Kenapa Pengangguran Masih Ada Padahal Lowongan Kerja Masih Banyak? Gimana Cara Mengatasi Pengangguran? Simak Animasi Ini!

[ISIGOOD.COM] Mendapat kerja adalah impian semua orang, terutama mereka yang baru lulus SMA/SMK atau kuliah. Apalagi kalau pekerjaan itu sesuai dengan minat dan bakat kita serta sanggup memberi kita pendapatan yang lumayan. Syukur-syukur jika dengan penghasilan kita,  lantas kita bisa menghidupi keluarga, anak, saudara, dan bahkan membahagiakan orang tua kita, sebagaimana dulu orang tua kita menghidupi kita. Lebih baik lagi jika dengan pekerjaan yang kita tekuni, kita bisa ikut membuka lapangan kerja dan membuka pintu nafkah untuk banyak orang. Pernahkah kamu punya impian seperti itu?

Tapi, hmm… Kenyataannya di lapangan, mendapat pekerjaan impian tidak semudah itu. Bahkan data statistik mengatakan, pengangguran selalu bertumbuh setiap hari. Ribuan akademisi dari berbagai jenjang pendidikan sering terkatung-katung menganggur tidak punya pekerjaan selama berbulan-bulan. Antrian para pencari kerja selalu berderet panjang menanti kejelasan nasib karier mereka. Ada yang lulus psikotes tapi tidak lulus wawancara, yang lulus wawancara tidak lulus tes kesehatan, yang lulus tes kesehatan tidak lulus tes magang. Para pencari kerja pun kebingungan, kenapa mereka tidak kunjung mendapat kerja? Ternyata, para perusahaan pencari tenaga kerja pun kebingungan! Kenapa mereka tidak kunjung mendapatkan tenaga kerja yang cocok! Lama-kelamaan, tenaga kerja asing yang lebih kompeten pun masuk ke Indonesia, mengisi berbagai macam posisi strategis di perusahaan besar.

Kenapa ini bisa terjadi? Apa sesungguhnya yang kurang dari tenaga kerja kita dan apa sebenarnya yang dicari oleh perusahaan pencari tenaga kerja? Jawabannya bisa kamu dapat di animasi infografis isigood.com berikut ini. Selamat menyaksikan!

 

Oke, itu tadi bagian 1. Lanjut ke bagian 2 yaa:

5 Alasan Bekerja Terlalu Keras Ternyata Tidak Baik Untukmu!

[ISIGOOD.COM] Karir memang seringkali membuat seseorang lupa diri. Kesibukan kerja tak jarang membuat kita melupakan kesehatan dan keluarga. Kita tidak menyadari bahwa kita masih memiliki dunia lain selain dalam karir. Banyak hal yang perlu kita perhatikan selain semata-mata karir.

Akhirnya, tak jarang kita seolah mendedikasikan hidup untuk karir. Setiap saat tentang kerja dan kerja. Jika tidak bekerja secara keras dan mati-matian maka merasa belum puas. Kita tidak menyadari bahwa bekerja terlalu keras justru merugikan diri sendiri. Bahkan, seringkali bekerja terlalu keras bukan membawa manfaat melainkan sebuah kerugian.

Ada beberapa alasan mengapa bekerja terlalu keras hanya akan merugikanmu. Kerugian yang kamu dapatkan bukan hanya dalam kegiatan di luar karir seperti keluarga, persahabatan ataupun lingkungan. Namun justru juga untuk karir yang kamu bangga-banggakan itu. Nggak percaya? Simak ini beberapa alasan bahwa bekerja terlalu keras ternyata tidak baik untukmu!

Kerja terlampau keras dengan jam kerja yang panjang bisa menurunkan produktivitas

Kerja begini bisa malah menurunkan produktivitas loh guys! (quickhealth.net)

Kita adalah manusia, bukan robot. Bahkan, robotpun memiliki batas kerja agar tidak mengalami kerusakan. Begitu pula manusia. Berdasarkan penelitian, bekerja dimulai sejak fajar hingga senja merupakan tradisi yang sangat lama. Seiring berjalannya waktu, penelitian yang dilakukan Henry Ford pada 1926 telah mengubah konsep lama itu. Dia mengubah waktu kerja menjadi 8 jam sehari agar membuat para pekerja lebih produktif.

Sebab, kita sangat tahu bahwa semakin berat kita bekerja maka semakin menurun daya dan konsentrasi kita terhadap suatu pekerjaan. Bahkan, bekerja terlampau lama bisa jadi membuat kualitas pekerjaan yang kita lakukan akan menurun meskipun kuantitasnya memenuhi. Untuk itulah, generasi saat ini pun tidak menganggap lamanya kerja sebagai indikator produktivitas seseorang.

Promosi dalam karir bukan karena jam kerja yang panjang

Siapa bilang lamanya kerja penentu promosi jabatan? (theatlantic.com)

Siapa bilang kalau semakin panjang jam kerja kita maka peluang promosi akan semakin besar? Itu adalah pemikiran yang tradisional. Dulunya memang pemikiran tradisional mengatakan bahwa jika kamu bekerja sangat keras hingga lembur dan tengah malam, maka kamu akan dilihat bos dan mendapat promosi karir. Ternyata itu tidak lagi berlaku saat ini.

Saat ini, jam kerja kamu bukan lagi menjadi penentu dalam mendapatkan promosi dari atasan loh. Hal yang menjadi kenyataan adalah seseorang mendapatkan promosi jabatan adalah dari managemen waktu yang cepat selesai melakukan pekerjaan daripada orang yang lain. Dia yang cepat, sesuai deadline dan tepat pada waktunya memiliki kesempatan lebih untuk promosi jabatan.

Bisa membedakan mana yang menjadi prioritas, bukan sekedar menjalankan kerja

Bukan yang hanya kerja saja, tapi juga yang tahu prioritas dalam kerja, (wordpress.com)

Anggapan tradisional mengungkapkan bahwa melakukan setiap permintaan dari atasan adalah cara cepat mendapat promosi. Namun, ternyata saat ini itu tidak sepenuhnya berlaku dan tidak sepenuhnya benar. Generasi saat ini lebih perlu pandai dalam mendahulukan prioritas ketimbang menjalankan semua pekerjaan saja. Warren Buffet pernah berkata bahwa perbedaan antara orang sukses dan sangat sukses, orang yang sangat sukses berani mengatakan tidak untuk suatu hal.

Mengambil alih semua pekerjaan seorang diri

Multitasking juga tidak baik untukmu (icaruswept.com)

Di era saat ini, ada seseorang yang justru mendapatkan amarah dari atasan saat mengambil alih semua pekerjaan seorang diri. Dia justru dianggap sebagai salah satu faktor kemunduran perusahaan. Sebab, pekerjaan yang dilakukan justru membuat sama sekali tidak maksimal. Memang, multitasking justru membuat kualitas pekerjaan akan menurun.

Generasi saat ini justru memiliki acuan bahwa bekerja secara bersama-sama dalam tim jauh lebih efektif untuk produktivitas. Itu bahkan akan membuat kamu menguras energi dengan sangat percuma bahkan bisa merugikan dirimu sendiri. Kamu bisa mempercayakan suatu pekerjaan sesuai bidangnya dengan sistem kerjasama.

Tidak mau istirahat dan menolak ajakan istirahat oleh rekan kerja

Tidak ada salahnya kamu menerima ajakan makan siang rekan kerja (squarespace.com)

Siapa bilang jika beristirahat saat jam kerja itu tidak penting? Hal ini sangat penting. Ini adalah jaman dimana generasi lebih memperhatikan kualitas kerja. Dengan beristirahat, maka kinerjamu akan lebih baik lagi. Bahkan, tidak ada gunanya kamu menolak ajakan makan siang oleh rekan kerjamu. Sebab, sosialisasi dengan rekan kerja juga tak kalah penting.

Nah, itu dia guys beberapa alasan yang menjadikan bekerja terlalu keras ternyata bisa merugikan dan tidak baik untuk karirmu sendiri. Sekarang sudah tahu kan? Pastinya setelah tahu kamu bisa mengambil langkah konkrit kan? So, happy working!

Sumber : lifehack.org

 

Baca juga : Mau Harimu Produktif? Coba 3 Kebiasaan Ini Pada Pagimu!

Kamu Sedang Bosan-bosannya Dengan Rutinitas Kerja? Ini Tips Mengatasinya!

[ISIGOOD.COM] Bagaimanapun, rasa bosan di tempat kerja merupakan hal yang sangat wajar. Bagaimana tidak, ketika pada jam yang sama, tempat yang sama dan orang yang sama kita harus melakukannya hampir setiap hari. Bahkan, kita juga mengerjakan sesuatu yang tidak jauh berbeda dari hari ke harinya menuju minggu ke minggu, bulan dan tahun.

Rasa bosan sangatlah wajar terjadi dalam kehidupan seorang pria/wanita karir. Namun rasa bosan tidak boleh dipelihara. Selain dapat menganggu kinerja dan kualitas karirmu, rasa bosan bahkan bisa membunuh kebahagiaanmu perlahan. Bayangkan saja, jika hari kita tidak menyenangkan dan terjebak dalam rutinitas yang semu, apa bedanya kita dengan robot?

Duh, tentunya kamu sebagai manusia berbeda dengan robot. Kamu itu punya perasaan, emosi dan kemanusiaan yang harus terus dijaga. Jangan sampai rutinitas pekerjaan menjadikanmu sebagai sebuah robot ataupun zombi hidup. Lalu, apa saja sih yang perlu kita lakukan saat sedang bosan-bosannya bekerja? Ini dia tips untuk mengatasinya!

Buatlah ruang kerjamu menyenangkan

Ruangan kerja yang bersih dan cantik bisa hilangkan rasa bosan (boompict.com)

Suasana dan keadaan meja yang itu-itu saja tentunya akan membuatmu semakin bosan. Suasana yang menyenangkan tentunya akan menjadikan mood kamu berbeda. Kamu bisa menambah beberapa pemanis di meja kerjamu. Misalnya sebuah bunga atau asesoris lain yang bisa membuat keadaan lebih menyenangkan. Bukan hanya itu, suasana yang bersih juga harus senantiasa kamu jaga.

Membuat kopi ataupun snack ringan

Minum kopi atau snack bisa mengurangi rasa bosan (walesonline.co.uk)

Untuk menghilangkan suasana yang membosankan, kamu bisa membuat dirimu nyaman dengan membuat secangkir kopi agar pikiranmu lebih enjoy. Selain itu, kamu juga bisa membwa bekal sejenis makanan ringan. Keduanya terbukti dapat mengurangi rasa bosan saat bekerja di dalam kantor dengan rutinitas yang membosankan.

Sejenak enjoy dengan mendengarkan musik

Kamu juga bisa mendengarkan musik. (shutterstock.com)

Kamu juga bisa menyingkirkan rasa bosan dan mood yang tidak baik dengan mendengarkan musik favoritmu. Agar tidak menganggu rekan kerjamu yang lain, kamu bisa menggunakan headset pribadi. Tapi ingat, kamu tidak boleh mengesampingkan pekerjaanmu walaupun tengah mendengarkan musik. Sebab, tujuanmu mendengarkan musik adalah untuk meningkatkan kinerjamu.

Merencanakan liburan di akhir pekan

Jangan lewatkan liburanmu! (static.guim.co.uk)

Akhir pekan adalah hak kamu untuk berlibur. Jangan melakukan pekerjaanmu saat liburan. Kecuali memang kamu sedang perlu lembur atau menyelesaikan target. Sebab, terlalu penat dan jenuh juga dapat menganggu kestabilan kualitas bekerja. Jadi, saat berlibur kamu harus memanfaatkannya untuk membuat pikiran dan suasana hatimu kembali fresh dan siap bekerja saat masuk. Jadi, rencanakanlah liburanmu yang menyenangkan bersama teman ataupun keluargamu.

Ngobrol dan interaksi dengan rekan kerja

Interaksi dengan rekan kerja juga tidak salah kok. (myjuracoffe.com)

Jika sedang luang ataupun telah menyelesaikan pekerjaanmu, tidak ada salahnya kamu ngobrol dengan rekan kerjamu. Hal itu tidak akan dilarang jika dilakukan sesuai aturan kantor. Misalnya sedang istirahat ataupun memang sedang santai. Berbincang santai terbukti dapat menghilangkan rasa penat dan bosan. Apalagi, membicarakan hal yang menyenangkan misalnya tentang hobi. Oya, ngobrol bisa kamu lakukan jika rekan kerjamu tidak terganggu.

Itu dia beberapa tips mengatasi rasa bosan dengan rutinitas kerja. Ingat, rutinitas yang membosankan bisa perlahan membunuhmu. Nikmatilah hidupmu dan selamat mencoba!

Awas, 5 Hal Ini Bisa Bikin Atasan Tidak Menyukaimu!

[ISIGOOD.COM] Dalam dunia kerja, tidak setiap yang kita inginkan bisa didapatkan. Terkadang ingin sekali mendapatkan rekan kerja yang asyik, gaji yang menarik serta atasan yang menyenangkan. Namun, bisa jadi yang terjadi tidak sesuai yang kita inginkan.

Banyak masalah yang akan kita dapatkan. Apalagi jika masalah yang kita dapat adalah dari atasan. Kamu bisa senam jantung jika memiliki masalah dengan atasan kamu. Belum lagi kamu seorang karyawan yang baru saja diterima. Untuk itu, ada beberapa hal yang benar-benar harus kamu perhatikan.

Tidak semua tindakan dan sikap bisa kamu tunjukkan begitu saja dalam dunia kerja. Sebab, sebagai karyawan kamu harus selalu menjaga profesionalisme. Nah, sebisa mungkin kamu juga harus menghindari hal-hal yang membuat atasanmu tidak menyukaimu. Apa saja hal-hal yang bisa membuat atasan tidak menyukaimu? Ini dia!

Terlalu banyak bertanya

Ati-ati, terlalu banyak bertanya siap-siap saja disemprot si bos. Apalagi jika pertanyaanmu tidak bermutu! (lidcn.com)

Kamu harus benar-benar fokus. Jangan sampai ketidakfokusan membuat kamu tidak paham dengan instruksi dari atasan kamu. Sebab, kejelasan instruksi atasan sangatlah penting. Namun, hal itu tidak lantas membuatmu terus-terusan bertanya.

Terlalu banyak bertanya akan menjadikanmu terlihat kurang berpengetahuan, tidak percaya diri dan kurang inisiatif. Bahkan beberapa pimpinan perusahaan menganggap pertanyaan kecil yang terlalu detail justru sangat mengganggu. Mereka juga akan merasa kesal. Jadi, perhatikan baik-baik dan keep fokus saat ada instruksi.

Terlalu banyak alasan

Sudah tahu salah, terlambat atau tidak beres masih banyak alasan! (forbesmg.com)

Siapapun tidak menyukai orang yang terlalu banyak alasan, termasuk bos kamu. Misalnya saat kamu diberi instruksi suatu pekerjaan kamu tidak menyanggupinya karena alasan tertentu. Bukan hanya itu, alasan yang terkesan dibuat-buat juga akan membuat atasanmu menganggapmu tidak berguna.

Selain berkenaan dengan penugasan, terlalu banyak alasan juga timbul jika terjadi kesalahan pekerjaan. Misalnya kamu menyalahkan orang lain atas terjadinya suatu kekacauan atau kesulitan saat bekerja. Kamu semestinya memang harus tetap tenang dan kurangi rasa panik saat berhadapan dengan bos.

Seringkali salah saat menjawab suatu pertanyaan bos

Banyak sekali pimpinan perusahaan yang kesal jika bawahannya seringkali salah saat menjawab pertanyaan. Atasanmu tentunya berkeinginan untuk mengetahui seberapa baik dan terorganisirnya kamu dalam bekerja. Terlalu sering salah dalam menjawab pertanyaan pertanyaan juga membuatmu terkesan bodoh dan tidak mudah belajar. Jadi, ketika bosmu bertanya, maka jawablah setepat dan secepat yang kamu bisa.

Tidak memberikan solusi atas masalah

Beeh, jangan sampai lempar masalah saja tanpa menyajikan solusi! (kompasiana.com)

Ini hal klasik yang sering terjadi. Tak jarang sebagai karyawan seringkali berdiskusi dengan atasan mengenai sebuah masalah atau tantangan yang terjadi. Nah, dalam hal ini kamu harus mencoba mencari jalan keluarnya dengan benar.
Atasanmu tentunya akan kecewa jika kamu lebih pandai membahas berbagai macam masalah namun tanpa disertai dengan solusi. Jadi, berpikirlah cerdaslah untuk menyelesaikan masalah dan memberikan kontribusi untuk solusi.

Selalu merasa benar dan tidak pernah salah

Tuh, makanya jangan sampai kamu terus menerus merasa paling benar dan tidak pernah salah. (whstatic.com)

Atasan tidak akan pernah menyukai karyawannya yang terlalu ngotot. Apalagi karyawan yang selalu merasa bahwa dirinya paling benar. Di dunia ini tidak akan pernah ada orang yang sepenuhnya benar. Jika kamu telah merasa paling benar, maka sangat jarang kamu bisa bekerja dalam sebuah tim. Padahal, sejatinya dalam perusahaan adalah bekerja secara bersama-sama.

Siapa hayo yang demikian? Hati-hati aja jika sikapmu demikian, maka bisa jadi atasanmu akan tidak menyukaimu. Jika atasanmu sudah tidak menyukaimu, maka karirmu pun akan seret. Jadi, jauhi 5 hal diatas dan selamat bekerja!

Mau Surat Lamaranmu Dilirik? Pastikan 5 Hal Ini Pada CV Kamu!

[ISIGOOD.COM] Buat kamu yang fresh graduate, sudah berapa surat lamaran yang kamu kirimkan? Hmm, pastinya kamu yang tidak suka nganggur sudah belasan atau bahkan puluhan surat lamaran yang kamu ajukan sejak kamu lulus. Kamu pastinya tidak ingin terus-terusan membebani orang tuamu kan? Gelar sarjana sering terngiang-ngiang dalam telingamu saat kamu masih minta uang saku dari orangtuamu.

Namun, seperti yang kita tahu bahwa lapangan kerja tidak sebanyak lulusan yang ada. Jumlah lapangan kerja dan SDM memang seringkali tidak seimbang. Satu perusahaan kemungkinan bisa menerima puluhan atau ratusan lamaran. Jadi, sudah dipastikan sulitnya para panitia rekrutmen perusahaan dalam menyeleksi kandidat.

Mereka pastinya akan sangat berhati-hati dan mencari kandidat yang terbaik untuk perusahaan. Kandidat yang terbaik dalam seleksi administrasi tentunya akan membuat para penyeleksi menunjuknya untuk lanjut ke tahap wawancara. Nah, untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memperlihatkan bahwa dirimu layak untuk lolos ke tahap selanjutnya. Ini dia beberapa hal yang sangat perlu kamu perhatikan agar CV mu menarik dan dilirik!

Pastikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa sesuai dengan EYD

Baca dan teliti ulang resume kamu baik-baik, Jangan sampai ada kesalahan. (pauwelconsulting.com)

Penggunaan tanda baca ataupun tata bahasa sangatlah mendasar dalam suatu struktur tulisan. Namun yakinlah banyak sekali orang melakukan kesalahan ini dalam menulis resumenya. Belum lagi salah ketik (typo) yang sering. Hindarilah sebisa mungkin kesalahan ini. Ini menunjukkan bahwa kamu sangat lemah dengan hal-hal yang kecil. Itu juga menunjukkan bahwa kamu gagal dalam menjaga kualitas serta terlalu meremehkan sesuatu yang kecil.

Jadi, sebelum kamu mengirimkan CV ke suatu perusahaan, kamu harus mengecek dan memastikannya kembali. Kamu bisa kembali membaca berulang-ulang CV milikmu sampai tidak lagi kamu menemukan kesalahan dalam surat lamaranmu. Jika perlu, kamu bisa meminta bantuan orang lain mengecek kesalahan dalam CV kamu.

Buatlah CV mu tetap rapi dan simpel

Ingat, jangan lupa tulis dengan baik-baik, tetap rapi dan simpel. (wisegeek.com)

Dalam membuat resume, kamu harus memperhatikan hal penting lain yang berkaitan dengan aturan dan kenyamanan membaca. Jadi, kamu harus menjaga bagaimana CV kamu tetap menarik tapi tetap rapi dan simpel. Misalnya terus menjaga konsistensi ukuran font, jenis font dan format halaman. Konsisten dalam hal ini akan membuat kesan bahwa dirimu terstruktur, sistematis dan konsisten. Jangan pula membuat CV kamu berlebihan.

Buat CV mu singkat tapi menarik

Buatlah semenarik mungkin agar perekrut bisa menyalamimu. (kinja-img.com)

Tidak semua CV yang panjang dengan beberapa halaman kertas itu bagus. Kamu akan menunjukkan kesan yang lebih baik dengan resume yang tidak lebih dari 2 halaman. Tujuanmu membuat CV adalah membuat para perekrut mengatakan “ya” agar kamu bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya.

Jadi, tidak perlu boros kertas untuk menyampaikan resume kamu atau bahkan menceritakan kisah hidup kamu. Disini, kamu ditantang menyajikan sebuah ringkasan potensi dirimu dengan padat namun jelas. Nah, untuk itu kamu harus benar-benar pandai dalam menyeleksi apa saja yang perlu kamu masukkan dalam CV kamu.

Harus selalu jujur dalam menulis CV

Jangan sampai menulis kebohongan. (tqn.com)

Jangan pernah kamu berbohong tentang identitas atau riwayat hidup kamu. Sebab suatu saat kebohonganmu pasti akan terkuak. Nah, jika ketidakjujuranmu terkuak maka latar belakangmu akan membuatmu dipecat dari pekerjaan di kemudian hari. Ingat, bahwa kebohongan yang kamu berikan akan selalu mengikuti kemanapun kamu pergi.

Tidak perlu menuliskan informasi rahasia

Jangan sampai kamu menuliskan informasi rahasia! (tqn.com)

Jika kamu pernah bekerja sebelumnya, jangan pernah menuliskan informasi rahasia. Jangan pernah menuliskan informasi yang sensitif. Jika kamu menuliskan informasi rahasia perusahaan mu dulu,  itu menunjukkan bahwa kamu tidak dapat dipercaya. Kamu juga tidak akan diterima karena ketakutan terlebih dulu jika perusahaan mereka kamu bocorkan rahasia perusahaan yang kamu tuju.

Itu dia 5 hal yang harus ada jika kamu menginginkan CV kamu dilirik saat melamar kerja. Perhatikan baik-baik dan cobalah terapkan. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!