[ISIGOOD.COM] Bagi kamu yang sedang diet, mungkin kamu memandang bahwa gula adalah salah satu musuh terbesar yang harus kamu hindari.Karena bagimu, gula adalah penyebab segala masalah kesehatan dan racun buat tubuh. Namun nyatanya, fakta soal gula lebih kompleks dari itu.

Dalam jumlah besar, gula adalah ancaman besar bagi kesehatan karena meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukan dampak langsung dari konsumsi terhadap gula. Sebanyak 150 kalori hasil pembakaran gula buatan per orang per hari, ternyata dapat menaikan resiko diabetes sebesar 1 persen. Hal ini tak terelakan, meski upaya seperti olahraga, pengaturan berat badan, dan pembatasan kalori dari makanan lain telah dilakukan. Selain itu, menurut JAMA Internal Medicine, mereka yang gemar mengonsumsi gula dalam makanan manis juga memiliki risiko dua kali lebih besar menderita gangguan jantung.

Gula yang kita konsumsi bersembunyi di balik hampir setiap asupan makanan sehari-hari. Label nilai gizi pada kemasan makanan juga tak banyak dapat membantu mengukur jumlah kalori hasil pembakaran gula. Jadi, bagaimana kita bersikap dalam mengonsumsi gula?

Sebelum kamu berpikir meninggalkan segala makanan manis, berikut ini adalah informasi yang harus kamu ketahui untuk memuaskan lidahmu akan makanan manis seaman mungkin.

1 Ada jenis gula yang lebih baik dari yang lain

Penting untuk mengetahui perbedaan dari dua jenis gula secara umum.

Secara alami, gula dapat ditemukan di segala jenis makanan kita, mulai dari buah, sayuran, dan makanan olahan susu. Gula yang berasal dari makanan semacam ini cenderung baik bagi tubuh karena menyediakan kebutuhan kita akan serat, juga protein, kalsium, vitamin dan mineral.

Selain gula alami di atas, ada juga jenis gula tambahan yang ditambahkan untuk menaikkan rasa manis makanan. Gula jenis ini adalah gula pekat yang cenderung tak mengandung banyak nutrisi. Meskipun madu dan sirup maple diketahui memiliki manfaat untuk kesehatan, tetapi konsentrasi gula ini, bahkan dalam satu sendok tehnya saja, sudah sangat tinggi.

Menurut American Heart Association (AHA), tingginya asupan gula selama 4 dekade belakangan, berhubungan dengan meningkatnya besaran lingkar pinggang, risiko penyakit jantung, dan diabetes di Amerika.

2. Baca label nutrisi tentang kandungan gula

Berbagai makanan kemasan mengandung baik gula alami dan gula tambahan. Label Nutrion Facts pada kemasan dapat memberikanmu informasi total dari keduanya. Tahun lalu, Food and Drug Administration (FDA) meminta produsen makanan memisahkan informasi mengenai gula tambahan dan gula alami. Label gula dan jumlahnya dalam gram berarti gula yang dimaksud adalah gula alamiah yang dikandung makanan. Sedangkan, informasi gula tambahan dicantumkan terpisah dengan label mengandung gula buatan, contohnya siklamat, aspartam, dan sakarin.

Secara hukum, komposisi disusun berurutan sesuai alphabet. Kamu dapat melihat apa saja gula tambahan yang digunakan dalam komposisi. Namun, yang paling mudah kamu lakukan adalah hindari sebisa mungkin makanan kemasan dan gula tambahan. Cobalah sebisa mungkin memasak sendiri makananmu.

3. Perhatikan batas aman konsumsi gula

Menurut American Hospital Association (AHA), wanita maksimal dapat mengonsumsi 100 kalori dari gula tambahan (sekitar 6 sendok teh). Namun nyatanya, rata-rata wanita mengonsumsi 18 sendok teh gula sehari! Sebagian besar gula tambahan ini kita asup melalui makanan kemasan dan minuman manis. Kelebihan ini terjadi karena kita tidak memperhatikan jumlah gula tambahan yang kita asup. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menghitung kalori atas makanan kemasan yang kita makan. Ingatlah bahwa 4 gram gula tambahan sama dengan satu sendok teh gula. Jadi, jika kamu mencampur 1 sendok teh gula dalam secangkir kopi pagimu, dan selanjutnya kamu makan sebatang coklat dengan 12 gram gula (3 sendok teh), berarti kamu memiliki sisa 2 sendok teh gula (8 gram) yang dapat kamu konsumsi di hari itu.

4. Alami berarti tidak menjamin bebas dan selalu baik dikonsumsi

Banyak dari kita yang merasa aman jika mengonsumsi olahan segar buah-buahan dan sayuran. Namun, hal ini tidak selamanya berlaku. Jus buah misalnya. dalam segelas jus buah, terkandung gula lebih dari 53 gram atau hampir 270 kalori. Sebagai hasilnya, kamu menyimpan kelebihan kalori ini sebagai lemak.

Contoh lainnya adalah, buah-buahan kering. Hal ini terjadi karena buah kering memiliki konsentrasi air rendah dan menyebabkan kandungan gula pekat. Kamu sebenarnya tak perlu menjauhi 100% makanan ini, tetapi ingatlah untuk membatasi konsumsi. Satu cup buah segar sebanding dengan ½ cup buah dari 100% jus buah alami dan sebanding pula dengan ¼ cup buah kering tanpa tambahan pemanis.

Sekarang, kamu tahu bukan berapa banyak gula yang aman kamu konsumsi setiap harinya? Keputusan ada di tanganmu untuk memulai hidup sehat.

 

Disadur dari abcnews.go.com

Mahasiswi selo Sastra Inggris UGM. Sedang belajar bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *