Film Ada Apa Dengan Cinta yang mengisahkan kehidupan percintaan anak SMA ini mendapatkan banyak perhatian dari para remaja di era 2000-an. Cerita yang diangkat cukup sederhana, namun memberikan kesan di hati para penontonnya. Adalah Dian Sastro dan Nicholas Saputra yang menjadi pemeran utama dalam film ini. Akting mereka berdua berhasil membuat para penonton jatuh hati. Dian sastro sebagai Cinta yang merupakan representasi cewek keren pada era itu dan Nicholas Saputra sebagai Rangga yang merupakan gambaran cowok cool nan misterius. Buat kamu para pecinta film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pasti tahu hal-hal berikut ini. Check this out!

1. Pertemuan Rangga dan Cinta di Perpustakaan—“Saya gak mau pulpen itu balik ke muka saya”

“Saya gak mau itu pulpen balik ke muka saya” (montasefilm.com)

Saat itu, Rangga sedang asyik membaca bukunya yang berjudul “Aku”. Ada dua orang yang berisik di dalam perpustakaan itu kemudian ia melemparinya dengan pulpen. Tak lama kemudian Cinta mendatanginya dan mengucapkan selamat atas puisinya yang memenangkan lomba puisi di sekolah. Alih-alih mendapat sambutan hangat dari Rangga,Cinta malah mendapatkan muka jutek dan dingin darinya. Rangga bilang, “Barusan saya ngelempar pulpen ke orang gara-gara ada yang berisik di ruangan ini. Saya gak mau itu pulpen balik ke muka saya gara-gara saya berisik sama kamu.”

2. Ternyata nggak cuma cowok populer yang bisa menaklukan hati cewek keren, cowok cool nan misterus ala Rangga pun mampu meluluhkan hati cewek keren macam Cinta

Cool, serius, misterius. (images.cnnindonesia.com)

Biasanya sih, cewek keren di sekolah jadiannya ya sama cowok keren nan populer. Tapi tidak untuk Cinta. Ia justru menambatkan hatinya pada seorang cowok misterius. Rangga tidak termasuk ke dalam jajaran cowok keren di sekolahnya namun mampu memberikan kesan di hati Cinta. Ternyata cowok yang nggak banyak omong dan nggak suka basa-basi itu juga menarik buat cewek keren macam Cinta.

3. Perkataan Cinta ketika Rangga berterima kasih kepadanya karena telah menemukan bukunya yang berjudul “Aku”

“Kamu tu kalo lagi kebingungan lebih nyenengin ya” (masjawaa.files.wordpress.com)

Buku tersebut sebetulnya bukan hilang, tetapi jatuh ketika Rangga dan Cinta sedang bertengkar. Buku itu kemudian diam-diam diambil oleh Cinta dan dibacanya. Setelah dibaca, ia mengembalikan buku tersebut kepada Rangga dengan cara meletakannya di atas meja di kelas Rangga. Rangga kemudian menemui Cinta untuk mengucapkan terima kasih. Cinta pun berkata, “Kamu tu kalo lagi kebingungan lebih nyenengin ya? Kamu bingung aja terus.” #eeeeaaaa (sambil senyum). Benih-benih cinta pun tumbuh di antara mereka.

4. Dialog Pak Limbong dengan Rangga di sebuah toko buku bekas: “Kau perhatiin ya, kalau sampe dia menengok kemari, itu berarti dia berharap kau mengejarnya.”

Rangga dan Cinta bertengkar lagi di toko buku Kwitang (lelelaila.files.wordpress.com)

Adegan ini terjadi ketika Cinta dan Rangga tiba-tiba bertengkar di sebuah toko buku langganan Rangga di daerah Kwitang. Rangga menuduh Cinta dan teman-temannya sebagai orang yang tak punya kepribadian karena kemana-mana selalu bersama—seperti selalu bergantung dengan teman-temannya. Seketika Cinta marah kemudian pergi meninggalkan Rangga. Kemudian Pak Limbong (Alm. Giro Rollies) berkata kepada Rangga, “Kau perhatiin ya, kalau sampe dia menengok kemari, itu berarti dia berharap kau mengejarnya”. Ternyata Cinta beneran nengok! Hahaha (cewek emang suka gitu ya kalo lagi marahan sama cowoknya?)

5. Ucapan Cinta yang menjadi tren saat itu dan terkenang hingga kini, “Trus salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?”

“Terus salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?” (www.mldspot.com)

Kalimat itu diucapkan ketika Cinta bertikai dengan Rangga di lapangan basket di sekolahnya. Adegan pertengkaran ini merupakan adegan pertengkaran lanjutan setelah mereka bertengkar di toko buku Pak Limbong. Cinta tidak terima jika dikatakan sebagai orang yang tak berkepribadian dan tidak prinsipil. Kemudian ia berkata kepada Rangga, “Trus, kalo lo ngerasa nggak nyaman di tempat rame kayak gini salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?.”

6. “Pecahkan saja gelasnya biar ramai…”

https://www.youtube.com/watch?v=zUA3hxwA_dw

Nah, ini nih puisi yang dibacakan oleh Cinta di dalam sebuah kafe. Kalimat ini pun masih terkenang hingga saat ini; “Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh…”. Berikut potongan puisi Cinta:

Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?

Bosan aku dengan penat

Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika ku sendiri

Udah ya, bacanya biasa aja jangan baper 🙂

 

Santai aja ya bacanya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *