[ISIGOOD.COM] Indonesia dan Jerman terhubung dalam sebuah persahabatan yang telah terjalin lama, baik pada tataran budaya, ekonomi maupun politik. Dalam rangka merayakan hubungan yang erat ini, sebuah format yang menarik, yaitu Jerman Fest, dihadirkan pada tahun ini. Jerman Fest adalah sebuah inisiatif dari Kementrian Luar Negeri Jerman dan diselenggarakan berkat kerja sama antara Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman Jakarta dan EKONID.

21 rangkaian acara akan tersebar di 7 kota seluruh Indonesia!

Adapun acara-acara yang akan dilaksanakan di Yogyakarta adalah:

1. German Cinema

Festival German Cinema kembali lagi! Selama empat tahun berturut-turut festival ini mempersembahkan film-film terbaik dan terkini Jerman ke layar-layar bioskop di Indonesia. Setelah edisi perdananya pada 2012 yang kemudian dilanjutkan pada 2013 dan 2014, saat ini German Cinema telah menjadi salah satu agenda terpenting acara seni dan kebudayaan Jerman di Indonesia. German Cinema telah berakhir pada tanggal 13 September 2015.

2. SENLIMA: Papermoon Bertemu Retrofuturisten

Dalam rangka Jerman Fest, Papermoon Puppet Theater, teater boneka kontemporer Indonesia dari Yogyakarta dan Retrofuturisten, sebuah teater independen sekaligus teater boneka dari Berlin yang dibentuk pada tahun 2011 ketika para anggotanya belajar di Akademi Seni Drama Ernst Busch, bersama-sama mengembangkan suatu produksi yang berfokus pada tema “Perbatasan”.

Dengan menggabungkan ciri khas dari kedua kelompok, produksi ini menjanjikan pertunjukan yang menarik yang telah terlaksanakan atas kerjasama antara Goethe-Institut Indonesien dan Akademi Seni Drama Ernst Busch dengan dukungan dari Salihara dan Universitas Gadjah Mada.

Tanggal: 1 Oktober 2015
Tempat: PKKH Universitas Gadjah Mada
Alamat: Jl. Pancasila Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 55281

3. Dunia Budaya

Pameran Dunia Kebudayaan yang merupakan bagian dari Program Pelestarian Kebudayaan dari Departemen Luar Negeri Federal menghadirkan prototipe yang mengagumkan dari 13 proyek, seperti restorasi Candi Borobudur Indonesia, pelestarian naskah tulisan tangan kuno di Timbuktu, Mali, atau restorasi bazar kuno Erbil di Irak.

Tujuan utama dari program ini adalah memperkuat rasa identitas nasional pada negara mitra dan mendorong terciptanya dialog kebudayaan di antara mitra. Dalam area konflik, langkah-langkah ini merupakan unsur dari pencegahan krisis dan mendukung adanya rekonstruksi.

Tanggal: 12 Oktober-1 November 2015
Tempat: Borobudur Park
Alamat: Jl Raya Jogja-Solo Km. 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta

4. EINSHOCH6

Menulis lirik, bernyanyi dan tampil sepanggung bersama band “EINSCHOCH6”! Istimewanya, semua menggunakan bahasa Jerman!

Workshop dan konsernya akan diadakan di berbagai kota di Indonesia agar sebisa mungkin mengajak partisipasi dari banyak sekolah mitra PASCH serta pelajar bahasa Jerman lainnya dari Indonesia dalam proyek musik ini.

Tanggal: Workshop 5 Oktober dan Konser 6 Oktober 2015
Waktu: 16.00 WIB
Tempat: Menunggu konfirmasi

5. Dance Interventions

Bekerjasama dengan Mousonturm dari Frankfurt am Main, Salihara. dan Studio Plesungan, dua pasang seniman Jerman dan dua pasang seniman Indonesia (Koreografer/Desainer/Penari/Komposer) berkolaborasi menciptakan karya dalam rentang periode yang cukup lama di Indonesia maupun di Jerman. Pertukaran ini dilaksanakan secara terbuka dan dirancang sendiri oleh seniman yang terlibat.

Karya yang mereka kembangkan akan ditampilkan dalam pentas Indonesia Lab sebelum acara Frankfurt Book Fair, dan selanjutnya pada saat digelarnya “Jerman Fest“.

Tanggal: 24 Oktober 2015
Tempat: Studio Plesungan
Alamat: Desa Plesungan Rt03/ Rw02, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, 57773, Jawa Tengah

6. Agama, Negara, dan Masyarakat

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini akan diadakan oleh University of Goettingen dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (Yogyakarta), dimana kedua lembaga ini telah bekerjasama pada dalam hal isu-isu ke-Islam-an selama beberapa tahun terakhir ini. Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk memperlihatkan hasil penelitian dari mitra-mitra perguruan tinggi pada terhadap pokok pertanyaan-pertanyaan sosial-politik serta pertemuan agama dengan kontitusi kenegaraan kepada khalayak luas dan masyarakat golongan non-akademik. Di samping itu, konferensi diharapkan dapat meninjau kembali makna masyarakat plural di abad ke-20 sebagai bagian dari diskusi publik.

Tanggal: 2 dan 3 November 2015
Tempat: Menunggu konfirmasi

7. Ruang Suara

Sebagai bagian dari “Jerman Fest”, Goethe-Institut Indonesien mengembangkan proyek musik yang besar bersama dengan Ensemble Modern dan KfW Stiftung, yang bedasarkan tradisi musik Indonesia yang kaya.

Program ini mempertemukan komponis-komponis dan musisi-musisi muda Indonesia dengan Ensemble Modern asal Frankfurt, salah satu ansambel solois yang terkemuka di dunia untuk musik klasik kontemporer. Komposer-komposer Indonesia turut berpartisipasi dalam workshop kolaborasi bersama anggota dari Ensemble Modern di Jakarta dan Frankfurt.

Ruang Suara adalah proyek bersama dari Ensemble Modern, KfW Stiftung dan Goethe-Institut Indonesien dan didukung oleh yayasan kebudayaan, Kulturstiftung des Bundes.

Tanggal: 6 Desember 2015
Alamat: Institut Seni Indonesia, Jl Parangtritis Km 6, Yogyakarta.

Nah, bagi kamu yang tertarik ikutan acara ini, simak terus informasi terbarunya di Twitter @isigoodnews! Pastikan kamu tidak kelewatan satu pun acara karena event ini membuka peluangmu untuk mengenal Jerman lebih dalam!

 

 

Ingin acaramu dipublikasikan oleh media kami? Klik di sini!

Pegiat timeline. Bisa ditemui dalam akun @ervinalutfi di Twitter dan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan