Masalah Datang Bertubi-tubi? Ingat Bahwa Hidup Harus Terus Berlanjut!

[ISIGOOD.COM] Pernah nggak guys kamu menghadapi beberapa persoalan sekaligus. Contohnya, pada keadaan itu kamu sedang dilanda persoalan ekonomi yang cukup pelik. Misalnya, kamu sedang dalam keadaan benar-benar bokek. Eh, kamupun tengah menghadapi kekecewaan hati. Seperti pasanganmu yang mengkhianati dan menyakitimu. Hatimu pun pecah berkeping-keping.

Di saat itu juga, kamu sedang kecewa dengan tugas-tugas akademikmu yang seolah tak juga kelar meski berusaha kamu selesaikan. Jika saat itu terjadi, maka seolah ritme kehidupanmu terganggu. Bahkan, jika ada lebih dari satu yang bersamaan tentunya kamu merasakan hal yang terasa jauh lebih buruk. Pasti saat itu kamu merasakan bahwa dunia terasa amat sangat memuakkan. Bahkan, mungkin itu terasa seperti dunia berhenti berputar.

Pikiran butek, penat hatipun sangat kalut dan galau. Jika sudah demikian, apa sih yang harus kamu lakukan? Mungkin kamu hanya pasrah dan seolah tak berdaya menghadapi semua masalah yang datang. Namun, terkadang saat kita merasa kuat ternyata ada saja halangan datang untuk membuatmu seolah kembali pasrah atau menyerah. Jika ada permasalahan yang datang bertubi-tubi, apa yang harus kamu lakukan?

Jangan pernah merasa semuanya telah berakhir

Yakinlah, dunia tidak akan berakhir. Masih banyak harapan (exploringpsyche.com)

Guys, adanya permasalahan adalah keniscayaan. Untuk itu, saat kamu menerima masalah atau bahkan dikeroyok oleh berbagai macam masalah keduniaan maka kamu harus tabah. Hal yang harus kamu garisbawahi adalah bahwa jangan pernah merasa bahwa semuanya telah berakhir. Akan selalu ada mentari yang terbit usai badai. Kamu juga harus yakin, bahwa setiap persoalan maka pasti akan ada jalan. Sedih itu pasti, namun bertahan itu adalah suatu keharusan.

Kamu pasti bisa mengatasinya, sebab masalah yang datang adalah ujian bagimu

Semua ini hanya ujian, kamu harus kuat! (globe-views.com)

Tentunya kamu pun tahu bahwa salah satu ujian bagi seseorang di dunia adalah permasalahan. Kehidupan itu memang sesuatu yang mau tidak mau dan pasti ada saja permasalahannya. Nah, mengenai hal itu kamu benar-benar harus yakin bahwa masalah yang terus-terusan datang itu hanyalah ujian kehidupan. Kamu harus paham, bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan masalah dan beban yang melampaui kemampuanmu.

Sesekali kamu perlu berbagi beban dengan orang yang kamu sayangi

sesekali kamu butuh curhat dan sharing. (omgstory.net)

Sahabat, keluarga ataupun teman bisa kamu pilih sebagai orang yang bisa kamu ajak untuk berbagi beban. Orang kamu sayang dan kamu sayangi pasti akan senantiasa memberikan dukungan padamu. Kamu pernah mendengar, bahwa berbagi dalam beban juga dapat mengurangi rasa penat dan frustasimu.

Tak sedikit orang yang memilih menyimpan dan memendam perasaan kecewa dan frustasinya tanpa berbagi. Ujung-ujungnya, dia depresi. Kemungkinan, dia tak mampu lagi menahan beban yang dia rasakan. Yakinlah, dengan berbagi minimal akan ada orang yang akan merengkuhmu, ada orang yang dapat kamu jadikan sandaran. Oya, namun kamu harus selalu ingat bahwa tak semuanya harus kamu bagi. Ceritakan apa yang perlu kamu ceritakan. Namun kamu harus tetap menyimpan tentang hal-hal yang hanya cukup kamu ketahui saja.

Carilah cara untuk keluar dan menyelesaikan masalah yang membelitmu

Semua masalah pasti ada jalan. (wordpress.com)

Kamu harus berani. Jika kamu ingin membuat perubahan dalam hidupmu, maka kamu menatap tegak ke depan. Jangan sampai beragam masalah justru membuatmu cupet atau patah harapan. Jika tengah dilanda masalah, jangan kamu berusaha untuk lari dari kenyataan. Sebab, saat lari kamu bukan akan menyelesaikan masalah. Namun, kemungkinan kamu malah akan menumpuk persoalanmu, yang mungkin saja akan bertambah lebih buruk.

Apapun yang terjadi, hidupmu harus berlanjut

Bersemangatlah, jangan lupa untuk mencoba terus tersenyum. (devianart.net)

Kehidupan adalah suatu anugerah dari Tuhan yang harus dan patut kamu syukuri bagaimanapun keadaannya. Untuk itu, kamu perlu benar-benar mensyukurinya. Caranya adalah menghargai diri sendiri dan menghargai kehidupan kita.

Apapun masalah yang kamu alami, tidak ada salahnya kalau kamu bangkit kembali. Bahkan, akan salah jika kamu tak kembali bangkit. Memang tidak mudah, namun yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi, hidupmu harus terus berlanjut.

Tuh guys, kamu harus terus bersemangat dan jangan pernah menyerah dengan kehidupan. Yakinlah, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Untuk itu, hidupmu harus terus berlanjut!

Baca juga : Saat Merasa Salah Dalam Memilih Keputusan. Penyesalanpun Datang. Lalu Harus Apa?

Saat Merasa Salah Dalam Memilih Keputusan. Penyesalanpun Datang. Lalu Harus Apa?

[ISIGOOD.COM] Semuanya terasa salah. Rasa sesal yang mendalam melingkupi hati. Hingga membuat apapun yang kamu lakukan terasa tidak menyenangkan. Saat kamu merasa bahwa kamu telah mengambil sebuah keputusan yang salah. Saat itu, kamupun merasa sangat lelah menjalani hal yang telah kamu putuskan di masa lalu. Kamupun berandai seharusnya tidak pernah mengambil keputusan itu. Pernahkah kamu mengalaminya?

Jika pernah, maka kamu adalah seorang yang pemberani. Setidaknya, kamu pernah mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupmu. Setidaknya kamu berani mencoba. Misalnya, kamu dihadapkan pada keharusan memilih sebuah kampus atau jurusan. Namun di suatu waktu, kamu pun merasa salah atau merasa tidak cocok. Atau, kamu dihadapkan pada pilihan untuk tetap di kota kelahiran dengan pekerjaan seadanya atau pergi ke tempat yang jauh dengan gaji pekerjaan yang lebih menggiurkan. Ketika itu, kamupun menetap di kotamu untuk merajut mimpi yang kamu inginkan. Alhasil, kamu merasa salah dan menyesal membuang kesempatan.

Ada seabrek contoh-contoh lain tentang kesalahan sebuah pilihan atau keputusan seseorang. Banyak hal yang membuat kita berada pada situasi untuk memilih. Banyak hal-hal lain yang akan kamu alami dalam kehidupan. Sebab, sejatinya hidup itu sendiri adalah pilihan. Lalu, saat ini apa yang harus kamu lakukan jika pilihanmu terasa salah? Apa yang harus kamu lakukan jika dadamu terasa sesak berisi sesal yang seolah tak termuat lagi? Ini dia hal yang harus kamu lakukan saat itu terjadi!

Jangan berandai-andai bahwa kamu akan kembali ke masa lalu

jangan sampai penyesalan membuatmu kehilangan harapan. (assets.com)

Kamu tidak seharusnya berandai-andai. Saat kamu merasa menyesal dengan keputusan di masa lalu, jangan pernah berandai-andai. Misalnya, berkata atau berpikir seharusnya dulu begini, seharusnya dulu begitu. Seharusnya seperti ini atau seharusnya seperti itu. Mengapa? Sebab dengan sikap ini, maka penyesalanmu akan terasa semakin mendalam.

Jika penyesalanmu terasa semakin mendalam, maka keadaan hatimu akan semakin memburuk pula. Itu sama sekali bukan hal yang baik. Keadaan hati yang buruk hanya akan membuat hidupmu semakin suram dan sama sekali tidak menyenangkan. Hiburlah hatimu dengan lantunan musik atau berbagai hal yang dapat mengubah mood kamu agar lebih baik.

Satu lagi catatan penting, apa jika kamu berandai-andai maka kamu akan kembali ke masa lalu dan bisa memperbaiki salah pilih yang telah terjadi? Sama sekali tidak kan? Semaksimal apapun kamu mencoba untuk kembali ke masa lalu, maka yang kamu dapatkan lagi hanyalah penyesalan. Jadi, menyesal jika ada sesuatu yang tidak sesuai harapanmu itu wajar. Tapi janganlah berandai-andai, toh itu adalah keputusanmu sendiri!

Sejatinya segalanya adalah pilihan, maka hadapi ini sebagai suatu kewajaran

Jangan bersedih, semua ini wajar kok! (tredimasterwellnes.com)

Kamu cukup menyikapi segala yang terjadi sebagai sebuah kewajaran. Sejatinya, hidup memanglah sebuah pilihan. Ketika kamu memilih mengambil suatu jalan lalu kamu menyesal, maka kamu juga dihadapi sebuah pilihan lagi. Saat kamu menyesal akan pilihan itu, kamu akan dihadapkan pada pilihan bahwa akan meneruskan pilihanmu itu ataupun tidak.

Ketika kamu memilih untuk tidak meneruskan pilihanmu, maka pastinya kamu akan melihat sebuah pilihan lainnya. Jadi, memilih hidup ini akan terus sarat dengan beragam pilihan. Kamu hanya perlu menyikapnya sebagai kewajaran. Jadi, kamu tidak perlu menganggapnya sebagai sebuah hal langka. Ini adalah suatu hal yang amat wajar terjadi. Mulai saat ini, anggap dan tanamkan dalam dirimu bahwa ini semuanya adalah kewajaran.

Kamu harus paham bahwa setiap keputusan mengandung resiko masing-masing

Jangan begitulah (ytmg.com)

Tidak ada keputusan yang tidak mengandung resiko. Keputusan apapun yang akan diambil seseorang pasti memiliki resiko. Misalnya, kamu mengambil keputusan untuk keluar dari suatu pekerjaan karena faktor ketidaknyamanan kerja. Maka, resiko yang akan kamu hadapi antara lain tantangan untuk mencari pekerjaan lain, adaptasi dengan lingkungan baru hingga hal-hal kecil lainnya. Namun, bagaimana jika kamu memilih tetap dan tidak resign? Jangan salah. Bahwa jika keputusan tetap bekerja yang kamu ambil juga mengandung resiko.

Resiko seperti apa? Misalnya frustasi dan stres yang terus meningkat, kinerja yang semakin memburuk karena tidak maksimal dan resiko untuk terus mencoba bertahan dengan keadaan. Jadi, apapun keputusan yang kamu ambil memang memiliki resiko. Jadi, jangan berharap jika kamu telah memilih satu hal yang menurutmu sudah sangat pas untukmu maka tidak ada resiko yang akan menghadangmu loh. Apapun itu kamu harus hadapi dengan berani.

Lihatlah ke atas untuk motivasi, tapi lihatlah juga ke bawah untuk bersyukur

Memang kamu perlu banyak bersyukur, jangan terus mengeluh (jewsforjudaism.org)

Pilihan biasanya akan kita ambil sesuai dengan kebutuhan. Namun, kamu harus selalu mengingat bahwa terkadang kebutuhan bisa saja menipu. Ada hal yang sekiranya tidak kita butuhkan, justru kita ciptakan dengan sendirinya. Pikirkanlah baik-baik semua hal yang benar-benar kamu butuhkan. Ingat, kebutuhan itu memang wajib dipenuhi namun sudah semestinya kamu benar-benar perhatikan. Jangan sampai tertipu dengan kebutuhan-kebutuhan palsu.

Satu lagi, jangan kebanyakan mengeluh. Jika kamu terasa sedang merasa salah memilih dan merasa sangat lelah dalam menjalani kehidupanmu, kamu perlu sejenak menenangkan pikiran. Jangan terus-terusan mengeluh. Kamu memang perlu melihat ke atas untuk terus memberikanmu motivasi agar menuju kesuksesan. Namun, kamu juga perlu melihat ke bawah, ke orang-orang yang tidak beruntung agar terus dan senantiasa bersyukur. Jika sudah demikian, maka pikiran dan hatimu pasti akan sedikit banyak lebih nyaman.

Jangan pernah berhenti berusaha, kita tidak tahu apa yang akan terjadi

Ingat, jngan pernah berhenti melangkah adan berusaha. (vividlife.me)

Ketika kamu memilih suatu jalan, kamu bisa berhenti dan memutar arah jika ingin memilih jalan lain. Kamu bisa mengganti jalanmu dengan sebuah jalan pilihan yang menurutmu lebih baik. Itu bisa dan silakan saja coba. Sah-sah saja kamu memilih, bahkan dalam beberapa hal kamu memang harus memilih. Namun, kamu hanya perlu mengingat bahwa jangan pernah berhenti berusaha. Jangan pernah menyerah pada keadaan.

Berhenti berusaha tidak akan menghasilkan apapun. Sementara berusaha terus menerus tanpa hasil yang signifikan bukan berarti sia-sia. Sebab, kita tidak akan pernah mengetahui sepenuhnya apa yang akan terjadi di depan kita. Bayangkan saja ketika kita menempuh suatu jalan untuk sebuah tujuan, kita menyerah pada langkah ke 1000. Ternyata, tempat tujuanmu itu terletak di langkah ke 1002. Jika begini, maka kamu hanya akan kecewa. Jadi, teruslah berusaha untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Nah, itu dia guys, beberapa inspirasi yang bisa kamu ambil. Ingat, jangan pernah merasa hancur meski pilihanmu terasa salah. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Selamat mencoba dan semangat!

Kelompok Teater Yogyakarta Mengajar Teater Boneka di Amerika Serikat

[ISIGOOD.COM] Papermoon Puppet Theater adalah kelompok teater asal Yogyakarta. tiga tahun lalu mereka pernah menyapa warga Amerika Serikat dengan menggelar lokakarya serta pertunjukkan Mwathirika.

Kini, dua pendirinya yaitu Maria Tri Sulistyani yang akrab disapa Ria dan suaminya Iwan Effendi kembali ke negara Paman Sam.

Sejak Oktober 2015, mereka menjadi dosen tamu di Fakultas Humaniora Universitas New Hampshire (UNH). Selama satu semester, mereka mengajar kelas pembuatan topeng, teater boneka dan pertunjukkan.

Ketua Departemen Teater dan Tari UNH David Kaye mengatakan kepada VOA bahwa Ria dan Iwan terpilih setelah menyisihkan sejumlah seniman lain dari seluruh dunia. Kaye menambahkan kehadiran mereka adalah bagian dari program pertukaran budaya Cultural Stages yang untuk pertama kalinya melibatkan seniman Indonesia.

“Tujuan utama program ini adalah memperkenalkan mahasiswa pada suatu budaya yang kemungkinan belum mereka ketahui. Mereka belajar banyak dari Ria dan Iwan. Tidak hanya tentang sejarah dan budaya Indonesia, tapi juga tentang gaya teaterikal mereka yang unik, cara mereka bekerja dengan boneka dan topeng juga belum pernah dialami para mahasiswa kami sebelumnya,” ujar David.

Ria, yang menjabat sebagai Direktur Artistik Papermoon, mengatakan kepada VOA, selain mengajar kelas teater boneka seminggu sekali, mereka juga memproduksi sebuah pertunjukkan yang melibatkan para mahasiswa.

“Sebenarnya lebih ke sharing. Di kelas kami ajarkan cara membuat boneka ala Papermoon, bagaimana kami menghidupkan objek, metode apa yang dipakai. Kami minta mereka membuat boneka yang nanti akan dipakai dalam pementasan pada akhir semester. Dan begitu juga dengan pementasan, kami menunjukkan metode yang kami gunakan yang belum pernah mereka jalani sebelumnya,” katanya.

Pementasan yang akan diadakan bulan depan itu diberi judul SEMATAKAKI, dan menceritakan tentang persahabatan dua anak perempuan di tengah pembantaian massal tahun 1965 di Indonesia. SEMATAKAKI adalah pementasan ketiga Papermoon yang mengangkat tema tragedi 1965 di Indonesia, dari berbagai sudut yang berbeda.

Inilah salah satu adegan dalam pementasan teater boneka Papermoon dalam judul “Mwathirika” (jogjanews.com)

Papermoon memang tidak seperti teater boneka pada umumnya. Dengan medium boneka, mereka kerap mengangkat isu-isu sosial yang serius dan tabu, tanpa dialog ataupun narasi.

Bagi banyak mahasiswa UNH termasuk Teghan Kelly, ini merupakan pengalaman baru. Mahasiswi tingkat tiga itu memerankan seorang anak bernama Tanamera.

“Saya belum pernah ikut main teater boneka sebelumnya. Karakter Tanamera sangat menarik perhatian saya karena kisah Sematakaki yang luar biasa. Dan menceritakan sebuah kisah tanpa kata-kata adalah hal yang sangat bermakna dan merupakan pengalaman baru bagi saya,” katanya.

Selain Kelly, pertunjukkan SEMATAKAKI melibatkan puluhan mahasiswa UNH yang semuanya terpilih lewat audisi. Dalam kolaborasi ini, Papermoon menyiapkan skenario dan dua boneka utama, sementara para mahasiswa membuat boneka tambahan, berakting, membuat set panggung, menata cahaya, dan lain-lain.

Ria mengatakan, “Membawa SEMATAKAKI, dipentaskan dengan para aktor dari mahasiswa UNH, Amerika Serikat, membawa kami pada sebuah keinginan untuk membawa sejarah ini ke tanah Amerika, untuk sedikit berbisik pada mereka, bahwa mereka juga bagian dari sejarah kami. Seperti yang diungkapkan di Sidang Tribunal di Belanda beberapa waktu lalu, bahwa terpapar bahwa ada keterlibatan negara asing dalam tragedi besar yang masih abu abu itu. Dan Amerika adalah satu di antaranya.” Sukses selalu buat mereka yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Sumber: voaindonesia.com

Mengenal Rohana Kudus, Pendiri Surat Kabar Perempuan Pertama di Indonesia

[ISIGOOD.COM] Wartawan perempuan pertama Indonesia ini lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884 – meninggal di Jakarta, 17 Agustus 1972 pada umur 87 tahun) adalah wartawan Indonesia. Ia lahir dari ayahnya yang bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan dan ibunya bernama Kiam. Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga mak tuo (bibi) dari penyair terkenal Chairil Anwar. Ia pun adalah sepupu H. Agus Salim. Rohana hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, dimana akses perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik sangat dibatasi. Ia adalah pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Rohana adalah seorang perempuan yang mempunyai komitmen yang kuat pada pendidikan terutama untuk kaum perempuan. Pada zamannya Rohana termasuk salah satu dari segelintir perempuan yang percaya bahwa diskriminasi terhadap perempuan, termasuk kesempatan untuk mendapat pendidikan adalah tindakan semena-semena dan harus dilawan. Dengan kecerdasan, keberanian, pengorbanan serta perjuangannya Rohana melawan ketidakadilan untuk perubahan nasib kaum perempuan.

Walaupun Rohana tidak bisa mendapat pendidikan secara formal namun ia rajin belajar dengan ayahnya, seorang pegawai pemerintah Belanda yang selalu membawakan Rohana bahan bacaan dari kantor. Keinginan dan semangat belajarnya yang tinggi membuat Rohana cepat menguasai materi yang diajarkan ayahnya. Dalam Umur yang masih sangat muda Rohana sudah bisa menulis dan membaca, dan berbahasa Belanda. Selain itu ia juga belajar abjad Arab, Latin, dan Arab-Melayu. Saat ayahnya ditugaskan ke Alahan Panjang, Rohana bertetanga dengan pejabat Belanda atasan ayahnya. Dari istri pejabat Belanda itu Rohana belajar menyulam, menjahit, merenda, dan merajut yang merupakan keahlian perempuan Belanda. Disini ia juga banyak membaca majalah terbitan Belanda yang memuat berbagai berita politik, gaya hidup, dan pendidikan di Eropa yang sangat digemari Rohana.

Berbekal semangat dan pengetahuan yang dimilikinya setelah kembali ke kampung dan menikah pada usia 24 tahun dengan Abdul Kudus yang berprofesi sebagai notaris. Rohana mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan pada tanggal 11 Februari 1911 yang diberi nama Sekolah Kerajinan Amai Setia. Di sekolah ini diajarkan berbagai keterampilan untuk perempuan, keterampilan mengelola keuangan, tulis-baca, budi pekerti, pendidikan agama dan Bahasa Belanda. Banyak sekali rintangan yang dihadapi Rohana dalam mewujudkan cita-citanya. Jatuh bangun memperjuangkan nasib kaum perempuan penuh dengan benturan sosial menghadapi pemuka adat dan kebiasaan masyarakat Koto Gadang, bahkan fitnahan yang tak kunjung menderanya seiring dengan keinginannnya untuk memajukan kaum perempuan. Namun gejolak sosial yang dihadapinya justru membuatnya tegar dan semakin yakin dengan apa yang diperjuangkannya.

Selain berkiprah di sekolahnya, Rohana juga menjalin kerjasama dengan pemerintah Belanda karena ia sering memesan peralatan dan kebutuhan jahit-menjahit untuk kepentingan sekolahnya. Disamping itu juga Rohana menjadi perantara untuk memasarkan hasil kerajinan muridnya ke Eropa yang memang memenuhi syarat ekspor. Ini menjadikan sekolah Rohana berbasis industri rumah tangga serta koperasi simpan pinjam dan jual beli yang anggotanya semua perempuan yang pertama di Minangkabau.

Banyak petinggi Belanda yang kagum atas kemampuan dan kiprah Rohana. Selain menghasilkan berbagai kerajinan, Rohana juga menulis puisi dan artikel serta fasih berbahasa Belanda. Tutur katanya setara dengan orang yang berpendidikan tinggi, wawasannya juga luas. Kiprah Rohana menjadi topik pembicaraan di Belanda. Berita perjuangannya ditulis di surat kabar terkemuka dan disebut sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di Sumatera Barat.

Keinginan untuk berbagi cerita tentang perjuangan memajukan pendidikan kaum perempuan di kampungnya ditunjang kebiasaannya menulis berujung dengan diterbitkannya surat kabar perempuan yang diberi nama Sunting Melayu pada tanggal 10 Juli 1912. Sunting Melayu merupakan surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya adalah perempuan.

Kisah sukses Rohana di sekolah kerajinan Amai Setia tak berlangsung lama pada tanggal 22 Oktober 1916 seorang muridnya yang telah didiknya hingga pintar menjatuhkannya dari jabatan Direktris dan Peningmeester karena tuduhan penyelewengan penggunaan keuangan. Rohana harus menghadapi beberapa kali persidangan yang diadakan di Bukittinggi didampingi suaminya, seorang yang mengerti hukum dan dukungan seluruh keluarga. Setelah beberapa kali persidangan tuduhan pada Rohana tidak terbukti, jabatan di sekolah Amai Setia kembali diserahkan padanya, namun dengan halus ditolaknya karena dia berniat pindah ke Bukittinggi.

Di Bukittinggi Rohana mendirikan sekolah dengan nama “Rohana School”. Rohana mengelola sekolahnya sendiri tanpa minta bantuan siapa pun untuk menghindari permasalahan yang tak diinginkan terulang kembali. Rohana School sangat terkenal muritnya banyak, tidak hanya dari Bukittinggi tapi juga dari daerah lain. Hal ini disebabkan Rohana sudah cukup populer dengan hasil karyanya yang bermutu dan juga jabatannya sebagai Pemimpin Redaksi Sunting Melayu membuat eksistensinya tidak diragukan.

Tak puas dengan ilmunya, di Bukittinggi Rohana memperkaya keterampilannya dengan belajar membordir pada orang Cina dengan menggunakan mesin jahit Singer. Karena jiwa bisnisnya juga kuat, selain belajar membordir Rohana juga menjadi agen mesin jahit untuk murid-murid di sekolahnya sendiri. Rohana adalah perempuan pertama di Bukittinggi yang menjadi agen mesin jahit Singer yang sebelumnya hanya dikuasai orang Tionghoa.

Dengan kepandaian dan kepopulerannya Rohana mendapat tawaran mengajar di sekolah Dharma Putra. Di sekolah ini muridnya tidak hanya perempuan tapi ada juga laki-laki. Rohana diberi kepercayaan mengisi pelajaran keterampilan menyulam dan merenda. Semua guru di sini adalah lulusan sekolah guru kecuali Rohana yang tidak pernah menempuh pendidikan formal. Namun Rohana tidak hanya pintar mengajar menjahit dan menyulam melainkan juga mengajar mata pelajaran agama, budi pekerti, Bahasa Belanda, politik, sastra, dan teknik menulis jurnalistik.

Rohana menghabiskan waktu sepanjang hidupnya dengan belajar dan mengajar. Mengubah paradigma dan pandangan masyarakat Koto Gadang terhadap pendidikan untuk kaum perempuan yang menuding perempuan tidak perlu menandingi laki-laki dengan bersekolah segala. Namun dengan bijak Rohana menjelaskan “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibanya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”. Emansipasi yang ditawarkan dan dilakukan Rohana tidak menuntut persamaan hak perempuan dengan laki-laki namun lebih kepada pengukuhan fungsi alamiah perempuan itu sendiri secara kodratnya. Untuk dapat berfungsi sebagai perempuan sejati sebagaimana mestinya juga butuh ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk itulah diperlukannya pendidikan untuk perempuan.

Saat Belanda meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum pribumi, Rohana bahkan turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda. Rohana pun mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Dia juga mencetuskan ide bernas dalam penyelundupan senjata dari Kotogadang ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikannya dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke Payakumbuh dengan kereta api.

Hingga ajalnya menjemput, dia masih terus berjuang. Termasuk ketika merantau ke Lubuk Pakam dan Medan. Di sana dia mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak. Kembali ke Padang, ia menjadi redaktur surat kabar Radio yang diterbitkan Tionghoa-Melayu di Padang dan surat kabar Cahaya Sumatera. Perempuan yang wafat pada 17 Agustus 1972 itu mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara, serta menjadi kebanggaan bagi kaum hawa yang diperjuangkannya.

Demikianlah Rohana Kudus menghabiskan 88 tahun umurnya dengan beragam kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, jurnalistik, bisnis dan bahkan politik. Kalau dicermati begitu banyak kiprah yang telah diusung Rohana. Selama hidupnya ia menerima penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974), pada Hari Pers Nasional ke-3, 9 Februari 1987, Menteri Penerangan Harmoko menganugerahinya sebagai Perintis Pers Indonesia. Dan pada tahun 2008 pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama. Semangat pantang menyerah dan selalu mau berjuang patut dijadikan teladan.

Sumber: wikipedia.org

Laili Roesad, Diplomat Perempuan Pertama di Indonesia

[ISIGOOD.COM] Laili Roesad ialah seorang puteri kebangsaan Indonesia yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 19 September 1916. Ia merupakan diplomat perempuan pertama Indonesia yang pernah dipercaya sebagai duta besar RI untuk beberapa negara sahabat.

Ia pernah menempuh pendidikan di Perguruan Adabiah, Padang, sebuah perguruan yang didirikan pada tahun 1915 oleh Abdullah Ahmad, dan telah melahirkan banyak tokoh, seperti Assaat, Awaluddin Djamin, Azwar Anas dan lainnya.

Abdullah Ahmad sendiri yang ahir di Padang Panjang, 1878 – meninggal di Padang, 1933 pada umur 55 tahun adalah seorang ulama reformis yang turut membidani lahirnya perguruan Sumatera Thawalib di Sumatera Barat. Ia merupakan anak dari Haji Ahmad, ulama Minangkabau yang juga seorang pedagang, dan seorang ibu yang berasal dari Bengkulu. Bersama Abdul Karim Amrullah, ia menjadi orang Indonesia terawal yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, di Kairo, Mesir.

Pada tahun 1954 Laili bertugas sebagai Counsellor pada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan pada tahun itu juga, Laili diutus sebagai salah seorang anggota delegasi Indonesia untuk menghadiri Sidang Biasa ke-IX, dari Persidangan Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Karier diplomat Laili Roesad makin menanjak setelah ia dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg pada tahun 1959, sehingga menjadikannya sebagai duta besar perempuan pertama Indonesia.Jabatan tersebut ia emban sampai tahun 1964, dan digantikan oleh pejabat berikutnya, Thojib Hadiwidjaja. Selanjutnya sepanjang tahun 1967 – 1970 Laili dipercaya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Austria. Luar biasa bukan figur perempuan Indonesia.

Sumber: wikipedia.org