[ISIGOOD.COM] Mencintai berarti bisa menerima apa adanya. Meski kita tahu segala keburukan yang terjadi di negeri kita tercinta ini, kita tetap bisa mencintainya dengan setulus hati. Bukan persoalan siapa presidennya dan siapa pemimpin-pemimpin yang ada di negeri ini. Tetapi bagaimana diri kita dalam memimpin diri sendiri. Tak perlu menghujat para orang “di atas sana”. Kita sendiri bagaimana? Yakin sudah menjadi warga negara yang sebagaimana mestinya? Mencintai Indonesia sebenarnya tidak perlu muluk-muluk, kok. Berikut ini adalah cara-cara sederhana yang bisa kamu terapkan dalam rangka berkonrtibusi untuk negeri.

1. Menemukan kekurangan dan kelebihan diri sendiri

Mengenal diri sendiri adalah awal dari kebijaksanaan (tariqmcom.com)

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri adalah salah satu cara sederhana untuk mengenal diri kita. Selain itu, menyadari bahwa kita memang dilahirkan di negeri ini juga salah satu bentuk awal dalam mencintai negeri. Kita tentu tidak bisa memilih kita dilahirkan oleh siapa dan di mana. Kita lahir di Indonesia berarti ada rencana Tuhan di sana. Kita ditakdirkan sebagai orang Indonesia—meskipun bisa sewaktu-waktu kita melepaskan status kewarganegaraan kita.

2. Menemukan passion diri

Temukan passionmu (idealistcareers.org)

Setelah berusaha untuk mengenali diri sendiri, temukanlah passion yang ada di dalam diri. Setiap manusia memiliki minat yang berbeda-beda. Dari minat tersebut, kamu bisa menyumbangkan sesuatu untuk Indonesia. Misalnya, kamu berminat dalam bidang seni, kamu bisa mendalaminya dengan harapan suatu saat kamu bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional. Selain itu, misalnya kamu berminat di dunia tulis menulis, kamu bisa latihan menulis setiap hari dengan harapan bisa menginspirasi orang Indonesia yang membacanya. Profesi apapun itu bisa menjadi sumber kontribusi kita untuk Indonesia. Bahkan hanya membantu menyebarkan informasi penting itu juga termasuk kontribusi, lho. Sekecil apapun kontribusi itu, tetap saja kontribusi yang mesti dihargai.

3. Mulai dengan memimpin diri sendiri

Memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain (mikedriggers.files.wordpress.com)

Sebelum berpikir untuk memimpin orang lain, coba pikirkan apakah diri kita sudah cukup baik dalam memimpin diri sendiri? Apakah selama ini kita masih disetir oleh ego dan kebiasaan-kebiasaan yang merugikan? Mulai dari hal kecil. Jika masih ada kebiasaan buruk yang membuat produktivitas kita menurun, cobalah untuk sedikit demi sedikit mengubahnya. Percayalah, segala sesuatu itu dimulai dari diri sendiri. Apa yang terjadi pada diri kita pun tergantung dari cara berpikir, bersikap, dan pilihan-pilihan kita sendiri. Dengan usaha yang kecil-kecil pun suatu saat juga akan menjadi hal yang besar jika kita mau rutin melakukannya.

4. Stop nyinyir!

Pssstt.. berhenti nyinyir yuk! (beautifulhdwallpaper.com)

Okelah, seringkali pemimpin di negeri ini membuat kita geram. Korupsi, ketidakadilan, atau kerja yang lamban membuat banyak orang nyinyirin pemerintah. Coba kita pikir deh, sebenarnya nyinyir itu gunanya untuk apa? Toh, belum tentu mereka mendengar nyinyiran itu. Belum tentu juga nyinyiran itu akan memberikan dampak positif. Sudahlah, berhenti nyinyir dan mulai berpikir apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini. Coba pikirkan kalau kita berada di posisi mereka yang “di atas”, yakinkah kalau kita bisa menjadi pemimpin yang baik di negeri kita yang sangat kompleks ini? Kalau belum yakin, mending berhenti nyinyir, deh. Toh, kita sendiri juga belum tentu bisa menyelesaikan semua permasalahan di negeri ini dengan baik saat berada di posisi mereka. Kritis itu perlu, tapi nyinyir tidak.

5. Beraksi!

Mulai dari sekarang. Mulai dari diri sendiri (jamesbutterly.files.wordpress.com)

Aksi sederhana seperti secara konsisten membuang sampah pada tempatnya, menggunakan listrik secukupnya, mengurangi kebiasaan konsumtif, belajar yang perlu dipelajari, dan kebiasan-kebiasaan kecil yang lain. Aksi-aksi kecil yang secara terus menerus dilakukan seperti itu bisa menciptakan perubahan, kok. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Yuk, mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri.

“Cara paling sederhana untuk memperbaiki bangsa adalah dengan memperbaiki diri sendiri” -Anonim-

Santai aja ya bacanya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *