[ISIGOOD.COM] Tidak ada orang yang terlalu miskin untuk memberi. Siapapun berhak memberi dan menebarkan kebahagiaan. Jikalau tidak memiliki cukup materi untuk dibagi, setidaknya semua orang masih bisa menebar kebahagiaan dengan memberikan pujian, sanjungan atau sekedar senyuman. Artinya, semua orang bisa dan berhak untuk memberi.

Maka dari itu tidak satupun dari kita berhak merendahkan keinginan orang lain untuk berbagi. Sayang, banyak orang yang sudah terlanjur menjejali pikiran dengan mengkotak-kotakkan kasta. Bahwa yang berhak memberi adalah orang yang mampu dari sisi ekonomi, berpendidikan, berpenampilan rapi atau terlihat berkelas. Sedangkan orang yang keadaannya sebaliknya, seringkali dianggap sebagai orang yang hanya merepotkan. Hanya minta dikasihani dan mengharapkan bantuan. Tidak sama sekali dianggap berhak membagikan kebahagiaan.

Berbagi Kebahagiaan Adalah Hak Semua Orang, Tidak Terkecuali Para Tunawisma

Jangan bersikap jahat terhadap tunawisma (skepticalcubefarm.files.wordpress.com)

Percayalah, semua orang berhak dan ingin berbagi kebahagiaan. Ada gejolak dalam diri setiap orang untuk bisa membantu orang lain. Tidak terkecuali mereka, para tunawisma. Tapi sayang, mereka sudah terlanjur dianggap rendah. Rendah serenda-rendahnya. Tidak ada penghormatan sama sekali. Sampai-sampai mereka kehilangan haknya untuk berbagi.

Saya jadi teringat dengan video yang begitu menyentuh berjudul “What If The Homeless Gave You Money?” Video ini mengisahkan seorang tunawisma yang ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama. Tapi sayang, orang dengan seonggok keangkuhannya, sudah terlanjur menganggapnya sebagai manusia yang hina. Manusia yang tidak pantas memberikan apapun kepada orang lain. Bahkan banyak yang membalas niat baik mereka dengan berbagai caci maki dan sumpah serapah yang amat menyakitkan. Cermati dan resapilah video ini, agar kita semua dapat menangkap makna mendalam di baliknya.

Melihat video tersebut rasanya seperti tertampar. Apakah selama ini kita orang yang mudah melecehkan orang lain? Apakah selama ini kita menganggap para tunawisma sebagai manusia yang tidak berharga sama sekali? Mengapa kita harus merasa terhina ketika menerima pertolongan dari mereka? Apakah kita sesombong itu ?

 Sahabat, Ubah Pandangan Kita Terhadap Tunawisma

Mereka ada di sekitar kita (v-images2.antarafoto.com)

Sahabat, mereka adalah manusia, sama seperti kita. Maka perlakukanlah mereka selayaknya kita memperlakukan manusia. Kalaupun kita tidak bisa membantunya, tolaklah dengan cara yang manusiawi. Jangan hardik mereka seolah tidak lagi ada harganya. Kemudian yang paling penting, pandanglah mereka sebagai manusia. Yang memiliki hak dan keinginan untuk berbagi dengan sesama. Berikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menebar kebaikan, termasuk para tunaawisma. Karena mereka juga manusia. Bukankah Tuhan memerintahkan kita untuk selalu memanusiakan manusia?

Wanita yang sedang belajar tentang bagaimana menjadi seorang wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *