[ISIGOOD.COM] Bagi sebagian orang, punya pacar populer mungkin menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi jika kita tahu bahwa selama ini di sekelilingnya ada banyak sekali wanita yang menginginkannya. Tapi tanpa usaha yang terlalu ngoyo, ternyata dia jatuh hati kepada kita yang mungkin tidak memiliki kualifikasi istimewa. Bahagia banget kan?

Tapi ini soal cinta, tentang perasaan. Tidak semua orang bersuka cita ketika seseorang yang populer datang dan jatuh hati kepadanya. Seperti itulah yang kurasakan saat itu. Sesaat setelah ospek berakhir. Seorang kakak senior yang tinggi besar itu menghubungi lewat akun medsosku. Dia adalah kakak senior yang memiliki peran penting selama ospek. Dia juga yang sering tampil berbicara di depan, membariskan dan menertibkan kami semua, mahasiswa baru. Sebagai orang yang berperan penting, tentu aku tahu siapa namanya. Bahkan sedikit banyak aku tahu karakternya karena memang dia adalah pusat perhatianku saat itu. Mungkin malah pusat perhatian kita semua. Dia memang sosok yang berwibawa dan memiliki kemampuan memimpin.

Seiring berjalannya waktu, kami semakin dekat. Sampai akhirnya kami bersatu dalam sebuah komitmen. Komitmen untuk saling memiliki. Ya, kini kakak senior yang populer dan berwibawa itu telah menjadi milikku. Teman seangkatanku bilang bahwa mereka iri melihatku memilikinya. Maklum, dia adalah orang yang tidak biasa. Orang yang dikenal hampir seluruh mahasiswa di kampus, bahkan lintas kampus. Tapi sebenarnya mereka tidak tahu, bahwa pacaran dengan orang populer itu tidak seenak yang dibayangkan. Seperti ini yang sebenarnya terjadi di dalam, ketika seorang perempuan biasa-biasa saja berpacaran dengan laki-laki populer.

Mencoba menempa kepercayaan diri. Tapi kuakui itu sangat tidak mudah

Aku tahu aku harus percaya diri. Karena jika tidak, aku akan semakin tidak nyaman berdampingan denganmu. Kamu juga pasti lebih suka jika aku mencintai diriku apa adanya, mensyukuri apa yang kupunya dan bersikap sewajarnya. Toh kamu yang mendatangiku, artinya aku memang spesial di matamu. Tapi mau bagaimana, sebesar apapun aku berjuang aku tetap merasa belum bisa mengimbangimu. Aku minder, terkadang. Sehingga ada kalamya aku merasa tidak pantas untukmu.

Selalu merasa banyak yang ingin merebut posisiku

Jujur aku begitu bahagia dengan kehadiran kakak

Sejak awal aku sadar bahwa banyak yang ingin memilikimu. Meskipun sudah jelas bahwa kamu memilihku, bahkan kamu yang mendatangiku, tapi aku tidak pernah merasa aman. Aku selalu merasa, mereka tidak menyerah untuk mendapatkanmu. Aku cemburu, entah cemburu dengan siapa. Aku cemburu dengan setiap perempuan yang pernah menyukaimu. Sehingga aku cemburu dengan banyak orang. Tahukah kamu, itu membuatku tak nyaman.

Sangat takut kamu bertemu dengan perempuan yang jauh lebih baik dariku

Kamu orang sibuk. Kamu punya posisi penting di organisasi kampus. Kamu sering harus pergi ke luar kampus untuk rapat atau sekedar ngobrol dengan relasi sesama aktivis dari kampus lain. Kebanyakan laki-laki memang, tapi pernah juga perempuan. Tentu mereka adalah orang yang tidak biasa. Sama sepertimu, mereka adalah orang yang punya banyak kelebihan. Apa kamu tahu, aku sering khawatir. Khawatir kamu akan terpikat dengan salah seorang dari mereka. Karena aku belum jadi siapa-siapa. Aku hanya mahasiswa baru yang belum punya pencapaian apa-apa.

Keributan kadang muncul karena kamu tak punya cukup waktu untukku

Aku mahasiswa baru, belum lama keluar dari bangku SMA. Iya, aku masih ABG. Aku masih kekanak-kanakan. Aku seringkali rewel karena menuntutmu memberikan waktu untuk jalan-jalan. Padahal kamu adalah kakak senior yang tidak biasa. Kamu orang penting di kampus. Kamu punya tanggung jawab selain mengurusiku. Logikaku menerimanya, tapi terkadang emosiku berkata lain. Sehingga seringkali kita ribut karena hal itu. Bukan, bukan kita yang ribut, tapi aku. Karena memang hanya aku yang ngambek tidak jelas dan kamu yang sabar memberikan penjelasan.

Banyak mata, banyak telinga di sekeliling kita dan aku menjadi sangat hirau terhadap mereka

Aku tidak bisa tidak menghiraukan mereka

Aku selalu berusaha memakai baju sebaik mungkin dan berpenampilan menarik. Kenapa? Karena aku merasa sangat banyak orang yang memperhatikan kita. Bahkan saat aku sendiri, aku merasa banyak mata sinis menatapku. Mungkin dalam hati mereka berkata “oh, ini to pacarnya si A”. Tahukah kamu, aku gak nyaman dengan mata dan telinga yang selalu ingin tahu tentang kita. Aku ingin kita punya privasi, aku ingin jadi diri sendiri. Tapi, punya pacar orang sepopuler dirimu membuatku hirau terhadap omongan orang yang kadang tidak menyamankan.

Maaf, karena telah membuatmu selalu berjuang menenangkanku

Terimakasih atas kegigihanmu meyakinkanku

Aku bertetimakasih karena kamu telah bersikap sangat dewasa. Kamu tidak pernah marah, meskipun aku menyadari sikapku sangat kekanak-kanakan. Kamu terus memberikan penjelasan dan meyakinkanku bahwa hatimu sudah untukku. Aku lega setelah itu. Jujur, aku merasa beruntung. Harusnya aku bersyukur. Aku mahasiswa baru, belum jadi siapa-siapa, belum kenal siapa-siapa. Tapi kamu datang, memberikan cinta dan mengajariku menjadi dewasa. Maaf kak, karena aku membuatu harus selalu berjuang menenangkanku.

 

-Untuk kakak senior yang saat ini mengisi hatiku-

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *