[ISIGOOD] Belakangan ini isu soal banyak model yang mengidap kelainan anoreksia tengah merebak. Kelainan anoreksia merupakan kelainan yang membuat seseorang akan kehilangan berat badan, dan memiliki ketakutan mengalami kenaikan berat badan. Dalam situasi ini, mereka akan diet dan olahraga terlalu banyak dan selalu merasa gemuk. Bagi para wanita yang memiliki anoreksia, mereka punya kecenderungan baik dalam pengendalian diri untuk berat badan mereka. Meskipun, sikap disiplin milik mereka justru merusak dirinya sendiri.

Namun, penelitian menunjukan bahwa karakteristik diet ekstrem dalam anoreksia mungkin adalah sebuah kebiasaan. Perilaku yang diatur lewat proses otak yang tidak fleksibel, dan lambat mengalami perubahan. Temuan ini bisa membantu menjelaskan kenapa yang memiliki angka kematian tertinggi di antara penyakit mental ini sangat sulit ditangani.

Kurus dengan diet ekstrem (do-what-you-really-love.com)

Semakin banyak bukti yang menunjukan bahwa ada satu bagian otak yang biasa terlibat dalam perilaku kebiasaan, berperan dalam gangguan ini di mana orang akan membuat pilihan tanpa peduli konsekuensi. Pengobatan melalui psikiatrik atau terapis oleh para penderita kelainan makan biasanya sangat membantu. Sebuah riset mengatakan, 50 persen atau lebih pasien anoreksia yang dirawat dan diizinkan pulang ketika berat badannya kembali normal, akan kambuh dalam satu tahun.

“Yang harus diketahui tentang orang-orang anoreksia nervosa adalah mereka tidak akan berhenti,” kata Dr. Joanna E. Steinglass, profesor dari New York Psychiatric Institute di Columbia Universitay Medical Center yang mempublikasikan temuannya di jurnal Nature Neuroscience seperti dikutip dari New York Times pada Rabu (14/10/2015).

“Saat mereka menjalani pengobatan dan mengatakan bahwa mereka ingin membaik, dan mereka tidak bisa melakukannya,” tambah Dr. Steinglass. Karin Forde, peneliti dari lembaga dari Columbia.

Para peneliti menggunakan pemindai otak untuk melihat aktivitas 21 wanita dengan anoreksia dan 21 wanita sehat ketika mereka membuat keputusan tentang makanan apa yang ingin dimakan. Studi ini menemukan bahwa wanita anoreksia sama dengan wanita sehat, mereka akan memilih makanan rendah kalori dan sedikit memilih makanan yang tinggi lemaknya.

Diet ekstrem menimbulkan anoreksia (feelmesomehow.net)

Lewat pemindaian otak, diketahui pemilik anoreksia dan wanita sehat menunjukan aktivitas pada ventral striatum, bagian otak untuk keinginan mendapat imbalan. Akan tetapi wanita anoreksia juga menunjukan aktivitas lebih banyak di striatum dorsal, daerah otak yang terlibat dalam perlaku kebiasaan. Hal ini menunjukan bahwa daripada harus menimbang untung rugi, mereka akan bertindak secara otomatis berdasaran pengalaman masa lalu.

“Ini adalah penemuan penting,” ucap Antonio Rangel, profesor neuroscience, kebiasaan biologi, dan ekonomi dari California Institute of Technology, tapi tidak terlibat dalam penelitian.

“Jika konsisten dalam gagasan ini, sistem perilaku kebiasaan yang mengendalikan anoreksia, melebihi mereka yang ada dalam populasi umum,” lanjut Dr Rangel.

B. Timothy Walsh, peneliti senior, mengatakan bahwa studi di atas adalah pengembangan dari studi yang ia terbitkan pada 2013. Pada studinya, ia menyebutkan bahwa wanita rentan terkena anoreksia, kehilangan berat badan dianggap sebagai pencapaian, menimbulkan pujian, mengurangi kecemasan dan meningkatkan harga diri. Seiring berjalannnya waktu, diet yang dipasangkan dengan hadiah turunnya berat badan akan menjadi tindakan diet yang bermanfaat.

“Teori ini mungkin bisa menjelaskan mengapa pengobatan yang dilakukan di awal akan lebih sukses, dibanding yang dilakukan setelah sudah cukup lama ditetapkan memiliki anoreksia. Saya memperkirakan bahwa diet pada pasien anoreksia adalah kebiasaan, dorsal striatum yang lebih terlibat di sini,” ujar Dr. Walsh seperti yang juga dikutip dari New York Times pada Rabu (14/10/2015).

“Hal ini menjelasan kenapa perawatan seperti antidepresan dan terapi kognitif tidak berjalan dengan baik. Karena, kebiasaan harus digantikan dengan kebiasaan lainnya,” ucap Dr. Walsh. Pada akhirnya, diet yang baik juga memperhatikan pola makan yang teratur dan bernutrisi, bukannya malah membatasi dan mengurangi asupan gizi.

Sumber: detik.com

Pernah bikin Puisi. Sangat tertarik pada lawan jenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan