10 Film Keren yang Menanti Kita di Tahun 2016. Mana yang Paling Kamu Nantikan?

[ISIGOOD.COM] Tahun 2016 telah tiba! Banyak orang ramai-ramai bikin resolusi, menetapkan hatinyanya untuk mencapai hal baru, atau sekedar bertekad untuk gak jomblo lagi tahun ini. Apa makna tahun 2016 bagimu?

Siapapun kamu, apapun tekad dan resolusimu, kamu pasti setuju kalau tahun ini bakalan tahun yang oke banget buat pecinta film. Sejumlah film layar lebar internasional dijadwalkan akan rilis di tahun 2016 ini. Hmm, apa saja film keren yang menanti kita tahun ini ya?

Angry Birds

Film ini gak bakal kalah lucu ama game-nya! (aolcdn.com)

Yap, tokoh burung pemarah yang sering kita mainkan di HP ini akan mencoba peruntungannya bermain di layar lebar. Sanggup gak ya burung-burung imut dan emosional ini akting? Kita tunggu saja!

Warcraft

Nonton ini berasa maen Dota deh! (echoba.se)

Buat anak cowok yang demen banget maen Dota, pasti gak asing lagi dengan Warcraft. Yap, game aslinya kan namanya Warcraft, bukan Dota, hehehe. Tahun ini, Blizzard Entertainment selaku pembuat game akan mengangkat tokoh-tokoh Warcraft kesayangan kita ke layar lebar! Dilihat dari trailernya, kayaknya film ini bakalan gak kalah serunya dengan game. By the way, kalo maen Warcraft, kamu lebih suka pake Human atau Orc nih? Hehe.

Teenage Mutant Ninja Turtle 2

Kawanan kura-kura ninja yang macho dan keren ini kembali beraksi? Kira-kira aksi apa yang akan dilakukan Leonardo, Michelangelo, Donatello, dan Raphael berikutnya ya? Sudah gitu sutradaranya Michael Bay pula. Bakalan penuh dengan adegan kombat dan ledak-ledakan nih!

Selanjutnya? Tonton di video ini saja ya!

Capek nih kalo dijelasin satu-satu. Tonton video ini saja ya! Inilah 10 film paling dinanti di tahun 2016 versi isigood.com. Mana favoritmu? Atau kamu punya pilihan lain? Tambahkan saja di kolom komentar ya! (NB: Biar pinter dikit, narasinya kita pakai Bahasa Inggris yak!)

 

6 Langkah Taktis Untuk Mendirikan Startup Digital Fenomenal

[ISIGOOD.COM] Pernahkah kamu mendengar istilah startup belakangan ini? Apa itu startup? Dalam Bahasa Inggris, yang dimaksud startup adalah sebuah usaha rintisan yng baru berdiri. Startup company adalah sebuah perusahaan yang baru berdiri dan berkembang dengan cepat. Lantas, apa bedanya dengan bisnis kecil-kecilan yang baru berdiri?

Menurut Neil Blumenthal, co-founder dan co-CEO dari Warby Parker, “perusahaan startup bekerja dengan memecahkan suatu permasalahan.”

Startup menggunakan ide-ide kreatif untuk menyelesaikan masalah kliennya secara khusus dan masyarakat secara umum. Startup melakukan terobosan-terobosan revolusioner yang membawa pengaruh sangat besar pada komunitas masyarakat.

Mungkin lebih mudah menggambarkannya dengan contoh seperti ini: Facebook pada tahun 2004 adalah sebuah startup. Mark Zuckenberg, seorang mahasiswa dari Harvard, memulai mendirikan cikal bakal facebook sebagai sebuah media sosial beken di kalangan kampusnya. Lama-kelamaan, facebook makin terkenal di kalangan kampus-kampus lain di Amerika, hingga akhirnya dipakai juga oleh masyarakat umum. Startup sederhana itu pun akhirnya didanai oleh investor dan Facebook menjadi perusahaan teknologi raksasa.

Instagram adalah sebuah startup yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, sebagai sebuah media sosial yang berfokus pada media foto. Whatsapp adalah startup rintisan mantan karyawan Yahoo, Brian Acton dan Jan Koum sebagai aplikasi pengirim pesan praktis yang menggusur fungsi SMS. Yap, kedua rintisan tersebut adalah sebuah inovasi yang memecahkan suatu permasalahan dan kebutuhan masyarakat, hingga akhirnya mendunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Bisakah orang Indonesia membangun startup? Tentu saja bisa. Menurut dailysocial.net, diperkirakan ada 1500 startup di Indonesia. Hal ini juga terpicu dari terus meningkatnya pemakai internet di Indonesia, yang diperkirakan bisa menyentuh 100 juta pengguna di tahun 2016 kelak.

Menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, startup di Indonesia bisa digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu pencipta game, pencipta aplikasi edukasi, serta e-commerce dan informasi. Kita tahu startup karya bangsa yang paling mudah dikenal adalah Kaskus, sebuah forum netizen Indonesia yang sudah duluan eksis ketimbang media sosial “impor”buatan orang bule. Ada pula Gojek, sebagai layanan transportasi motor yang dapat dipesan dengan aplikasi canggih smartphone.

Di bidang e-commerce, kita mengenal Tokopedia dan BukaLapak, yang saling bersaing memenangkan hati pedagang dan pembeli digital di Indonesia. Ada pula portal cekaja.com, yang berfungsi sebagai portal informasi keuangan, asuransi, investasi, KPR, kredit, dan sebagainya. Dalam pengembangan game, ada Agate studio yang memproduksi beragam game buatan anak negeri.

Sudah ada gambaran dengan apa yang dimaksud dengan startup? Yap, yang jelas, tidak pernah ada karakteristik yang definitif dalam menggambarkan apa itu startup, atau kapan sebuah startup itu bisa dibilang bukan startup lagi (karena tentu aneh jika perusahaan sebesar Faceook atau Kaskus masih bisa dibilang startup, padahal mereka telah menjadi raksasa komunitas teknologi). Jadi kalau kamu mau bikin angkringan di depan rumahmu, silahkan saja kamu sebut itu startup. Hehehe.

Yang pasti, melihat tren dekade ini, startup selalu erat kaitannya pada gebrakan ide, model bisnis yang unik, bekerja dengan memecahkan suatu permasalahan, pertumbuhan yang cukup cepat dan cenderung fenomenal, serta satu hal yang cukup khas (meski masih diperdebatkan) adalah berorientasi pada teknologi informasi.

Apakah kamu tertarik membangun startup? Kamu tidak perlu berpikir betapa sulit dan rumitnya membuat startup. Kadang kamu bisa saja hanya berpikir ingin membuat platform pengumpul donasi untuk orang yang membutuhkan, dan begitulah KitaBisa.com lahir. Kadang kamu punya komunitas pemberdayaan masyarakat dan ingin menjual produk pemberdayaan tersebut, begitula Aulia dan Fitriani membangun Dreamdelion.com.

Jika kamu adalah pengusaha muda yang liar dan berbahaya, yang rambutnya masih bau toga dan ingin membuat fenomena digital, inilah langkah sederhana yang bisa kamu tempuh.

Petakan permasalahan yang ada di masyarakat

Masyarakat selalu memiliki permasalahan. Petakan permasalahan itu dan pecahkan dengan inovasi startup kamu! (liputan6.com)

Dalam tradisi startup ataupun tradisi bisnis pada umumnya, sangat penting untuk memetakan permasalahan yang siap dipecahkan oleh startup rintisanmu. Masyarakat bagaikan klien atau pembelimu, yang harus bisa kamu bujuk untuk menjadi user atas startup kamu, berbayar ataupun tidak.

Cobalah jalan-jalan dan cari makan, maka kamu pun sadar kamu tidak punya wawasan tentang tempat makan enak di kotamu. Maka bangunlah startup situs media kuliner, yang mengulas tentang berbagai macam tempat makan enak di kota-kota besar. Begitulah qraved.com dan eatjogja.com berdiri.

Saat kamu mau pulang kantor sendirian malam-malam, kamu tidak bisa menemukan ojek dan taksi. Saat itulah kamu sadar betapa pentingnya transportasi bagi masyarakat menengah. Maka bangunlah startup penyedia transportasi. Begitulah GoJek dan Grabbike lahir.

Sebaliknya, kamu pulang kantor dengan mengendarai mobil, lalu ada teman kantormu yang minta nebeng, saat itulah kamu sadar kamu bisa mencari penghasilan tambahan dengan jadi sopir dadakan sepulang kantor. Maka berdirlah UberTaxi, yang mempertemukan orang yang punya mobil serta orang yang butuh tumpangan.

Indonesia itu luas dan penduduknya masif. Hampir 250 juta manusia, dan hampir 100 juta darinya memakai internet secara aktif, lewat smartphone pula. Bayangkan ada begitu banyak permasalahan yang ada di masyarakat dan betapa dengan mudahnya kamu bisa membuat startup yang berguna bagi mereka. Peluang bisnis startup tidak akan ada habisnya karena pelaku startup masih sangat sedikit dan potensi pasarnya masih terlalu banyak!

Temukan rekan-rekan yang satu visi

Carilah rekan, karena tidak mungkin kamu mendirikan startup sendirian. (dacadoo.com)

Inilah tahap yang cukup menantang. Kamu harus mencari rekan yang mau bekerja bersamamu. Kamu harus bisa meyakinkan dia dengan idemu dan kamu harus bisa bekerja sama dengannya. Persis seperti Mak Zuckenberg yang melobi teman kuliahnya, Eduardo Saverin, untuk sama-sama merintis thefacebook.com, asal-usul Facebook. Atau seperti duo Kevin Systrom dan Mike Krieger dalam menciptakan Instagram.

Biasanya ketika kamu telah menemukan rekan, mereka biasa disebut co-founder. Merekalah rekan “pendiri” startup kamu yang siap mendampingimu menuju sukses.

Mulai rancang startup kamu, serta model bisnis yang akan dijalankan.

Rancang dengan seksama model bisnismu! (305startup.net)

Bersama rekan co-founder kamu, mulailah merancang startup yang akan kamu buat. Rancanglah nama brand startup yang sederhana, mudah diingat, serta catchy. Lihat bagaimana Go-Jek bisa menggabungkan kata “Go” dan “Ojek” menjadi Go-Jek, yang entah disengaja atau tidak, dalam bahasa Jawa “gojek” berarti bercanda. Atau betapa inspiratifnya nama kitabisa.com yang menggambarkan semangat sosial dari startup itu.

Carilah nama brand yang simpel, menggambarkan startup kamu, dan kena di hati masyarakat. Ciptakan juga tagline yang bagus ya!

Bicara tentang model bisnis, ada istilah digitalnya yaitu “monetisasi,” yaitu cara yang bisa dipakai untuk meraup untung. Misalnya untuk model startup ecommerce, biasanya platform ecommerce menyediakan ruang gratis bagi penggunanya untuk jual-beli. Tapi khusus untuk penjual, disediakan fitur untuk menjual barangnya dengan iklan premium. Dengan membayar sejumlah uang pada ecommerce, dagangan si penjual akan lebih mudah laku dijual.

Misalnya lagi situs media kuliner, mereka bisa menyediakan layanan review kuliner bagi restoran tertentu. Startup penyedia penjualan tiket traveling bisa mendapat iklan dari maskapai penerbangan atau hotel tertentu, dan lain terus sebagainya.

Sementara startup layanan jasa seperti Go-Jek ataupun Grabbike sudah lumayan jelas memiliki model bisnis dengan jualan jasa transportasi. Namun, untuk beberapa startup berbentuk media ataupun aplikasi informasi, memang membutuhkan strategi khusus untuk memonetisasi.

Percaya atau tidak, sampai tulisan ini dibuat, Whatsapp belum menemukan cara untuk memonetisasi dirinya sendiri. Maka itu kamu belum pernah lihat ada iklan di Whatsapp kamu kan? Beda dengan LINE yang secara cukup kreatif bisa membuat Sticker spesial yang didanai sponsor dan bisa dipakai penggunanya.

Kumpul di forum startup. Tambah kenalan dan siapa tahu dapat investor.

Ada banyak forum startup di kota-kota besar. Coba ikuti salah satunya! (gruenderszene.de)

Cukup banyak co-working space alias tempat-tempat kerja yang berfungsi sebagai forum komunitas temu startup dan investor. Contohnya saja Bandung Digital Valley (bandungdigitalvalley.com), Jogja Digital Valley (jogjadigitalvalley.com), Ikitas (www.ikitas.com) Inkubator Bisnis di Semarang, Stasion (stasion.org) dan lain sebagainya. Di sinilah antar founder startup maupun investor bertemu, mengadakan acara, ekshibisi, dan lain sebagainya.

Tempat-tempat semacam itu juga memiliki program inkubasi, yang intinya memfasilitasi beberapa startup dalam jangka waktu tertentu untuk berkantor di co-working space tertentu. Nantinya startup yang sedang diinkubasi akan digembleng dan dibina sampai matang, dan jika beruntung akan dicarikan investor.

Kalau kamu bingung harus mulai dari mana, coba tengok situs techinasia, yang merupakan situs komunitas startup di Indonesia dan Asia. Simak berita-berita menarik seputar tips membangun startup, berita teknologi, acara temu startup, dan lain sebagainya.

Yang paling penting tentu saja adalah memiliki wawasan tentang penggunaan teknologi

Ahli IT adalah penguasa masa depan (kathykieferblog.net)

Memang benar tidak ada kewajiban bagi sebuah startup untuk berorientasi pada teknologi dan sistem informasi. Tapi toh nyatanya semua startup berlandaskan atas hal itu. Bahkan perusahaan tua non-teknologi saja juga tidak bisa memungkiri bahwa penggunaan teknologi itu penting dalam bisnis. Lagipula, alasan kenapa startup bisa dengan sangat cepat berkembang dan fenomenal, apalagi kalau bukan penggunaan komprehensif teknologi informasi.

Berarti hanya orang IT yang bisa membangun startup? Atau harus merekrut orang IT?

Duh, aku anak Jurusan Administrasi Negara. Gak bisa bikin startup dong? (diginomica.com)

Nah, ini kesalahpahaman yang sering terjadi bagi para pelaku startup. Dikiranya “mainan” semacam membangun startup adalah mainannya anak IT ataupun orang yang gila komputer saja. Jika seorang founder tidak memiliki dasar IT, maka dia tidak akan bisa memulai startup, dan lantas dia harus merekrut orang IT. Tidak begitu kok, percaya deh.

Semua orang bisa menjadi ahli IT jika belajar di Fasnetgama, dan justru butuh ketajaman naluri yang lebih dari sekedar IT untuk membangun startup

Siapapun bisa menjadi ahli IT, asalkan belajar. Karena percayalah, mendirikan startup akan membutuhkan naluri yang lebih dari sekedar penguasaan teknologi (managementconcepts.com)

Yap, kamu bisa belajar bikin website, membuat berbagai macam desain, membangun pemrograman, dan terus lain sebagainya tanpa harus dilatarbelakangi gelar akademis. Caranya? Ya belajar dong! Fasnetgama Training Center memberikan berbagai macam pilihan pelatihan yang cocok untuk kamu calon pengusaha startup masa depan! Dari mulai pelatihan reguler, satu semester, dan satu tahun. Materinya pun variatif, dari mulai teknik informatika, pemrograman, jaringan, aplikasi android, bahkan desain grafis. Jadi, tunggu apa lagi?

Teknologi menjadi elemen yang cukup penting dalam sebuah startup. Kamu harus punya kemampuan teknis yang tajam untuk bisa menguasai bisnis digital di Indonesia dan dunia. Tapi ingat! Teknologi akhirnya hanya menjadi salah satu faktor saja. Justru ketajaman lainnya yang diperlukan pelaku startup adalah memetakan permasalahan masyarakat dan potensi kebutuhan pasar. Lebih penting lagi adalah kreativitas seorang founder dalam mengkreasikan startup yang ia dirikan agar meledak dan menjadi fenomena dunia digital. Nah, apakah kamu siap menjadi pengusaha startup sekarang?

Buat Mahasiswa, Inilah 5 Skill yang Berguna Untuk Mencari Penghasilan Tambahan dan Menjuarai Dunia Kerja

[ISIGOOD.COM] Sebagai mahasiswa, kita memiliki banyak sekali kesempatan dan peluang untuk mengasah diri dan meraih impian. Coba bayangkan betapa strategisnya posisi mahasiswa itu: lingkungan kampus yang memiliki beragam fasilitas pendidikan, lingkaran pergaulan yang berisi pelajar-pelajar dinamis, berbagai wadah minat dan bakat, sampai beragam lowongan kerja-paruh-waktu dan magang, semuanya mendukung pengembangan dirimu secara maksimal. Dunia kuliah terlalu sayang untuk sekedar diisi dengan pagi ke kampus, siang kuliah, sore pulang, malam cuci kaki dan tidur dengan nyenyak. Iya kan?

Selagi muda, cobalah banyak hal dan habiskan jatah berbuat kesalahan. Jangan ragu untuk belajar dan bekerja untuk mendapat pengetahuan dan pengalaman. Syukur-syukur bisa punya penghasilan tambahan dan meringankan beban orang tua, sambil tentu saja tetap menjalani kuliah dengan bertanggung jawab.

Nah, mungkin kesulitan untuk mahasiswa, terutama mahasiswa baru, adalah menentukan ke arah mana dia harus mengembangkan diri. Katakanlah, kamu sudah mengamini bahwa sebagai mahasiswa tidak seharusnya hanya sekedar menjadi mahasiswa “Kupu-kupu” alias Kuliah-Pulang Kuliah Pulang. Kamu sadar kamu ingin mengembangkan minat dan bakatmu, mencari pengetahuan dan pengalaman, mendapat penghasilan tambahan barangkali, sampai kelak saat lulus kamu punya bekal CV dan pengalaman yang cukup untuk berlaga di dunia profesional. Karena tentu, angka IPK di ijazah tidak menjamin kesuksesan karir seratus persen.

Jadi, apa yang harus kamu lakukan sebagai mahasiswa yang masih beraroma seragam putih abu-abu? Simaklah beberapa kemampuan unik dan nyeleneh berikut ini yang bisa kamu asah, kamu gunakan, dan kamu manfaatkan untuk memenangkan dirimu di arena kerja!

Kemampuan Menulis

Bisa nulis? (lightningbase-cdn.com)

Bisa menulis adalah kewajiban buat siapa saja yang ingin jadi profesional muda. Tidak ada hubungannya apakah kamu bukan mahasiswa jurusan ilmu bahasa atau tidak berminat pada jurnalistik. Lha memang kalau kamu mau jadi engineer, lantas tidak perlu jago menulis? Lantas kalau kamu disuruh membuat laporan kinerja mesin produksi di suatu industri, itu laporannya mau ditulisin apa? Atau misalnya kamu anak Pertanian, ya entar laporan panen tetap harus ditulis dong!

Siapapun bisa belajar menulis, termasuk kamu yang mungkin tidak terbiasa. Jika dilatih pasti bisa!Minimal, kamu menguasai cara-cara penulisan dasar seperti menulis surat, menulis email, menulis esai, sampai menulis tulisan ilmiah. Cukup itu saja, jika kamu tidak mau menjadi penulis yang terlalu serius.

Lebih bagus lagi jika kamu mau mengasah tulisanmu lebih dalam lagi. Ikutilah kelas pelatihan menulis yang pasti banyak tersedia di kampus. Menulis dengan baik dan benar, bahkan menarik dan disukai pembaca, adalah kemampuan yang sangat unik dan tidak semua orang bisa. Jika kamu bisa melampaui dari sekedar menulis tulisan dasar, tapi bisa membuat tulisan opini dan esai yang kritis, atau cerpen dan novel sastra yang epik, itu lebih keren lagi!

Ada banyak sekali media massa yang menyediakan kolom untuk mahasiswa atau pelajar. Ada pula rubrik cerpen dan puisi yang bisa kamu kirimkan karya-karyamu. Honor yang disediakan pun cukup menggiurkan, dari mulai 100 ribu untuk sebuah kolom opini mahasiswa kecil 2400 karakter, hingga 1.200.000 rupiah untuk sebuah cerpen di koran minggu. Tertarik? Belum lagi tiap bulannya di Indonesia selalu ada lomba esai, cerpen, atau karya ilmiah yang berhadiah jutaan rupiah. Tertarik? Siapa tahu saat kamu lulus nanti, kamu akan menjadi penulis buku terkenal!

Kemampuan Fotografi

Bisa motret? (scoopempire.com)

Jangan salah, kemampuan yang mungkin berawal dari hobi ini bisa membuatmu terancam punya penghasilan sebesar manajer, meski kamu belum lulus kuliah. Fotografi adalah kemampuan unik karena tidak semua orang mau dan mampu menekuninya. Mungkin karena selama ini fotografi “hanya” dipandang sebagai hobi senang-senang sampingan, lantas tidak banyak yang benar-benar punya kemampuan fotografi profesional.

Padahal, di era sekarang ini, kebutuhan akan komunikasi visual sangat penting. Hampir semua lembaga membutuhkan publikasi visual untuk keperluan mereka, seperti media massa yang membutuhkan foto berita, acara-acara besar yang membutuhkan foto dokumentasi, mall dan toko membutuhkan fotografer untuk mendokumentasikan produk mereka, dan pastinya semua pasangan calon suami-istri membutuhkan fotografer profesional untuk mengabadikan pernikahan mereka. Cukup banyak mahasiswa yang sudah menjadi fotografer lepas sejak kuliah. Sekali sesi foto di acara pernikahan atau hajatan, ia bisa dibayar ratusan ribu rupiah. Belum lagi kalau ada lowongan fotografer lepas di media massa. Setelah lulus, tinggal kamu pilih, mau tetap jadi fotografer lepas, kerja di perusahaan, atau malah bikin usaha jasa fotografi dan studio sendiri!

Masih banyak lagi lowongan bagi fotografer, jadi, jangan ragu untuk mengembangkan minatmu ini ya!

Kemampuan desain grafis

Bisa desain? (nyfa.edu)

Seiring dengan maraknya kebutuhan fotografi sebagai bentuk komunikasi visual, banyak juga permintaan untuk orang bisa desain grafis. Yap, dari mulai desain poster, spanduk, baliho, newsletter, majalah, bahkan website. Coba saja kamu lihat di kumpulan lowongan kerja bagi mahasiswa, tidak terhitung berapa banyak lowongan desain grafis yang tersedia. Maklum, jurusan desain sendiri belum terlalu banyak di kampus-kampus, tapi permintaan akan tenaga desain grafis meledak tidak karuan di era komunikatif ini. 🙂

Kemampuan desain grafis sendiri sangat unik karena menggabungkan seni dan IT. Jika kamu berminat menjadi ahli desain grafis profesional, coba saja mendaftar di pelatihan Fasnetgama Training Center. Di sana ada les desain grafis, desain web, dan multimedia (yang tentunya tidak kamu pelajari di kuliah) dan pastinya sangat berharga untuk mencari pundi-pundi rezeki pekerjaan lepas saat kamu kuliah, atau pekerjaan tetap saat kamu sudah lulus.

Kemampuan mengelola media sosial

Bisa main medsos? (socialmediabeez.com)

Jangan sinis dulu. Jangan cengar-cengir juga. Tapi memang faktanya, zaman sekarang manajemen media sosial telah menjadi profesi yang profesional. Tidak semua orang lihai bermedia sosial, karena memang tidak semudah yang dibayangkan. Kamu harus punya kemampuan berkata-kata secara efektif dan efisien, kamu harus bisa berkomunikasi dengan banyak orang selayaknya Humas, kamu juga harus bisa mendesain media sosialmu agar interaktif dengan kombinasi visual dan kata-kata yang menarik.

Banyak sekali perusahaan yang punya tim media sosial sendiri. Mereka sering disebut Social Media Specialist. Bukan sekedar bisa bermedia sosial, mereka juga menguasai cara menggunakan iklan medsos berbayar seperti Facebook ads, Youtube ads, dan lain sebagainya. Tim medsos ini juga terdiri dari content writer yang bisa menulis pesan-pesan yang baik serta didukung oleh desain grafis.

Lowongan admin media sosial bervariatif, dari mulai paruh waktu hingga purna waktu. Dari mulai facebook, twitter, LINE, hingga Instagram. Dari mulai yang berfungsi sebagai customer service seperti di online shop, hingga berkomunikasi dengan pembaca seperti di media massa atau lembaga sosial.

Nah, bayangkan kalau kamu bisa menguasai media sosial, jago desain, dan jago nulis. Terjamin sudah masa depanmu di industri kreatif!

Kemampuan IT

Siap menguasai masa depan dengan penguasaan IT? (level-iv-consulting.com)

Inilah kemampuan pamungkas untuk menjadi penguasa dunia kerja kontemporer. Maraknya penggunaan sarana digital dalam kehidupan sehari-sehari jelas tidak terbantahkan lagi. Kita melakukan segala hal di dunia digital. Kita belanja, jualan, bergaul, bersosialisasi, bermain, membaca berita, berkomunikasi, menghibur diri, semuanya di internet, di media sosial, di smartphone, di dunia digital, di dunia teknologi.

Sama seperti menulis, menguasai IT kini wajib untuk kamu kuasai, dan bukan lagi perkara kamu bukan anak jurusan ilmu komputer atau sejenisnya. Coba bayangkan kalau kamu anak jurusan Filsafat, terus kamu bekerja di fakultasmu, dan kamu diminta mengurus website fakultasmu. Bisa gak tuh ngurus situs berbasis PHP? Bahkan sekalipun kamu pakai CMS WordPress, tetap saja kamu harus paham bagaimana cara kerja CMS ini. Bisa gak kamu beli domain dan hosting serta membuat pengaturannya di Cpanel? Tentunya Plato tidak pernah menulis tentang itu semua kan>

Bayangkan kalau kamu anak Jurusan Politik Pemerintahan, kamu bekerja sebagai dosen! Kamu meremehkan keberadaan IT hanya karena kamu merasa cukuplah bekerja hanya dengan menguasai teori Foucault, Giddens, Gramsci, dan Habermas semata. Tahu-tahu dekanmu menunjukmu untuk membangun database arsip jurnal digital yang harus bisa diakses mahasiswa dan dosen. Nah! Mati kutu deh!

Menguasai IT hari ini adalah keharusan. Minimal, kamu bisa menguasai apa yang paling sering dipakai. Misalnya, desain web, programming dasar, membangun jaringan, dan lain sebagainya. Semua itu bisa kamu pelajari di program pelatihan 1 semester Fasnetgama. Dengan kurikulum yang sudah didesain agar mengikuti perkembangan dunia IT yang dinamis, serta praktikum yang secara tepat mempraktekan apa yang telah kamu pelajari, di sinilah kamu bisa menguasai IT dan meraih masa depan!

Bro, Yuk Rawat Kumis dan Jenggot Macho Kamu Itu Dengan Cara Ini!

[ISIGOOD.COM] Brothers, apakah kamu memiliki kumis dan jenggot? Yap, buat beberapa pria, memiliki jenggot dan kumis adalah bukti maskulinitas. Bahkan ada pula yang menganggap itu sebagai anjuran agama. Karena memang, salah satu pembeda kaum Adam dengan kaum Hawa adalah tumbuhnya rambut di bagian tertentu pada muka kita.

Tidak semua laki-laki menumbuhkan facial hair tentu saja. Banyak juga laki-laki yang mencukur plontos muka mereka hingga tidak ada sehelai rambut pun yang ada. Alasannya pun bermacam-macam, entah agar terlihat rapih, atau supaya tidak mengganggu dan bikin gatal. Sah-sah saja untuk punya dan tidak punya kumis atau jenggot. Namun, bagi anda yang menumbuhkan jenggot dan kumis, sangat penting untuk tahu cara jitu merawatnya. Sama halnya seperti perempuan yang harus ekstra rajin merawat rambut jika memakai hijab, lelaki pun harus pintar-pintarnya merawat jenggot dan kumis jika mereka punya.

Berikut lima tips dari Tony DeAngelis, ahli perawatan facial pria dari barber shop Blue & Black di Brooklyn, tentang merawat jenggot dan kumismu, seperti disadur dari kelascinta.com:

Saat menata alur kumis dan jenggot, sesuaikan dengan bentuk wajah.

Kalau alur jenggot dan kumismu tertata rapih, bingkai wajahmu jadi keren kan bro! 😀

Bentuk dan alur jenggot memang berbeda-beda tiap orang. Ini disebabkan karena tipe wajah tiap orang juga berbeda. Nah, cukurlah jenggotmu secara tepat dengan mengikuti bentuk wajah. Perhitungkan lengkungan wajah serta arah tumbuhnya rambut untuk bisa membentuk facial hair yang tepat dalam membingkai wajah gantengmu itu bro!

Kumis dan Jenggot butuh kelembaban.

Pake minyak bro, habis itu disisir ya! (maxresdefault)

Jenggot dan kumis serta kulit di sekitarnya memang sangat rentan dengan kekeringan. Hal ini menyebabkan kegatalan yang cukup mengganggu. Pakailah minyak khusus rambut wajah yang mengandung minyak argan atau jojoba.

Jaga Kebersihan Mulut

Gosok gigi memang sudah wajib bro! (pre-tend.com)

Kumis dan jenggot sering menjadi tempat bersarangnya kuman. Jelas saja, karena rambut jenggot dan kumis yang kaku dan seringkali kering, berada di dekat mulut yang sering kita pakai makan. Tidak jarang, kuman di jenggot dan kumis ini bisa menularkan kuman ke orang lain. Solusinya? Jagalah kebersihan mulut. Gosok gigi yang rajin dan berkumurlah setelah makan. Jangan lupa untuk membersihkan kulit di sekitar mulut, terutama tempat jenggot dan kumis berada.

Keramasi jenggot dan kumismu, tapi tidak pakai shampo!

Jenggotnya dikeramasin ya mblo! 😀

Apakah jenggot dan kumis perlu dikeramasi seperti rambut? Ya, tapi tidak pakai shampo! Karena shampo bisa membuat kulit di area jenggot dan kumis kering. Shampo secara otomatis menghilangkan minyak alami pada kulit. Bersihkanlah jenggot dengan sabun pembersih muka yang bisa menambah kelembaban. Sabun muka yang beraroma juga boleh dipilih agar lebih wangi.

Rasakan Inovasi Makanan Unik di Food Explore 8!

[ISIGOOD.COM] Bosan dengan makanan dan minuman yang tersedia di pasaran?

Ingin merasakan produk unik yang aman dan sehat untuk dikonsumsi?

Food Explore 8 kembali hadir dengan berbagai inovasi makanan baru. Tak kalah seru dari tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) menyajikan 15 produk bermanfaat yang terbuat dari bahan-bahan unik. Pengunjung akan diajak untuk mencicipi produk seperti es krim dari bunga kamboja, bubble tea dari alang-alang, stick dari tinta cumi dan burger organik.

Bertemakan “Food Safety for Human Health”, Food Explore 8 juga mengadakan seminar yang dapat diikuti oleh publik. Seminar ini dibawakan oleh Dr. Roy A. Sparringa , M.App.Sc selaku Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah sangat berpengalaman dalam pengawasan makanan di Indonesia. Selain itu, acara ini juga diikuti oleh berbagai SMA dan universitas dengan diadakannya lomba-lomba berskala nasional.

Tak hanya berfokus pada makanan, rangkaian acara Food Explore 8 juga dilengkapi oleh performancesyang membawa pengunjung mengelilingi Asia. Pertunjukan seperti tarian daerah negara-negara di Asia, drama dan fashion show kebaya modern akan memeriahkan acara yang diadakan pada tanggal 4-6 November 2015.

Penasaran? Jangan lewatkan acara tahunan terbesar Jurusan Teknologi Pangan UPH Food Explore 8, “Call to Act: A Little Awareness Prevents Future Anxiety”. Mark your calendar! Hari Rabu sampai Jumat, tanggal 4-6 November 2014 di kampus utama UPH Karawaci. Don’t miss it!

yey