Budi Anduk, Buatlah Surga Tertawa! “Oke coy?”

[ISIGOOD.COM] Senin sore kemarin, rasanya ingin sekali menonton televisi. Padahal biasanya enggak sekali menyetel televisi di jam-jam prime time, malas dengan acara-acara ABG yang kurang masuk akal itu. Akhirnya aku pilih sebuah stasiun televisi yang menyajikan hiburan komedi. Di sana, bukannya aku tertawa namun justru terkaget dengan berita yang disampaikan oleh pemain di stasiun TV tersebut. Budi Anduk meninggal dunia, begitu katanya.

Budi Anduk, seorang komedian tanah air yang tenar lewat aktingnya di program acara Tawa Sutra ANTV itu menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin, 11 Januari 2016 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. Pukul 14.45 Waktu Indonesia Barat menjadi waktu yang Tuhan pilihkan untuk mengambilnya. Yang mengejutkan, komedian ini meninggal akibat kanker paru-paru stadium 4. Padahal selama ini belum pernah mendengar atau tau pemberitaan tentang Budi Anduk yang mengidap penyakit berat.

(forum.liputan6.com)

Tetiba pikiran ini melayang, mengingat akting Budi Anduk di televisi kala itu. Ia sering mendapatkan job untuk menjadi tokoh yang tersiksa, teraniaya, dan terbully. Entah Arie Untung, Peppy, atau Alm. Ade Namnung semua pasti membulinya. Bukannya menjadikan penonton menjadi kasian, namun justru tertawa dengan banyolan-banyolannya yang khas. Polos, nerima, tanpa perlawanan, dan punya gaya tertawa yang unik. Itulah gaya Budi Anduk menghibur penontonnya. Satu lagi, Budi Anduk sempat mentenarkan kata “Oke Coy” yang akhirnya digunakan oleh rekan-rekannya bahkan Tawa Sutra pun sempat menjadi Tawa Sutra “Cooy”.

Dari Artis Figuran Hingga Bintang Iklan

(radarpena.com)

Budi Anduk terlahir di Jakarta, 8 Februari 1968 dengan nama asli Budi Prihatin. Pada tahun 1997, keluarga Budi memutuskan untuk pindah ke Bekasi. Namun Budi tetap memilih tinggal di Mampang. Budi pun menjalani hidupnya dengan kepahitan. Tak jarang, Budi Anduk malah terpaksa menumpang makan di rumah saudara atau teman, bahkan kadang makan, kadang tidak. Tak hanya soal makan, urusan tidur pun ia sering berpindah-pindah tempat. Mulai dari sekolah,  rumah teman, bahkan emperan toko.

Merasa kehidupan semakin memaksanya untuk tetap survive, budi Anduk meberanikan diri menemui Parto Patrio untuk meminta pekerjaan. Budi Anduk mengawali karirnya di dunia layar kaca dengan menjadi kru di acara Ngelaba (Trio Patrio) pada tahun 2000. Kala itu, Budi Anduk mendapat bayaran 50 ribu per hari. Karena Budi Anduk kenal dengan Parto Patrio (tetangga kala kecil), parto pun mengajaknnya menjadi artis figuran. Dari sinilah, Budi Anduk belajar untuk berani tampil di depan kamera. Meskipun kala itu nama Budi Anduk belum dikenal oleh masyarakat.

Kemudian, Budi Anduk diajak bergabung di tim kreatif bentukan Kiwil untuk acara Lesehan. Namun dikarenakan gaji sebagai tim tidaklah sebesar menjadi pemain, desakan ekonomi yang dirasakan Budi Anduk pun membuatnya hengkang dari tim itu. Beruntung, Parto Patrio pun mendukung pilihan Budi Anduk tersebut. Karir berikutnya yang ia jalani adalah menjadi pemain di situasi komedi Klinik. Jauh sebelum ia bermain di Tawa Sutra ANTV. Barulah di tahun 2007 ia bergabung di Tawa Sutra ANTV bersama Arie Untung, Peppy, Aldi Taher, Sabrina, dan Ade Namnung. Tawa Sutra inilah yang kemudian melejitkan nama Budi Anduk di kancah hiburan tanah air. Hingga ia tampil di dua film layar lebar yang bertajuk Tiren: Mati Kemaren dan Tulalit.

Budi juga kerap muncul di layar televisi dalam Opera Van Java di Trans7 pada 2014 dan Bro & Bray di Trans TV pada 2015 hingga saat ini. Tak hanya dikenal sebagai komedian, Budi Anduk juga kerap tampil membintangi sejumlah iklan di televisi. Budi pernah membintangi iklan Minyak Kayu Putih Cap Gajah dan So Nice. Iklan sosis So Nice, Budi Anduk tampil bersama bersama Aldi Taher dan Pepi. Saat membintangi iklan Pelumas Evalube, Budi ditemani Arie Untung. Bersama Peppy, Arie Untung dan Aldi Taher, Budi Anduk pernah menjadi bintang iklan Kopi Kuku Bima Ener-G. Yang terakhir, Budi menjadi bintang Pilus Garuda Rasa Rumput Laut.

Merahasiakan Penyakitnya Sedari Tawa Sutra

(youtube)

Jodoh dan kematian adalah takdir Tuhan yang orang tidak dapat membukanya. Termasuk manusia. Siapa yang bisa memvonis umur seseroang sampai kapan. Bahkan kapan dia meninggal? Sungguh Tuhan Maha Segalanya. Termasuk menganugerahkan penyakit Kanker Paru-Paru kepada seorang Budi Anduk.

Budi Anduk sengaja berpesan kepada keluarganya untuk merahasiakan penyakitnya ini. Hingga masyarakat umum baru mengetahuinya setelah dia berpulang kepada penciptanya. Budi Anduk tidak ingin media meributkan masalah kesehatannya ini. Lebaran tahun kemarin, saat ia terbaring sakit di Rumah Sakit di Cirebon, ia sudah di vonis memiliki tumor paru-paru stadium satu.

Siapa mengira seorang komedian yang tampil berani di layar kaca ini memiliki ketakutan untuk memasuki rumah sakit dan bertemu dengan dokter. Ia takut dirawat, takut di kemoterapi. Ketakutan Budi berimbas pada sikapnya yang enggan dibawa ke rumah sakit. Padahal almarhum sering merasa ngilu dan terjadi pembengkakan di bagian tubuh. Bahkan keluarga sudah berusaha keras agar Budi mau dirawat di rumah sakit.

Saat dia merasakan ada pembengkakan di bagian-bagian tubuhnya, barulah ia mau dibawa ke rumah sakit. Saat memasuki rumah sakit, penyakitnya sudah memasuki stadium 4. Akhirnya, tepat pukul 14.45 tanggal 11 Januari 2015, Budi Anduk menghembuskan nafas terakhirnya.

Kini, tak bisa lagi kita lihat banyolannya di layar kaca. Selamat jalan, Coy. Buatlah seisi surga tertawa dengan candaanmu.

Baca juga :Inilah Tips Supaya Hidupmu Menjadi Lebih Tenang