[ISIGOOD.COM] Kamu ingin mencoba bepergian dengan fasilitas kereta cepat? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, sebab Indonesia akan memiliknya juga! Saat ini media nasional ramai membicarakan rute Jakarta-Bandung. Sebab, Pemerintah Indonesia berencana menunjuk investor dari negara Jepang atau Cina untuk mengerjakan proyek kereta cepat rute tersebut. Namun, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan investor yang tepat. Sedangkan Jepang dan Cina terus berjuang meyakinkan pemerintah Indonesia agar dipercaya untuk menggarap proyek besar ini. Kira-kira negara mana yang akan dipilih?

Menurut Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofyan Wanandi, Jepang memiliki kemampuan yang lebih baik ketimbang Cina dalam mengerjakan proyek kereta cepat tersebut. Hal ini dilihat dari kualitas kereta api cepat buatan Jepang yang belum pernah mengalami kecelakaan dalam 50 tahun terakhir. Jadi, jika pemerintah Indonesia mengutamakan aspek keselamatan, Jepang dinilai lebih unggul. “Kami belum melihat secara teknis, tapi jika dilihat dari keselamatan dan lain-lain, saya kira Jepang lebih baik,” ujar Sofyan.

Sofyan menambahkan, pemerintah akan menunjuk investor pembangunan proyek kereta cepat pada tahun ini. Sebab, studi kelayakan proyek serta engineering detail juga telah selesai. Selain itu, kata Sofyan, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan konten lokal yang akan digunakan oleh investor dalam pembangunan proyek ini. Sebab, penggunaan kandungan lokal dapat membantu pertumbuhan industri kandungan lokal di Indonesia.

Pemerintah akan menunjuk konsultan dari Eropa untuk membantu menilai kedua investor tersebut baik dari segi teknis serta keuangan. Sejauh ini, Jepang telah memberikan tawaran yang lebih baik ketimbang Cina. Sofyan juga menyebutkan, Jepang menawarkan bunga yang lebih murah yakni 0,5 persen per tahun selama 40 tahun.

Pihak Cina juga tidak tinggal diam. Ketua Badan Pembangunan Nasional Republik Rakyat China (RRC), Xu Shaoshi, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Ia menyampaikan hasil studi kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Senin (10/8). Mewakili pemerintah China, ia menjamin, proyek yang mereka tawarkan paling aman dan menguntungkan.

Xu menyampaikan hasil studi kelayakan yang telah mereka buat dalam konferensi pers bersama di kantor presiden. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mereka tawarkan akan terbentang sepanjang 150 kilometer. Ada delapan stasiun yang akan dibangun. Stasiun di Jakarta akan terletak di Halim dan akan terkoneksi dengan Stasiun Manggarai dan Stasiun Gambir. “Dengan begitu, jalur kereta cepat ini juga akan terintegrasi dengan KRL yang telah beroperasi,” jelas Xu.

Rencananya, kereta cepat Jakarta-Bandung akan memiliki kecepatan 350 kilometer per jam. Meski sangat cepat, mereka menjamin kereta tersebut aman dan akan dilengkapi dengan alarm peringatan gempa bumi. Bahkan, ia mengklaim mereka memiliki tingkat keamanan paling baik di dunia. Ia mengklaim bahwa standar yang mereka gunakan adalah standar internasional.

Proyek kereta cepat yang ditawarkan Cina ini akan dilengkapi dengan sejumlah jembatan dan terowongan dengan rasio 62 persen. Ia menyatakan bahwa pihaknya paling ahli dalam bidang konstruksi jembatan dan terowongan. Pasalnya, mereka sudah berhasil membangun terowongan terpanjang di dunia dengan total panjang 27,8 kilometer. “Kami berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan komponen lokal demi mendukung industri dalam negeri Indonesia,” tambah Xu yang diutus langsung oleh Presiden Cina, Xi Jinping, tersebut.

Beberapa konten proposal penawaran dari kedua negara. Sumber: Harian Kompas

Beberapa konten proposal penawaran dari kedua negara. Sumber: Harian Kompas

Terkait pembiayaan, Xu mengatakan kedua negara akan membentuk joint venture antara BUMN Indonesia dengan BUMN China. Risiko dan keuntungan akan ditanggung bersama. Kendati demikian, saham terbesar tetap dimiliki Indonesia dengan perbandingan 60 persen dan 40 persen. Namun, Xu tidak bersedia menyebut nilai investasi yang China tawarkan. Ia mengatakan, nilai investasi itu sudah dicantumkan dalam laporan studi kelayakan yang telah diserahkan pada Presiden Jokowi. “Berdasarkan laporan studi kelayakan kami, proyek ini sudah bisa menghasilkan keuntungan setelah beroperasi lima tahun,” kata Xu. Dia menambahkan, RRC akan membantu Indonesia dengan mengirimkan tim ahli yang akan membantu mengelola kereta cepat tersebut.

Xu mengklaim, proyek yang mereka tawarkan ini lebih baik dari proposal serupa yang juga ditawarkan oleh Pemerintah Jepang, baik dari segi pembiayaan maupun teknologinya. Hal itu, menurut Xu, sudah mereka buktikan dalam proyek kereta cepat di Pulau Hainan yang iklimnya mirip dengan Indonesia. Menurutnya, kereta cepat di sana telah beroperasi dengan aman selama lima tahun. Dengan adanya tawaran proyek ini, kata Xu, RRC berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang infrastruktur dengan Indonesia. “Kami berikan harga lebih kompetitif. Proposal kami lebih baik,” katanya.

Bagaimana tanggapan Indonesia atas penawaran tersebut? Sofyan mengatakan bahwa pemerintah akan segera menunjuk konsultan independen pekan ini. Konsultan itu akan mempelajari laporan studi kelayakan yang telah dilakukan Negeri Tirai Bambu tersebut. Tidak hanya tawaran dari RRC, pihaknya juga akan melakukan hal yang sama pada proposal kereta cepat yang juga ditawarkan pemerintah Jepang. “Konsultan akan bekerja dalam tempo dua sampai tiga minggu. Setelah itu akan diumumkan,” pungkas Sofyan.

Pejuang Beasiswa tunas-indonesia.org - Dosen SV-UGM - Owner of Fasnetgama Training Center (fasnetgama.co.id) - Ketua Yayasan Tunas Indonesia Jepang - Loving tennis, football, piano & family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *