[ISIGOOD.COM] Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia dalam ikatan pernikahan. Ada yang harus mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya bertemu dengan cinta sejati. Berbicara tentang kegagalan, tentu bukan sesuatu yang mengenakkan. Mungkin kita tidak menginginkannya. Namun kondisi sudah sedemikian tidak memungkinkan bagi kita untuk melanjutkannya. Sudah tidak ada lagi kenyamanan, tidak ada kecocokan. Maka dengan berat hati, kita benar-benar ingin segera mengahirinya. Karena jika tidak, justru kita akan merasa semakin tersiksa dengan hubungan yang sudah tidak kita inginkan ini. Pernahkah kamu mengalaminya?

Tapi, mengatakan putus untuk orang yang selama ini menjadi belahan hati kita bukanlah hal yang mudah. Bagaimanapun kita berusaha untuk mengatakannya, mempersiapkan kata-kata terbaik, tapi tetap saja tidak gampang. Apalagi jika hubungan itu sudah terjalin dalam waktu yang lama. Susah! Tapi bagaimanapun, kejujuran adalah terbaik. Pikirkanlah baik-baik sebelumnya. Jika kamu memang sudah tidak bisa bertahan dalam hubungan ini, bilanglah. Tapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar momen berakirnya kisah ini tidak berakhir sadis.

Katakan langsung

Bertemu langsung lebih membuatnya merasa dihargai (images.huffingtonpost.com)

Jangan pernah kamu mengahiri hubungan dengan cara tidak langsung. Jangan memutuskan dia lewat telepon, apalagi sms. Jika ia belum mau kamu temui, beri dia waktu sampai dia siap bertemu denganmu. Ketika kalian sudah bertemu, barulah kamu katakan keinginanmu untuk berakhir. Berbicara secara langsung menunjukkan bahwa kita menghargainya, menghormatinya. Jika kalian sedang LDR, usahakan kalian bisa saling melihat satu sama lain. Misalnya, lewat video call? Biarkan dia melihat ekspresimu, kamu juga harus melihat ekspresinya. Barangkali, ini adalah momen terakhir bagi kalian untuk saling pandang kan?

Jujurlah kepadanya

Katakan apa yang membuatmu ingin putus (content5.videojug.com)

Katakan kepadanya alasan mengapa kamu ingin putus.  Katakan sejujurnya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Bahkan jika alasanmu adalah kamu tertarik dengan orang lain, katakan saja. Mungkin ini memang membuatnya teramat sakit, tapi setidaknya dia tau alasan yang sebenarnya. Akan jauh lebih menyakitkan jika ia tau dari orang lain, atau menyimpulkan sendiri setelah menerima kebohonganmu. Jujurlah…

Akui kekuranganmu

Akuilah bahwa kamu pun banyak kekurangan (xyam.files.wordpress.com)

Jangan selalu membela diri. Jangan terus mengungkit kekurangannya. Akuilah bahwa kamu juga punya kekurangan. Bahwa kamu juga belum sempurna dalam mencintainya. Kamu masih jauh dari apa yang dia harapkan. Lalu, minta maaflah. Katakan padanya bahwa kamu sangat menghargainya, sangat menghargai usahanya untuk bertahan denganmu yang sangat banyak kekurangan ini.

Tenang, jangan emosi

Pastikanlah bahwa dia tidak melakukan hal-hal yang merugikan (www.newyorker.com)

Jangan kamu naikkan nada bicaramu ketika dia marah. Dia mungkin sangat emosi sehingga mencaci makimu, bisa saja. Atau bahkan melakukan hal yang lebih dari itu, seperti memukulmu atau melemparimu dengan sesuatu. Jangan balas kemarahannya dengan kemarahan. Mengertilah perasaannya, bahwa dia sedang sangat terpukul. Saat dia marah begitu, jangan malah kamu pergi meninggalkannya. Akan sangat bahaya jika kamu meninggalkan seseorang dalam keadaan kacau seperti itu. Berilah rasa simpatimu kepadanya, tenangkan dan pastikan dia baik-baik saja. Itu baru sikap orang dewasa..

Jangan sekali-kali memberinya harapan palsu

Kita sudah berakhir (cdn.sheknows.com)

Jika memang sudah tidak ingin bersamanya, jangan berkata seolah-olah kalian masih bisa bersama lagi suatu saat nanti. Jangan pernah mengatakan bahwa kamu masih sayang padanya, hanya saja saat ini kamu ingin sendiri. Jangan kamu janjikan bahwa kamu tidak akan dengan siapa-siapa lagi. Jangan. Karena perkataanmu ini hanya akan membuatnya terus berharap. Jika memang tidak, katakan tidak. Jangan kamu gantung perasaanya.

Jangan terlalu dekat dengannya untuk beberapa waktu

(www.romanceways.com)

Mungkin kamu juga merasakan kesepian luar biasa. Tidak mudah juga untukmu. Kamu sudah tidak lagi mendapatkan perhatian dari seseorang yang biasanya selalu hadir. Sudah tidak ada lagi yang menyapamu tiap bangun tidur dan mengucapi selamat tidur di malam hari. Sepi banget pasti. Tapi, jangan kamu terbawa suasana. Akhirnya kamu menghubunginya dan mengatakan bahwa kamu kangen dengannya. Kemudian kalian kembali intim. Ini hanya akan membuatnya kembali bergejolak dan berpikir bahwa kamu akan mengajaknya kembali. Jangan lakukan itu kecuali jika kamu memang menginginkannya kembali di sisimu. Jika tidak, jangan lakukan karena kamu sama saja berbuat jahat kepadanya.

Jangan buru-buru

Di depan, kita akan menempuh jalan masing-masing (www.writerscafe.org)

Lihatlah suasana, jangan terburu-buru. Pertimbangkan apakah dia sedang harus menghadapi ujian kuliah dalam tempo dekat. Apakah dia sedang ada masalah keluarga. Atau dia sedang harus menyelesaikan banyak tugas kuliah. Carilah momen yang tepat. Karena putus denganmu sudah pasti membuatnya terguncang. Jangan sampai dia kehilangan kesempatan baik dalam hidupnya hanya karena kamu memutuskannya di saat yang sangat tidak tepat.

Begitulah kawan. Tapi ingat, orang dewasa tidak memutuskan sesuatu hanya karena emosi sesaat. Sebelum kamu mengajaknya putus, kamu benar-benar harus berpikir keras, apakah kamu siap putus dengannya. Apakah kamu sudah rela jika ada orang lain yang menggantikan posisimu di hatinya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, barulah buat keputusan dengan mantap. Well, sekali lagi putus cinta itu tidak mudah, semoga kamu baik-baik saja setelah ini…

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan