[ISIGOOD.COM] Awal meniti karir di dunia kerja tentunya menjadi tantangan baru. Bisa jadi, segala sesuatu akan terasa baru. Berbeda dengan dunia kampus. Dulu, minimal kita hanya perlu mempertanggungjawabkan hasil belajar kita pada diri dan orang tua. Masuk di dunia kerja, tanggung jawab itu bukan hanya bagimu. Namun, kita berhubungan, berkomunikasi serta bertanggungjawab pada orang lain.

Nah, dalam dunia kerja ini kamu baru akan memasuki dunia yang sebenarnya. Selain tuntutan kerja, saat bekerja kamu juga akan menjumpai banyak masalah dan rintangan. Misalnya atasan yang galak atau rese’, partner kerja yang nggak asyik atau lingkungan kantor yang ngebosenin. Apa saja sih langkah yang harus kamu ambil? Bahkan mungkin ada juga kamu yang pernah merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang sudah kamu lamar.

Biasanya, pekerjaan yang dirasa tidak cocok itu berasal dari kurangnya perencanaan masa depan. Belum lagi faktor lain yakni terlalu panik dengan cap pengangguran atau tuntutan orang tua. Disaat itu, kamupun melamar kerjaan apapun asalkan tak menganggur. Alhasil, kamu merasa tidak cocok dan “terjebak” dalam pekerjaan yang kamu lamar sendiri. Betul bukan? Lalu, kalau kamu mengalami ini, apa saja sih yang harus kamu lakukan? Hati-hati dalam mengambil sikap. Sebab, ternyata jika salah dalam bertingkah, justru bisa merusak jenjang karir kamu loh!

Apapun pekerjaanmu, kerjakalah secara maksimal!

Apapun Pekerjaanmu, Kerjakan Secara Maksimal! (returnofkings.com)

Jika kamu telah mendapat pekerjaan yang berniat kamu tekuni, maka jangan pernah mengerjakannya dengan setengah setengah. Jika telah menjadi tugasmu, kerjakan secara maksimal. Kalau perlu, tunjukkan seluruh kemampuan dan potensimu dalam bekerja. Buktikan bahwa kamu memang memiliki nilai plus yang bisa jadi daya tawarmu dengan orang lain. Dari sana, atasan atau bahkan pemimpin perusahaanmu akan mengetahui bahwa mereka memiliki aset berharga yang tidak boleh mereka lepas. Berbeda dengan pekerja yang tidak memiliki nilai plus, tidak akan dianggap terlalu bernilai. Ingat, dunia kerja adalah persaingan yang nyata. So, lets compete!

Merasa tidak cocok, bermalas-malasan sama sekali bukan pilihan yang baik

Buat kamu yang tadi merasa “terjebak” dalam pekerjaan yang menurutmu tidak cocok, malas bekerja bukan tindakan yang tepat. Bahkan, bekerja sekedarnya saja juga tidak cukup. Buktikan kalau kamu berharga. Mengapa? Sebab, segala sesuatunya itu berhubungan. Bukan tidak mungkin, antar instansi menjalin sebuah relasi. Sifat malas dan ogah-ogahan kamu akan menjadi catatan buruk dalam riwayat dunia karir kamu.

Alih-alih pengen segera ganti pekerjaan, justru jadi boomerang buat kelanjutan masa depan kamu. Jadi, bagaimanapun posisi kamu lakukan pekerjaan kamu secara maksimal. Tentunya kamu memperoleh pekerjaan dengan baik. Jadi kalau toh akhirnya kamu mengambil keputusan untuk melepasnya juga harus dengan cara yang baik. Sebab, hal itu akan menjadi salah satu penunjang karir kamu kedepannya.

Problem eksternal, solusinya dari diri kamu sendiri

Solusinya Berasal Dari Dirimu Sendiri. Jadi, Raihlah Kesuksesanmu! (cepamagz.com)

Atasan yang galak, nggak pengertian atau rese’ akan terselesaikan dengan cara bagaimana kita menyikapinya. Bisa jadi, dia hanya ingin kamu lebih disiplin dalam bekerja. Tentunya dia juga ingin terus mendongkrak kualitas kinerja seluruh bawahannya. Jadi, jangan ambil kesimpulan bahwa kalau dia galak atau rese’ bukan berarti dia sentimen sama kamu. Apalagi, jika kerjamu sudah maksimal. Be positive thinking guys.
Kalau pun ada atasan yang benar- benar sentimen sama kamu walaupun kinerjamu sudah oke, serahkan saja pada Tuhan. Doakan agar Tuhan segera melunakkan hatinya. Selalu bawa tindakan dan pikiran positif dalam setiap jenjang karirmu. Pastinya suatu saat kamu akan meraih seluruh anganmu. Good luck for you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan