[ISIGOOD.COM] Minal Aidin Wal Faidzin. Selamat hari  raya Idul Fitri untuk semua sahabat yang merayakannya. Apa agendamu di momen spesial ini? Sudah makan lontong ayam, kue nastar dan es buah? Sudah pula sungkeman dengan orang tua, silaturrahim dengan saudara-saudara dan saling mengucapkan maaf kepada orang terdekat? Alhamdulillah… Semoga lebaran tahun ini memberi kesan dan makna yang mendalam bagi kalian semua.

Untuk membuat lebaran tahun ini lebih berkesan, kita perlu melakukan hal penting yang mungkin selama ini kita abaikan. Yaitu silaturrahim ke rumah guru SD. Ngaku, kapan terakhir kali kamu pergi ke rumah guru SD mu saat lebaran? Jika jawabanmu adalah setiap tahun mengunjunginya, maka itu jawaban yang amat menggembirakan. Tapi saya yakin akan lebih banyak yang menjawab sudah sekian lama tidak berkunjung ke rumah mereka. Tidak masalah! Yang penting, mari kita niatkan untuk menyambangi guru SD kita di lebaran tahun ini. Mengapa?

Jangan lupa, guru SD lah yang mengenalkan kita pada huruf dan angka

Guru SD yang mengenalkan huruf dan angka pada muridnya (img1.beritasatu.com)

Mungkin saat ini kita berhasil sekolah di sekolah favorit, kuliah di kampus bonafid, sudah sarjana atau bahkan sudah bekerja di tempat yang mapan. Tapi cobalah ingat, siapa yang menancapkan ilmu dasar kepada kita sampai akhirnya kita bisa seperti ini? Apa mungkin sejak lahir, kita langsung bisa membaca, menggambar dan berhitung? Tidak! Guru SD kita yang paling berjasa untuk itu semua. Mungkin sekarang kita sudah jauh lebih pintar dan lebih maju daripada guru SD kita, tapi ingat, mereka lah yang mengenalkan kita pada huruf dan angka pertama kali. Tanpa mereka, kita tidak akan pernah paham dengan ilmu-ilmu canggih yang saat ini kita miliki. Maka, tidakkah kita tergerak untuk medatangi rumah guru kita sebagai rasa terimakasih?

Cuma mereka yang menganggap murid sebagai anak

Kesabaran seorang guru SD (apakabarpsbg.files.wordpress.com)

Bukan bermaksud meremehkan guru SMP, SMA atau dosen kita. Tapi jujur, siapa yang paling sayang dan paling menganggap kita anak? Ya, guru SD. Mereka tidak ada hentinya sabar menangani kita yang masih cengeng, masih manja, masih belum bisa apa-apa. Mereka membantu kita menyisir rambut, merapikan baju atau mengantar kita ke kamar kecil. Cuma guru SD yang seperti itu. Kita adalah anak mereka, saat itu. Tapi mengapa kita perlahan melupakan mereka sebagai orang penting dalam jejak hidup kita. Datangilah. Walaupun sesungguhnya itu sama sekali belum sebanding dengan jasa mereka dalam hidup kita.

Lihatlah mereka, yang mungkin sudah mulai menua

Sekarang kita semua sudah dewasa, apa kabar guru kita saat ini ? (kantorberitapendidikan.net)

Sudah lama kita meninggalkan bangku SD. Kita sudah beranjak dewasa saat ini. Lantas bagaimana dengan guru SD kita? Jika kita sudah sepuluh tahun lulus Sekolah Dasar, artinya guru kita pun telah bertambah umur 10 tahun. Hm, tidakkah kalian rindu? Datangi sobat. Tanyakan kabar mereka, kesehatan mereka, kegiatan mereka. Tanyakan aktivitas mereka saat di sekolah. Barangkali, mereka sudah tidak sama seperti dulu. Jika dulu masih memiliki semangat membara, sehat dan bugar, atau sedikit galak. Mungkin sekarang mereka mulai dikalahkan oleh usia. Bagaimana ya keadaan guru kita sekarang? Ah, rindunya!

Banggakan mereka dengan cerita sukses kita

Percayalah, guru kita selalu berpikir tentang murid-muridnya. Mereka selalu bertanya-tanya “Dimana anak itu sekarang” “Jadi apa mereka sekarang?” Setiap kali mendengar kesuksesan kita dari orang lain, mereka pasti merasa begitu terharu dan ikut bahagia. Tapi mereka tidak yakin apakah kita mengingat jasa mereka, karena nama mereka telah tergantikan oleh nama profesor atau doktor-doktor itu. Maka, yakinkanlah guru kita bahwa itu tidak benar. Tunjukkan pada mereka, bahwa kita ini adalah tetap anak mereka. Mereka yang sangat berjasa dalam hidup kita. Banggakanlah mereka dengan cerita sukses kita. Saya yakin, tidak ada yang lebih mengharukan bagi seorang guru selain mendengar anak didiknya menjadi orang sukses.

Sahabat, kita adalah hasil bentukan dari masa lalu. Termasuk masa kecil kita ketika masih dengan seragam putih merah. Maka, jangan sampai kita lupakan orang-orang yang berjasa saat itu terutama guru SD kita. Kini, saatnya kita perbaiki silaturrahim yang mungkin sudah lama tidak terjalin. Mumpung momen lebaran, kita bisa manfaatkan momentum ini untuk menyambangi guru kita, saling berbagi kisah dan kasih. Selamat berlebaran, semoga menginspirasi 🙂

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

1 Comments

  1. Rini

    saya malah dari dulu belum pernah datang ke rumah guru SD. biasanya ketemunya kalo main ke sekolah saja… tapi memang sih, ingin sekali bertemu dengan beliau dan cerita kalau kita sudah menuju kesuksesan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *