2015 Ini Google Merangkum Kata Kunci yang Paling Dicari di Indonesia

[ISIGOOD.COM] Mbah Google selalu menjadi prioritas utama netizen setiap timbul pertanyaan dan masalah. Google sendiri masih jadi mesin pencari konten Internet terpopuler di Indonesia. Mesin pencari ini dimanfaatkan untuk mencari tahu tentang tokoh yang sedang kontroversial, mengetahui peristiwa nasional dan internasional yang penting, sampai mencari tahu tentang kata yang sedang populer di kalangan anak muda.

(gizmodo.com)

Di tahun 2015 ini, Google merangkum sejumlah kata kunci yang paling sering ditulis dan dicari warga Indonesia.

Penelusuran Terpopuler
1. Batu Akik
2. Go-Jek
3. Kue Cubit
4. Angeline
5. Olga Syahputra
6. Dubsmash
7. Furious 7
8. Tragedi Mina
9. Goyang Dumang
10. Piala Presiden

Pencarian kategori Peristiwa Nasional
1. Pembekuan PSSI
2. Gunung Raung
3. Beras Plastik
4. Air Asia Ditemukan
5. Pesawat Hercules
6. KAA
7. Kabut Asap
8. Save KPK
9. Bali Nine
10. Kampung Pulo

Pencarian kategori Peristiwa Internasional
1. Tragedi Mina
2. MotoGP 2015
3. Rohingya
4. Gempa Nepal
5. Charlie Hebdo
6. Copa América 2015
7. SEA Games 2015
8. Perang Yaman
9. Gerhana Bulan
10. Pesawat Germanwings

Pencarian Tokoh
1. Valentino Rossi
2. Bon Jovi
3. Paul Walker
4. Abraham Samad
5. Setya Novanto
6. Budi Gunawan
7. Evan Dimas
8. Manny Pacquiao
9. Caitlyn Jenner
10. Thomas Lembong

Pencarian Selebritas
1. Cita Citata
2. Isyana Sarasvati
3. Didi Petet
4. Natasha Wilona
5. Steven William
6. Ammar Zoni
7. Ayu Gani
8. Irish Bella
9. Evi Masamba
10. Tya Arifin

Apa Itu…
1. Baper
2. Begal
3. How-Old.net
4. Quipper School
5. Meningitis
6. Rohingya
7. Periscope
8. Awan Cumulonimbus
9. MEA
10. Teleportasi

Bagaimana Cara…
1. Bentuk Perut Six Pack Tanpa ke Gym
2. Registrasi PUPNS
3. Mencari Batu Akik
4. Shalat Gerhana
5. Menghilangkan Kapur pada Batu Akik
6. Menghilangkan Jerawat Pasir
7. Menjaga Kehamilan Usia Muda
8. Lebih Bahagia Bekerja di Kantor
9. Daftar jadi GO-JEK Driver
10. Menggunakan Dubsmash

Pencarian Resep
1. Kue Cubit
2. Tongseng Kambing
3. Kue Cubit Green Tea
4. Sahur Simpel
5 Sate Kambing
6. Kentang Goreng
7. Molten Lava Cokelat
8. Steak Sapi
9. Semur Daging Sapi
10. Pasta Udang Aglio Olio

Pencarian Film Indonesia
1. Filosofi Kopi
2. Magic Hour
3. Di Balik 98
4. Janji Hati
5. This is Cinta
6. 3 Dara
7. Hijab
8. Doea Tanda Cinta
9. Air Mata Surga
10. ToBa DREAMS

Gadget
1. Samsung Galaxy A
2. Samsung Galaxy J5
3. Samsung Galaxy J1
4. Asus Zenfone 2
5. Samsung Galaxy V
6. Asus Zenfone 5
7. iPhone 6s
8. Lenovo A7000
9. Lenovo A6000
10. Xiaomi Redmi 2

Meme
1. Meme Haji Lulung
2. Meme Banjir Jakarta
3. Meme Sudah Kuduga
4. Meme Mayweather
5. Meme Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih
6. Meme Rossi Vs Marquez
7. Meme Gue Mah Gitu Orangnya
8. Meme Kamus
9. Meme Clash of Clans
10. Meme Ujian Nasional

Game
1. Point Blank Garena
2. Agar.io
3. Konoha Ninja
4. Clash of Clans
5. Pokémon GO
6. Duel Otak
7. PES 2016
8. LINE Let’s Get Rich
9. BlackSquad
10. Kogama

Mode & Kecantikan
1. Celana Jogger
2. Lipstik Nude
3. Gamis Jodha Akbar
4. Warna Rambut Ombre
5. Bucket Hat
6. Lipstik Matte
7. Gaya Rambut Pomade
8. Parka
9. Celana Kulot
10. Gaya Rambut Undercut

Sumber: cnnindonesia.com

Ekspedisi NKRI, Menjelajahi Nusantara dengan Pasukan Khusus Miiter Indonesia

[ISIGOOD.COM] Sukses dengan Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (Ekspedisi NKRI) Koridor Kepulauan Nusa Tenggara pada tahun 2015, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Kopassus akan melakukan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2016 mendatang.

“Banyak peneliti asing yang juga tertarik untuk menjelajah dan meneliti alam Papua sehingga Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat merupakan langkah yang sangat baik untuk mengidentifikasi kekayaan alam Indonesia, tidak hanya hayati, tetapi juga sosial budaya” kata Kepala LIPI Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain saat menerima kunjungan dari perwakilan Kopassus di Jakarta pada Rabu (16/12) lalu.

ekspedisi

(elshinta.com)

Ekspedisi yang telah dilaksanakan sebelumnya adalah Ekspedisi NKRI Bukit Barisan di wilayah Sumatera, Ekspedisi NKRI Khatulistiwa di Kalimantan, Ekspedisi NKRI Pulau Sulawesi, dan Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara.

Letkol Inf. Rachmad PS selaku Kepala Bagian Operasi Ekspedisi NKRI 2016 mengatakan kegiatan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat sangat menarik perhatian masyarakat. “Hingga saat ini jumlah pendaftar online sudah mencapai 5 ribu orang,” jelasnya. Rachmad menyatakan kegiatan ini direncanakan akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan oleh Kopassus karena sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.”

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat akan menjelajah sejumlah wilayah diantaranya Tambraum, Sorong, Fak-Fak, Kaimana, Mansel, Bintuni dan Wondana. Total akan ada 1200 peserta yang akan turut serta dalam ekspedisi tersebut yang terdiri dari peneliti LIPI, anggota TNI dan Polri, mahasiswa, serta peneliti dari lembaga penelitian pusat dan daerah. Materi kegiatan akan dititik beratkan pada penjelajahan Ekspedisi NKRI Papua Barat meliputi penjelajahan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Citarasa Indonesia dalam Desain Sampul Album Lifehouse Terbaru

[ISIGOOD.COM] Namanya Mule Mulyawan, seorang desainer asal Indonesia, berhasil terpilih karyanya untuk menjadi sampul album dari band asal Amerika, Lifehouse. Pemilihan desain sampul ini diadakan lewat kontes melalui website Creativeallies.

(goodnewsfromindonesia.org)

(goodnewsfromindonesia.org)

Karya dari Mule seperti di atas ini yang berhasil terpilih menjadi desain sampul album Lifehouse terbaru. Desainnya menyisihkan ratusan desain lain yang dikirimkan para desainer dari seluruh dunia dalam kompetisi sampul album ini.

Mule mendapatkan inspirasi desain sampul tersebut dari motif tradisional, yakni batik Banten. Salah satu tujuannya mengikuti kompetisi sampul Lifehouse memang ingin mengangkat salah satu kekayaan budaya tanah kelahirannya, yakni Serang, Banten.

Mule sendiri adalah desainer yang kerap menjual karyanya untuk brand pakaian jadi di dalam maupun luar negeri. Kemampuan anak bangsa memang tidak diragukan lagi.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

 

Di Banyumas Taman Flora of Java Telah Diresmikan

[ISIGOOD.COM] Warga Banyumas, Jawa Tengah pada Sabtu 19 Desember 2015 yang lalu patut bergembira. Sebab, mulai saat ini warga Kabupaten Banyumas dapat menikmati lokasi rekreasi baru yang bernuansa alam dan pendidikan. Hal ini berkat diresmikannya Kebun Raya baru bernama Baturraden oleh Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Meski molor dari yang dijadwalkan, peresmian ini tetap tidak menggoyahkan status kebun raya Baturraden sebagai kebun raya ke-28 yang ada di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan siap membantu LIPI dan Kementerian PUPR dalam pengadaan kebun raya di Indonesia. Hal tersebut, menurut Siti, sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo mengadakan satu kebun raya di setiap kabupaten kota. “Itu untuk menetralisasi kehidupan remaja kita yang senangnya ke kawasan mal atau lainnya. Padahal, di kebun raya ada pendidikan dan pengetahuan yang bisa diperoleh,” ucap Siti saat dijumpai di Purwokerto, Jawa Tengah, kemarin.

Taman Flora of Java diresmikan di Banyumas (goodnewsfromindonesia.org)

Peran Kementerian LHK lanjut Siti, amat strategis dalam pengadaan kebun raya yang awalnya merupakan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagaimana Kebun Raya Baturraden, juga Kebun Raya.

Bogor dan Cibodas, Jawa Barat Indonesia, tambah dia, memiliki 45 KHDTK lain yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan konservasi dan ilmu pengetahuan.

Kebun Raya Baturraden dibangun di kawasan hutan seluas 143,5 hektare. Kebun raya yang digagas sejak 2001 itu akan menyimpan seluruh flora dari kawasan Pulau Jawa, tidak hanya Jawa Tengah. “Ini akan jadi kebun raya dengan koleksi endemik Pulau Jawa,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK, Tachrir Fathoni, kemarin.

Kebun Raya yang terletak di lereng Gunung Slamet ini, berdekatan dengan kawasan Wana Wisata Baturaden dan Bumi Perkemahan Baturaden. Secara administratif berlokasi di Desa Kemutuk Lor, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kebun Raya yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki luas 143,5 hektar dan berada pada ketinggian antara 600-700 meter dpl.

Kebun Raya ini mengusung tema “Tanaman Pegunungan Jawa.” yang diharapkan dapat menjadi kawasan konservasi dan pelestarian aneka tanaman khas pegunungan Pulau Jawa bahkan menjadi Taman “Flora of Java“. Suhu udara disekitar kebun raya yang sejuk (berkisar antara 20-30 derajat Celcius) dengan curah hujan antara 5.000-6.174 mm/tahun membuat kebun raya ini sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga.

Di dalam Kebun Raya Baturaden telah dibangun beberapa spot tanaman. Beberapa diantaranya adalah Taman Liana (tumbuhan merambat), Medical Garden (Taman Tanaman Obat), Taman Tumbuhan Paku, dan beberapa hamparan bunga (flower bed). Spot-spot ini pun akan terus ditambah sesuai dengan tematik ‘flora of java‘.

Dalam sambutan Kepala LIPI yang dibacakan Wakil Kepala Akmadi Abbas, dirinya mengatakan bahwa peresmian Kebun Raya Baturraden bukanlah akhir dalam perjalanan konservasi flora di Indonesia. “Karena membangun kebun raya ialah masa depan,” ucap Akhmadi. Semoga semangat konservasi flora ini dapat menular di berbagai belahan nusantara.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Asal-Usul Penduduk Bermata Biru di Aceh Darussalam

[ISIGOOD.COM] Nusantara sejak dahulu sudah menyimpan sejara sebagai tempat persinggahan berbagai bangsa di dunia. Salah satu bukti uniknya ialah seputar fakta orang-orang si mata biru ini. Mereka disapa dengan sebutan ‘Si Mata Biru’ atau ‘Bulek Lamno’. Ini karena warna mata mereka memang berbeda dengan warna mata sebagian besar penduduk Indonesia. Tak ada yang tahu pasti bagaimana keturunan mata biru itu ada di pedalaman desa di bawah kaki Gunung Geureute, Aceh Jaya.

Tidak semua penduduk Lamno yang berada di kecamatan Jaya, kabupaten Aceh Jaya memiliki postur tinggi, berhidung mancung, berambut pirang, berkulit putih dan bermata biru kecoklatan. Ciri khas tersebut hanya dimiliki oleh penduduk asli Daya keturunan Portugis.

Wahidin, salah seorang warga desa Ujong Muloh yang mempunyai darah keturunan Portugis mengatakan komunitas si Mata Biru atau lebih dikenal dengan sebutan bulek Lamno, kini sudah berkurang jumlahnya.

“Merupakan keturunan kedelapan karena dari orangtua kami ada yang kelima dan enam. Di kabupaten Aceh Jaya dan khususnya kecamatan Jaya dan ada lagi kecamatan Baru, namanya kecamatan Indra Jaya di situ terdapat beberapa desa yang dihuni oleh penduduk keturunan Portugis yang pada abad ke-14 sampai ke-16 terdampar di daerah kerajaan Daya,” cerita Wahidin.

“Masyarakat dan kerajaan Daya menahan tentara Portugis, lalu mereka menikah dengan orang-orang yang berada di sekitar kerajaan Daya. Desa-desa yang menjadi basis keturunan Portugis penduduknya yaitu desa Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Teumareum dan Lambeso, ini umumnya hampir semua perempuan dan laki-lakinya berciri khas kulit putih, rambut pirang dan hidung mancung.” Sementara prianya ditambah dengan berbulu di tangan dan bulu dada yang tebal.

Lamno sebuah wilayah yang terletak di pesisir Barat Aceh, berjarak 86 kilometer dari kota Banda Aceh, ibukota Provinsi. Adat istiadat Komunitas si Mata Biru sama dengan penduduk Aceh lainnya, hanya dialek bahasa yang membuat penduduk keturunan Portugis ini menjadi berbeda.

“Menyangkut dengan bahasa masyarakat Lamno berbeda dengan bahasa yang ada di kota. Orang keturunan Portugis itu menggunakan dialek bahasa Daya. Umpamanya kalo kamo (kami), bahasa Lamnonya kame atau kamey, (hari ini) uronyo disebut uronyee.”

Ada dua versi cerita tentang asal usul keberadaan orang Portugis di Lamno. Versi pertama mengatakan Portugis datang ke Aceh untuk menjajah pada tahun 1519 dan menikah dengan penduduk setempat, sedangkan versi kedua mengatakan sebuah kapal perang Portugis yang berisikan ratusan prajurit terdampar di perairan Lamno.

Kemudian Raja Daya yang berkuasa pada saat itu menyelamatkan prajurit dan menerima mereka menjadi penduduk setempat, dengan syarat harus memeluk agama Islam.

Kini keberadaan si Mata Biru atau bulek Lamno keturunan Portugis sudah berkurang jumlahnya. Desa-desa yang menjadi basis keturunan Portugis tersebut tersapu oleh dahsyatnya gelombang tsunami.

Karena imbas tsunami yang luar biasa, keturunan Portugis itu terpencar. Ada yang ke Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh. Setelah tsunami mereka kawin dengan orang di sekitar tempat pengungsian. “Dari hasil perkawinan tersebut sudah ada anak-anak keturunan Portugis berada di luar kecamatan Jaya.”

Cantiknya gadis bermata biru dari Aceh (warnaunyu.net)

Pemerintah Portugal sendiri telah menyalurkan bantuan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di kawasan tersebut yang masih tersisa.

Menurut catatan sejarah yang ada di pusat dokumen induk Aceh, Marco Polo dalam petualangan pelayaran keliling dunianya tahun 1292-1295 pernah singgah di kerajaan Daya dan menulis buku tentang kebesaran kerajaan Daya berbaur dengan prajurit Portugis di Lamno. Menelusuri keberagaman di Indonesia sangat menarik kan?

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan