[ISIGOOD.COM] Menguap adalah proses alami yang terjadi dalam tubuh. Hampir semua makhluk vertebrata selalu menguap. Bahkan, janin manusia mulai menguap ketika berusia 11 minggu. Namun jika sering terjadi aktifitas reflek tubuh ini bisa jadi menganggu. Apalagi, jika kerap menguap, 1-4 kali dalam satu menit, bisa jadi merupakan tanda gangguan kesehatan.

Sering sebel karena menguap ketika meeting serius dengan atasan atau klien? Apalagi, menguap terus-menerus. Lawan bicara mungkin sekali berpikir kita bosan atau fokus pada pekerjaan sehingga menguap terus, kan kita yang merasa keki. Padahal tidak mengantuk juga tidak ada maksud menunjukkan pertemuan berjalan membosankan, refleks saja menguap terus-menerus. Mengapa hal itu terjadi ya?

Menemukan alasan di balik sering menguap

Menguap merupakan salah satu pertanda yang dikirim oleh alam bawah sadar bahwa tubuh kita kurang gerak. Di dunia modern ini, bekerja umumnya dilakukan di depan komputer atau laptop hingga berjam-jam tanpa bangkit dari tempat duduk.

Selain itu, mengantuk juga merupakan indikasi otak kekurangan oksigen. Akibat kurang gerak, perjalanan oksigen ke otak jadi terganggu sehingga pasokannya kurang. Perut yang sudah terlalu penuh alias kekenyangan juga membuat pasokan oksigen kurang. Terlalu banyak makan membuat energi tubuh terkuras untuk mencerna sehingga kita jadi kurang konsentrasi.
Terlalu sering menguap juga mesti dicurigai sebagai kelainan di sistem syaraf. Disebut menguap berlebihan jika dalam 1 menit seseorang menguap 1-4 kali. Menguap berlebihan bisa jadi tanda penyakit serius.

Sebagian besar gangguan yang berhubungan dengan menguap berasal dari sistem saraf pusat, yakni epilepsi, radang otak, atau tumor otak. Menguap juga menjadi tanda dari reaksi vasovagal.

Menguap (mylikelove.net)

Sering menguap juga bisa disebabkan oleh obat-obatan atau terapi medis. Reaksi terapi radiasi untuk kanker atau konsumsi obat-obatan seperti untuk penyakit parkinson ternyata membuat banyak menguap. Beberapa antidepresan seperti paroxetine dan setraline bisa menyebabkan menguap berlebihan. Yang menarik, pengidap skizofrenia justru jarang menguap.

Mengatasi sering menguap

– Melakukan power nap

Tak ada obat ngantuk yang lebih mujarab selain tidur. Obat yang mudah dan murah. Namun jika ngantuk ketika sedang bekerja maka cara menyiasatinya dengan melakukan power nap, tidur sesaat selama 15-30 menit akan mengembalikan energi sekaligus membuat mata melek.

– Bergeraklah

Bekerja berjam-jam di depan laptop kadang memang melenakan. Sesekali bergeraklah untuk sekadar mengambil minum atau menyapa rekan kerja. Berjalan sesaat akan membuat pasokan oksigen ke otak kembali normal.

– Makan secukupnya

Bila lambung terlalu penuh, makanan tidak dapat tercerna dengan baik. oleh karena itu, sebaiknya makan secukupnya, kenyang harus tapi jangan kekenyangan. Selain itu, jangan minum di sela-sela makan atau minum dalam jumlah banyak setelah makan. Selain mengganggu proses pencernaan air minum juga akan membuat perutmu terasa penuh.

Di sisi lain, ternyata menguap juga ada manfaatnya lho!

Ilmuwan percaya menguap dapat membantu kita menjadi lebih waspada untuk segera memasukkan oksigen ke otak. Dengan begitu, konsentrasi akan terjaga. Ilmuwan lain beranggapan, menguap justru membantu mengatur suhu tubuh. Ketika seseorang menguap, udara dari lingkungan akan masuk melalui saluran pernapasan. Temperatur udara yang lebih dingin akan diteruskan oleh aliran darah menuju otak yang kepanasan karena terlalu lama bekerja, sehingga terjadi pertukaran panas. Selain itu, selama menguap terjadi proses menaikkan tensi dan laju jantung.

Dikembangkan dari kompas.com dan detikhealth

Penulis lepas. Tinggal di Yogyakarta. Bermimpi punya toko roti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *