[ISIGOOD.COM] Setiap tahun, sejumlah besar anak muda Indonesia pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi. Berbagai prestasi mereka telah mengharumkan nama bangsa. Salah satunya adalah prestasi yang diraih Harriyadi Irawan, mahasiswa William Angliss Institute di Melbourne. Ia masuk dalam nominasi Pelajar Paling Inspiratif 2015 di Australia. Penghargaan ini diselenggarakan Dewan Pelajar Internasional Australia (Council of International Students Australia / CISA), sebuah lembaga yang membawahi para mahasiswa internasional di Australia.

Dalam kategori pelajar paling inspiratif ini, terdapat lima mahasiswa yang menjadi nominasi. Selain Harriyadi, ada Wen Kai Tony Wang asal China di University of Melbourne, Huong Dang asal Vietnam di Swinburne University of Technology, Saraswathy Varatharajullu dari Singapura di University of Tasmania, dan Sahil Puri dari India di Victoria University. Kelima mahasiswa ini memiliki kelebihan dan ciri khas yang melekat dari negara asalnya.

Harriyadi mengatakan, ia bangga bisa masuk dalam nominasi mahasiswa internasional paling inspiratif se-Australia tersebut. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 8 Juli mendatang di Melbourne. “Saya tidak tahu apakah akan menang atau tidak. Nomine lain juga bagus-bagus. Namun, bisa masuk dalam lima besar saja sudah merupakan kebanggaan,” kata Harriyadi.

Harriyadi Irawan, sosok yang ramah dan berprestasi (meldmagazine.com)

Ini bukan prestasi pertama yang diraih Harriyadi di Australia. Sebelumnya, ia mendapat penghargaan sebagai mahasiswa internasional terbaik di negara bagian Victoria tahun 2014. “Salah seorang nomine pelajar paling inspiratif, Houng Dan, juga pernah menjadi mahasiswa internasional terbaik Victoria. Ia menang pada tahun 2013,” tambah Harriyadi.

Setelah menerima penghargaan sebagai mahasiswa terbaik se-Victoria, Harriyadi melanjutkan banyak kegiatan untuk membantu mahasiswa lain dan mempromosikan sekolahnya. “Saya menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus. Terutama berbagi pengalaman dengan mahasiswa internasional lainnya. Saya juga terlibat dalam program mentoring di William Angliss,” jelas mahasiswa asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut.

Harriyadi menambahkan, ia berpartisipasi dalam student advisory group, yaitu sebuah badan yang berisi pejabat sekolah dan mahasiswa. “Badan ini bisa membuat sekolah mendengar aspirasi dan masukan dari mahasiswa,” jelasnya. Harriyadi juga menjadi duta institut dan juga wakil siswa dengan fungsi menjadi jembatan penghubung antara siswa dan sekolah. Ia tak henti-hentinya berkegiatan untuk meraih hasil yang positif.

Harriyadi Irawan bersama para nomine (buset-online.com)

Selain Harryadi Irawan, dalam nominasi CISA tahun 2015, terdapat mahasiswa asal Indonesia lainnya. Untuk kategori pelajar terbaik dari sekolah kejuruan (VET/TAFE), Dharmawan Santosa dari Eynesbury College di Adelaide Selatan masuk dalam nominasi. Sedangkan dalam kategori Asosiasi Pelajar Terbaik, Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) juga masuk dalam nominasi. PPIA masuk dalam nominasi bersama dengan Klub Pelajar Internasional Charles Sturt University (CSU ISC), Asosiasi Pelajar Afganistan University Queensland (AfSA UQ), Federasi Pelajar Internasional Australia (AFIS), dan Dewan Pelajar Internasional Malaysia di Australia (MASCA).

 

Sumber: goodnewsfromindonesia.org

Mahasiswa Sastra Perancis UGM. Menyukai seni, psikologi, dan filsafat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *