Penelitian yang dilakukan oleh website SwiftKey telah menghasilkan infografis yang luar biasa. Webiste ini mengumpulkan informasi tentang bahasa yang digunakan oleh para pengguna mereka. Penelitian tersebut dilakukan untuk merayakan Hari Bahasa Ibu Sedunia.

Dalam penelitian Swiftkey, Indonesia menjadi negara trilingual nomor satu di dunia. Artinya, penduduk Indonesia terbiasa memakai tiga bahasa dalam percakapan sehari-hari. Hasil riset yang ditampilkan dalam infografis menarik itu menunjukkan, 17,4 persen penduduk Indonesia memakai tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Jawa.

Di tempat kedua ada Israel (11,4 persen). Penduduk negara ini biasa memakai bahasa Inggris, Ibrani dan Rusia. Sedangkan Spanyol ada di peringkat ketiga dengan 10,4 persen masyarakatnya menggunakan bahasa Katalan, Inggris dan Spanyol dalam keseharian.

Urutan negara trilingual di dunia (jakarta.coconuts.co)

Belanda berada posisi keempat. Riset Swisftkey menunjukkan, 10,1 persen penduduk Belanda berbicara dalam tiga bahasa. Sedangkan di tempat kelima ada Swedia (9,7 persen). Penduduk di Swedia biasa memakai bahasa Inggris, Spanyol dan Swedia.

Di Amerika Serikat, tiga bahasa yang umum dipakai adalah Inggris, Spanyol dan Prancis. Kemudian di Brasil, masyarakatnya menguasai bahasa Inggris, Spanyol dan Portugis. Penduduk Maroko biasa berbicara dalam bahasa Arab, Inggris dan Prancis. Sedangkan penduduk Ukraina mahir berbicara dalam bahasa Inggris, Rusia dan Ukraina.

Keunikan terlihat di Italia dan Jerman. Ada dua kombinasi trilingual di kedua negara. Di Italia, penduduknya terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Jerman, Inggris, Prancis atau Jerman, Inggris, Spanyol. Sementara itu, di Italia, kombinasi trilingual yang umum dipakai adalah Inggris, Prancis, Italia serta Inggris, Spanyol dan Italia.

Metodologi penelitian dalam riset ini adalah dengan menganalisa bahasa yang umum dipakai pada aplikasi keyboard swiftkey sehingga didapati kombinasi tiga bahasa yang paling sering dipakai di negara tersebut. Indonesia menjadi negara tritunggal nomer satu dikarenakan aktifnya bahasa Indonesia menyerap kata asing serapan baru berkenaan dengan transfer teknologi dan budaya.

Orang Indonesia juga dinilai sebagai orang-orang yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga banyak kata baru yang hadir dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Sedang untuk kasus beberapa bahasa asing, Indonesia masih menyerapnya dalam bentuk utuh seperti kata printer, modem, internet, dan sebagainya.

 

Sumber:

indonesiaamanah.com

indozaman.com

Mahasiswa Sastra Perancis UGM. Menyukai seni, psikologi, dan filsafat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *