[ISIGOOD.COM] Ajang seni tahunan berskala internasional ART|JOG akan kembali digelar. Dengan mengambil tema ART|JOG 8 Infinity in Flux –The Unending Loop that Bonds the Artist and the Audience, ajang seni rupa ini resmi dibuka untuk umum pada 6 Juni hingga 28 Juni 2015 di Taman Budaya Yogyakarta.

Tema tersebut diangkat karena angka 8 adalah bilangan bulat dengan garis tak terputus dalam rangkaian tak terhingga. “Angka 8 itu juga menandai kedelapan kalinya ART|JOG diadakan, tetapi angka 8 sebenarnya juga merefleksikan Fluxus, yang merupakan aliran seni pada tahun 60-an,” ujar Direktur ART|JOG Satriagama Rakantaseta yang kerap disapa Seto pada konfrensi pers di Green House Hotel, Rabu (3/6).

Fluxus adalah aliran seni yang menolak adanya pemisahan antara seni dengan masyarakat. Seto menambahkan, dengan tema Infinity Flux, ART|JOG akan meniadakan batasan antara karya seni dengan pengunjung. Hal ini dilakukan melalui dilibatkannya pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan instalasi seni pada ART|JOG tahun ini.

“Kami mencoba melibatkan partisipasi pengunjung secara langsung karena terinspirasi oleh respon pengunjung tahun lalu yang antusias selfie di depan karya seni,” papar Kurator ART|JOG Bambang ‘Toko’ Witjaksono. Toko mencontohkan, ART|JOG tahun ini akan menampilkan karya seni berjudul ‘Wish Tree’ karya Yoko Ono. Yoko dikenal sebagai seniman yang turut menginisiasi gerakan Fluxus pada tahun 60-an di Amerika.

Karya Yoko berjudul ‘Wish Tree’ ini sendiri mengajak pengunjung untuk menuliskan harapan mereka pada selembar kertas dan menggantungkannya di ranting pohon. “Melalui karya ini, penonton tidak sekadar diajak berinteraksi langsung dengan karya seni, tetapi juga wujud gerakan doa bersama untuk mewujudkan harapan pada sesuatu yang lebih baik,” ujar Toko.

Dengan tema Infinity in Flux, ART|JOG mencoba menghadirkan karya seni dengan keberagaman media, seperti bunyi, gerak, cahaya, dll. Selain itu, tidak hanya seniman yang dilibatkan dalam ART|JOG tahun ini, tetapi juga perancang busana, paranormal, arsitek, programmer, musisi, teknisi elektronika hingga pengrajin bambu. “Ini menunjukkan seni tidak lagi terkotak-kotak dan tidak lagi berjarak dengan bidang lain,” tutur Toko.

Selain melibatkan tokoh interdisipliner, ART|JOG tahun ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Meet the Artist, di mana pengunjung dapat langsung berbincang-bincang dengan seniman penggarap karya seni. Selain itu, ada pula Curratorial Tour yang menjadi program edukasi bagi pengunjung untuk melihat karya-karya yang ditampilkan dengan pendampingan kurator. Public Screening pun dihelat guna menampilkan film bertemakan Fluxus.

Tak lupa, seperti ART|JOG pada tahun-tahun sebelumnya, halaman Taman Budaya tahun ini juga akan dihiasi instalasi menyerupai bola setinggi 12 meter yang terbuat dari jalinan kawat berbalut tanaman pagar lokal bernama Cuphea Hyssopifolia. Instalasi ini adalah ruang untuk merepresentasikan karya dari Indieguerillas dan ‘Wish Tree’ karya Yoko Ono.

Seperti temanya, The Infinity in Flux, ART|JOG kali ini mencoba merepresentasikan karya seni sebagai kerja-kerja tak terbatas, intermedia, dan interdisipliner. “Seni rupa adalah kerja inovatif yang tak terbatas. Kami berharap, ART|JOG kali ini dapat mengajak pengunjung untuk memiliki imajinasi yang tak terbatas melalui interaksi langsung dengan karya seni,” ujar Seno.

Ayo, tunggu apa lagi. Malam Minggu ini (6/6), kamu bisa memeriahkan pembukaan ART|JOG di Taman Budaya pukul 19:00 WIB. Yuk datang, jangan sampai kelewatan!

Mahasiswi selo Sastra Inggris UGM. Sedang belajar bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *