[ISIGOOD.COM] Buat generasi muda, terutama kalian yang hobi sama mie instan. Dan lebih terutama lagi, para anak kos yang mengandalkan mie instan demi alasan hemat uang saku bulanan dan alasan kepraktisan tidak harus keluar ke warung buat cari makan.

Mie instan mutlak harus masuk ke dalam blacklist. Sudah banyak artikel kesehatan yang menyarankan untuk tidak mengkonsumsi mie instan terlalu sering.

Kenapa harus dijauhi?

Mie instan termasuk karbohidrat sederhana sehingga sangat mudah meningkatkan kadar gula dalam darah dan berefek akan cepat mudah merasa lapar kembali. Begitu juga dengan snack yang digoreng yang mengandung banyak radikal bebas. Selain itu, proses penggorengan membuat sel darah merah menggumpal dan membuat tubuh kesulitan untuk mendistribusikan sel darah merah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

Seorang Nutrisionis, Emilia Achmadi, mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berani mengonsumsi makanan yang cepat diolah dan disantap ini. Jadi, mulailah bijak untuk memilih makanan mana yang enak tapi tak baik untuk tubuh, dan mana yang sehat. Tantangannya memang berat, mulai dari aspek keuangan hingga aspek kepraktisan yang dialami banyak anak kos.

Apa lagi selain makanan instan yang harus dijauhi?

Sebagian sumber gula yang kita makan sehari-hari berasal dari hidangan pencuci mulut. Apalagi yang sekarang lagi nge-tren, yaitu cake untuk hidangan pencuci mulut, yang bergulir bergantian atau minuman bubble tea yang lagi hangat-hangatnya jadi perbincangan.

Keseringan mengonsumsinya bisa berbahaya untuk tubuhmu. Perlu diketahui bahwa gula, terutama gula putih atau gula pasir adalah jenis pemanis yang jahat. Ini karena gula sangat cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula, pankreas akan bekerja semakin keras untuk menghasilkan insulin, hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh.

Akibat gula darah terlalu tinggi (fachrul.com)

Jika dalam sehari saja konsumsi gula yang harus distabilkan oleh pankreas sudah terhitung banyak, jangan terkejut kalau di usia 30 tahunan kamu sudah memiliki masalah dengan kadar gula karena organ tersebut bekerja terlalu keras selama ini dan produksi insulin yang menjadi “penawar” tak mencukupi kebutuhan. Mengerikan, bukan? Hindari juga terlalu sering memberikan makanan yang manis-manis ke anak sejak usia dini karena ini bisa memicu diabetes pada anak ya!

Masih tidak percaya? Mau bukti?

Buktinya adalah saya sendiri. Di usia di kepala 3, menjelang memasuki kepala 4, sudah terpaksa harus rutin dan wajib menyuntik insulin ke dalam tubuh, setiap hari – setiap malam sebelum tidur. Sebabnya apa lagi kalau bukan kadar gula yang terlalu tinggi. Sebagai pengidap diabetes, apa yang digambarkan diatas (penggila mie instan, hobi berat sama snack atau cemilan yang bisa habis beberapa bungkus ketika nonton MU vs Arsenal, penyuka coklat, penggemar minuman-minuman manis plus soft-drink, dan penyantap makanan instan serta junk food) adalah kebiasaan saya sejak dulu hingga akhirnya dinyatakan positif terkena diabetes, oleh hasil tes kesehatan sekitar 4 bulan yang lalu.

Jadi, ibarat negera Indonesia yang harus mencapai “Swasembada Beras” untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya, maka tubuh kita juga harus mencapai “Swasembada Insulin“. Insulin memiliki tiga fungsi, yaitu membuka jalan agar glukosa dapat masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi, menekan produksi gula di hati dan otot, serta mencegah pemecahan lemak sebagai sumber energi. Simple-nya begini, produksi insulin di dalam tubuh kita harus cukup, agar karbohidrat (dari nasi) dan gula tidak mengendap di dalam darah. Nah, kalau beras dihasilkan oleh pak tani dengan sawahnya, maka insulin dihasilkan oleh pankreas di tubuh kita yang ibarat pabrik penghasil atau produsen (insulin).

Setelah dinyatakan positif terkena diabetes, pilihan yang saya lakukan berdasarkan saran dokter adalah: untuk mencukupi kebutuhan insulin, maka di-impor dari luar dengan cara disuntik (insulin) setiap hari, yang suntikannya bisa dibeli di apotek. Tapi disamping itu, pankreas sebagai pabrik insulin di dalam tubuh juga harus terus disembuhkan dengan beberapa cara medis. Misalnya yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan serta menjaga pola makan, mengatur pola stress, olahraga teratur dan lain-lain. 

Akibat tubuh tidak terpenuhi kebutuhan insulin (semutjepang.info)

Mirip dengan analogi berikut, pemerintah Indonesia rutin meng-impor beras dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Di samping meng-impor beras dari luar negeri, pemerintah menyembuhkan penyakit yang ada, yaitu memperbaiki sistem & teknologi pertanian, tata niaga pertanian serta infrastuktur pertanian.

Kalau dulu saya bisa makan macam-macam dengan jumlah banyak, sekarang hanya jenis makanan tertentu saja yang disantap, dengan nasi yang jumlahnya kira-kira maksimal 4-5 sendok makan saja. Pastinya, saya wajib menjauhi mie instan!

 

Dikutip dan dikembangkan dari sumber www.diabetes.org dan www.family.com

Oleh: Wikan Sakarinto

Pejuang Beasiswa tunas-indonesia.org - Dosen SV-UGM - Owner of Fasnetgama Training Center (fasnetgama.co.id) - Ketua Yayasan Tunas Indonesia Jepang - Loving tennis, football, piano & family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *