[ISIGOOD.COM] Siapa yang gak ngeri dengar istilah kanker payudara? Apalagi para perempuan yang konon lebih beresiko mengidap kanker payudara ketimbang laki-laki. Bahkan American Cancer Society menyebutkan bahwa 1 dari 8 wanita di dunia ini berpotensi menderita kanker payudara. Nyesek banget gak sih kita-kita yang perempuan saat mendengar kabar itu?

Gak ada gunanya jika cuma sekedar nyesek. Kita perlu pahami ilmu terkait kanker payudara. Supaya kita gak cuma taku-takut doang tapi bisa take action. Seperti 5 hal yang akan saya sebutkan di bawah ini, tentang fata-fakta seputar kanker payudara yang dilansir di everydayhealth.com

 

Harus mulai waspada saat memasuki usia 40 tahun

Wanita usia lanjut lebih beresiko kena kanker payudara (www.healthywomen.org)

Monica Morrow, MD, seorang dokter bedah di Memorial Sloan Kettering Cancer Center New York City menyebutkan bahwa seseorang yang berusia di bawah 40 tahun memiliki potensi kecil untuk menderita kanker payudara.Tapi ketika usianya memasuki kepala empat, dia harus lebih berhati-hati. Ketika menemukan adanya benjolan, harus segera diperiksakan.

 

 

Ukuran payudaramu tidak berpengaruh terhadap penyakit kanker

Ukuran payudara tidak berkorelasi dengan potensi kanker payudara (www.bridgebreast.org)

Beberapa perempuan mempertanyakan apakah ukuran payudara berpengaruh terhadap resiko penyakit kanker atau tidak. Jawabannya adalah tidak! Kanker tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Hal ini tentu saja bisa menjangkit di semua ukuran payudara.

 

 

Kanker payudara biasanya tidak menunjukkan gejala yang menonjol

Sulit mendeteksi gejala kanker payudara (mediad.publicbroadcasting.net)

Teknologi sudah mulai membantu manusia untuk mengenali gejala-gejala kanker. Meskipun demikian, teknologi masih sering meleset. Karena berbagai jenis kanker tidak menunjukkan gejala yang menonjol. Salah satunya adalah kanker payudara. Karena kanker payudara tidak menimbulkan nyeri, iritasi ataupun sakit di sekitar payudara sehingga penderitanya merasa baik-baik saja. Itulah sebabnya, perhatian terhadap payudara masing-masing adalah hal penting. Jika kita menemukan sesuatu yang aneh dan tidak seperti biasanya, lebih baik kita memeriksanya.

 

 

Sebagian besar penderita kanker payudara tidak memiliki keturunan mengidap penyakit serupa

Tidak semuanya disebabkan oleh keturunan (www.rebootwithjoe.com)

Banyak yang curiga, apakah kanker payuudara diturunkan secara genetik? Misal diketahui nenek meninggal karena kanker payudara, apakah cucunya juga beresiko besar mengalami penyakit serupa? Ternyata, menurut penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society, menyebutkan bahwa 85% penderita kanker payudara justru tidak memiliki keturunan yang menderita penyakit tersebut. Dismpulkan oleh peneliti, orang yang punya riwayat keturunan kanker payudara memang harus lebih berhati-hati. Tapi bukan berarti kita-kita yang tidak punya riwayat tersebut di keluarga bisa bernafas lega. Kanker payudara bisa menghantui siapa saja.

 

 

Faktor-faktor dominan yang menjadi penyebab kanker ada beragam

Ternyata, penyebab kanker dominan itu macam-macam, tidak hanya satu saja. Tapi menurut National Cancer Institute, faktor penyebab kanker payudara adalah sebagai berikut:

Obesitas

Faktor genetik dari keturunan

Mutasi gen

Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun

Melahirkan pertama kali di usia lebih dari 30 tahun

Tidak pernah melahirkan sampai usia 40 tahun ke atas

Terkambar menapause

Mengonsumsi alkohol

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *