[ISIGOOD.COM] Setelah menjalani komitmen beberapa lama, setiap pasangan pasti mulai mengalami perubahan dalam hubungannya. Pasti semua sepakat bahwa hari terindah dalam sebuah hubungan adalah masa pendekatan sampai kurang lebih 3 bulan di awal masa jadian. Sering telfon, sering sms, jarang marah, dikit-dikit kangen, dikit-dikit bilang sayang, gitu lah ya. Tapi makin lama, pasti kebiasaan-kebiasaan itu mulai berubah. Apalagi kalau hubungannya sudah berjalan lebih dari satu tahun.

Mulai sering marah, jarang telfon, jarang ngajak jalan-jalan, jarang bilang kangen dan lain sebagainya. Intinya banyak yang berubah. Perubahan ini lantas membuat kita terkadang bertanya “ Apakah cintanya sudah mulai berkurang atau malah ia sudah tidak lagi mencintai kita ya?” Biasanya sih cewek yang paling sering kepikiran soal ini.

Parahnya lagi, pertanyaan tersebut ketika dilemparkan kepada sang Pacar, sering kali kita mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan. Kadang jawabannya hanya singkat padahal yang kita inginkan adalah dia meyakinkan dengan seserius mungkin. Kita pengen dia menjawab dengan setengah merayu agar kita kembali percaya bahwa, ya, dia ternyata memang masih mencintai kita. Masih menempatkan kita sebagai sesuatu yang berharga. Masih takut kehilangan kita.

Jawaban yang tidak sesuai espektasi ini pasti membuat hati makin teriris. Pikiran buruk menyeruak tidak terkendali. Sampai akhirnya kita benar-benar kehilangan keyakinan atas perasaannya kepada kita. Kita menjadi murung, merasa hari demi hari berjalan tanpa ruh, merasa dia sudah tidak lagi memiliki cinta yang bergelora.

Pernah merasakan hal itu? Tapi kalau menurut saya, pikiran ini belum tentu benar. Justru, pesimisme membuat kita nyiksa diri sendiri. Gak enak. Cobalah kita melihat hubungan ini dengan lebih dewasa.

Mungkin dia tidak suka ditanya seperti itu

Percayalah padanya seperti dia yang percaya kepadamu (meilianifanfiction.files.wordpress.com)

Mungkin dia memang tidak nyaman ditanya seperti itu. Baginya, ini sudah bukan saatnya lagi untuk terus menerus berbicara tentang perasaan. Masa itu sudah lewat dan kini saatnya untuk memikirkan hal lain. Bukan karena kita sudah tidak penting lagi. Justru karena dia sudah sangat yakin dengan kita.  Sudah memaku hatinya untuk kita dan tidak mungkin kemana-mana lagi. Dia pun percaya bahwa kita sudah mematri hati kita untuknya dan tidak akan kemana-mana. Itu sebabnya ia harus mulai fokus menyelesaikan tanggungjawab yang lain. Harus fokus kuliah atau fokus kerja. Pertanyaan kita yang berputar-putar tentang perasaan malah justru bisa merusak moodnya. Dia yang sudah setia dengan kita, menjaga hati untuk kita, tapi selalu kita ragukan.

Sudahlah, kita sudah semakin dewasa

Sepi memang, tapi percayalah bahwa dia tak kemana-mana (stylonica.com)

Kita sudah tidak lagi ABG yang harus selalu berduaan, bermesraan, sayang-sayangan setiap waktu dan menghabiskan waktu untuk urusan berdua. Orang dewasa lebih paham prioritas. Mungkin ia mengajak kita untuk berhubungan dengan cara yang lebih dewasa dengan berpikir jauh lebih ke depan. Bukan hanya memikirkan kesenangan sesaat. Ia mungkin sudah jarang telfon karena ia sibuk bekerja, sudah jarang mengajak jalan-jalan karena sudah sadar bahwa semua pengeluaran harus diperhitungkan. Tapi bukankah kesetiaannya sudah cukup membuktikan bahwa ia mencintai kita? Toh dia masih menghubungi dan menanyakan kabar kita. Kalaupun dia jarang bersikap romantis, mungkin karena kondisi sedang mengharuskannya untuk fokus terhadap hal lain.

 

Pahamilah bagaimana ia memaknai cinta

Pasti ada saat dia mengutarakan semua isi hatinya kepada kita (blog.cakeknifephotography.com)

Semua orang punya cara yang berbeda dalam memaknai cinta. Mungkin bagi kita, cinta adalah kebutuhan raga untuk selalu berdua. Kebuutuhan hati untuk selalu bermesra. Tapi bisa jadi ia memiliki cara pandang lain tentang cinta. Mungkin ia mengartikan cinta sebagai sesuatu yang butuh pembuktian. Jikalau kita ingin dia sering memanggil kita sayang, mungkin ia sudah melangkah jauh lebih ke depan. Tidak hanya memanggil kita sayang namun ia mencurahkan ke dalam usaha pembuktian. Seperti bekerja lebih keras lagi, belajar lebih giat, agar bisa jadi seseorang yang bisa kita banggakan. Itulah caranya membuktikan cinta.

 

Jangan samakan caramu dengan caranya, mungkin dia punya cara berbeda untuk mengekspresikan cinta

Mungkin kita yang tak cukup dewasa (28.media.tumblr.com)

Wajar jika di awal masa jadian semua sikap dan perkataannya begitu manis. Saat itu kalian masih berusaha untuk saling mengenal satu sama lain. Masih berusaha mencari tempat terbaik di hati masing-masing. Jikalau sekaramg keadaan mulai berubah, bukan berarti hatinya mulai berubah. Ia mungkin hanya memiliki cara yang berbeda untuk mengekspresikan cinta.

Kita sudah bersama dengannya dalam waktu yang lama. Kita sudah masuk sangat jauh ke dalam hatinya. Bisa jadi kita adalah sosok yang tidak terpisahkan dari dirinya. Itu sebabnya ia mulai mengekspresikan perasaannya dengan cara lain. Seperti lebih bekerja keras. Bukankah itu jauh lebih membuktikan keseriusannya kepada kita? Jadi jangan direcokin dengan pertanyaan “Kamu masih sayang gak sih sama aku?” Dia akan sangat kesal dan berpikir “Kamu pikir aku berjuang sekeras ini untuk siapa?” Jangan judge dia macam-macam hanya karena dia tak mampu berbicara bahwa dia begitu mencintai kita.

Jika kita ingin mendapatkan cintanya, pahamilah caranya mencinta

Bukankah perlu usaha lebih untuk menunjukkan keseriusannya? Maka bersabarlah (www.infinityphotography.com.au)

Jadi sahabat, jika kita ingin mendapatkan cintanya secara utuh, cobalah untuk memahami caranya mencinta. Jangan selalu memintanya untuk memenangkan hati kita. Siapa tahu, kitalah yang selama ini belum cukup dewasa dalam memaknai sebuah cinta.

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *