[ISIGOOD.COM] Apa kabar buat para job seeker? Jika kamu telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sebuah wawancara kerja, maka itu adalah peluang besarmu. Kamu harus menyiapkan berbagai persiapan menjelang wawancara kerja. Mulai penampilan, setelan pakaian yang kamu pakai dan dandanan.
Tidak cukup itu, kamu juga harus memikirkan dan mengendalikan apa saja yang akan kamu katakan saat wawancara. Apalagi kamu cukup paham bahwa interview kerja sangat mempengaruhi diterima atau tidaknya kamu dalam pekerjaan yang sedang kamu lamar. Bukan hanya itu, ada beberapa pantangan untuk kamu saat menjalani wawancara kerja.

Ada 5 hal yang bisa menjadi penghambat dan cukup jadi sandungan bagi karir kamu. Apa saja hal itu? Simak 5 hal yang bisa memperburuk citramu saat wawancara kerja. Apa saja?

Jangan menunjukkan rasa tidak percaya dirimu

jangan minder dan tidak percaya diri. Buatlah para pewawancara terpukau. (herzing.ca)

 

Biasanya dalam sebuah wawancara kerja, kamu juga ditanyai mengenai kesanggupan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas. Dalam wawancara kamu harus menunjukkan kualitas, keahlian dan kemampuanmu dalam bekerja. Jangan sampai kamu berkata apakah bisa mengerjakannya dengan rasa ragu. Sebab, hal itu akan membuat pewawancara berpikir bahwa kamu bukan merupakan kandidat yang cocok untuk pekerjaan itu.

Jangan bertanya soal gaji

Ingat, jangan kelihatan bahwa kamu hanya semata-mata mementingkan uang. (guardian)

Gaji merupakan hal yang utama saat kamu bekerja. Namun jangan sampai kamu menanyakan kisaran besar gaji yang akan kamu terima sebelum pewawancara membicarakan masalah gaji terlebih dahulu. Tunggu sampai pewawancara mengajukan pertanyaan seputar gaji, baru kamu bisa menanyakan gaji dan benefit yang akan kamu dapat. Jika kamu menanyakan masalah gaji terlebih dahulu, pewawancara menganggap kamu hanya akan tertarik kepada uang saja.

Jangan bicara soal keburukan mantan bosmu dulu

Lakukan maksimal. Tapi jangan sampai beberkan keburukan mantan bosmu.  (pictures.zimbio.com)

Jika kamu sudah bekerja, jangan melakukan hal bodoh dengan menceritakan keburukan atasanmu dulu. Hal itu akan memberikan kesan bahwa kamu selalu menjelek-jelekkan mantan bosmu. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga suatu saat jika kamu keluar dari pekerjaanmu. Kamu cukup memberikan pernyataan bahwa pekerjaanmu di tempat lama kurang menantang atau kurang dapat meningkatkan potensimu.

Jika ditanya, jangan terlalu singkat menjawab pertanyaan pewawancara

Betul, jelaskanlah secara detail. Jangan sampai bikin ilfeel. (interviewmastermind.com)

 

Tes wawancara bertujuan untuk mendalami karakter dan kemampuan kamu. Jadi, jangan sampai kamu menjawab pertanyaan wawancara dengan sangat singkat. Jika perlu kamu menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan pewawancara dengan detail. Misalnya tentang suatu masalah yang bisa kamu pecahkan ataupun potensi terbaik kamu. Tapi, ingat jangan juga terlampau berlebihan hingga membuat pewawancara bosan dan malas denganmu.

Saat ditanya ada pertanyaan, jangan menjawab tidak ada

Jangan pasif, tunjukkan antusiasme mu dalam meraih pekerjaan. (laskinmedia.com)

Ada satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pewawancara pada para job seeker. Yakni apakah kamu memiliki pertanyaan atau tidak. Nah, jangan pernah menjawab tidak ada pertanyaan sama sekali. Kamu harus menunjukkan ketertarikanmu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar pekerjaanmu. Misalnya gambaran mengenai rekan kerjamu dan pekerjaan yang akan kamu kerjakan.

Itu dia guys, semoga bermanfaat. semangat terus!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISIGOOD.com Mengisi Diri Dengan Kebaikan