Bagaimana menyusun sebuah Business Plan? Setelah terlintas sebuah ide bisnis di dalam pikiran anda, selesaikanlah 9 pertanyaan di bawah ini sebelum anda berpikir untuk menggelontorkan uang anda. Jawablah dan tuangkan ke dalam Business Plan. Karena sejatinya, 9 pertanyaan ini adalah komponen-komponen utama dalam sebuah business plan.

1.Seberapa besar segmen pasarnya?

Anda harus tahu berapa banyak calon konsumen yang membutuhkan produk anda. Orang bilang, “yang penting ada kebutuhan pasar (demand), maka sebuah bisnis bisa dikatakan feasible”. Pemahaman yang tidak salah, tapi jangan tergesa-gesa memutuskan dulu sebelum memastikan faktor-faktor lainnya. Perhitungkan dengan cermat, jumlah konsumen tersebut sudah diperebutkan oleh berapa kompetitor yang ada. Apakah masih ada segmen tersisa bagi bisnis anda nanti?

2. Seberapa cepat segmen pasar tumbuh, dan seberapa cepat/mudah kompetitor lama berkembang dan kompetitor baru muncul?

Hati-hati, jangan terpesona oleh trend yang hanya terjadi sesaat. Pada tahun 2000an dulu pernah terjadi booming bisnis warnet. Pada saat itu, pertumbuhan jumlah pengguna internet telah diprediksi akan meningkat pesat. Sekilas, terlihat No Problem. Tapi pada kenyataannya, pertumbuhan pengguna internet ternyata kalah cepat dibanding pertumbuhan jumlah warnet. Karena secara teknis, tidak sulit menyulap sebuah garasi rumah menjadi warnet, termasuk menginstall server dan komputer client di masing-masing bilik. Pemilik warnet bisa merekrut mahasiswa untuk melakukannya.

3. Apakah hambatan-hambatan anda untuk masuk ke bisnis tersebut?

Pastikan tidak ada hambatan-hambatan seperti penolakan warga terhadap bisnis anda, misalnya anda berencana membangun pusat pembangkit tenaga listrik mikro-hidro di sebuah daerah terpencil. Pastikan anda mendapatkan izin pembangunan bisnis, pastikan tidak ada aturan yang menghambat. Apabila terkendala dengan masalah permodalan, pastikan anda mampu mendapatkan modal (pinjaman dari bank atau kolega/investor). Contoh kendala lainnya: supply raw material untuk diproduksi. Misalnya pada industri minyak atsiri (bahan baku dasar untuk minyak wangi), pastikan kapasitas pasokan daun cengkeh atau daun-daun (bahan baku minyak atsiri) lainnya lancar. Anda bisa memberdayakan masyarakat lokal untuk memasok setiap harinya.

4. Apakah anda menguasai cara membuat produknya (know-how)?

Sangat disarankan, pemilik perusahaan tahu detil mengenai proses pembuatan produknya. Termasuk bila produk tersebut adalah jasa. Karena bila tidak, akan terjadi ketergantungan terhadap pegawai, serta tidak bisa cepat mengambil keputusan di saat-saat genting. Serta, bila pemilik perusahaan semakin tidak menguasai know-how, maka semakin besar modal yang harus digelontorkan untuk merekrut tenaga-tenaga ahli.

5. Apakah “secret sauce” anda?

Kalau anda memutuskan membuka kedai nasi goreng di mall, apa yang menjadi daya tarik utama agar banyak orang mau mampir dan membelinya? Intinya anda harus tahu atau memiliki alasan “mengapa konsumen membeli produk anda, bukan dari kompetitor”. Misalnya, ide membuka sebuah bengkel otomotif. Peredaran mobil bekas semakin meningkat. Jasa perawatan dan perbaikan jelas menjadi kebutuhan. So, ide bengkel otomotif sudah pasti banyak calon konsumennya. Tapi bila anda membuka bengkel di sebuah gang kecil yang jauh dari jalan utama, orang akan lebih memilih bengkel lain yang nyaman untuk dijangkau.

Pada contoh kasus lain, yaitu rumah makan, untuk menentukan secret sauce-nya anda bisa memainkan kombinasi harga, kualitas isinya, fasilitas, dan sebagainya. Tapi untuk ‘rasa’, ini mutlak. Untuk bisnis kuliner, rasa harus enak. Serta untuk syarat kebersihan, kesehatan dan kenyamanan tak bisa ditawar/dimainkan.

6. Apakah anda tahu bagaimana membentuk/menyiapkan tim/manajemennya?

Pastikan anda tahu bagaimana membentuk dan mendidik tim manajemen anda. Misalnya, bengkel otomotif: pastikan mendapatkan montir yang berkualitas dan bagaimana mengembangkan kompetensi mereka. Contoh-contoh lainnya: rumah makan (koki), Desain interior (desainer), Training Center (trainer). Tidak hanya terbatas pada proses produksi, tapi juga di bidang-bidang lainnya. Misalnya keuangan: apabila anda sebagai pemiliki akan fokus pada marketing dan produksi, bagaimana anda memastikan pengelolaan keuangannya? Siapa yang anda percayai untuk mengelola uang perusahaan? Hati-hati, uang bisa mengubah perilaku manusia, jangan percaya 100% pada orang lain, meski jangan terlalu mudah mencurigai orang lain.

7. Apakah anda bisa memprediksi berapa keuntungan per-bulan/per-tahun dan bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam 3-5 tahun mendatang?

Anda harus paham keuangan! Ini wajib. Tapi tidak harus menjadi master di bidang keuangan. Paling tidak anda harus memahaminya secara umum, misal tentang fixed cost, variable cost, cash flow, Break Even Point (BEP), keuntungan kotor, keuntungan bersih, penyusutan modal, penyusutan aset, dan sebagainya. Pelajarilah dan pahamilah sehingga anda bisa merencanakan dan memprediksikan berapa keuntungan per-bulan/per-tahun, serta bisa memprediksi kondisi keuangan dalam 3-5 tahun kedepan. Harap diingat, jangan terpesona oleh trend yang hanya terjadi sesaat.

8. Apakah anda tahu seberapa banyak dan seberapa kuat kompetitor anda, dan bagaimana anda mengalahkan mereka?

Pelajari dan sadari kekuatan serta kelemahan kompetitor. Awasi pergerakan mereka setiap saat. Jangan sampai anda tertinggal di belakang mereka. Tips, berikut 4 hal yang harus betul-betul anda lakukan, yaitu: a) Anda harus hebat di dalam marketing, b) Bentuk Tim Selling yang hebat, c) Jangan berhenti berinovasi produk kreatif, ciptakan keunikan produk anda, dan d) Buat hubungan baik dengan konsumen sembari menambah konsumen baru.

9. “Why can’t Microsoft do this?”

Ketika semua aspek diatas sudah nampak clear dan berkilau, anda tetap harus memprediksi dan mengantisipasi kehadiran pemain besar di masa depan. Anda mau membuka mini market di sebuah lingkungan padat penduduk dan mahasiswa. Sebuah ide yang bagus. Tapi berhati-hatilah bila suatu ketika jaringan mini market waralaba berdiri di dekat mini market anda.

 

Pejuang Beasiswa tunas-indonesia.org - Dosen SV-UGM - Owner of Fasnetgama Training Center (fasnetgama.co.id) - Ketua Yayasan Tunas Indonesia Jepang - Loving tennis, football, piano & family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *