[ISIGOOD.COM] Meski masih terbilang baru, kegiatan mencari pasangan lewat dunia maya makin banyak dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita. Terbukti, makin banyak saja aplikasi di telefon genggam atau website online yang menawarkan jasa “mak comblang” ini. Orang yang menggunakan aplikasi atau website pencarian pasangan punya alasan yang beragam, diantaranya kegiatan ini dilakukan atas dasar iseng.

Namun, seringkali keisengan berlanjut dan menjadi kebiasaan yang membuat ketagihan, karena bagi sebagian orang, mencari pasangan via online itu menyenangkan. Sayangnya, orang tidak selamanya “apa adanya” ketika menampilkan diri di dunia maya.

Kegiatan “pakai topeng” ini diantaranya termasuk membuat citra di dunia maya bahwa dirinya lebih dari ia yang sebenarnya (entah lebih tinggi, pintar, seksi, kaya, humoris dll). Fenomena “melebihkan diri sendiri” adalah salah satu hal yang harus kamu waspadai saat melakukan online dating. Jangan mudah percaya dan kagum, lantas hanyut saja setelah melihat foto profil dan bio singkat si dia yang terlihat sangat menarik.

Tak semua orang bisa jujur dan menampakkan diri apa adanya di situs dating online (roberttaylorandrews.com)

Kebanyakan dari kita memang cenderung “sedikit bohong” saat membentuk citra diri, baik online maupun offline. Ingat saja bagaimana kamu menampilkan isi CVmu. Bisa jadi kamu menyebut dirimu “seorang novelis”, meski novel yang kamu tulis tidak pernah dicetak penerbit, dan hanya kamu unggah saja ke blog pribadimu. Ya, kita semua (secara tak sadar) memang suka menampilkan citra yang agak tak jujur, supaya orang lain terkesan.

Ingat selalu soal kencederungan manusia melakukan “pencitraan” ini, jangan gampang men-judge, dan ingat bahwa pertemuan dengan si dia secara online baru langkah awal. Karenanya, bagi kamu yang sedang gandrung dengan aplikasi atau website pencarian pasangan, bertemu langsung dengan si dia adalah langkah kedua yang wajib dilakukan. Namun ingat, bersiap-siaplah untuk takjub, takjub karena dia lebih menggemaskan aslinya, atau malah mengecewakan karena tak sesuai ekspektasimu.

Selain mencoba tak gampang men-judge, kamu juga perlu memperhatikan “persentase kecocokan” yang secara otomatis ditunjukkan beberapa aplikasi atau web kencan online. Persentase kecocokan ini tak selamanya benar. OKCupid, salah satu web online dating, malah sengaja mengubah persentase kecocokan usernya guna mempelajari kesamaan dan ketertarikan diantara pengguna OKCupid.

Orang dengan persentase kecocokan yang rendah denganmu belum tentu serta merta tak cocok. Begitu juga, orang dengan persentase kecocokan yang tinggi denganmu belum tentu cocok. Jadikan layanan persentase kecocokan itu sebagai bahan pertimbangan saja, bukan alat untuk membuatmu mengambil keputusan sepihak.

Cari pasangan via online ini memang perlu ekstra waspada. Jangan sampai kamu mudah terbujuk dengan penampilan yang kelihatannya sangat menarik. Hanya dengan bertemu secara offline, kamu bisa benar-benar melakukan penilaian terhadap si dia.

 

Sumber scienceofrelationships.com

Mahasiswi selo Sastra Inggris UGM. Sedang belajar bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *