti prestasi yang dimilikinya
  • Perserta TIDAK dipungut bayaran (GRATIS)

CTq6gUPUwAEzeu0

Lalu, apa saja sih hadiah yang akan diperoleh para pemenang OSC 2015?

  1. Bebas uang pangkal
  2. Bebas uang semester selama 4 tahun dengan adanya evaluasi penilaian di tiap semester
  3. Sertifikat pemenang

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di sini. Segera daftarkan dirimu secara online di website OSC.

 

Empat Tim Indonesia Unggul Dalam Kompetisi Wirausaha Di Singapura

[ISIGOOD] Pada Young Social Entrepreneurs (YSE) 2015 kali ini di Singapura, Empat tim Indonesia berhasil menggungguli 15 tim finalis lain, dengan menunjukkan kemampuan menggagas bisnis bermisi sosial, berdampak pada masyarakat, dan berkelanjutan dari sisi manajemen dan operasional.

Direktur Eksekutif Singapore International Foundation (SIF), Jean Tan, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan satu dari kunci utama yang bisa dibanggakan adalah bagaimana Program YSE dari Singapore International Foundation ini, menawarkan para pengubah dunia muda dari seluruh dunia kesempatan berharga untuk berkolaborasi dalam bertukar gagasan.

Dari program yang sudah dijalankan enam tahun ini, menurut dia, sangat menyentuh hati, dan dapat menyaksikan generasi muda dari seluruh dunia membangun hubungan baik yang didapatkan dari kesamaan semangat untuk perubahan sosial.

Salah satu anggota dewan juri yang juga merupakan Ketua Asia Philanthropic Ventures Chua mengatakan generasi muda sekarang ini sangat berbeda dengan beberapa generasi sebelumnya, yaitu lebih terekspose dengan dunia dan lebih terdidik, dan memiliki pandangan dunia yang berbeda.

Mereka melihat diri sebagai pionir dan juara, memiliki niatan besar untuk membuat perubahan.

Melalui SIF dan YSE, ia mengatakan ingin memaksimalkan energi dan niatan besar ini untuk membawa dampak sosial dalam berbagai kelompok masyarakat di Singapura dan wilayah lainnya.

Peserta YSE dari Indonesia (ecodoe.net)

Ia merasa yakin bahwa kegiatan ini bersumbangsih dalam menguatkan hubungan antarwarga dunia, mendorong lebih banyak berbuat kebaikan dan lebih banyak memberi kepada masyarakat.

Salah satu pemenang YSE yang merupakan CEO WateROAM, David Pong (26) mengatakan, melalui program SIF dirinya dapat bergabung dalam jaringan global para “Changemakers” yang memiliki semangat yang sama untuk mengubah dunia dengan gagasan sosial.

Gagasan menjadi wirausahawan sosial, menurut dia, memang terkadang terasa berat, namun jaringan kuat Program YSE dan metode pembinaannya yang bagus, membantu peserta selangkah lebih maju dalam mewujudkan mimpi dalam menyediakan air bersih ke masyarakat dunia yang membutuhkan.

Tim Indonesia yang berhasil meraih anugerah YSE, yakni tim Ecodoe, Osiris, STARTIC, dan WateROAM beranggotakan 16 pemuda yang telah bersaing dengan 15 tim wirausahawan sosial muda lainnya dari seluruh dunia, sebelumnya juga melalui seleksi ketat dari total 41 tim atau 90 peserta wirausahawan muda dunia.

Tim Ecodoe memberdayakan perajin lokal dan ibu rumah tangga di Jawa Barat, tim OSIRIS yang memberdayakan masyarakat memiliki keterbatasan fisik dan petani buah naga di Yogyakarta, tim STARTIC memberdayakan masyakat terpinggirkan (marjinal) untuk memproduksi kerajinam dari produk daur ulang, tim WateROAM pencipta inovasi sistem penyaring air yang berguna di daerah-daerah yang terkena bencana, terutama di negara-negara berkembang.

Osiris memproduksi dan memasarkan es krim buah naga. Perusahaan sosial yang digawangi oleh Aldo Egi Ibrahim (22), Sheila Reswari (22) dan Ali Bahtiar Sirry (21) ini, memberdayakan komunitas disabilitas dan petani buah naga di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Sheila menyampaikan, rencananya dana ini akan mereka gunakan untuk membangun pabrik dan membeli motor penjaja es krim khusus untuk orang disabilitas, “Selama ini kami memproduksi menumpang pada satu rumah karyawan,” katanya.

Lain lagi dengan Vania Santoso, pemrakarsa Startic ini akan memanfaatkan dana bantuan ini untuk memperkerjakan desainer profesional, sehingga produknya lebih fashionable dan menjadi premium.

Startic sejak tahun lalu memproduksi barang olahan dari kemasan bekas sak semen menjadi produk fashion seperti tas dan sepatu.Tak hanya itu, perempuan 23 tahun ini akan menambah pekerja yang adalah para perempuan mantan pekerja seks yang dulu beroperasi di Dolly, Surabaya.

Setelah melewati evaluasi berdasarkan dampak, skala dan keberlanjutan dari kewirausahaan sosial, lima tim terpilih mendapatkan skor tertinggi dengan gagasan bisnis yang paling praktikal.

Demi Peningkatan dan memajukan kewirausahaan sosial mereka, pendanaan sebesar 20.000 dolar Singapura atau setara dengan sekitar Rp200 juta diberikan SIF kepada masing-masing tim.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Pecatur Muda Asal Indonesia Raih Gelar Master Internasional

[ISIGOOD] Catur tidak hanya sekadar permainan mengasah otak saja, namun juga olahraga yang diselenggarakan sebagai kompetisi. Saat ini, Indonesia terus melakukan regenerasi atlet untuk mendapatkan pecatur masa depan. Kabar baik datang ketika pecatur yang belum genap 15 tahun, berhasil meraih gelar master Internasional.

Dia adalah Master FIDE (MF) Arif Abdul Hafiz, remaja asal Kabupaten Bogor, yang baru saja mencatatakan dirinya sebagai salah satu peraih gelar master internasional (MI). Dia meraih gelar itu usai mengalahkan MF Yeoh Li Tian, Malaysia, dalam turnamen Malaysia Open, September lalu.

Master FIDE (MF) Arif Abdul Hafiz, remaja asal Kabupaten Bogor (sicilian-najdorf.net)

Arif menang atas pecatur tuan rumah di nomor babak 9. Ia pun mengalami kenaikan rating sebesar 112 angka. Remaja asli Babakan Madang ini juga meraih hadiah Best U-16.

“Ini prestasi membanggakan bagi kami. Arif berhasil meraih gelar MI karena berada di ranking 16 Malaysia Open,” ujar Pelatih Catur Kabupaten Bogor, MF Endar Sakti Lubis seperti dikutip dari jpnn.com

Endar menjelaskan, selain menerima kenaikan gelar, Arif juga menyabet bonus uang tunai sebesar 100 ringgit dari panitia. Hal itu terjadi karena berhasil GM Jayson Gonzalez dari Filipina.

“Pada nomor Catur Kilat setelah Turnamen Malaysia Open, Arif berhasil keluar sebagai juara ketiga. Dimana dua diantaranya dengan menumbangkan GM Laylo Darwin dan GM Oliver Barbosa (Filipina). Sedangkan juara pertama Catur Kilat diraih MI Sean Winshand dari Indonesia,” beber pecatur nasional itu.

Menanggapi hasil yang diraih Arif, Wakil Ketua KONI Kabupaten Bogor, Zaenal Syafrudin merasa bangga. Bukan hanya karena ia aset Bumi Tegar Beriman, tapi juga pernah ikut andil dalam kesuksesan adik kandung MF Sumardi itu. “Dia sempat jadi anak asuh salah satu perusahaan besar di Babakan Madang,” ujarnya.

Zaenal mengungkapkan betapa perlunya perhatian lebih untuk mereka. Minimal mereka harus dibantu mendapatkan bapak angkat yang akan membiayai keperluannya selama turnamen.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Alunan Merdu Paduan Suara Anak Indonesia Menang di Kompetisi Internasional

[ISIGOOD.COM] Tepat di tengah panggung kompetisi Golden Gate Internasional Choral Festival, terdengar alunan merdu lagu Bungong Jeumpa dan Janger yang dibawakan oleh kelompok paduan suara anak-anak Indonesia ‘the Resonanz Children Choir’. Kelompok paduan suara yang diikuti oleh 48 berusia sembilan tahun keatas ini berkompetisi di empat kategori untuk ajang The Golden Gate International Choral Festival 2015 yang diselenggarakan di wilayah teluk San Francisco, California.

Kategori tersebut adalah lagu daerah, historis, gospel, dan kontemporer. Tidak tanggung-tanggung, kelompok paduan suara anak dibawah the Resonanz Music Studio pimpinan konduktor Avip Priatna di Jakarta ini berhasil meraih dua juara pertama untuk kategori lagu daerah dan historis, juara dua di kategori gospel, dan juara tiga untuk kategori komtemporer.

The Resonanz Children Choir juarai The Golden Gate International Choral Festival (tribunnews.com)

“Kita satu-satunya grup dari Asia yang mendapat juara satunya (sebanyak) dua kali,” papar sang konduktor sekaligus pelatih, Devi Fransisca.

Namun, menurut Devi, kompetisi di Amerika kali ini adalah yang paling bergengsi. Tidak hanya bisa melihat kelompok paduan suara dari berbagai belahan bumi lainnya, tetapi mereka juga berkesempatan untuk mengharumkan nama bangsa, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia.

“(Penonton dan juri) senang melihat Bungong Jeumpa sama melihat Janger. Kemudian kita juga bawa banyak kostum nasional. Kita bawa kostum dari Aceh (dan) Bali. Kemudian anak-anak (di kategori lagu daerah) juga menyanyi sambil menari,” tambah perempuan yang tengah melanjutkan kuliah di The University of Music, Drama and Media Hanover di Jerman ini.

Namun, memang semua ini harus dilakukan dengan kerja keras dan disipin. Devi mengaku banyak sekali persiapan yang harus dilakukan dalam mengikuti kompetisi ini. Tidak hanya harus latihan menyanyi setiap hari, anak-anak ini harus tinggal berjauhan dengan orang tua mereka selama kompetisi berlangsung. Maka dari itu para pelatih dan pembimbing juga harus merangkap menjadi orang tua mereka. Untungnya, untuk kompetisi kali ini ada sekitar 10 orang tua yang ikut berangkat, sehingga bisa membantu anak-anak, mulai dari mengatur jam tidur hingga makanan mereka.

“Persiapan mental mereka yang paling penting. Sama fisik mereka,” ujar konduktor yang pernah memperoleh gelar konduktor terbaik sebanyak dua kali saat mengikuti kompetisi-kompetisi di tingkat internasional ini.

Selain itu para pembimbing dan orang tua juga ikut membantu dalam hal kostum. Mulai dari pembuatan, persiapan, dan juga pemakaiannya. “Selama pertandingan kan harus ada yang memakaikan kostum, make-up, itulah peran kami ibu-ibu di sini,” ujar Giok Hartono, penasihat anak di the Resonanz Children Choir.

Sebelumnya kelompok paduan suara anak yang berdiri pada tahun 2007 ini juga sudah pernah mengikuti bahkan menang di berbagai kompetisi internasional lainnya, termasuk di Hungaria dan Hongkong. Musibah pun sempat melanda ketika beberapa kostum yang mereka tinggal di mobil dicuri orang ketika di San Francisco, “(Kaca) mobilnya dipecah. Gimana ya, lagi sial. Untung saya ada cadangan jadi bisa terpecahkan,” lanjut Giok.

Devi juga selalu memotivasi anak-anak bimbingannya, “Kita kaya dan benar-benar mampu secara potensial bersaing di dunia Internasional, khususnya untuk bidang paduan suara dan musik.” Ia selalu menekankan kepada mereka untuk selalu bangga akan tanah air tercinta.

Sumber: voaindonesia.com