[ISIGOOD.COM] Kawan, apa kamu suka datang ke pameran seni? Yap, acara semacam ini memang cocok banget untuk kamu kunjungi sekali-kali demi melepas penatnya dunia kuliah dan kerja. Di pameran seni, kamu bisa menyaksikan beragam keindahan karya buah tangan banyak seniman-seniman. Di pameran seni, kamu dapat membaca pesan-pesan moral yang coba disampaikan oleh para seniman melalui kreasi visual kreatifnya.

Kamu tidak perlu menjadi seorang kurator handal atau seniman terkemuka untuk bisa menikmati dan mengapresiasi seni. Justru, sebuah karya seni yang baik harusnya dapat memberikan pesan berharga pada banyak orang secara universal. Sebelumnya, IsiGood.com juga sudah menjadi media partner pameran seni ArtJog8 “Infinity in Fluxyang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta. Apa kamu sudah ke sana?

Nah, meski kamu sudah banyak berkunjung ke berbagai macam pameran seni, apa kamu tahu bahwa banyak aturan-aturan yang sebenarnya harus kamu ikuti? Tahukah kamu bahwa selalu ada etika, tentang apa yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan, saat kamu berkunjung ke pameran seni?

Nah, sebagai pengunjung pameran seni yang baik, tentunya kamu akan menaati semua aturan yang telah ditetapkan oleh panitia acara. Namun, tidak semua aturan itu selalu bisa menyorot akan hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika mengunjungi pameran.

Nah, demi menghargai sebuah ritual dimana seniman, karya seni, dan masyarakat saling bertemu dan bertegur-sapa, berikut IsiGood.com merangkum beberapa tips, aturan, etika, dan saran buat kamu yang hendak main ke pameran seni akhir minggu ini. Silahkan disimak:

Mulai dari yang paling sederhana, pakailah pakaian nyaman dan casual, agar kamunya juga nyaman dan leluasa berinteraksi dengan berbagai karya seni.

Cukup pakai yang santai saja! (123rf.com)

Well, namanya juga refreshing dan mencari hiburan, tentu paling enak jika kamu pakai pakaian yang paling nyaman dan casual, asal tetap sopan. Kenyamanan pakaian itu mungkin berbeda buat tiap orang, tapi saran kami, cukuplah jika kamu pakai kaos casual dan celana panjang longgar, tidak usah aneh-aneh. Tidak perlu kamu susah-susah pakai jas atau kemeja resmi. Tidak usah kamu pakai dress panjang mewah dengan bergelimang perhiasan. Atau set pakaian all-you-can-see yang kebuka-buka di sana-sini.

Lho, kenapa tidak? Katamu protes. Aku kan harus dandan necis kalau mau datang ke pameran. Siapa tahu kan ketemu jodoh di pameran. Kata orang, seniman itu cakep-cakep cyiin!

Begini, pertama, kamu datang ke pameran seni untuk menikmati karya seni, bukan nyari jodoh. Kedua, iya seniman itu cakep, tapi kamunya yang gak cakep-cakep amat, jadi lupakanlah mau nyari jodoh di pameran seni. Ketiga, banyak sekali karya seni di sebuah pameran yang sifatnya interaktif. Karya tersebut kadang bisa “dipakai,” “ditunggangi,” “ditekan” “dinaiki,” bahkan “ditiduri.” Sangat disayangkan jika kamu hanya melihat karya itu dari jauh sementara kamu bisa saja berinteraksi dengannya secara lebih dalam, gara-gara pakaianmu yang rempong jadi nyusahin kalau mau bermain dengan si karya.

Jadi, santai saja kawan. Pakailah celana panjangmu yang paling nyaman. Pakailah kaos sederhana atau Polo yang nyaman, tidak perlu penuhi jarimu dengan batu akik jika tidak perlu, dan selamat menikmati pameran seni yang berkualitas!

Saat melihat sebuah karya seni, baca caption yang tersedia. Tanya-tanya juga pada panitia terkait karya seni tersebut. Minta kuratorial teks jika ada.

apa kamu sering baca caption yang tertera di tiap karya? (hamalainen.net)

Waaw. Kamu berdecak kagum melihat sebuah karya seni di hadapanmu. Karya tersebut berbentuk sebuah replika mesin pengaduk semen besar yang sama besar dengan aslinya. Lalu di sekitar mesin pengaduk semen tersebut, terdapat puluhan piring-piring berserakan dimana-mana. Yang lebih mengherankan lagi, isi piring tersebut adalah tanah… Ya tanah… Di permukaan tanah itu tumbuh pucuk-pucuk padi. Ya, padi…

Hmm, imajinasimu pun liar untuk menerjemahkan instalasi seni ini. Apa maknanya? Semen = Pembangunan kota? Piring = Makanan? Padi = Pangan?

Kamu pun melirik caption yang tertera di sebuah kertas dekat karya tersebut. Di situ sang seniman mengungkapkan keprihatinannya atas kurangnya kedaulatan pangan di negeri ini. Ia juga menyoroti betapa pembangunan fisik kota kian menggusur lahan-lahan pertanian, padahal sejatinya manusia makan dari makanan pertanian.

Menarik!

2015-06-13 12.29.08

Kalau kamu sudah ke Artjog, pasti kamu sudah melihat karya ini…

Amati sebuah karya seni lebih dari 5 menit

pandangi terus karya itu bro (nutrias.org)

Kawanku yang baik, jika di saat pameran kamu sering curi-curi pandang ke arah mbak-mbak panitia yang manis itu selama hampir setengah jam, maka tentu tidak sulit untuk memandangi sebuah karya seni selama sekitar lima menit bukan? Ayo kawan, kita sudah sepakat bahwa kita ke pameran seni untuk menikmati dan menghormati karya seni, bukan nyari jodoh. Yuk mari.

Ayo kita coba. Lihatlah, di situ ada sebuah karya seni berbentuk patung manusia raksasa yang badannya terbalik, kepalanya di bawah kakinya di atas. Lalu si manusia tersebut dikepung oleh patung dua ekor anjing. Nah, coba perhatikan dengan seksama karya ini. Perhatikan tiap lekuk tubuh si manusia dan si anjing. Lalu perhatikan bagaimana sang seniman mengatur pose mereka berdua. Apa yang berusaha ditunjukan oleh sang seniman? Apa maknanya?

Ini juga ada di ArtJog lhoo

Ini juga ada di ArtJog lhoo

Jangan alihkan pandanganmu dari karya seni itu kawan! Manggut-manggutlah. Pasang muka sok cerdas dan pura-pura mencoba memahami si karya seni. Siapa tahu mbak-mbak panitia itu justru sekarang yang sedang mengamati kamu. Konon, cowok yang suka seni itu terlihat seksi lho di mata cewek!

Patuhi instruksi karya

Kamu bisa baca kan? Kalau bisa, maka bisa dong mematuhi instruksi yang tertera di tiap karya? (uiowa.edu)

Sebagaimana tadi diungkap, memang banyak karya seni yang bersifat interaktif. Artinya, ia tidak hanya sekedar bisa dilihat dari jauh. Ia bahkan bisa dipegang, ditekan, dinaiki, digenjot, ditiduri, dan lain sebagainya. Jangan ragu untuk berinteraksi dengan karya seni yang ditampilkan! Dengan begitu, kamu bisa menikmati karya seni tersebut secara maksimal! Lantas, bagaimana cara untuk berinteraksi dengan sang karya? Mudah saja. Pasti ada instruksi yang jelas kok di sekitar lokasi karya.

Berikut beberapa contoh-contoh instruksi untuk memperlakukan karya seni dengan benar:

just don't... (foto asli dari pameran ArtJog 8)

just don’t… (foto asli dari pameran ArtJog 8)

Cukup jelas kan?

Lakukan sesuai perintahnya, lihat apa yang terjadi...

Lakukan sesuai perintahnya, lihat apa yang terjadi…

Percayalah, akan terjadi hal-hal menarik jika kamu menginjaknya…

 

2015-06-13 12.41.32

Tahukah kamu, jika kamu menekan tombol ini, maka…

2015-06-13 12.41.36

Maka patung ini akan bergerak. Si burung akan mematuk-matuk patung kepala yang terbuat seperti dari batu itu.

Hmm, kira-kira apa ya maknanya?

Mari buka pikiran, open minded, terima semua pesan-pesan estetika visual yang disajikan oleh karya-karya yang ditampilkan. Jika ada sesi meet the artist atau temu seniman, hadirilah dan ikuti diskusi dengan kepala terbuka. Jangan sok nyinyir dan sok pintar. Karena sesungguhnya pameran seni adalah ruang diskusi dan berdialektika.

Buka pikiranmu! (theemotionmachine.com)

Hih, karya apaan nih? Gak jelas bentuknya, sampah! Ucap seseorang yang belagu.

Heh! Aku nih pengamat seni udah dari jaman Belanda ya! Bapak-ibuku kakek-nenekku seniman semua! Mereka sudah ngajarin aku cara menilai karya seni yang baik dan buruk. Dan menurut aku karya ini jelek.

Kawan, bukan perkara kamu paham seni atau tidak, bukan perkara nenek moyangmu itu seniman atau tidak, bahkan bukan perkara kamu tidak mungkin hidup di zaman Belanda. Masalahnya, tidak ada orang cerdas yang berhati jumawa. Karena kejumawaan akan menutup jiwa dan pikiran kita dari masuknya pemikiran dan pengetahuan yang lebih maju.

Kawan, pameran seni bagaikan sebuah ruang diskusi. Inilah sebuah ruang dimana seniman memvisualisasikan pesan dan gagasannya untuk ditelaah oleh pengamat dan masyarakat. Inilah ruang dimana seniman, pengamat, kurator, dan masyarakat bertemu dan bertegur sapa, berdiskusi dan menggali ide serta gagasan dari tiap-tiap kepala yang hadir. Siapa tahu, sebuah pameran seni bisa menjadi awal dari gerakan sosial yang nyata.

Namun, hal tersebut tidak mungkin terjadi jika kamu memasuki ruang pameran dengan pikiran sempit dan hati tertutup. Hal itu tidak akan terjadi jika kamu sudah belagak pintar dan kemudian mendiskreditkan segala bentuk karya dan gagasan yang disuguhkan.

Take it easy guys, terimalah ide-ide dan gagasan dengan pikiran terbuka, baru kemudian menelaah dan mengkritisinya secara bijak. Itu baru namanya menggunakan kebebasan berpikirmu dengan cerdas!

Jika barusan adalah hal-hal yang harus kamu lakukan ketika menghadiri pameran seni, inilah hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan di sini

1. Jika memotret karya, jangan pakai FLASH! Itu akan merusak karya! Pastinya kamu paham kan?

KLIK!!! (wired.com)

Tapi bung protesmu lagi

karya seni yang ini kelihatannya kuat, terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak. Masa tidak boleh potret pakai flash?

Begini bung, mungkin karya seni tersebut tidak akan serta-merta hancur berkeping-keping jika kamu memotretnya dengan flash. Namun, jika si karya itu terus-menerus dipotret dengan flash, dalam jangkap panjang karya itu akan rusak.

Ingatlah, karya seni adalah perwujudan visual dari ide dan gagasan yang dimiliki oleh seorang seniman. Sang seniman tentu berharap bahwa jerih-payahnya tersebut bisa tersimpan abadi sebagai artefak yang disimpan oleh peradaban manusia, utuh dan awet melewati berbagai generasi hingga berabad-abad kemudian.

Nah, bayangkan jika setiap ada pameran dan kesempatan, karya seni tersebut dipotret tersebut dengan flash. Kualitasnya pun akan berkurang, warnanya akan pudar, komposisinya terkikis, sayang kan?

2. Jangan terlalu dekat dengan karya, jika memang tidak diinstruksikan demikian

Jangan terlalu dekat cuy! (anchorcolumbus.com)

Sangat sederhana. Jika memang instruksinya tidak menyuruh kita untuk mendekati karya, apalagi menyentuhnya, sebaiknya jaga jarak dengan baik dari si karya.

Jangan sok berani, mentang-mentang tidak ada panitia yang lihat. Kalau akhirnya kamu menyenggol si karya, menggoresnya, merubah tata letaknya, dan lain sebagainya yang merusak dan mengganggu estetika si karya, apa kamu siap menanggung konsekuensinya? 

3. Larangan-larangan lain sih standar saja, Hmm. Let’s make it more fun! pernah dengar istilah The Do, The Don’t, and the “Oh God Please Don’t”?

Do: datanglah ke pameran seorang diri, atau membawa teman, atau pacar, atau siapapun! Yang penting manusia

Daripada ke bioskop mulu, yuk ke pameran seni bareng teman! (nhs.uk)

Membawa teman-temanmu ke pameran bisa jadi pengalaman yang lumayan menarik untuk bersenang-senang di akhir pekan. Apalagi kalau kamu bisa bawa pacar, jika punya. Tentunya harus pacarmu sendiri, bukan pacar orang lain.

Tapi konon, seorang pengamat seni sejati butuh momen seorang diri untuk menikmati pameran seni. Jadi, ia tidak akan membawa siapapun saat ingin menikmati ajang tersebut. Well, tidak masalah sih. Apa kamu juga begitu?

Don’t: datang ke pameran membawa binatang peliharaan.

Lucu ya? (washingtonian.com)

Ini serius lho guys, jangan pernah bawa binatang peliharaan ke pameran seni. Sejinak apapun, pasti nanti akan menimbulkan masalah. Entah menggangu pengunjung lain atau merusak karya.

Oh God Please Don’t: datang ke pameran membawa makhluk halus

Ehmm… (tribunews.com)

Daf*q?

Do: Jika membawa anak, awasi sang anak baik-baik agar tidak melakukan hal yang menggangu

Kalau anak diawasi, kan liburan keluarga jadi tidak terganggu! 🙂

Cukup jelas

Don’t: Lalai dalam mengawasi anak, hingga tahu-tahu si anak sudah memecahkan sebuah karya

Nah kan!

Jelas kan?

Oh God Please Don’t: main peta umpet dengan si anak di pameran seni

Urgh…

Karena kelak jika gilirian anakmu yang bersembunyi, ia akan bersembunyi di tempat yang kamu tidak bisa temukan, dan ia akan diculik oleh makhluk halus yang dibawa pengunjung pertama tadi.

Do: Hanya makan dan minum di luar arena pameran seni.

Gini kan enaak

Makan dan minumnya nanti saja kalau sudah di luar pameran, atau sebelum masuk. Jangan di dalam oke?

Don’t: Makan dan minum di tempat pameran

Makan sambil jalan gak bagus keleusss

Dibilangin jangan!

Oh God Please Don’t: Buka warung makan di tempat pameran seni

Eh buset…

Really? Daf*q?

 

Oke kawan? Pameran seni itu asyik kan? Ingatlah poin-poin ini ketika berkunjung ke pameran seni dan kamu telah menghargai jerih-payah seniman dan panitia yang telah susah-payah menghadirkan acara ini untukmu.

Pesan ini disampaikan atas kerjasama IsiGood.com dan ArtJog8 “Infinity in Flux.” Selamat menikmati seni 🙂

Mahasiswa yang sedang dalam misi pencarian kemeja trendi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan