Pesona Festival Terbesar di Laos, Negara Tak Berpantai

[ISIGOOD.COM] Negara di Asia Tenggara ini menyimpan banyak hal menarik dan eksotis untu dikunjungi. Hampir semua dari kita menyebutnya dengan Laos (dengan huruf  “s” yg kental), meskipun tidak salah, namun pengucapan yang benar adalah “Lao” tanpa S. Prancis memberi nama negara ini dengan Laos, berdasarkan etnis yang terbesar dan dominan di kawasan tersebut. Dalam bahasa Prancis, huruf “s” di belakang sebuah kata biasanya tak diucapkan, sehingga pengucapannya adalah “Lao”).

Inilah satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak mempunyai pantai (landlocked) dan dikelilingi daratan negara-negara tetangganya, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan China. Inilah salah satu negeri yang dari dulu selalu ingin saya kunjungi. Karena letak geografisnya yang ‘tersembunyi’ di balik negara-negara tetangganya yang lebih populer, dulunya mencapai ke Laos bukanlah hal yang murah dan mudah. Harus beberapa kali transit dan bertukar pesawat untuk sampai ke sini.

Untungnya, era penerbangan murah sukses membuka pintu udara Laos, dan ‘banjir’ wisatawan mancanegara ke negara tersebut telah membuka pintu harapan baru menuju kemakmuran ekonomi. Sektor pariwisata telah menjadi kontributor terbesar ke-2 terhadap ekonomi negara tersebut setelah pertanian. Menurut data dari Kementerian Pariwisata Laos, pada tahun 90an, negara tersebut rata-rata hanya didatangi sekitar 80.000 turis mancanegara per tahun, kini jumlahnya meningkat berkali-kali lipat, menjadi sekitar 4 juta kunjungan per tahun. Dengan penduduk hampir 7 juta (saja), jumlah 4 juta tentu adalah proporsi yang luar biasa.

Saya sempat mengunjungi negara indah ini. Slogan pariwisatanya pun tak muluk-muluk, yakni “Simply Beautiful”. Saya terbang dari Surabaya, transit di Bangkok 1 malam. Pagi harinya, saya terbang ke Wattay Internasional Airport yang berada di kota Vientiane, ibukota negara Laos. Saya mendarat di Vientiane masih cukup pagi, dan langsung berbegas ke hotel.

Tak banyak yang saya bisa lihat dari taksi yang membawa saya dari airport ke hotel, karena jaraknya sangat dekat. Artinya, bandara Wattay memang belum begitu sibuk. Bandara ini ‘hanya’ melayani sekitar 1 juta penumpang per tahun (bandingkan dengan, misalnya, bandara Sam Ratulangi di Manado yang sudah melayani 2 juta penumpang per tahun). Meski begitu, pemerintah Laos jauh-jauh hari sudah mempersiapkan ekspansi bandara Wattay untuk mengantisipasi lonjatan wisatawan mancanegara yang makin bertambah jumlahnya tiap tahun. Langkah yang baik.

Festival di Laos (treasuresoflaos.com)

Tujuan utama saya ke Laos adalah melihat langsung festival yang disebut-sebut paling populer dan terbesar di negara Buddha tersebut, yakni festival That Luang. Festival ini dilaksanakan di dalam kuil That Luang, kuil terbesar dan paling penting bagi penganut Buddha Teravada di Laos, yang letaknya juga berada di tengah kota Vientiane. Kuil That Luang (Stupa Emas) dibangun pada 1566 dan telah beberapa kali hancur karena serangan kerajaan Siam (Thailand kini) , dan telah direnovasi beberapa kali.

Festival ini berlangsung 3 hingga 7 hari pada minggu bulan purnama penanggalan Buddha, sekitar November atau Oktober. Festival dimulai dengan penyalaan lilin beraneka warna di petang hari di depan Wat Simeuang, dimana para peserta festival (para jamaah) berkumpul dan berjalan mengelilingi bangunan tersebut 3 kali. Wat Simueuang disebut sebagai pilar kota Vientianna, dan merupakan tujuan wisata populer di Vientiane. Kuil Buddha ini berada di reruntuhan kuil Hindu Khmer kuno. Kuil yang sekarang, yang dibangun pada tahun 1563, dipercaya dijaga oleh ruh gaib, yaitu ruh seorang wanita yang sedang hamil bernama Nang Si, yang dikorbankan ketika kuil ini dibangun. Nang Si dipercaya menjadi penjaga kota Vientiane, dan setiap tahun dilakukan ritual untuk menghormati rohnya di tempat tersebut.

Para peserta mengelilingi kuil tersebut dengan memegang lilin, dupa, dan bunga, sambil memukul kendang dan simbal sembari mengelilinginya.

Prosesi berlanjut keesokan harinya, pada menjelang petang hari. Kali ini diikuti oleh lebih banyak orang, mencapai ribuan orang. Mereka berkumpul membawa berbagai macam perangkat upacara, memakai baju tradisional Laos yang terbaik atau terbaru, untuk menghormati That Luang. Mereka bernyanyi, bermain musik, dan menari mengelilingi stupa emas raksasa tersebut searah jarum jam, sambil dipandu lafal doa dari biksu-biksu melalui pengeras suara.

Hari berikutnya, festival pun berlanjut. Lagi-lagi ribuan orang berkumpul sejak fajar di That Luang untuk memberi derma kepada ratusan biksu yang datang dari sekitar Vientiane, dan beribadat di stupa. Inilah “taak baat” dimana orang-orang mulai berdatangan sejak pukul 4 pagi, demi mendapatkan tempat terbaik di area That Luang untuk bersembahyang dan menyampaikan persembahan mereka. Baik di dalam maupun di luar stupa, ratusan biksu berbaju oranye berkumpul untuk menerima persembahan tersebut.

Selama prosesi ‘taak baat’, semua orang duduk diam dan khidmat mendengarkan doa-doa panjang yang dilafalkan oleh biksu melalui pengeras suara. Beberapa orang menuangkan air ke tanah sebagai simbul persembahan kepada Ngamae Thorani (dewi bumi) untuk menyampaikan pada leluhur mereka untuk datang dan menerima persembahan mereka, sedangkan beberapa orang yang lain melepaskan burung-burung dari sangkarnya sebagai simbol mendatangkan berbagai kebaikan di kehidupan. Setelah prosesi selesai, semua orang secara tertib berusaha mencapai stupa untuk secara langsung memberikan persembahan mereka kepada para biksu, menyalakan lilin dan duba, dan berdoa untuk keberuntungan.

Seluruh prosesi festival That Luang akan berakhir menjelang bulan purnama. Inilah masa dimana ribuan orang akan kembali ke That Luang untuk terakhir kalinya menyalakan lilin, dan menyulut dupa.

Saya merasakan kekhidmatan dan kebahagiaan di festival yang penuh warna tersebut. Dari dulu saya mendengar bahwa masyarakat Laos terkenal dengan kesabaran dan kebaikan hatinya. Dalam budaya Laos, budaya meminta, apalagi mengemis, sangat ditabukan. Mereka diajarkan untuk selalu membantu dan memberi, dan mendahulukan kepentingan bersama. Di festival ini, orang-orang tersebut berkumpul secara massal.  Terlihat sekali betapa event ini begitu dinantikan oleh masyarakat Laos,  para peserta upacara datang dari seluruh penjuru negeri, bahkan dari warga Laos yang bermukim di luar negeri. Di Indonesia, mungkin seperti lebaran yang selalu dinantikan, dipersiapkan, dan keluarga saling bertemu.

Jika anda tertarik untuk melihat budaya Laos, mulailah dari festival ini, dan amati betapa budaya, adat istiadat, kebiasaan, dan orang-orang Laos berkumpul, dan bergembira. Setelah itu, silakan berkeliling ke negeri tak berpantai ini. Selamat berlibur ya 🙂

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Setelah Membaca Ini Mestinya Kamu Tak Perlu Ragu Lagi untuk Melanjutkan Studi ke Jepang

[ISIGOOD.COM] Jepang, Negeri Sakura merupakan destinasi belajar yang menarik. Termasyur karena kemajuan teknologinya, Jepang menjadi tujuan melanjutkan studi banyak mahasiswa asal Indonesia. Namun demikian, tak sedikit pula pelajar Indonesia batal kuliah di Jepang karena takut berhadapan dengan berbagai kendala di sana. Kendala budaya, bahasa, hingga biaya sering diset menjadi penghalang utama.

Sebenarnya ketiganya dapat diatasi, asal kamu tahu fakta yang sebenarnya.

Duh nanti di Jepang sulit menyesuaikan gaya hidup

Gaya hidup di Jepang (dindingmorita.net)

Ya ini anggapan yang wajar. Bagaimana tidak, di sini kamu mungkin bisa membuang sampah sembarangan tanpa takut terkena denda. Atau merasa tak masalah berangkat ke kampus jam berapa pun, toh ada motor. Sementara di Jepang kamu harus menyesuaikan diri dengan jadwal bus dan kereta jika tak mau terlambat. Kehidupan di Jepang terkenal sangat teratur, mulai dari naik kereta sampai membuang sampah memiliki tata cara masing-masing. Kamu hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Lama-lama kamu akan terbiasa karena tinggal di Jepang tidaklah sulit. Selain itu fasilitas umum di Jepang sudah tertata rapi. Masyarakatnya juga ramah dan santun, jangan sungkan untuk minta tolong jika memang memerlukannya.

Kuliah di Jepang mahal!

Mahalkah kuliah di Jepang? (awani.info)

Kenyataannya biaya pendidikan dan hidup di Jepang memang mahal. Namun, ada banyak beasiswa yang bisa membantumu. Seleksi beasiswa di Jepang hanya berdasarkan prestasi akademik. Ragamnya bermacam-macam, seperti beasiswa kampus, swasta, bantuan daerah, serta berupa potongan biaya studi. Kamu dapat menerima beasiswa itu sepanjang masa kuliah, asal mampu mempertahankan nilai baik. Informasi seputar beasiswa pun terbuka dan tersebar di kampus-kampus.

Untuk biaya hidup, kamu bisa melakukan parttime yang mudah didapatkan. Pemerintah mengizinkan pelajar internasional untuk bekerja 28 jam dalam sepekan. Gajinya lumayan untuk membayar biaya sewa kamar atau biaya hidup sehari-hari.

Kalau susah mencari makanan halal gimana?

Makanan di Jepang (astrida.net)

Jangan khawatir, hari ini sudah banyak restoran bersertifikat halal di Jepang dan bisa dicari lewat internet. Kedai makanan halal juga cenderung mudah ditemukan di sekitar universitas.

Solusi lainnya, pesan makanan berbahan dasar ikan dan produk laut lainnya saat di restoran. Selain itu, memasak sendiri juga bisa menjadi pilihan sekaligus membantumu berhemat.

Kendala bahasa

Komunikasi jadi kendala? (samynos.com)

Mahasiswa asing memang disyaratkan lolos tes kemampuan bahasa Jepang (JLPT) level 1 atau 2 sebelum menempuh pendidikan di Negeri Matahari Terbit. Jangan takut, terdapat banyak sekolah bahasa tersebar di negeri itu.

Jika ingin lebih mudah, Anda bisa mencari universitas yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Program English Track (E-Track) dari Tokyo International University, misalnya.

Kesempatan bekerja di Jepang

Melalui kelas bahasa mahasiswa internasional bisa membuka peluang bekerja di Jepang, selai bisa berbaur dengan warga lokal. Terlebih lagi, banyak mahasiswa asal Jepang turut mengambil program ini sehingga mahasiswa internasional bisa berinteraksi langsung setiap hari.

Sealin itu, beberapa universitas seperti Tokyo International University memiliki program magang bernama Student Leadership Intership Program. Program ini diberikan agar mahasiswa bisa merasakan pengalaman langsung di dunia kerja sambil membangun relasi dengan perusahaan di Jepang.

 

Kerambit, Pisau Tradisional yang Paling Mematikan di Dunia ini Berasal dari Minangkabau

[ISIGOOD.COM] Apakah kamu pernah menonton film Merantau yang dibintangi Iko Uwais? Apakah kamu terpukau dengan scene-scene di awal ketika Iko yang memerankan Yuda, berlatih Silek (Silat) Harimau, seni beladiri dari ranah Minang, di kawasan Lembah Harau yang mendunia itu?

Ada satu hal kecil yang menarik perhatian, yakni ketika Yuda di-shoot dari dekat, dan di tangannya terselip sebuah benda kecil yang ternyata ada senjata tangan yang diketahui, menjadi senjata tradisonal paling mematikan di dunia.

Itulah Kerambit atau Karambit.

Kerambit adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung dari Indonesia (dan juga ada di Malaysia dan Filipina). Di ranah Minang sendiri disebut kurambiak/karambiak. Senjata ini termasuk senjata sangat berbahaya karena dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat tanpa bisa terdeteksi sebelumnya.

Dikutip dari Wikipedia, berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.

Kerambit (nouvo-craft.com)

Senjata di sebagian besar kawasan nusantara, pada awalnya merupakan alat pertanian yang dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Namun berbeda dengan kerambit, ia sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya, hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru.

Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain habis atau hilang dalam pertempuran. Kerambit terlihat sangat jantan, sebab ia dipakai dalam pertarungan jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri. Para pendekar silat Minang, terutama yang beraliran silat harimau sangat mahir menggunakan senjata ini. Para prajurit Bugis Sulawesi juga terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai kerambit. Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.

Dengan makin populernya seni bela diri Pencak Silat, senjata inipun semakin populer. Beberapa perusahaan besar AS seperti Emerson Knives dan Strider Knives membuat pisau kerambit dalam jumlah banyak. Pelopor penggunaan kerambit adalah Steve Tarani yang mempunyai dasar kerambit dari Silat Cimande Sunda. Saat ini kerambit telah dikembangkan pihak barat dengan banyak varian.

Di Indonesia sendiri kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau Minangkabau dengan sebutan kurambiak/karambiak. Untuk kerambit asal Sumatera, catatan tertua yang ditemukan adalah penggunaan kerambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.

Meski secara umum bentuk kerambit adalah sama yaitu melengkung dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya kerambit memiliki beberapa varian. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, kerambit ada dua yaitu kerambit Jawa Barat dan kurambiak/karambiak Minang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan kerambit Minang memiliki lengkungan siku.

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Mitos-Mitos Soal Otak yang Sering Kamu Dengar

[ISIGOOD.COM] Otak ialah bagian paling vital bagi manusia. Organ ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Sehingga, banyak fakta soal otak yang berbaur dengan mitos seperti, apakah benar otak manusia hanya terpakai 10 persen? Atau benarkah memperdengarkan musik klasik membuat bayi jadi pintar? Itu semua fakta atau mitos belaka? Berikut ini 10 mitos otak yang belakangan diketahui keliru:

Kapasitas Otak yang Terpakai hanya 10 Persen

Film fiksi-sains berjudul "Lucy" (feminspire.com)

Film fiksi-sains berjudul “Lucy” (feminspire.com)

Dulu ada pandangan bahwa manusia hanya memakai 10 persen saja dari kapasitas mentalnya. Pandangan ini dikutip aktor Morgan Freeman dalam film Lucy, yang mengatakan bahwa “Diperhitungkan bahwa kebanyakan manusia hanya memakai 10 persen dari kapasitas otaknya. Bayangkan kalau kita bisa mengakses 100 persen.”

Pandangan ini keliru. Penelitian menunjukkan bahwa manusia memakai keseluruhan bagian otaknya, meski tak semuanya aktif pada saat yang bersamaan. Itulah mengapa, kalau ada satu bagian kecil saja dalam otak kita yang rusak —mungkin karena serangan stroke—, akan berdampak pada kesehatan mental dan perilaku kita.

Memperdengarkan Musik Klasik Bikin Bayi Lebih Cerdas

Kamu suka lagu Beethoven? (stevekaufmanpopart.com)

Kamu suka lagu Beethoven? (stevekaufmanpopart.com)

Pada 1998 Negara Bagian Georgia di Amerika Serikat mendistribusikan CD musik klasik kepada keluarga yang baru saja mendapatkan bayi. Tiap CD berisi pesan Gubernur: Saya harap Anda dan bayi Anda menikmatinya—dan si kecil akan mengalami awal yang cerdas”. Ini disebut dengan Efek Mozart.

Efek Mozart menyebar sejak 1993, setelah Universitas California di Irvine melakukan penelitian dan mendapati bahwa 36 mahasiswa memiliki IQ yang lebih baik setelah mendengarkan musik klasik gubahan Mozart. Faktanya, pada 1999 Universitas Harvard melakukan review terhadap 16 studi yang serupa dan mendapati bahwa Efek Mozart itu tidak nyata.

Orang Dewasa Tak Dapat Menumbuhkan Sel Otak Baru?

(www.huffingtonpost.com)

(www.huffingtonpost.com)

Tikus, kelinci, dan bahkan burung dewasa bisa menumbuhkan syaraf baru. Tapi selama 130 tahun ilmuwan gagal mengidentifikasi pertumbuhan sel otak baru pada manusia dewasa. Itu berubah pada 1998, ketika satu tim ilmuwan dari Swedia menunjukkan bahwa sel otak baru bisa tumbuh di hippocampus, sebuah struktur yang berfungsi menyimpan memori dalam otak manusia.

Kemudian pada 2014, satu tim di Institut Karolinska di Swedia mendapati jejak carbon-14 dalam DNA sebagai cara untuk menghitung usia sel dan mengkonfirmasikan bahwa striatum, sebuah area yang berfungsi mengontrol motorik dan kognisi, juga memproduksi sel otak baru. Jadi, otak manusia secara konstan melakukan regenerasi lho.

Otak Lelaki Lebih Cocok untuk Matematika, Otak Perempuan untuk Empati?

(teens.drugabuse.gov)

(teens.drugabuse.gov)

Memang ada perbedaan anatomi antara otak lelaki dan perempuan. Hippocampus, bagian yang mengontrol motorik dan kognisi, pada perempuan lebih besar. Adapun amygdala, yang berfungsi mengatur emosi, pada lelaki lebih besar. Ini tentu bertentangan dengan anggapan bahwa otak lelaki lebih cocok untuk matematika dan perempuan untuk empati. Tapi bukti-bukti menunjukkan bahwa perbedaan lebih berhubungan dengan kebudayaan, bukan biologi.

Koma, Benarkah Tertidur Saja?

(timesofisrael.com)

(timesofisrael.com)

Di film-film, tokoh yang mengalami koma terlihat baik-baik saja setelah sadar. Tapi faktanya, mereka yang sadar dari koma seringkali mengalami banyak kesulitan dan membutuhkan rehabilitasi. Ilmuwan di National Center for Scientific Research di Perancis pada 2012 mendapati bahwa kawasan teraktif di otak, yang tetap aktif meski kita sedang tidur, terlihat gelap pada pasien koma. Jadi, koma bukan sekadar tidur ya.

Teka-Teki Silang Meningkatkan Memori

(olvista.com)

(olvista.com)

Pada 2011, peneliti dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein College mendapati bahwa menjawab teka-teki silang (TTS) hanya menunda penurunan memori individual pada manusia yang berusia antara 75 dan 85 tahun. Tapi menurun dengan cepat begitu seseorang menderita demensia. Hari-hari ini, kebanyakan ilmuwan setuju bahwa tak ada yang salah dengan mengisi TTS, tapi itu tak berarti bahwa kemampuan mengingat kita akan meningkat.

Minum Alkohol Membunuh Sel Otak

(telegraph.co.uk)

(telegraph.co.uk)

Perasaan aneh setelah meminum minuman beralkohol bukanlah karena sel otak menurun jumlahnya. Ilmuwan dari Bartholin Institute di Denmark mendapati bahwa sel otak mereka yang pecandu alkohol dan bukan pecandu, tak ada beda jumlahnya. Memang, ada alkohol yang bisa merusak sel otak, yaitu alkohol pada kadar yang sangat tinggi. Kalau minuman beralkohol sedang, seperti anggur, tak merusak. Alkohol pada minuman semacam ini hanya mengintervensi komunikasi otak, sehingga mereka yang sedang mabuk sulit berjalan, berbicara, atau mengambil keputusan.

Indera Keenam Itu Nyata

Indera keenam atau disebut pula Extrasensory Perception (ESP) pernah disebut ada pada eksperimen tahun 1930-an. Joseph Banks Rhine, seorang ahli botani dari Universitas Duke mengklaim telah menemukan ESP. Mitos ESP ini kemudian dipelihara oleh badan intelijen, seperti CIA, yang melakukan aksi mata-mata pada Perang Dingin. Tapi CIA sendiri yang kemudian mengakui bahwa ESP bukanlah senjata dan tak berwujud benda.

Beberapa Cenderung ke Otak Kiri (Logika) dan yang Lain ke Otak Kanan (Kreatif)

(pinterest.com)

Otak sebelah kiri dan kanan (pinterest.com)

Pemikiran ini digawangi oleh Roger Sperry pada era 1960-an. Neuropsychologist dari Institut Teknologi California ini mengatakan bahwa otak kiri lebih mudah memproses informasi verbal dan otak kanan pada visual dan spasial. Selama beberapa dekade kemudian, ahli mendapati bahwa itu keliru. Tak ada bukti bahwa tipe kepribadian seseorang tergantung bagian otak mana yang lebih dominan. Contohnya, pada 2012, psikolog dari Universitas British Columbia mendapati bahwa pemikiran kreatif aktif di banyak tempat di jaringan otak manusia tanpa kecenderungan kepada satu sisi otak manusia.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan? Mana yang mitos dan mana pula yang fakta.

Sumber: cnnindonesia.com

30 Sekolah Ikuti Olimpiade Pariwisata 4

Salam insan wisata!

[ISIGOOD.COM] Mahasiswa D3 Kepariwisataan Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan event tahunan, yaitu Olimpiade Pariwisata. Olimpiade Pariwisata ke-4 mengangkat tema Harmoni Budaya dalam Pariwisata Kreatif “HARYAWISAKA”. Tujuan kami mengadakan event ini, yakni untuk turut mempromosikan dan menunjang sektor pariwisata yang ada di Indonesia khususnya DIY dan Jateng serta turut melestarikan budaya Jawa.

Di tahun 2015 ini kami menambah 2 cabang lomba yaitu Bahasa Prancis dan Bahasa Jepang agar dapat mengajak lebih banyak siswa dalam mencapai tujuan kami. Selain itu seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Olimpiade Pariwisata mempunyai lomba Gagasan Tertulis, Karawitan, Mading 3D, dan Tari Kreasi.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Olimpiade Pariwisata 4 diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta pada 7 November 2015 lalu dan diikuti oleh 52 tim dari 30 SMA, SMK, MA di DIY dan Jateng. Berbeda dari Olimpiade Pariwisata tahun lalu kali ini juara umum diraih oleh dua sekolah yaitu SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu dan SMK Negeri 4 Yogyakarta yang sebelumnya peringkat ini diduduki oleh SMA N 1 Kasihan.

Tahun ini Lomba Mading 3D merupakan lomba yang paling banyak diminati. Lomba ini diikuti oleh 13 tim dan dijuarai oleh SMA N 1 Sanden, SMA N 1 Semin, dan SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu sebagai juara ketiga. Kemudian untuk Lomba Gagasan Tertulis diraih oleh SMK N 1 Juwiring sebagai juara 3 dan dua tim dari SMA Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu meraih juara 1 dan 2.

Lomba berbasis budaya juga tak kalah favorit. SMA N 1 Kasihan, SMK N 1 Kasihan dan SMA N 3 Yogyakarta meraih juara pertama Lomba Tari Kreasi yang terdiri dari 12 tim. Untuk Juara Lomba Karawitan yaitu SMA N 1 Kasihan, SMA Kolese De Brito dan SMA N 9 Yogyakarta sebagai juara pertama.

Bahasa Jepang dan Bahasa Prancis sebagai pendatang baru di Olimpiade Pariwisata tahun ini dimenangkan oleh SMA N 1 Yogyakarta sebagai juara ketiga Lomba Bahasa Jepang kemudian disusul oleh SMK N 4 Yogyakarta, dan SMA N 4 Yogyakarta sebagai juara pertama. Kemudian untuk lomba Bahasa Prancis dimenangkan oleh dua tim dari SMK N 4 Yogyakarta sebagai juara pertama dan ketiga, SMA N 9 Yogyakarta sebagai juara kedua.

poster taf

Tidak kalah menarik, sebagai rangkaian dari kegiatan tahunan kami, kami juga akan menyelenggarakan Tourism Anniversary Festival (TAF) yang menampilkan Sendratari Roro Jonggrang di Gedung Societet Taman Budya Yogyakarta pada 26 November 2015. Untuk dapat mengetahui lebih lanjut tentang acara tersebut dapat mengunjungi twitter kami di @TourismAF.