[ISIGOOD.COM] Apa itu haters? Haters adalah orang-orang yang tidak menyukaimu tanpa kamu tahu sebabnya apa. Ternyata tidak hanya artis yang memiliki haters. Orang biasa pun dapat memilikinya. Hmm.. memang sih memiliki haters itu tidak enak rasanya. Seolah hidup ini selalu dihantui oleh “nyinyiran-nyinyiran” mereka. Selalu ada-ada saja yang membuat mereka nyinyir padahal kita tidak pernah mencari masalah dengan mereka. Berikut ini adalah fakta-fakta yang bisa kamu renungkan untuk menghadapi para haters

Bukan (hanya) soal iri, haters itu melihatmu dari sudut pandang lain

Setiap manusia memiliki “kaca mata”nya sendiri (www.garancedore.fr)

Memang sering ada pendapat bahwa haters itu tidak menyukaimu karena mereka iri, mereka ingin seperti kamu tetapi mereka tidak bisa. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Sebenarnya tidak sepenuhya haters seperti itu. Bisa jadi mereka melihatmu dari sudut pandang yang lain, yang tidak biasa. Ketika orang-orang melihatmu dari kebaikan-kebaikan yang pernah kamu perbuat dan prestasi yang pernah kamu raih, bisa saja si haters ini melihatmu dari keburukan yang pernah kamu perbuat. Memang benar sih kata pepatah “Nila setitik, rusak susu sebelanga”. Meski telah ribuan kebaikan kamu perbuat, ketika ada satu perbuatan kecilmu yang menurut orang lain tidak baik, bisa rusak “susu sebelanga” itu. Memang kita tidak bisa mengontrol ribuan pemikiran orang yang bertemu dengan kita. Itulah mengapa sebenarnya kita tidak perlu risau. Haters itu hanya melihatmu dari sudut pandang negatif, tanpa mau tahu sisi-sisi positif yang ada dalam dirimu.

Haters yang jujur itu malah justru menguntungkan

Ada haters yang jujur ada yang tidak. Yang jujur justu menguntungkan (orig11.deviantart.net)

Jika selama ini kamu selalu dipuja-puji atas sesuatu yang pernah kamu raih, haters ini seolah menjadi “peran” dalam mengingatkanmu agar tetap “down to earth”. Tak ada gading yang tak retak. Seberapa hebat pun kamu dalam suatu bidang, selalu ada saja hal yang membuatmu “tak sempurna” sebagai seorang manusia. Itu sangat wajar. Mana ada sih manusia yang sempurna di dunia ini? Kadang kita “lupa” terhadap diri kita sendiri, dan si haters ini berperan untuk mengingatkan kita. Kadang kita luput dalam melihat kekurangan kita sendiri. Si haters ini bisa mengingatkan kita terhadap kekurangan yang mungkin selama ini luput dari pandangan kita sendiri. Nah, inilah keuntungan yang bisa kita peroleh. Berkat haters, kita jadi tahu apa yang seharusnya diubah dari kehidupan dan perilaku kita.

Ada ratusan orang yang kita kenal berarti ada ratusan kepala, ratusan mata, dan ratusan hati

Beragam manusia, beragam pemikiran (erobison.files.wordpress.com)

Manusia memang unik dan rumit. Dari sekian miliar manusia yang ada di dunia ini apakah ada yang sama persis? Tidak ada. Paling pol mirip secara fisik atau beberapa sifatnya saja. Orang yang terlahir kembar saja masih memiliki banyak sekali perbedaan, apalagi yang tidak. Nah, apapun yang kamu pilih, apapun yang kamu lakukan pasti terdapat risiko “ketidaksetujuan” dari orang lain. Meski menurutmu apa yang kamu pilih itu baik, meski menurutmu apa yang kamu perbuat itu benar, akan selalu ada orang yang tidak setuju denganmu. Ya, dijadikan refleksi saja, seperti poin sebelumnya, haters bisa memberikanmu “sudut pandang yang lain”. Ada ratusan orang yang kita kenal tentunya ada ratusan sudut pandang. Apakah mereka semua harus setuju dengan kita? Jawabannya tentu “TIDAK”.

Kita bisa memilih apa yang harus kita pikirkan dan apa yang tidak harus kita pikirkan

Pikir yang penting-penting aja (ryanlee.com/wp-content)

Ribuan pendapat yang menghampiri telinga kita, tidak semuanya harus ditelan. Jutaan kata yang pernah tertangkap oleh mata kita, tidak semuanya harus dipercaya dan diterapkan. Seperti makanan yang akan kita makan, tentunya harus diolah dulu—meski ada beberapa orang yang suka makan makanan mentah. Seperti pada poin sebelumnya, manusia itu memang rumit. Kehidupan kita semenjak lahir sampai saat ini tidak bisa diceritakan hanya dalam waktu sehari dua hari. Hidup kita terlalu rumit untuk bisa diceritakan semuanya—ya kecuali kalau kamu merasa hidupmu datar-datar saja. Itulah mengapa orang lain hanya bisa menilai kita dari apa yang mereka “lihat”. Padahal, ada jauh lebih banyak hal-hal yang tidak terlihat dari kehidupan kita yang mereka tidak tahu. Ada ratusan pengalaman dalam hidup yang menjadikan kita menjadi siapa diri kita sekarang. Ya, kita memang tidak bisa menuntut orang lain untuk mengerti akan apa yang kita pilih dan kita lakukan. Mereka tidak pernah berada di posisi kita. Kita pun tidak pernah berada di posisi mereka. Jadi, santai sajalah menghadapi orang yang mungkin tidak suka kepada kita. Toh, Nabi saja—manusia yang hampir sempurna—memiliki banyak sekali musuh, apalagi kita? Kita ini siapa sih? Hanya manusia biasa 🙂

Santai aja ya bacanya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *