[ISIGOOD.COM] Karir memang seringkali membuat seseorang lupa diri. Kesibukan kerja tak jarang membuat kita melupakan kesehatan dan keluarga. Kita tidak menyadari bahwa kita masih memiliki dunia lain selain dalam karir. Banyak hal yang perlu kita perhatikan selain semata-mata karir.

Akhirnya, tak jarang kita seolah mendedikasikan hidup untuk karir. Setiap saat tentang kerja dan kerja. Jika tidak bekerja secara keras dan mati-matian maka merasa belum puas. Kita tidak menyadari bahwa bekerja terlalu keras justru merugikan diri sendiri. Bahkan, seringkali bekerja terlalu keras bukan membawa manfaat melainkan sebuah kerugian.

Ada beberapa alasan mengapa bekerja terlalu keras hanya akan merugikanmu. Kerugian yang kamu dapatkan bukan hanya dalam kegiatan di luar karir seperti keluarga, persahabatan ataupun lingkungan. Namun justru juga untuk karir yang kamu bangga-banggakan itu. Nggak percaya? Simak ini beberapa alasan bahwa bekerja terlalu keras ternyata tidak baik untukmu!

Kerja terlampau keras dengan jam kerja yang panjang bisa menurunkan produktivitas

Kerja begini bisa malah menurunkan produktivitas loh guys! (quickhealth.net)

Kita adalah manusia, bukan robot. Bahkan, robotpun memiliki batas kerja agar tidak mengalami kerusakan. Begitu pula manusia. Berdasarkan penelitian, bekerja dimulai sejak fajar hingga senja merupakan tradisi yang sangat lama. Seiring berjalannya waktu, penelitian yang dilakukan Henry Ford pada 1926 telah mengubah konsep lama itu. Dia mengubah waktu kerja menjadi 8 jam sehari agar membuat para pekerja lebih produktif.

Sebab, kita sangat tahu bahwa semakin berat kita bekerja maka semakin menurun daya dan konsentrasi kita terhadap suatu pekerjaan. Bahkan, bekerja terlampau lama bisa jadi membuat kualitas pekerjaan yang kita lakukan akan menurun meskipun kuantitasnya memenuhi. Untuk itulah, generasi saat ini pun tidak menganggap lamanya kerja sebagai indikator produktivitas seseorang.

Promosi dalam karir bukan karena jam kerja yang panjang

Siapa bilang lamanya kerja penentu promosi jabatan? (theatlantic.com)

Siapa bilang kalau semakin panjang jam kerja kita maka peluang promosi akan semakin besar? Itu adalah pemikiran yang tradisional. Dulunya memang pemikiran tradisional mengatakan bahwa jika kamu bekerja sangat keras hingga lembur dan tengah malam, maka kamu akan dilihat bos dan mendapat promosi karir. Ternyata itu tidak lagi berlaku saat ini.

Saat ini, jam kerja kamu bukan lagi menjadi penentu dalam mendapatkan promosi dari atasan loh. Hal yang menjadi kenyataan adalah seseorang mendapatkan promosi jabatan adalah dari managemen waktu yang cepat selesai melakukan pekerjaan daripada orang yang lain. Dia yang cepat, sesuai deadline dan tepat pada waktunya memiliki kesempatan lebih untuk promosi jabatan.

Bisa membedakan mana yang menjadi prioritas, bukan sekedar menjalankan kerja

Bukan yang hanya kerja saja, tapi juga yang tahu prioritas dalam kerja, (wordpress.com)

Anggapan tradisional mengungkapkan bahwa melakukan setiap permintaan dari atasan adalah cara cepat mendapat promosi. Namun, ternyata saat ini itu tidak sepenuhnya berlaku dan tidak sepenuhnya benar. Generasi saat ini lebih perlu pandai dalam mendahulukan prioritas ketimbang menjalankan semua pekerjaan saja. Warren Buffet pernah berkata bahwa perbedaan antara orang sukses dan sangat sukses, orang yang sangat sukses berani mengatakan tidak untuk suatu hal.

Mengambil alih semua pekerjaan seorang diri

Multitasking juga tidak baik untukmu (icaruswept.com)

Di era saat ini, ada seseorang yang justru mendapatkan amarah dari atasan saat mengambil alih semua pekerjaan seorang diri. Dia justru dianggap sebagai salah satu faktor kemunduran perusahaan. Sebab, pekerjaan yang dilakukan justru membuat sama sekali tidak maksimal. Memang, multitasking justru membuat kualitas pekerjaan akan menurun.

Generasi saat ini justru memiliki acuan bahwa bekerja secara bersama-sama dalam tim jauh lebih efektif untuk produktivitas. Itu bahkan akan membuat kamu menguras energi dengan sangat percuma bahkan bisa merugikan dirimu sendiri. Kamu bisa mempercayakan suatu pekerjaan sesuai bidangnya dengan sistem kerjasama.

Tidak mau istirahat dan menolak ajakan istirahat oleh rekan kerja

Tidak ada salahnya kamu menerima ajakan makan siang rekan kerja (squarespace.com)

Siapa bilang jika beristirahat saat jam kerja itu tidak penting? Hal ini sangat penting. Ini adalah jaman dimana generasi lebih memperhatikan kualitas kerja. Dengan beristirahat, maka kinerjamu akan lebih baik lagi. Bahkan, tidak ada gunanya kamu menolak ajakan makan siang oleh rekan kerjamu. Sebab, sosialisasi dengan rekan kerja juga tak kalah penting.

Nah, itu dia guys beberapa alasan yang menjadikan bekerja terlalu keras ternyata bisa merugikan dan tidak baik untuk karirmu sendiri. Sekarang sudah tahu kan? Pastinya setelah tahu kamu bisa mengambil langkah konkrit kan? So, happy working!

Sumber : lifehack.org

 

Baca juga : Mau Harimu Produktif? Coba 3 Kebiasaan Ini Pada Pagimu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *