Hampir tiada diantara kita semua yang punya cita-cita tidak akan menikah dalam hidupnya. Bagi seorang wanita, cita-cita pernikahan ini seringkali menjadi sesuatu yang sangat spesial untuk dipikirkan, direncanakan dan kelak dilakoni bersama pria hebat yang ditakdirkan bertemu dan hidup bersama selamanya.

Kata kuncinya adalah ‘Selamanya’ dan tentunya dipadukan dengan ‘Kebahagiaan’ (lahir dan batin). Nah, untuk merencanakan kehidupan masa depan serta pernikahan yang ‘will last forever’ dan ‘happily ever after’, tentu kita harus terus belajar tentang kehidupan ini. Yaitu, rahasia pernikahan yang bahagia selamanya.

Bagi para wanita, ingin tahu rahasia pernikahan yang bahagia? Salah satu tips kehidupan yang dipaparkan dalam artikel ini memuat jawabannya yaitu: Temukan seorang pria yang usianya 5 tahun lebih tua darimu, dan (pastinya) yang belum pernah menikah sebelumnya.

Tips ini digali dan disimpulkan dari sebuah penelitian di Swiss. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa tipe pasangan yang memiliki kemungkinan bercerai 5 kali lebih besar daripada yang lainnya.

Hal ini didasarkan pada 1) usia, 2) pendidikan, dan 3) apakah salah satu pasangan telah bercerai sebelumnya.

Kunci Pernikahan Bahagia: Usia Suami 5 Tahun Lebih Tua dari Istrinya

Faktor perbedaan usia tersebut bila dipadukan dengan tingkat pendidikan suami dan istri yang sama-sama baik, akan menjadi kolaborasi faktor pendorong kebahagiaan pernikahan yang langgeng. Artinya, seorang wanita dengan tingkat pendidikan yang baik, akan diprediksi menjalani pernikahan yang bahagia bersama pasangan yang 5 tahun lebih tua dari dirinya.

Secara empiris, penelitian tersebut melakukan studi perbandingan, yaitu sebuah pernikahan antara wanita dan pria yang sama-sama berpendidikan rendah, atau dengan pria yang jauh lebih muda darinya, memiliki kemungkinan bercerai 5 kali lebih besar. Gabungan faktor usia dan tingkat pendidikan ternyata mempengaruhi

Penelitian ini ternyata dilakukan tidak hanya dengan mengamati sepenggal kehidupan pasangan suami istri, namun mengamati mereka sejak lima tahun yang lalu. Dr. Emmanuel Fragnière, peneliti dari University of Bath, telah mewawancarai 1.534 pasangan di Swiss yang sudah menikah. Lima tahun kemudian, mereka diteliti kembali, dan melihat bahwa pasangan tertentu telah berpisah.

Pasangan hidup (crazy-frankenstein.com)

Pasangan hidup (crazy-frankenstein.com)

Banyak faktor penentu yang sama dari pasangan yang telah berpisah tersebut. Berikut ini hasil pengamatan ditinjau dari aspek perbedaan usia dan tingkat pendidikan.

1. Istri Lebih Tua Dari Suami: Kemungkinan Bercerai 3 Kali Lipat

Menurut para psikolog, sangat penting membangun profil pernikahan yang ideal. Berdasarkan usia, hasil penelitian menemukan, jika istri lima tahun lebih tua dari suaminya, kemungkinan untuk bercerai 3 kali lebih besar, daripada usia yang sama.

2. Istri Lebih Muda 5 Tahun: Kemungkinan Bercerai 6 Kali Lebih Rendah

Pasangan yang istrinya lebih muda 5 tahun dari suaminya, adalah yang jarang bermasalah dalam pernikahannya.

3. Pasangan Dengan Pendidikan Rendah: Memiliki Kemungkinan Bercerai Tertinggi

Jika kedua pasangan berpendidikan rendah, maka kemungkinan untuk bercerai akan lebih besar. Sedangkan, jika sama-sama berpendidikan, maka kemungkinan untuk bercerai lebih kecil.

4. Istri Lebih Berpendidikan Dari Suami: Kemungkinan Berpisah 8 Kali Lebih Rendah

Uniknya, menurut penelitian ini, jika istri berpendidikan lebih tinggi daripada suami, mereka 8 kali lebih mungkin untuk tetap bersama, daripada yang istrinya berpendidikan lebih rendah daripada suaminya.

5. Pasangan yang relatif stabil, adalah yang salah satunya pernah bercerai. Namun, jika dua-duanya telah bercerai, kemungkinan untuk berpisah akan lebih besar.

Perceraian pada pernikahan sebelumnya juga menjadi aspek penentu dalam sebuah pernikahan berikutnya.

Ada juga faktor lain yang mempengaruhi kelanggengan sebuah pernikahan, yaitu jika sang suami 5 tahun lebih tua, matang secara emosi, berpendidikan dan telah mapan secara finansial, rata-rata pernikahan bertahan lama. Sebagai contoh, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, (48) dan istrinya Samantha, (38) serta Presiden AS Barack Obama, (48), dan istrinya Michelle, (45), meskipun perbedaan usia mereka hanya tiga tahun, namun telah menikah selama 17 tahun.

Disamping itu, lamanya usia pernikahan, juga tergantung pada faktor-faktor objektif, seperti kecocokan dalam usia, pendidikan dan budaya juga dapat membantu mengurangi perceraian.

So, bagi para wanita, most likely akan berpandangan dan beropini bahwa penelitian tersebut mengambil sample pada kehidupan suami istri di Eropa yang notabene budaya dan nilainya berbeda dengan budaya ketimuran. Namun demikian, fakta yang muncul dari penelitian ini layak untuk dijadikan masukan tambahan yang penting untuk meningkatkan kesiapan mind-set merencanakan pernikahan yang bahagia dan langgeng sampai ratusan tahun lamanya.

 

Disadur dan dikembangkan dari vemale.com

About

Redaksi Isigood.com menerima kiriman tulisan yang sesuai dengan rubrik yang ada. Baca ketentuannya di halaman "Kirim Tulisan" pada bagian atas situs ini. Kirim tulisanmu ke hzhafiri@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *