[ISIGOOD.COM] Hidup memang penuh dengan dinamika. Ada kalanya manusia mengalami kebahagiaan. Ada kalanya manusia mengalami kesedihan. Justru dengan adanya dinamika itulah, hidup ini menjadi tidak hambar. Ketika mengalami kondisi yang membuat perasaan menjadi tidak tenang, mungkin kamu perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Pikiran dan perasaan ada di dalam dirimu. Kamulah yang memegang kendali atas pikiran dan perasaanmu sendiri

Pikiran dan perasaanmu ada dalam kendalimu (tamaramccleary.com)

Memikirkan dan merasakan sesuatu itu ada di dalam kendalimu. Kamu mau memikirkan tentang apapun tidak ada yang melarang. Kamu merasakan hal apapun itu juga tidak ada yang melarang. Ini berlaku untuk pikiran dan perasaan yang positif maupun negatif, sepenuhnya menjadi hakmu. Jika kamu telah mengetahui hal ini, seharusnya kamu bisa mengendalikan pikiran dan perasaanmu sendiri. Jika ada orang yang menyakitimu, kamu bisa untuk memilih mengabaikannya atau justru malah terjerumus di dalamnya. Silakan pilih mana yang baik untukmu.

2. Kamu disakiti? Sudah, abaikan saja

Kamu disakiti? Sudah, abaikan saja. (hdwallpaperbackgrounds.net)

Kamu merasa disakiti oleh orang lain? Sudahlah abaikan saja. Siapakah dia sampai bisa menyakitimu begitu dalam? Toh dia juga manusia biasa kan? Masih banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan. Mengapa kamu mau meluangkan waktumu yang sangat berharga untuk menangisi perbuatan seseorang? Mulai sekarang, kamu perlu tegas terhadap dirimu sendiri untuk bisa mengabaikan yang tidak penting, dan fokus terhadap hal yang penting.

3. Jangan gampang GR

Ssst… jangan dikit-dikit GR. Belum tentu dia lagi ngomongin kamu (venapro-hemorrhoidstreatment.com)

Baru baca status orang aja udah berasa dia nyindir kamu. Padahal kan belum tentu? Baru baca tulisan orang yang kamu kenal aja udah berasa dia lagi bahas kamu. Padahal kan belum tentu? Memangnya orang yang dia kenal cuma kamu? Ya hati-hati saja dalam menerka. Dari sini kan kita jadi tahu sebenarnya sumber kegelisahan manusia itu ya dari dirinya sendiri.

4. Tidak perlu terlalu mengurusi kehidupan orang lain. Itu bikin kamu capek sendiri

Nggak usah ngurusin hidup orang lain. Nanti kamu bakalan capek. Mending urusin diri sendiri (www.protein-up.com)

Mungkin kamu sempat tidak suka dengan cara hidup atau cara berpikir seseorang. Kemudian kamu mengungkapkannya dengan cara yang tidak semestinya (a.k.a nyinyir). Sudahlah, setiap orang berhak untuk memilih cara hidupnya masing-masing. Meskipun kamu beranggapan bahwa cara hidup orang lain itu tidak baik, lalu apa urusanmu? Yang menjalani dia, kok yang ribet kamu? Ingat, waktumu tidak semurah itu. Waktumu terlalu berharga jika hanya untuk mengomentari cara hidup orang lain. Apakah kamu sedemikian suci sehingga berhak untuk mengharamkan cara hidup orang lain?

5. Persoalan suka dan tidak suka itu manusiawi, tetapi caramu menyikapi kesukaan dan ketidaksukaan itulah yang menunjukkan kualitasmu

Suka dan tidak suka itu hak masing-masing orang. Alangkah baiknya kalau kamu tetap stay cool terhadap kesukaan dan ketidaksukaan kamu (i.huffpost.com)

Setiap manusia pasti memiliki rasa suka dan tidak suka terhadap sesuatu. Kamu berhak untuk menyukai orang yang elegan dan kamu juga berhak untuk tidak menyukai orang yang norak. Hal yang membedakan kamu dengan manusia lain adalah cara kamu menyikapi sesuatu. Apakah hanya karena kamu tidak menyukai sesuatu lantas kamu menyampaikannya dengan cara yang tidak berkelas? Jangan sampai, ya. Suka atau tidak suka itu hak kamu. Tapi jangan sampai kamu menjatuhkan dirimu sendiri hanya karena sesuatu yang tidak kamu sukai.

6. Santai aja kayak di pantaiā€¦

Santai aja kayak di pantai~ (mudra.club)

Kamu dihujat? Kamu dinyinyirin? Sudah, santai saja. Dia juga punya hak untuk nyinyir kok. Kalau kamu nyinyirin balik, terus apa dong bedanya kamu sama dia? Sudahlah santai aja. Kamu pengen marah? Nggak papa, marah itu manusiawi kok, asal cara marahnya aja yang harus dikontrol. Kamu tahu manusia paling kuat itu yang kayak gimana? Bukan yang bisa angkat beban sampe berkilo-kilo loh yaa.. Manusia yang kuat itu adalah manusia yang bisa mengontrol amarahnya sendiri.

Santai aja ya bacanya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *