Kiat Mantapkan Hati, Saat Galau Mempertahankan atau Menyudahi Hubungan

[ISIGOOD] Memang, hubungan kita dengan seseorang tak selamanya mulus. Ada saja hal-hal yang membuat kamu dan dia saling mendiamkan, marah atau bahkan bertengkar. Bahkan, masalah terkadang bisa membuat kalian seolah tak saling mengenal satu sama lain. Itu adalah sebuah keniscayaan yang tidak akan mungkin terelakkan dalam sebuah hubungan.

Seolah, pertemuan dan hubungan kalian adalah sebuah kesalahan. Kamu pun mulai heran, mengapa dan karena apa kalian bisa menjalin sebuah hubungan. Alhasil, ada saja yang terlintas dalam pikiran dan benakmu yang membuat kamu merasa ingin mengakhiri hubungan. Namun, di sisi hati yang lain kamu ternyata juga masih ingin mempertahankan hubungan itu.

Lalu, apa saja sih yang harus kamu lakukan saat dilanda hal-hal yang membuat kamu benar-benar galau begini? Harus mempertahankan hubungan ataukah menyudahi hubungan cukup sampai disana saja? Nah, ini dia kiat memantapkan hati saat kamu merasa galau dengan hubunganmu. Simak ya!

Pikirkan matang-matang alasanmu untuk mengakhiri atau tetap meneruskan hubungan

Pikirkanlah baik-baik, apa memang akan kamu akhiri atau pertahankan. (homepathyplus.com)

Kamu boleh saja galau dengan hubunganmu yang kian terasa tidak nyaman. Tapi, kamu tidak bisa begitu saja mengambil keputusan secara serta merta begitu saja. Ingatlah, bahwa saat kalian menjalin hubungan pastinya memiliki sebuah alasan.

Kamu harus benar-benar memikirkan dan menemukan alasan untuk mengakhiri atau mempertahankan sebuah hubungan. Tentunya, alasan itu harus kuat, tidak dikarang-karang dan tidak asal-asalan.

Oya, meskipun kamu menemukan alasan yang kuat untuk berpisah, kamu juga tidak bisa langsung memutuskan hubungan. Kamu juga perlu mengingat bahwa menjalin hubungan dengan orang baru juga belum tentu akan berjalan lancar.

Nah, mempertahankan hubungan juga merupakan hal yang patut kamu pikirkan baik-baik. Artinya jika memang mau dipertahankan, kalian harus ada perbaikan secara bersama. Jadi, keduanya memang akan memiliki resiko masing-masing yang harus kamu tanggung.

Jangan mengambil pilihan saat emosi maupun saat pikiran keruh

Ingat, jangan mengambil keputusan dan pilihan saat pikiran keruh ataupun emosi. (planiclic.com)

Pilihan apapun jika dipilih dalam keadaan emosi bukanlah hal yang baik. Tak jarang pilihan yang dilakukan secara spontan karena luapan emosi, marah ataupun mangkel tidak akan membawa kita pada kebahagiaan. Sebab, sejatinya pilihan yang dilontarkan atau dipilih saat emosi hanyalah luapan egoisme kita semata. Dia tidak berdasarkan dengan pikiran yang jernih dan keputusan yang mantap.

Tak sedikit orang yang benar-benar putus atau memutuskan relationship saat sedang bertengkar. Dan karena tidak ingin kalah dan rasa egoisme yang naik, pasangannya pun mengiyakan untuk mengakhir hubungan. Tidak ada yang menyangka, keduanya justru menyesal dengan keputusan tersebut. Jadi, ingatlah untuk selalu mengambil keputusan dan pilihan saat hati telah tenang dan pikiran yang jernih.

Tidak ada salahnya, berkomunikasi dan memikirkan bersama pilihan itu

Alangkah lebih baik kalian pikirkan bersama. Jika bisa. (healthywomen.org)

Setelah pikiran kalian sama-sama tenang, tak ada salahnya kalian berbincang santai. Tak perlu menaruh dendam dan curiga. Kalian kan sudah dewasa, tentunya komunikasi yang baik serta melakukan problem solving akan membuat suasana juga lebih baik. Dengan adanya pembicaraan, kalian akan menemukan alasan masing-masing untuk tetap bertahan ataupun mengakhiri hubungan.

Nah, darisana kalian akan mengetahui perasaan masing-masing. Kamu akan mengetahui apakah dia ingin lanjut ataukah tidak. Kalian juga bisa menemukan penyelesaian masalah jika memang ada yang akan kalian selesaikan.

Satu lagi, inijuga merupakan antisipasi agar tidak menyesal di kemudian harinya.

Berpikirlah kedepan, apa yang akan terjadi jika kamu memilih putus atau lanjut

Pikirkan apa yang terjadi setelah kalian memutuskan pikiran. (happyhealthyrelationship.com)

Ini adalah saatnya kamu menggunakan kemampuanmu menerka masa depan. Sebelum mengambil keputusan apakah akan tetap mempertahankan hubungan dengan pacarmu atau tidak, kamu harus berlaku bijak. Sangat penting kamu berpikir ke depan terutama untuk masa depan kalian masing-masing.

Tidak ada salahnya kamu menerka apa yang akan terjadi saat kalian tidak lagi bersama pasangan. Apa yang akan kalian lakukan jika nantinya kalian tidak lagi bersama.

Hal lain, mungkin sejauh mana kalian telah membicarakan masa depan bersama. Misalnya mungkin saja kamu dan dia pernah memilih satu sama lain untuk menjadi tujuan hidup masing-masing. Seperti pernah merencanakan akan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius atau menikah. Tentunya kalian harus memikirkan, bagaimana selanjutnya jika kalian tidak lagi saling bersama. Dengan memikirkannya, maka kamu akan terasa lebih siap.

Berdoalah agar mendapatkan pilihan yang terbaik

Percayalah bahwa Tuhan akan memberikanmu jalan terbaik. (pinimg.com)

Nah, ini adalah salah satu langkah yang tak kalah penting. Kamu harus senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan hidupmu. Termasuk dalam hal asmara. Berdoa dan mantapkanlah pilihanmu setelah melalui beberapa tahap diatas. Lalu, kamu perlu berdoa agar mendapatkan jalan dan pilihan yang terbaik.

Itu dia beberapa kiat memantapkan pilihan. Saat kamu didera kegalauan akan meneruskan hubungan ataukah harus mengakhirinya. Bagaimana? Tertarik untuk melakukannya kan? Yakinlah bahwa pilihanmu baik dan membawa kebaikan. Good Luck!

Baca juga : Pacaran Beda Agama, Bagaimana Cara Terbaik Menyikapinya?

7 Ciri-ciri Hubungan yang Sudah Mulai Retak Ini Wajib Kamu Waspadai!

Hai sobat,

Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih? Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengannya? Bagaimana perasaanmu dengan dia saat ini?

Cinta itu memang anugerah. Kita tidak tahu kapan perasaan itu datang, tapi kita pun tidak tahu kapan perasaan itu pergi. Di awal kita merasakan cinta, hari-hari mungkin dipenuhi dengan bayangan indah tentangya. Waktu demi waktu terisi dengan imaji untuk berada di dekatnya. Melihatnya saja kita sudah salah tingkah kegirangan, apalagi saat berdekatan dengannya. Perlahan kamu mulai mencari cara ntuk menarik perhatiannya, hingga akhirnya kalian bisa bersatu dalam komitmen kasih. Hari-hari kalian kemudian akan terasa Indah, penuh senyum, tawa,pengorbanan, kemesraan dan bahagia.

Tapi apa cinta berjalan semudah itu?

Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan itu jauh lebih mudah daripada mempertahankan. Hal ini mungkin bisa kita pakai untuk memaknai cinta. Ketika kamu berhasil mendapatkan hatinya, mungkin saat itu kamu merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia. Kamu pun mulai menjalani hari-hari dan banyak menghabiskan waktu dengannya. Tapi setelah sekian lama, bisa jadi kamu merasa segala aktivitas dengannya adalah sebuah rutinitas yang akhirnya membuatmu jenuh. Yang terjadi kemudian adalah memudarnya perasaan indah seperti yang kamu rasakan di awal waktu. Kondisi ini bahaya, karena bisa jadi kamu sedang di ambang kehancuran.

Nah sebelum hubunganmu benar-benar hancur, kenalilah beberapa ciri dari hubungan yang sudah mulai retak seperti berikut supaya kamu segera bisa mengambil sikap :

1. Hilangnya kejujuran

Source : 1.bp.blogspot.com

Kokohnya cinta ditentukan dari seberapa jujur kamu dengan pasanganmu. Kamu akan bersikap jujur karena kamu sadar penuh bahwa kebohongan hanya akan menyakitinya. Jika kamu memang masih begitu mencintainya, kamu pasti tidak akan tega membiarkan dia sakit.

Nah tapi kalau yang terjadi kemudian adalah kamu sering berdusta kepadanya, mungkin artinya kamu sudah tidak secinta dulu lagi. Simpelnya, kamu mulai tidak jujur sedang jalan dengan siapa, kamu tidak jujur sedang sms-an dengan siapa, dan banyak macam kebohongan yang lain. Jika ini terjadi, mungkin kamu memang mulai kehilangan rasa sayangmu kepadanya.

2. Buruknya komunikasi

Yang namanya cinta, kamu akan memiliki kebutuhan untuk tahu kabarnya. Kamu merasa butuh untuk tahu apa yang sedang dia lakukan, apakah dia sudah makan, sedang dimana dia, atau sehatkah dia. Tapi pasangan yang berada dalam hubungan yang retak, akan merasa malas untuk berkomunikasi. Misalnya, kamu akan pura-pura tidak tahu dering telfon darinya. Padahal, kamu sedang berada sangat dekat dengan ponselmu. Kamu juga males membaca sms atau bbm darinya, kalaupun dibaca kamu akan sengaja berlama-lama membalasnya. Akhirnya kamu mulai jarang menanyakan kabarnya. Kamu tidak lagi menghawatirkannya. Cinta itu butuh komunikasi. Kalau komunikasi saja sudah buruk, bagaimana kamu bisa mempertahankan cinta.

3. Mulai males untuk bertemu

Cinta itu berdekatan dengan rindu. Rindu untuk bertemu, rindu untuk melihatnya dan rindu untuk bersamanya. Tapi ciri-ciri hubungan yang tidak sehat lagi adalah ketika kamu mulai malas untuk bertemu dengannya. Kamu akan membuat alasan untuk menolak ajakannya bertemu. Akhirnya kamu lebih memilih untuk jalan dengan temanmu yang lain daripada dengannya. Ketika temanmu mengajakmu pergi, kamu langsung bergegas meng-iya-kan. Tapi kalau doi yang mengajakmu bertemu, kamu rasanya ogah banget. Awas, ini tanda hubunganmu dengannya mulai retak.

4. Ada ketertarikan dengan yang lain

Selingkuh (Source : www.finerminds.com )

Kesetiaan itu tidak terpisahkan dari rasa cinta. Tidak cinta namanya kalau kamu tidak bisa setia dengan satu hati. Suatu ketika jika kamu mulai tertarik dengan orang lain disaat kamu masih menjalin komitmen dengannya, berarti hubunganmu dalam keadaan bahaya. Misalnya, kamu mulai mencari-cari akun medsos inceran baru kamu, kamu kepo statusnya dan kamu pandangin fotonya, sampai kamu diam-diam chating dengannya. Atau jika ada dua sms bersamaan misalnya, dari dia dan dari inceran kamu, kamu lebih mendahulukan untuk membalas sms dari inceran kamu. Kamu pun merasa lebih bisa ceria saat ngobrol dengan inceran baru kamu daripada pacar kamu sendiri. Wah, benar-benar sudah retak ini hubunganmu.

5. Sering terjadi pertengkaran

(Source : www.montvillecounseling.com)

Iya sih, tidak ada hubungan yang mulus-mulus saja. Pasti ada saatnya kalian berbeda pendapat yang berujung pada pertengkaran. Tapi kamu juga musti sadar sejauh mana pertengkaranmu itu masih dalam kadar wajar atau kelewatan. Jika hal-hal kecil yang tidak terlau penting saja menyulut emosimu yang berkepajangan, sampai akhirnya intensitas pertengkaran kalian begitu sering, wah ada apa nih dengan hubunganmu? Karena kalau kamu masih mencitainya, kamu akan merasa butuh untuk selalu baik-baik saja. Ketika ada kesalahpahaman, kamu pasti buru-buru untuk memperbaiki suasana karena kamu tidak tahan jika berlama-lama bertengkar dengannya. Ini kalau masih cinta lho.. Lain dengan orang yang sudah jenuh dengan hubungannya. Hati-hati, pertegkaran yang terlalu sering, bisa menjadi penyebab keretakan hubungan, dan bisa juga sebagai penanda hubungan yang sudah retak.

6. Males membahas tentangnya

Di awal kamu menjalin kasih dengannya, kamu pasti memiliki semangat yang membara untuk menceritakan hal-hal tentang dirinya ke temanmu. Kamu akan senang hati untuk menjawab pertanyaan dari temanmu seputar “bagaimana hubunganmu dengan dia?” Tapi kalau hubungan yang sudah mulai retak, kamu akan ogah untuk membicarakan dia. Jangan cerita tentangnya, mendengar namanya saja kamu sudah males.  Kamu akan mengalihkan pembicaraan ketika orang tuamu bertanya “kok dia gak pernah main kesini lagi”, atau ketika temanmu bertanya “kamu kok gak pernah jalan sama dia?”

7. Tidak ada pandangan jauh ke depan

Source : c1.staticflickr.com

Hubungan yang retak itu tidak memiliki visi yang jauh ke depan. Kamu sudah tidak lagi memiliki bayangan untuk hidup bersama dengannya. Kamu sudah tidak memiliki tujuan, akan dibawa kemana hubunganmu dengannya. Bahkan kamu sudah tidak memiliki keinginan untuk menjaga hubunganmu agar baik-baik saja. Yang terjadi kemudian, kamu membiarkan hubunganmu tanpa ruh dan tanpa nyawa. Mlempem.

Nah sobat, hal-hal di atas adalah ciri-ciri dari keretakan sebuah hubungan. Jika kamu ada dalam kondisi tersebut, segeralah ambil sikap. Kamu memiliki dua pilihan : memperbaiki hubungan atau mengakhirinya. Jangan biarkan hubunganmu ini menyiksa satu sama lain. Ingat, kalian berdua berhak untuk melanjutkan hidup. Tapi juga jangan lupa, kamu baru akan merasakan betapa berharganya dia ketika kamu sudah kehilangan dia. Maka, jangan main-main dengan cinta ya sobat !