Inilah saatnya anda mengupdate CV (Curriculum Vitae) anda. Kapan terakhir anda melakukannya? Pasti ada banyak hal baru, data dan informasi tentang anda yang semakin bertambah atau berkembang.

Berdasarkan pengalaman saya menyeleksi belasan ribu pelamar pekerjaan selama ini, pastikan anda meng-upgrade CV anda sesuai dengan 8 hal dibawah ini agar semakin powerful.

1. Tuliskan dengan kejujuran

Kejujuran adalah pilar utama kesuksesan. Memang betul, CV harus betul-betul meyakinkan. Tapi kalau data yang diisikan adalah palsu, maka anda telah meneken sebuah kontrak kehancuran masa depan anda. Misalnya, anda memalsukan gelar atau IPK, jangan dikira HRD perusahaan akan langsung percaya mentah-mentah. Sangat mungkin HRD melakukan cross-check ke kampus untuk menanyakan keabsahannya. Kalau ketahuan, fatal akibatnya dan anda tidak dipercaya untuk selamanya.

2. Sesuaikan dengan target dan tujuan

Misalnya untuk mencari pekerjaan atau mendaftar beasiswa. Lebih jauh, perusahaan apa atau posisi apa yang anda targetkan.

Pada prinsipnya kumpulkan seluruh materi yang akan dimasukkan ke dalam CV. Memasukkan data dan informasi ke dalam CV sebisa mungkin harus lengkap. Namun terkadang tidak semuanya harus dicantumkan. Mungkin saja ada beberapa data atau informasi anda yang tidak cocok untuk keperluan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu.

Mendaftar di posisi manajerial atau pelaksana/operasional?

Terkadang, profil anda tidak cocok untuk posisi manajerial, alias lebih cocok di posisi pelaksana/operasional. Atau bisa juga sebaliknya. Nah, masalahnya adalah ketika anda ingin memaksakan diri mencoba posisi yang tidak cocok dengan background di CV anda. (Catatan: Maksudnya, bukan berarti anda tidak mampu bekerja di posisi tersebut. Hanya saja, data dan informasi mengenai anda di CV kurang mampu meyakinkan reviewer.)

Saran: Cantumkan data dan informasi secara selektif, jangan terlalu banyak yang kontradiktif dengan target anda. Perkuat dan perdalam data dan informasi yang sesuai dengan target anda. Tampilkan hobi/interest anda sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Dan, tampilkan hobi/interest anda sesuai dengan brand produk perusahaan yang dilamar.

3. Jangan mengaku ahli, kalau memang belum berkompeten dalam keahlian/ketrampilan tertentu.

Hal ini agak mirip dengan yang diatas, namun dalam perspektif berbeda. Misalnya, anda pernah ikut kursus Desain Grafis dan mendapatkan sertifikat dari penyelenggara kursus. Biasanya seluruh peserta kursus otomatis akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan. Kemudian anda tanpa ragu-ragu akan mencantumkan ‘Desain Grafis’ sebagai ‘Keahlian’ di dalam CV anda. Nah, sangat disarankan, jangan asal ikut kursus komputer hanya untuk cari sertifikat. Faktanya, banyak pencari kerja yang ditanya lebih jauh dan detil pada proses wawancara tentang keahlian yang dicantumkan di CV, ternyata masih jauh dari standar yang diharapkan perusahaan. CV-nya dipenuhi bermacam-macam ketrampilan tapi masih sangat mentah. Setelah kursus selesai, usahakan perdalam ketrampilan dan praktekkan untuk sesuatu yang riil. Misalnya untuk ketrampilan Desain Grafis, cobalah membuat desain poster yang memang akan diproduksi/dicetak untuk keperluan tertentu.

Contoh lainnya yang sering ditemui adalah Bahasa Inggris (Speaking, Listening, Writing) diisi “Baik”. Padahal tidak sulit untuk menguji ketrampilan Bahasa Inggris. Dari pengalaman selama ini, hanya 10% pelamar pekerjaan yang ketrampilan Bahasa Inggris-nya sesuai dengan isian di CV. Akibatnya, para user yang mewawancarai seperti terkena “PHP”. Sangat jarang pelamar melampirkan sertifikat TOEFL/IELTS. Ketika ditanya lebih lanjut tentang TOEFL/IELTS-nya, banyak pelamar mengaku belum pernah tes sejak masuk kuliah dulu. Atau, ketika didesak lebih jauh, mereka menjawab masih belum mencapai TOEFL 500.

Saran: Buatlah level yang agak fleksibel, misal skala 1 sampai 10. Maka anda bisa mencantumkan pada level 7 apabila anda merasa belum fasih tapi bermaksud membuat CV yang mampu meyakinkan reviewer pada proses seleksi dokumen/administrasi.

4. Disusun 2-3 halaman cukup, cantumkan hal-hal yang penting.

Semaksimal mungkin cukup 2 sampai dengan 3 halaman saja. Pilih dan cantumkan riwayat pekerjaan, organisasi dan kegiatan anda yang bermakna signifikan. Penghargaan dan prestasi amat disarankan untuk dicantumkan, namun tetap harus selektif.

Aktif di berbagai organisasi/kepanitiaan, namun kalau hanya sebatas menjadi anggota maka sebaiknya juga harus selektif. Jangan sampai terlihat narsis tapi kurang bermakna.

 5. Design/Tampilan jangan biasa-biasa saja, tapi jangan norak, dan utamakan kerapian.

Banyak template CV di internet yang bisa dijadikan rujukan. Pilih desain yang elegan dan jangan yang terlalu norak. Sekali lagi sesuaikan dengan tujuan pembuatan CV dan karakter perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan.

 6. Deskripsikan secara singkat prestasi khusus anda (sebagai ‘Unique Selling Point‘).

Misalnya: Karya Tulis, atau Penelitian atau Tugas Akhir, atau Kompetensi khusus yang betul-betul anda kuasai, atau yang bisa memberi gambaran tentang ‘Unique Selling Point‘ (USP) anda, yang tentunya sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Misalnya anda melamar pekerjaan untuk posisi “manajer marketing”. Kebetulan anda pernah memiliki pengalaman (success story) memasarkan sebuah produk/kegiatan di masa lampau. Entah ketika anda bekerja di perusahaan terdahulu, atau ketika masih aktif di kegiatan kemahasiswaan. Dan menurut anda, itu sebuah prestasi yang cukup istimewa karena dicapai dengan perjuangan yang berat dan membuktikan kapasitas anda sebagai koordinator tim marketing. Maka, disarankan untuk mendeskripsikan secara singkat di dalam CV anda, yaitu di bagian ‘Pengalaman Kerja’ atau ‘Pengalaman Berorganisasi’.

7. Mintalah kesediaan orang-orang penting untuk jadi ‘Rekomendator’

Mohonkan agar mereka bersedia dicantumkan nama, posisi dan email serta alamat/nomor kontaknya di dalam CB anda sebagai ‘Rekomendator’. Misalnya, profesor atau Dosen pembimbing Tugas Akhir, atau mantan atasan anda terdahulu. Ini akan sangat memperkuat posisi tawar anda.

8. Minta orang lain untuk menilai CV anda (teman, dosen, dan profesional).

Sebelum anda gunakan CV anda untuk keperluan tertentu, mintalah tanggapan dan kritik dari banyak orang tentang CV anda. Hal ini akan meningkatkan obyektifitas dan akan membuktikan apakah CV anda mampu menghasilkan efek persepsi se-powerful seperti yang anda harapkan.

Pejuang Beasiswa tunas-indonesia.org - Dosen SV-UGM - Owner of Fasnetgama Training Center (fasnetgama.co.id) - Ketua Yayasan Tunas Indonesia Jepang - Loving tennis, football, piano & family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan