Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNY Selenggarakan Pameran Pendidikan dan Kebudayaan

[ISIGOOD.COM] Media diibaratkan sebagai sebuah pisau; perannya tergantung bagaimana seseorang memperlakukan. Apakah sebagai senjata yang melindungi atau sebagai senjata yang membunuh diri sendiri? Seiring dengan berkembangnya media yang semakin dinamis, acapkali kita tidak sadar bahwa budaya lokal yang telah tumbuh sebagai kultur di dalam masyarakat semakin tergerus. Namun sebenarnya, media dan budaya sejatinya selalu berkombinasi untuk menciptakan sesuatu yang yang unik.

Berkembangnya media yang semakin dinamis di zaman modern bukan berarti harus meninggalkan budaya yang telah cukup lama ada di masyarakat. Kini, saatnya, melakukan kolaborasi memanfaatkan media yang semakin canggih untuk mendidik generasi muda mengenai budaya yang dimilikinya.

“Budaya dalam Media” diusung sebagai tema dalam acara kali ini. Melalui acara berjudul “Jogjacation”, Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNY kembali melaksanakan pameran pendidikan. Kegiatan ini akan dimeriahkan oleh berbagai macam acara, yaitu pementasan tari tradisional, talkshow tentang media, quiz, lomba, dan segenap acara hiburan lainnya. Kegiatan ini juga akan menampilkan berbagai produk media pendidikan yang telah dibuat oleh Mahasiswa Teknologi Pendidikan Angkatan 2012.  Pameran ini akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Desember 2015 di Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

IMG-20151211-WA0001Jogjacation kali ini mengusung dua acara sebagai acara utama, yaitu Seminar Parenting dan Talkshow “Rumah Sinau”. Seminar Parenting merupakan sebuah seminar dimana para orangtua akan diberikan edukasi bagaimana mendidik anak mereka melalui sebuah media pembelajaran. Sedangkan Talkshow Rumah Sinau merupakan kegiatan interaktif yang mempertemukan peserta dengan Komunitas Rumah Sinau. Rumah Sinau sendiri adalah adalah sebuah platform berbagi ruang untuk dijadikan sebagai tempat belajar sepulang sekolah. Rumah Sinau menghadirkan solusi untuk para pelajar.  

Selanjutnya, dalam acara ini kita juga mengadakan berbagai lomba untuk siswa-siswi dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. Adapun lomba-lomba yang akan dilaksanakan adalah: Lomba Macapat untuk Siswa SMP se-DIY, Lomba Ranking 1 untuk Siswa SD, dan Lomba Fotografi untuk Siswa SMA dan umum. Tak hanya itu, acara ini juga tidak luput memberikan ruang dalam bidang seni. Hal ini dapat dilihat dari diadakannya penampilan tari tradisional jaranan dan kesenian daerah Jawa Barat, yaitu angklung. Tentunya, sebagai puncak acara akan ada special performance dalam konser musik indie, yaitu penampilan dari band The Aline.

IMG-20151211-WA0000

Seni Kontemporer yang Harmonis dan Tidak Eksklusif di Jakarta Biennale 2015

[ISIGOOD.COM] Seni rupa mungkin bagi sebagian besar orang terasa eksklusif. Kali ini pameran seni rupa di Jakarta Biennale 2015 menghilangkan sekat eksklusivitas dimana hanya sebatas seniman profesional saja yang sering berpameran. Justru pameran kali ini mengharmoniskan hubungan masyarakat dengan karya seni kontemporer.

Perhelatan seni rupa kontemporer yang sudah diadakan sejak 1974 di Indonesia itu resmi dibuka pada 14/11/2015, dan selanjutnya terus diestafet hingga Januari 2016 mendatang.

Perhelatan seni rupa kontemporer dua tahunan ini digelar di Gudang Sarinah, Jakarta, sebuah tempat yang tidak lazim dijadikan tempat untuk memamerkan karya seni, namun memiliki makna di balik itu semua.

Menurut Charles Esche, selaku kurator asing pertama di Jakarta Biennale, hal itu dilakukan untuk mengharmoniskan masyarakat dan karya seni yang ditampilkan tidak hanya oleh seniman lokal, namun juga asing.

Salah satu ruang pameran (evafauziahimage.net)

“Biasanya kalau pameran seni itu kan (tema) putih ya, tapi kalau di Gudang Sarinah kan beda, konsepnya terbuka saja,” ujar Charles kepada awak media ketika ditemui sebelum pembukaan Jakarta Biennale 2015.

Dengan konsep pameran terbuka seperti itu, Charles yakin nantinya, masyarakat akan memiliki kedekatan intim dengan karya-karya yang ditampilkan, sekaligus mengetahui makna di balik semua karya tersebut.

“Dengan begitu, masyarakat akan merasa dekat dengan karya-karya yang ditampilkan. Mereka tidak akan merasa seperti terintimidasi,” lanjutnya.

Kemudian, karya-karya yang ditampilkan dalam Jakarta Biennale tahun ini juga memiliki cerita yang dekat dengan masyarakat.

Ada tiga topik besar yang diangkat dalam Jakarta Biennale 2015, yakni penggunaan dan penyalahgunaan air. Air masih menjadi isu yang belum terpecahkan di Indonesia, padahal air adalah sumber kehidupan namun juga bisa menjadi bencana.

Selanjutnya, ada karya-karya yang menyinggung masalah sejarah, yang menjadi refleksi terhadap bagaimana dampak masa lampau pada masa kini dapat membentuk perilaku masyarakat.

Salah satu seni instalasi (duopanda.net)

Menurut Irma Chantily, selaku kurator dari Jakarta, isu sejarah yang akan ditampilkan akan membicarakan masalah-masalah yang ada di Jakarta, juga di dunia.

“Isu sejarah akan berbicara tentang sosial, politik, kekerasan dan masalah personal,” tuturnya.

Yang terakhir adalah isu gender, salah satunya adalah feminisme dan LGBT.

Ketiga topik itu, akan direpresentasikan melalui karya kontemporer yang menceritakan permasalahan dan curhatan yang dirasakan masyarakat.

Tahun ini, terdapat presentase jumlah karya yang menguntungkan seniman lokal, di mana mereka mendapatkan porsi yang lebih besar.

“Karya seni yang ditampilkan itu 60 persen ciptaan seniman lokal dan selebihnya oleh seniman mancanegara,” ucap Irma.

Selain pameran seni rupa kontemporer, Jakarta Biennale 2015 akan mengisi ruang-ruang kota melalui kerja kolaborasi dengan komunitas proyek seni rupa dan mural di beberapa wilayah, seperti Marunda, Condet, Penjaringan, Pejagalan, dan Petamburan. Selain di Jakarta, hal itu juga akan dilakukan di Jawa Barat dan di Surabaya.

Beberapa program seperti akademi, lokakarya, edukasi publik, simposium, tur biennale, dan bazar seni pun akan mewarnai perhelatan seni rupa kontemporer ini.

Jakarta Biennale 2015 akan berlangsung selama dua bulan, yakni sejak 14 November 2015 hingga 17 Januari 2016.

“Tidak cuma hari ini, namun hingga dua bulan ke depan. Semoga semua orang yang datang dapat menikmati ya,” tegas Ade Darmawan, selaku direktur eksekutif Jakarta Biennale. Penikmat seni kontemporer wajib hadir di acara ini.

Sumber: cnnindonesia.com

Membangun Semangat Wirausaha Sejak Usia Muda

[ISIGOOD.COM] Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kewirausahaan menyebabkan jumlah wirausahawan Indonesia masih tergolong sedikit dibanding pelaku profesi lainnya. Padahal, berwirausaha memberikan keuntungan lebih dibanding bekerja untuk orang lain. Selaku mahasiswa yang berkecipung di bidang kewirausahaan, untuk pertama kalinya, Departemen Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Meterologi dan Instrumentasi (HMMI) SV UGM akan menyelenggarakan Seminar Nasional Entrepreneurship. Dengan mengusung tema “Dare to be an Entrepreneur”, acara ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Desember 2015 pukul 09.00-13.00 WIB. Bertempat di Auditorium Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM,  seminar ini terbuka untuk semua kalangan, terutama untuk mahasiswa yang ingin memulai berwirausaha di usia mudanya.

Untuk mengikuti seminar ini, kamu dapat membeli tiket di depan VDC Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM sampai dengan tanggal 12 Desember 2015. Dengan membayar tiket sebesar Rp.30.000 untuk Presale dan Rp.35.000 untuk OTS, nantinya peserta seminar akan mendapat fasilitas berupa ilmu, snack, sertifikat, seminar kit, dan juga doorprize.

Dalam acara ini akan dihadirkan Fuad Rahman (Owner DomaiNesia), Feri Irawan (Owner Mangrove Grafindo), dan Agus Hadi Prayitno (Owner D’Gejrot) untuk menceritakan secara langsung bagaimana caranya untuk menjadi seorang wirausahawan di usia muda dengan bidangnya masing-masing. Mereka nantinya akan memberikan tips-tips kepada peserta untuk dapat menjadi wirausahawan di usia muda dengan bidang usaha yang sudah ditekuni.

Melalui acara ini, panitia berharap peserta dapat semakin termotivasi serta memiliki kreativitas yang tinggi dalam membangun wirausaha. Agar, kelak di kemudian hari semakin menambah angka pelaku wirausaha di Indonesia!

IMG-20151202-WA0023

Untuk keterengan lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui:

Ading (085655779900)

BEM FISIP UI Menggelar Fisipresiasi 2015

[ISIGOOD.COM] Tahun ini Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia (BEM FISIP UI) kembali menyelanggarakan salah satu acara andalannya yaitu Fisipresiasi. Acara ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Fisipresiasi adalah wadah apresiasi lembaga-lembaga FISIP dan mahasiswa FISIP UI yang telah berkontribusi melalui ajang kompetisi tingkat universitas dalam bidang seni, olahraga, dan keilmuan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Tahun ini, Fisipresiasi mengusung tema “Kinfolk” yang menggambarkan perwujudan ikatan kekeluargaan yang kental antar mahasiswanya. “Kinfolk” merupakan sebuah istilah dalam Antropologi untuk menggambarkan sebuah ikatan di antara orang-orang yang memiliki hubungan sangat dekat meskipun tidak memiliki ikatan biologis. Tema “Kinfolk” ini merupakan sebuah perwujudan dari ikatan kekeluargaan yang sangat kental di antara Mahasiswa FISIP UI. Fisipresiasi menjadi semacam wadah selebrasi untuk perjuangan mahasiswa FISIP dalam satu tahun sekaligus dan berkumpul untuk kurang lebih 3.000 mahasiswa/i.

Bentuk apresiasi yang diberikan oleh Fisipresiasi terdiri dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada akhir November hingga awal Desember 2015. Rangkaian kegiatan tesebut terdiri dari #TerimaKasihBuat, Galeri Apresiasi, Museum FISIP, Kaleidoskop FISIP, dan pemberian wadah apresiasi bersama melalui berbagai rangkaian acara dan panggung hiburan di Malam Puncak sebagai penutup dari rangkaian kegiatan tersebut.

Malam Puncak Fisipresiasi akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2015 bertempat di Lapangan Parkir Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Malam Puncak Fisipresiasi yang akan dihadiri oleh berbagai performer dan dibuka untuk umum, serta tidak dipungut biaya!

FISIPRESIASI POSTER

FISIPRESIASI POSTER

 

Menghadirkan ‘British Market’ di Kota Malang

[ISIGOOD.COM] Untuk kesekian kalinya, miXth EO menyelenggarakan event besar di Kota Malang. Acara yang akan diselenggarakan bertajuk Localoco “The Artmospher; Art, Music, Ornaments, Shop, Passion Here” yang memadukan antara fashion, music dan culinary bazaar yang dikemas dengan tema British Market. Tiap tahunnya Mixth EO menyelenggarakan acara rutin tahunan yang disebut Hail Mixth, dan Localoco diselenggarakan dalam rangka Hail Mixth kesembilan.

Localoco diselenggarakan pada tanggal 4 Desember 2015 bertempat di Lapangan Parkir Stadion Gajayana, Malang. Guest Star yang memeriahkan acara ini antara lain The Adams (Jkt), Wake Up, Iris! (Mlg), Chamomile (Mlg), Larynx (Mlg). Selain itu ada penampilan gigs dan live music dari band-band asal Malang yang ikut serta memeriahkan acara. Konten lain yang ada dalam rangakaian acara Localoco yakni adanya 86 booths fashion dan 15 booths culinary.

Sasaran pengunjung pada acara ini yakni masyarakat Kota Malang yang berusia di atas 18th, fashion, food, and music enthusiast. Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk  menambah rasa kebanggaan anak muda di Kota Malang akan produk yang dihasilkan oleh entrepreneur di kota Malang dan memperkenalkan berbagai produk tersebut. Selain itu acara ini pun bertujuan untuk memberikan hiburan bagi masyarakat Kota Malang, sehingga konsep acara mengedepankan hiburan dan bazaar yang dikemas dengan semenarik mungkin.

Dengan adanya acara ini diharapkan dapat memberikan hiburan dan manfaat bagi masyarakat kota Malang dan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara Localoco.

image1 (8)

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan