[ISIGOOD.COM] Memulai sebuah hubungan tak ubahnya seperti menanam padi. Bila menginginkan kualitas yang bagus, kita harus mengawalinya dari pemilihan bibit yang juga unggul. Dalam prosesnya kita tak boleh luput melakukan perawatan. Harus rutin diberi pupuk serta dijaga agar tidak diganggu hama atau tanaman liar.

Seperti analogi di atas, hal yang sama juga harus dilakukan seseorang ketika memutuskan untuk memulai suatu hubungan. Untuk hubungan yang ideal, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih dengan siapa nantinya kita akan ‘berpartner’. Tentu saja, dalam proses memilih ini, tidak semudah dalam bayangan. Hal itu yang kemudian membuat kebanyakan orang di dunia ini masih single.

Gooders, apakah kamu juga seseorang yang berstatus single? Bagi sebagian orang, menjadi single dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Para kaum single ini sering menjadi bahan ledekan, seolah-olah “tak laku” atau “sok jual mahal”. Padahal, pada beberapa orang, single menjadi pilihan yang paling tepat dibandingkan harus menjalin hubungan berkali-kali dengan orang yang salah.

Status single membuatmu terbebas dari bayangan sakit hati dan kekecewaan

untuk sementara waktu, kamu mungkin perlu bebas dari semua rasa sakit hati itu (source: c1.staticflickr.com)

Kebanyakan orang yang memutuskan untuk single itu pernah menjalin hubungan yang salah sebelumnya. Dari hubungan itu, ia kemudian tahu gambaran tentang kekecewaan serta penderitaan ketika menjalin hubungan dengan orang yang salah. Kemudian, karena tidak ingin terbayang-bayang rasa menderita itu, ia memutuskan untuk menjadi single sampai akhirnya menemukan orang yang tepat.

Pada saat yang tepat, akan hadir orang yang tepat, percayalah! Jangan sampai kamu menjalin hubungan hanya demi status. Sebab, siapapun tahu, sebuah hubungan tanpa rasa cinta dan sayang hanyalah sayur asam tanpa garam: hambar!

Kamu adalah orang yang memiliki prinsip sendiri

well, akhirnya memang hanya kamu yang bertanggung jawab atas hidupmu sendiri

Hmm. Biarkan saja orang berkata apa. Pada akhirnya kamu harus sadar, kamu bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri. Pun dalam hubunganmu. Orang-orang di luar sana hanya bisa melihatmu sebagai penonton. Sementara kamu tetap sebagai lakon. Sedih-senang akan kamu alami sendiri. Maka, ketika kamu memutuskan menjadi single, itu juga atas pilihanmu sendiri.

Kamu tentu paham apa yang paling baik menurutmu. So, buat apa mempedulikan apa kata orang? Selama kamu bahagia menjadi single, mengapa tidak diperjuangkan?

Di luar sana ada banyak sekali mimpi yang bisa kamu kejar

tak perlu risau menjadi single, kamu muda dan punya segalanya!

Kamu adalah sosok yang berwibawa. Kamu muda, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan cerah. Perkara status single yang kini kamu sandang, itu bukan apa-apa. Sebab, dalam hidupmu, kamu memiliki banyak sekali mimpi dan prioritas hidup yang lebih pantas untuk diperjuangkan.

Mungkin pada saat ini, prioritas hidupmu lebih banyak pada pendidikan serta karier. Agar hal itu tercapai, kamu mungkin memang harus meninggalkan beberapa hal seperti berpacaran atau bergonta-ganti pasangan. Ketika prioritas itu sudah mulai bergeser dan kamu sudah siap, kamu pasti akan menemukan ‘the right one’ dengan sendirinya. Tentunya, karena kamu adalah orang yang berkualitas, pasanganmu juga pasti akan berkualitas.

Kamu berhak untuk sembuh dari luka lama dan merasakan bahagia

mungkin cara ini yang paling tepat untuk membuatmu bahagia

Katakanlah kamu pernah patah hati. Seseorang yang salah pernah membuatmu terpuruk dan kamu masih belum move on dari kejadian itu. Ya, semua hal butuh proses. Pun dengan melupakan. Kamu mungkin perlu ketenangan beberapa saat dengan menjadi single sebelum akhirnya kamu menemukan orang yang tepat.

Memaksakan hubungan pada orang yang salah, sama halnya memaksakan menanam padi dengan bibit yang jelas-jelas kita tahu buruk kualitasnya! Bukannya kepuasan yang kita dapatkan, yang ada kita hanya akan merasa rugi karena telah membuang banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk hal yang tidak bisa diperjuangkan.

Pegiat timeline. Bisa ditemui dalam akun @ervinalutfi di Twitter dan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *