Ini Dia 5 Hal Yang Nggak Perlu Kamu Cantumkan Dalam CVmu!

[ISIGOOD.COM] Hai job seeker! Ini adalah salah satu info yang penting banget untuk kamu simak. Seperti yang kamu tahu bahwa curriculum vitae (CV) adalah salah satu kunci kamu bakalan dilirik oleh HRD perusahaan yang kamu lamar. Kamu juga pasti tahu bahwa tak jarang surat lamaran seseorang tidak dilirik atau bahkan ditolak oleh pemimpin perusahaan hanya karena beberapa lembar kertas ini.

Biasanya seleksi administrasi ini akan menentukan apakah kamu akan dipanggil untuk memasuki jenjang selanjutnya, yakni interview atau nggak.

Ngomong-ngomong soal pekerjaan impian kamu, siapa sih yang nggak ingin diterima di perusahaan idaman? Namun kamu juga perlu tahu bahwa mencari pekerjaan idaman tidak seperti membalikkan tangan. Kamu memerlukan trik dan kiat khusus tentunya agar keinginanmu tercapai. Nah, dibawah ini kamu bakalan tahu bahwa tidak bisa segala hal perlu kamu masukkan dalam CV kamu saat melamar pekerjaan.

Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak penting kamu tuliskan di CV kamu. Namun, kerapkali justru banyak para job seeker melakukan kesalahan ini. Ada diantaranya 5 hal yang sering kamu masukkan dalam CV. Padahal sebenarnya tidak perlu kamu masukkan ke dalamnya.

Mungkin saja selain tidak penting, apa yang akan kamu masukkan dalam CV ini bahkan bisa membuatmu ditolak oleh perusahaan yang kamu lamar. Lalu, apa aja sih sebenarnya 5 hal itu?

Kamu memasukkan pengalaman kerja masa lalu yang tidak relevan

Jangan sampai, baru dokumen saja sudah ditolak. Jadi, riwayat pekerjaan harus relevan. (visabrother.com)

Hal yang dimaksud disini adalah kamu memasukkan riwayat pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar. Kamu hanya perlu memasukkan riwayat pekerjaan, pengalaman pelatihan ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Misalnya kamu melamar pekerjaan dengan bidang tulis menulis. Kendati kamu memiliki pengalaman kerja di bidang lainnya, jangan coba tuliskan pengalaman itu ke CV kamu. Sebab, hal itu akan sangat mengganggu CV mu. Artinya, relevansi pengalaman harus sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Mencantumkan alamat email yang tidak profesional

Kamu harus profesional. Jangan berlebihan dan alay ya! (brecensun.hu)

Ini memang cukup sepele. Namun ternyata sangat mempengaruhi penilaian perusahaan terhadapmu loh. Dunia kerja adalah tempat dimana seseorang selalu dituntut untuk profesional. Nah, tentunya tidak ada perusahaan yang ingin mempekerjakan seorang yang belum dewasa dan tidak profesional.

Hal kecil itu tergambar dari alamat email yang tidak profesional atau kekanak-kanakan. Misalnya kamu mencantumkan alamat email yang alay seperti cutebanget@*mail.co.id atau c4ntiQsek4li@*ahoo.co.id . Itu akan sangat menganggu dan terkesan tidak profesional.

Mencantumkan hobi dalam CV mu

Kamu nggak perlu mencantumkan hobimu. Tidak penting! (static.guim.co.uk)

Hobi atau kegemaran yang kamu ingin tampilkan mungkin ingin mendukung pekerjaan yang kamu lamar. Namun, ternyata hal ini tidak perlu kamu lakukan. Sebab, kegemaran ataupun hobi sama sekali tidak ada relevansinya dengan pekerjaanmu. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan karirmu. Who’s care about it?!

Jangan cantumkan status pribadi dalam CV mu

Pandai-pandailah membuat CV. (pinimg.com)

Kamu juga tidak perlu mencantumkan status dan segala hal tentang privasimu dalam CVmu. Misalnya status pernikahan, jaminan sosial ataupun prefensi agama. Hal itu cukup menjadi privasimu saja. Kecuali memasuki jenjang atau tahapan selanjutnya yakni wawancara yang disana ditanyakan status pribadimu. Kamu perlu menjawabnya dengan jujur.

Kamu menulis nominal gaji yang kamu inginkan

Makanya, kalau mau lamaran diterima, hal tentang gaji tidak perlu kamu tulis dalam CV. Hal itu akan dibahas dalam wawancara. (realtor.com)

Duh, hal ini juga jangan sampai kamu lakukan. Dalam CV tidak perlu kamu tuliskan kamu menginginkan gaji berapa dalam sebulan. CV hanyalah sebuah dokumen yang seharusnya menunjukkan profesionalitasmu dalam karir. Nominal gaji yang kamu inginkan akan dibahas dalam tahapan lain, yakni wawancara.

Itu dia beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu kamu cantumkan dalam CV yang kamu kirimkan untuk melamar pekerjaan. Jika selama ini kamu masih mencantumkannya, sejak sekarang kamu perlu mengubahnya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Mau Surat Lamaranmu Dilirik? Pastikan 5 Hal Ini Pada CV Kamu!

[ISIGOOD.COM] Buat kamu yang fresh graduate, sudah berapa surat lamaran yang kamu kirimkan? Hmm, pastinya kamu yang tidak suka nganggur sudah belasan atau bahkan puluhan surat lamaran yang kamu ajukan sejak kamu lulus. Kamu pastinya tidak ingin terus-terusan membebani orang tuamu kan? Gelar sarjana sering terngiang-ngiang dalam telingamu saat kamu masih minta uang saku dari orangtuamu.

Namun, seperti yang kita tahu bahwa lapangan kerja tidak sebanyak lulusan yang ada. Jumlah lapangan kerja dan SDM memang seringkali tidak seimbang. Satu perusahaan kemungkinan bisa menerima puluhan atau ratusan lamaran. Jadi, sudah dipastikan sulitnya para panitia rekrutmen perusahaan dalam menyeleksi kandidat.

Mereka pastinya akan sangat berhati-hati dan mencari kandidat yang terbaik untuk perusahaan. Kandidat yang terbaik dalam seleksi administrasi tentunya akan membuat para penyeleksi menunjuknya untuk lanjut ke tahap wawancara. Nah, untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memperlihatkan bahwa dirimu layak untuk lolos ke tahap selanjutnya. Ini dia beberapa hal yang sangat perlu kamu perhatikan agar CV mu menarik dan dilirik!

Pastikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa sesuai dengan EYD

Baca dan teliti ulang resume kamu baik-baik, Jangan sampai ada kesalahan. (pauwelconsulting.com)

Penggunaan tanda baca ataupun tata bahasa sangatlah mendasar dalam suatu struktur tulisan. Namun yakinlah banyak sekali orang melakukan kesalahan ini dalam menulis resumenya. Belum lagi salah ketik (typo) yang sering. Hindarilah sebisa mungkin kesalahan ini. Ini menunjukkan bahwa kamu sangat lemah dengan hal-hal yang kecil. Itu juga menunjukkan bahwa kamu gagal dalam menjaga kualitas serta terlalu meremehkan sesuatu yang kecil.

Jadi, sebelum kamu mengirimkan CV ke suatu perusahaan, kamu harus mengecek dan memastikannya kembali. Kamu bisa kembali membaca berulang-ulang CV milikmu sampai tidak lagi kamu menemukan kesalahan dalam surat lamaranmu. Jika perlu, kamu bisa meminta bantuan orang lain mengecek kesalahan dalam CV kamu.

Buatlah CV mu tetap rapi dan simpel

Ingat, jangan lupa tulis dengan baik-baik, tetap rapi dan simpel. (wisegeek.com)

Dalam membuat resume, kamu harus memperhatikan hal penting lain yang berkaitan dengan aturan dan kenyamanan membaca. Jadi, kamu harus menjaga bagaimana CV kamu tetap menarik tapi tetap rapi dan simpel. Misalnya terus menjaga konsistensi ukuran font, jenis font dan format halaman. Konsisten dalam hal ini akan membuat kesan bahwa dirimu terstruktur, sistematis dan konsisten. Jangan pula membuat CV kamu berlebihan.

Buat CV mu singkat tapi menarik

Buatlah semenarik mungkin agar perekrut bisa menyalamimu. (kinja-img.com)

Tidak semua CV yang panjang dengan beberapa halaman kertas itu bagus. Kamu akan menunjukkan kesan yang lebih baik dengan resume yang tidak lebih dari 2 halaman. Tujuanmu membuat CV adalah membuat para perekrut mengatakan “ya” agar kamu bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya.

Jadi, tidak perlu boros kertas untuk menyampaikan resume kamu atau bahkan menceritakan kisah hidup kamu. Disini, kamu ditantang menyajikan sebuah ringkasan potensi dirimu dengan padat namun jelas. Nah, untuk itu kamu harus benar-benar pandai dalam menyeleksi apa saja yang perlu kamu masukkan dalam CV kamu.

Harus selalu jujur dalam menulis CV

Jangan sampai menulis kebohongan. (tqn.com)

Jangan pernah kamu berbohong tentang identitas atau riwayat hidup kamu. Sebab suatu saat kebohonganmu pasti akan terkuak. Nah, jika ketidakjujuranmu terkuak maka latar belakangmu akan membuatmu dipecat dari pekerjaan di kemudian hari. Ingat, bahwa kebohongan yang kamu berikan akan selalu mengikuti kemanapun kamu pergi.

Tidak perlu menuliskan informasi rahasia

Jangan sampai kamu menuliskan informasi rahasia! (tqn.com)

Jika kamu pernah bekerja sebelumnya, jangan pernah menuliskan informasi rahasia. Jangan pernah menuliskan informasi yang sensitif. Jika kamu menuliskan informasi rahasia perusahaan mu dulu,  itu menunjukkan bahwa kamu tidak dapat dipercaya. Kamu juga tidak akan diterima karena ketakutan terlebih dulu jika perusahaan mereka kamu bocorkan rahasia perusahaan yang kamu tuju.

Itu dia 5 hal yang harus ada jika kamu menginginkan CV kamu dilirik saat melamar kerja. Perhatikan baik-baik dan cobalah terapkan. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!

Ini Dia, Kiat Agar CV Dinilai Baik

[ISIGOOD.COM] Kata siapa curriculum vitae (CV) tidak penting? CV bahkan dapat dikatakan sangat penting bagi permulaan karir job seeker. Terbukti, sebuah penelitian menemukan bahwa pihak perekrut dapat menilai kepribadian seorang pelamar kerja hanya lewat CV. Bisa saja, perekrut pekerjaan akan meloloskan kamu ke tahap selanjutnya karena CV yang dinilai menarik.

Kendati kepribadian pelamar kerja yang terbaca lewat CV berperan kecil, CV berperan besar bagi pelamar kerja untuk dipanggil wawancara. Itu dilakukan pada penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Business and Psychology. Penelitian tersebut dilakukan pada 122 perekrut yang mengevaluasi 37 CV lulusan mahasiswa.

Nah, darisana benar-benar tampak hasil kepribadian pelamar lewat CV. Melalui lembaran kertas yang dikirim itu, mereka dapat menyimpulkan beberapa sifat dasar job seeker. Ada 5 sifat dasar pelamar kerja yang diamati para perekrut, yakni keterbukaan, konsistensi, senang berinteraksi, sikap mudah menerima, dan mudah depresi. Jadi, kamu pun tidak boleh mengesampingkan penyusunan lembaran riwayat hidup kamu itu.

Dibawah ini, ada beberapa trik dan susunan agar CV kamu lebih diamati dan menarik. Disini juga akan dibeberkan penilaian yang sangat diamati perekrut yang harus kamu susun sebaik-baiknya! Bagian mana saja sih yang dilihat? Yuk, simak!

Tempatkan pencapaian pendidikan terlebih dahulu dibanding pencapaian pekerjaan

Dahulukan pencapaian pendidikan, baru pencapaian pekerjaanmu (eurthisnthat.com)

Artinya, tulislah riwayat pendidikanmu terlebih dahulu. Baru setelah itu riwayat pekerjaan. Misalnya pernah bekerja dimana saja. Oya, tidak salah jika penulisan CV mu menggunakan bahasa Inggris. Tentunya yang baik dan benar. itu akan membuat potensi dan kualifikasi bahasa Inggris kamu terlihat.

Tampilkan peranmu dalam organisasi yang pernah kamu ikuti

Tunjukkan kalau kamu pandai bersosialisasi dengan siapapun (ggpht.com)

Setelah menampilkan pencapaian pendidikan dan pekerjaan, kamu harus menampilkan peranmu dalam organisasi. Tentunya, sebutkan bahwa kamu kerap menjadi pemimpuin dalam organisasi yang pernah kamu ikuti. Sebutkan juga bahwa memiliki jiwa yang suka berpetualang dan menyukai tantangan.

Bukan hanya itu, kamu juga tidak perlu ragu untuk memasukkan pengalamanmu dalam berbagai kegiatan sosial. Para perekrut rata-rata menilai bahwa aktifis lebih baik daripada yang tidak berpengalaman organisasi sama sekali. Mengapa? Sebab kamu akan menampilkan seseorang dengan kepribadian yang mudah bersosialisasi, dan lebih mudah diajak bekerjasama.

Perhatikan kaidah penulisan CV

Ketahui dan taati aturan yang ada!

Kamu juga harus memperhatikan kaidah penulisan CV, seperti menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD). Ketelitian juga harus kamu lakukan. Jangan sampai lupa edit suatu kata menjadikan CV mu dibuang begitu saja. Hal lain yang membuat CV mu lebih menarik, yakni spasi tulisan. Spasi 2 lebih menarik dibandingkan spasi 1.

Penulis penelitian Gary Burns dari Wright State University di Amerika Serikat mengatakan, bahwa para pencari kerja harus menghindari menulis CV dengan format tulisan yang tak biasa. Jangan pernah menulis pernyataan atau pendapat pribadi dalam CV yang siap disebarkan.

Buatlah secara maksimal dan rinci

teliti dan detail itu wajib! (envato.com)

Membuat CV tidak boleh terlalu berlebihan. Artinya, bahasa yang digunakan harus rinci, detail tapi pas. Kelengkapan dokumen persyaratan adalah hal yang harus dipenuhi. Jika tidak, bersiaplah dicap tidak niat melamar suatu pekerjaan. Menggunakan bahasa yang berlebihan juga akan membuat perekrut justru ilfeel dengan CV kamu.

Gimana guys, tertarik mencoba? Jika sudah, tunggu saja perekrut akan menilai baik seluruh CV mu. Alhasil, kamu bisa melanjutkan jenjang seleksi usai pengiriman CV. Good luck for you.

Sumber : kompas.com

Untukmu yang Masih Berpikir Bahwa Wisuda Adalah Segalanya

[ISIGOOD.COM] Jika kita masih berpikir bahwa tujuan akhir dari masa perkuliahan adalah mendapatkan ijazah dan mengenakan toga, maka kita telah tersesat dalam cara berpikir yang salah. Nyatanya, wisuda bukanlah apa-apa. Wisuda bukan tujuan. Ada hal yang lebih besar dan lebih problematik yang harus kita hadapi setelah ini.

Wajar sih, jika nanti kita merayakan momentum kelulusan dengan makan-makan, karaoke, jalan-jalan atau sekedar berfoto ria. Tapi mau sampai kapan kita tercebur dalam euforia itu? Kita harus bangun dan sadar bahwa oke, kita sudah lulus, lalu?

Maka dari itu, untuk yang masih kuliah, kita harus meluruskan mindset sejak awal bahwa wisuda bukanlah segalanya. Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan dan itu jauh lebih penting dari sekadar lulus cepat dengan IPK setinggi pohon cemara.

Pikirkan, kemana setelah lulus?

Kemana kaki akan melangkah setelah lulus kuliah? (cdn2.hubspot.net)

Sudahkah kita berpikir, akan kemana kita setelah lulus? Apakah akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, atau masuk ke dunia industri? Semua pilihan tidak ada yang tidak memerlukan effort.

Misalnya kita ingin melanjutkan studi, maka kita harus lihat potensi dalam diri sendiri. Kita juga harus melakukan self assesment apakah kita mampu secara pikiran dan tenaga atau tidak. Jangan sampai kita sekolah lagi hanya karena tidak ingin terlihat nganggur. Karena percuma jika kita lanjut S2 tapi kita tidak punya tujuan yang jelas untuk apa gelar S2 itu kita pakai nanti. Apalagi kalau hanya untuk gaya-gayaan tanpa melihat kemampuan diri.

Kemudian jika kita memilih untuk masuk ke dunia industri, kita juga harus tahu kemana kaki akan melangkah. Perusahaan seperti apa yang bisa menerima dan cocok untuk kita. Jangan sampai CV kita tercecer di setiap lowongan pekerjaan yang ada di depan mata tanpa pertimbangan yang matang. Itu menandakan bahwa kita tidak punya visi dan goal yang jelas. Atau jika kita ingin berwirausaha,  jenis usaha apa yang akan kita tekuni. Pikirkan itu matang-matang sebelum lulus. Jangan sampai kita lulus dengan gamang karena tidak punya proyeksi yang jelas terkait kehidupan yang akan kita jalani pascalulus.

Kompetensi = Knowledge + Skill + Attitude. Sudah punya?

Bekali diri dengan knowledge, skill dan attitude (teresachinn.co.uk)

Apapun jalan yang kita pilih, akan membutuhkan orang-orang yang punya kompetensi. Apa itu kompetensi? Kompetensi adalah komulasi dari pengetahuan, keterampilan dan etika. Kompetensi berkaitan dengan pengetahuan yang kita miliki. Jangan sampai kita lulus tanpa ada pengetahuan yang kita kuasai, atau minimal kita mengerti. Kemudian skill atau keterampilan. Apakah kita punya keterampilan khusus? Misalnya keterampilan software atau aplikasi komputer tertentu, leadership, atau keterampilan yang lain. Yang jelas, kita harus punya keterampilan. Terakhir, etika. Etika adalah hal yang sangat penting. Walaupun tidak ada sekolahnya, tapi bisa dipelajari. Kesuksesan akan jauh lebih bisa didekati oleh orang yang punya 3 hal itu : pengetahuan, keterampilan dan etika. Semoga kita punya ya.

                                                                       

Seberapa cantik kamu menjual dirimu dalam CV?

Sudah mempersiapkan CV sebaik mungkin? (www.cork-griffiths.co.uk)

Jangan lupa, CV adalah profil diri kita yang bisa kita jual untuk mencari pekerjaan apapun. Banyak hal penting yang harus ada di CV. Yaitu informasi umum tentang diri sendiri, riwayat pendidikan, riwayat organisasi, prestasi dan riwayat pekerjaan. Jadi, apakah CV mu sudah cukup menjual? Jangan sampai CV kita gak menarik dan akhirnya tidak laku untuk ditawarkan di perusahaan bonafit. Banyak lho yang akhirnya mengeluh dan menyesal karena selama ini dia tidak ikut organisasi apapun di kampus. Tidak juga ikut kompetisi, kursus atau kegiatan penting lainnya. Akhirnya ia merasa bingung untuk menuliskan apa di CV. Kan gak banget kalau CV kita kosong. Maka, kita harus pastikan betul bahwa kita akan lulus dengan CV yang outstanding dan powerful.

 

Nyatanya persaingan tidak semudah yang kita bayangkan!

Memenangkan persaingan tak semudah yang dibayangkan (johndoe.net)

Bener, persaingan kerja pasca lulus itu tidak semudah yang kita bayangkan sebelumnya. Memang sih ada beberapa orang yang sangat hoki karena bisa langsung kerja setelah wisuda. Tapi kasus seperti itu tidak banyak. Coba aja lihat, setiap kali ada acara career expo, pasti ribuan job seeker datang dan berdesak-desakan untuk mengikuti rekrutmen. Ini menandakan bahwa persaingan itu sangat ketat! Apalagi akhir tahun ini akan ada MEA. Tau kan MEA? Itu lho, Masyarakat Ekonomi Asean. Nah loh, nanti kaita gak hanya bertarung dengan jobseeker se-Indonesia, tapi se-Asia Tenggara. Hm, saingan sama temen kampus aja susah dan belum tentu menang apalagi saingan se-Asia Tenggara ya. Makanya, sejak kuliah, kita harus punya sesuatu! Setidaknya, sekali lagi, kita harus punya knowledge, skill dan attitude.  Jika kita hanya lulus bermodalkan toga, ijazah dan IPK tinggi, kita hanya akan tergilas oleh gilanya persaingan kerja. Bener nih bener.

Jadi untuk yang masih mahasiswa, ikuti saran-saran berikut

Jadilah mahasiswa yang aktif dan berprestasi (gudlakid.com)

Akhirnya, untuk teman-temanku mahasiswa baru, mahasiswa gak baru-baru amat dan mahasiswa tingkat akhir, yuk ubah mindset kita. Percayalah, wisuda bukan segalanya. Ada yang jauh lebih penting yaitu pemantapan diri dengan bekal ilmu, keterampilan dan etika untuk menyambut kehidupan pascalulus dengan lebih mantap. Mumpung masih kuliah, kamu harus pastikan bahwa kamu tidak hanya kuliah, mengerjakan tugas lalu pulang. Akan sangat bagus jika kamu mengisi waktu dengan mengikuti organisasi,  pelatihan  leadership,  seminar, exchange atau kompetisi tertentu. Oh ya, Jangan lupa belajar bahasa asing. Karena ternyata kemampuan bahasa asing seseorang itu sangat diperhitungkan. Selain Bahasa Inggris ya kalau bisa, karena Bahasa Inggris harus udah jadi kemampuan wajib. Terakhir, bertemanlah dengan teman-teman yang positif agar kamu tidak terpengaruh ke pergaulan-pergaulan yang merugikan.

Selamat menjalani aktivitas sebagai mahasiswa 😀

8 Langkah Meng-Update CV-mu Agar Lebih Powerful

[ISIGOOD.COM] Kapan terakhir kali kamu otak-atik CV-mu? Mestinya saat ini kamu sudah jauh lebih berkembang dan tentunya akan ada begitu banyak yang harus kamu update dalam CV-mu. Anggap saja CV (Curriculum Vitae) adalah dokumentasi progress dan capaian dalam hidupmu.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengupdate CV (Curriculum Vitae).

Banyak pengalaman berbagai kisah nyata yang bisa di-share. Yaitu tentang bagaimana CV mereka berhasil digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya mendaftar/melamar pekerjaan, atau mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri. Hampir bisa dipastikan, salah satu faktor utama keberhasilan mereka adalah menuangkan segalanya di dalam sebuah CV yang betul-betul powerful.

Apakah CV yang powerful itu harus panjang dan super lengkap serta detil? Atau cukup poin-poin intinya saja dan tidak perlu harus bertele-tele?

Para pewawancara (pekerjaan atau beasiswa) biasanya selalu berbekal CV sebelum memanggil para pelamar atau pendaftar masuk ke ruangan. Kalau kamu bisa sampai pada fase wawancara ini, sebenarnya sudah oke banget lho. Karena itu berarti CV kamu berhasil meyakinkan mereka untuk menyisihkan ribuan pelamar lainnya.

Tapi meskipun berhasil masuk ke dalam ruangan wawancara, bila ternyata muncul something wrong pada CV-mu, hasil akhirnya tetap sama dengan mereka yang sudah tersisih di awal.

Berdasarkan pengalaman menyeleksi belasan ribu pelamar pekerjaan selama ini, pastikan kamu meng-upgrade CV kamu sesuai dengan 8 hal dibawah ini agar semakin powerful.

1. Apapun Yang Kamu Cantumkan di Dalamnya, Tuliskan Dengan Kejujuran! Simple …

Kamu harus yakin dan betul-betul yakin, bahwa kejujuran adalah pilar utama kesuksesanmu di masa depan. Memang sih, kalau jujur kadang CV kita biasa-biasa saja, karena itulah CV harus betul-betul meyakinkan. Tapi kalau data yang diisikan adalah palsu, maka kamu telah meneken sebuah kontrak kehancuran masa depanmu. Misalnya, anda memalsukan gelar atau IPK, jangan dikira HRD perusahaan akan langsung percaya mentah-mentah. Sangat mungkin HRD melakukan cross-check ke kampus untuk menanyakan keabsahannya. Kalau ketahuan, fatal akibatnya dan anda tidak dipercaya untuk selamanya.

Ingat, perusahaan tidak selalu mencari pegawai yang super, tapi mengharapkan mereka yang biasa-biasa saja wajar dan jujur yang akan menjadi ‘anggota keluarga’ mereka.

2. Buat Dalam Versi Yang Kamu Sesuaikan Dengan Target dan Tujuan Spesifik Yang Ingin Diraih.

Tentukan targetmu terlebih dahulu, dan fokus pada tujuan yang ingin diraih. Apakah untuk mencari pekerjaan atau mendaftar beasiswa. Lalu perdalam lagi informasi tentang target kamu, misalnya perusahaan apa atau posisi/pekerjaan apa yang kamu targetkan. Masing-masing posisi atau jabatan akan menentukan approach apa yang digunakan perusahaan untuk menyeleksi para kandidat.

Pada prinsipnya kumpulkan seluruh materi yang akan dimasukkan ke dalam CV. Memasukkan data dan informasi ke dalam CV sebisa-mungkin harus selengkap-lengkapnya. Namun terkadang tidak semuanya harus dicantumkan. Mungkin saja ada beberapa data atau informasi anda yang tidak cocok untuk keperluan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu.

Source: www.rikvanrixel.com

Source: www.rikvanrixel.com

 

Identifikasi dengan teliti posisi yang ditawarkan dalam lowongan, posisi manajerial atau pelaksana/operasional?

Terkadang, profil kamu tidak cocok untuk posisi manajerial, alias lebih cocok di posisi pelaksana/operasional. Atau bisa juga sebaliknya. Nah, akan menjadi masalah bila kamu ingin memaksakan diri mencoba posisi yang tidak cocok dengan background di CV -mu. (Catatan: Maksudnya, bukan berarti kamu tidak mampu bekerja di posisi tersebut. Hanya saja, data dan informasi mengenai dirimu di CV kurang kuat untuk meyakinkan reviewer.)

Saran: Cantumkan data dan informasi secara selektif, jangan terlalu banyak yang kontradiktif dengan target kamu. Perkuat dan perdalam data dan informasi yang sesuai dengan target. Tampilkan hobi/interest sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Dan, tampilkan hobi/interest sesuai dengan brand produk perusahaan yang dilamar.

3. Sebaiknya Jangan Mengaku ‘Expert’, Kalau Memang Belum Mencapai Kompetensi Untuk Keahlian/Ketrampilan Tertentu. Kalau Dipaksakan, Bisa Jadi ‘PHP’ Bagi Reviewer.

Hal ini agak mirip dengan No.1 diatas, namun dalam perspektif berbeda. Misalnya, kamu pernah ikut kursus ‘Komputer Desain Grafis’ dan mendapatkan sertifikat dari pihak penyelenggara kursus (Training Center). Biasanya seluruh peserta kursus memang otomatis akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan.

Kemudian kamu tanpa ragu-ragu akan mencantumkan ‘Desain Grafis’ sebagai ‘Keahlian’ di dalam CV kamu. Nah, sangat disarankan, jangan asal ikut kursus komputer hanya untuk cari sertifikat. Faktanya, banyak pencari kerja yang ditanya lebih jauh dan detil pada proses wawancara tentang keahlian yang dicantumkan di CV, ternyata masih jauh dari standar yang diharapkan perusahaan. CV-nya dipenuhi bermacam-macam ketrampilan tapi masih sangat mentah. Setelah kursus selesai, usahakan perdalam ketrampilan dan praktekkan untuk sesuatu yang riil. Misalnya untuk ketrampilan Desain Grafis, cobalah membuat desain poster yang memang akan diproduksi/dicetak untuk keperluan tertentu.

Contoh lainnya yang sering ditemui adalah Bahasa Inggris (Speaking, Listening, Writing) diisi “Baik”. Padahal tidak sulit untuk menguji ketrampilan Bahasa Inggris. Dari pengalaman selama ini, hanya 10% pelamar pekerjaan yang ketrampilan Bahasa Inggris-nya sesuai dengan isian di CV. Akibatnya, para user yang mewawancarai seperti terkena “PHP”. Sangat jarang pelamar melampirkan sertifikat TOEFL/IELTS. Ketika ditanya lebih lanjut tentang TOEFL/IELTS-nya, banyak pelamar mengaku belum pernah tes sejak masuk kuliah dulu. Atau, ketika didesak lebih jauh, mereka menjawab masih belum mencapai TOEFL 500, malah masih jauh di sekitaran skor 400-an.

Saran: Buatlah level yang agak fleksibel, misal skala 1 sampai 10. Maka kamu bisa mencantumkan pada level 7 apabila anda merasa belum fasih tapi bermaksud membuat CV yang mampu meyakinkan reviewer pada proses seleksi dokumen/administrasi.

Source: streetsmash.com

Source: streetsmash.com

4. Disusun 2-3 Halaman Cukup, Cantumkan Hal-hal Yang Penting.

Semaksimal mungkin cukup 2 sampai dengan 3 halaman saja. Pilih dan cantumkan riwayat pekerjaan, organisasi dan kegiatan anda yang bermakna signifikan. Penghargaan dan prestasi amat disarankan untuk dicantumkan, namun tetap harus selektif.

Aktif di berbagai organisasi/kepanitiaan, namun kalau hanya sebatas menjadi anggota maka sebaiknya juga harus selektif. Jangan sampai terlihat narsis tapi kurang bermakna.

 5. Kesan Pertama Selalu Penting! Design/Tampilan CV Jangan Yang Biasa-biasa Saja. Tapi Kalau Norak Bakal Jadi Bumerang. Serta Yakinlah, CV Yang Rapi Akan Menyentuh Hati Reviewer.

Desain CV akan memperkuat kesan pertama - Source: lockerdome.com

Desain CV akan memperkuat kesan pertama – Source: lockerdome.com

Banyak template CV di internet yang bisa dijadikan rujukan. Pilih desain yang elegan dan jangan yang terlalu norak. Sekali lagi sesuaikan dengan tujuan pembuatan CV dan karakter perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan.

6. Tunjukkan Prestasi Khusus-mu Sebagai ‘Unique Selling Point‘ Yang Membedakan Kamu Dengan Pelamar Lain.

Misalnya: Karya Tulis, atau Penelitian atau Tugas Akhir, atau Kompetensi khusus yang betul-betul kamu kuasai, atau yang bisa memberi gambaran tentang ‘Unique Selling Point‘ (USP) kamu, yang tentunya sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Misalnya kamu melamar pekerjaan untuk posisi “manajer marketing”. Kebetulan kamu dulu pernah memiliki pengalaman (success story) memasarkan sebuah produk/kegiatan di masa lampau. Entah ketika kamu bekerja di perusahaan terdahulu, atau ketika masih aktif di kegiatan kemahasiswaan. Dan menurutmu, itu sebuah prestasi yang cukup istimewa karena dicapai dengan perjuangan yang berat dan membuktikan kapasitasmu sebagai koordinator tim marketing. Maka, disarankan untuk mendeskripsikan secara singkat di dalam CV-mu, yaitu di bagian ‘Pengalaman Kerja’ atau ‘Pengalaman Berorganisasi’.

7. Tambahkan Lagi Orang-orang Penting Yang Bersedia Jadi ‘Rekomendator’.

Mohonkan agar mereka bersedia dicantumkan nama, posisi dan email serta alamat/nomor kontaknya di dalam CV-mu sebagai ‘Rekomendator’. Misalnya, profesor atau Dosen pembimbing Tugas Akhir, atau mantan atasanmu terdahulu. Ini akan sangat memperkuat posisi tawar kamu.

8. Minta orang lain untuk menilai CV-mu (teman, dosen, dan profesional).

Sebelum kamu gunakan CV untuk keperluan tertentu, mintalah tanggapan dan kritik dari banyak orang tentang CV-mu. Masukan dari mereka akan meningkatkan obyektifitas dan akan membuktikan apakah CV-mu sanggup menghasilkan efek persepsi se-powerful seperti yang kamu harapkan.

 

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan